Kamis, 28 Januari 2016

>>> SOEKARNO : PILOT AMERIKA ITU TELAH BANYAK BERJASA BAGI INDONESIA..!! [Sang Admiral]

>>> SOEKARNO : PILOT AMERIKA ITU TELAH BANYAK BERJASA BAGI INDONESIA..!! [Sang Admiral] Simpati dan ketulusan menolong seringkali melintasi batas nasionalisme.Salah satu contoh nyata yakni kisah dari seorang pilot berkebangsaan Amerika yang ikut terlibat aktif saat awal kemerdekaan Indonesia. Namanya Robert Earl Freeberg atau akrab dipanggil Bob, pilot bayaran berkebangsaan Amerika Serikat ini gagah berani terbang menembus blokade udara Belanda. Ia belasan kali menjalankan operasi 'black flight' atau penerbangan gelap menyelundupkan candu dan berbagai hasil alam Indonesia untuk ditukar senjata atau uang di luar negeri. Hasil penyelundupan itu digunakan pemerintah Soekarno untuk membiayai negara di masa sulit awal kemerdekaan. Di mata Presiden Soekarno, Bob adalah orang yang idealis. Dia ditakdirkan datang untuk membantu perjuangan rakyat Indonesia. "Seorang pemuda pada suatu hari muncul entah darimana dan memperkenalkan dirinya. Namaku Bob Freeberg. Aku orang Amerika. Aku seorang pilot dan menaruh simpati pada perjuangan anda. Bantuan apa yang dapat kuberikan?" demikian Soekarno dalam biografi yang ditulis Cindy Adams. Bob adalah mantan penerbang tempur Angkatan Laut Amerika Serikat saat perang dunia ke II. Setelah perang berakhir, pria asal Kansas ini menjadi pilot carter CALI (Commercial Air Lines Incorporated) Filipina. Dia bertemu Opsir Udara III Petit Muharto Kartodirdjo di Singapura dan segera menyatakan kesediaannya untuk melakukan penerbangan untuk membantu Indonesia. Bob kemudian menabung dan membeli sebuah pesawat angkut DC-3 Dakota. Dia memberi nama pesawat itu RI-002. Kenapa bukan RI-001? Bob berpendapat nama RI-001 selayaknya diberikan untuk nama kehormatan pesawat pertama yang dimiliki Indonesia. Ketika Bob disewa, Indonesia tak punya satu pun pesawat angkut. Bob membantu menyelundupkan emas, candu, perak, kina dan karet dari Indonesia ke luar negeri. Lalu dia membawa senjata, pakaian dan obat-obatan dari luar negeri ke Indonesia. Kisah petualangan Bob seru seperti di film action saja. Bob juga banyak membantu TNI untuk melakukan operasi militer. Dialah pilot operasi penerjunan pertama yang dilakukan Angkatan Udara Republik Indonesia. Pada 17 Oktober 1947, Bob menerbangkan RI-002 dari Bandara Maguwo ke Kotawaringin, Kalimantan Tengah. TNI menerjunkan 12 prajurit AURI untuk menembus blokade Belanda dan mengobarkan perlawanan di sana. Bob pula yang mengantar Soekarno berkeliling Sumatera guna meminta sumbangan rakyat untuk membantu perjuangan RI. Rakyat Aceh kemudian menyumbang 20 Kg emas yang kemudian dibelikan pesawat Dakota dengan nama Seulawah atau Gunung Emas. Pesawat ini yang kemudian diberi nomor registrasi RI-001. Bob memang seorang pilot bayaran. Tapi dia terlibat secara emosional dalam perjuangan bangsa Indonesia. Bob tak bisa menerima perlakuan sewenang-wenang Belanda terhadap rakyat Indonesia. Dalam surat-surat yang dikirimkan ke keluarganya di AS, Bob selalu menggambarkan penghormatannya untuk rakyat Indonesia. ------------------------------------------ "Sangat menakjubkan melihat rakyat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan mereka," (Robert Earl Freeberg) ------------------------------------------ Sayangnya nasib Bob berakhir tragis. Pesawatnya jatuh saat mengirim emas 20 kilogram ke Palembang. Tanggal 29 September 1948, pesawat Dakota milik Bob jatuh di belantara hutan. Diduga pesawat itu ditembak jatuh pesawat pemburu Belanda. "Dia mengalami kecelakaan saat aku mengirimnya ke Palembang untuk membawa uang untuk membantu gerilya di Sumatera. Tak pernah aku akan melupakan kawanku orang Amerika, Bob Freeberg," kata Soekarno. > Sumber : Merdeka.com DAN SEJARAH DUNIA

Bung Karno Mendobrak PBB,Sejarah Yang Membanggakan Bagi Bangsa Indonesia..

Bung Karno Mendobrak PBB,Sejarah Yang Membanggakan Bagi Bangsa Indonesia.. Percaya diri, satu kata yang tepat untuk kita letakkan di dada Presiden Soekarno. Terlalu banya catatan kecil dimana Presiden Soekarno mendobrak Protokoler International untuk mengikuti Protokoler ala Soekarno. Jangankan hanya di Negara kelas 3, Amerikapun harus mampu menekan dada atas dobrakan yang dilakukan oleh Presiden Soekarno. Maka tak heran apabila setiap kunjungan kenegaraan keberbagai Negara sosok Presiden Soekarno selalu menjadi Head Line news. Tak terkecuali lembaga besar seperti PBB. DENGAN baju kebesaran berwarna putih, lengkap dengan kopiah dan kacamata baca, Bung Karno tidak mempedulikan protokoler Sidang Umum. Biasanya, setiap kepala negara berpidato sendiri saja. Tetapi, untuk pertama kalinya, Bung Karno naik ke podium didampingi ajudannya, Letkol (CPM) M Sabur. Lima tahun kemudian, per tanggal 1 Januari 1965, Bung Karno menyatakan Indonesia keluar dari PBB. Ia memrotes penerimaan Malaysia, antek kolonialisme Inggris, menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK)-PBB. Ketika mendengar instruksi Pemimpin Besar Revolusi Indonesia itu dari PTRI New York, Sekjen PBB U Thanh menangis sedih, tak menyangka BK begitu marah dan kecewa. Bung Karno dikenal sering kecewa dengan kinerja DK-PBB. Sampai sekarang pun kewenangan DK-PBB yang terlalu luas masih sering terasa kontroversial. Misalnya, ketika mereka-terutama AS, Inggris dan Perancis-bersama Sekjen Koffi Annan, menjatuhkan sanksi-sanksi tak berperikemanusiaan atas Irak. Sudah lama memang Bung Karno tidak menyukai struktur PBB yang didominasi negara-negara Barat, tanpa memperhitungkan representasi Dunia Ketiga yang sukses unjuk kekuatan dan kekompakan melalui Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955. Untuk itulah, setiap tahun Bung Karno coba mengoreksi ketimpangan itu dengan memperjuangkan diterimanya Cina, yang waktu itu diisolasi Barat. “Kita menghendaki PBB yang kuat dan universal, serta dapat bertugas sesuai dengan fungsinya. Oleh sebab itulah, kami konsisten mendukung Cina,” kata Bung Karno. Wawasan berpikir Bung Karno waktu itu ternyata benar. Cina bukan cuma lalu diterima sebagai anggota, namun juga menjadi salah satu anggota tetap DK-PBB. Puluhan tahun lalu, Bung Karno sudah memproyeksikan Cina sebagai negara besar dan berpengaruh, yang harus dilibatkan dalam persoalan-persoalan dunia. Dewasa ini, Cina sudah memainkan peranan penting dalam mengoreksi perimbangan kekuatan regional dan internasional, yang sudah terlalu lama dijenuhkan oleh penyakit yang berjangkit Perang Dingin. Kini hampir semua warga dunia sudah familiar dengan kata “globalisasi” atau saling keterkaitan (linkage) antar-bangsa, baik secara politis maupun ekonomis. Dan dalam pidato To Build the World Anew, Bung Karno sudah pernah mengucapkannya. “Adalah jelas, semua masalah besar di dunia kita ini saling berkaitan. Kolonialisme berkaitan dengan keamanan; keamanan juga berkaitan dengan masalah perdamaian dan perlucutan senjata; sementara perlucutan senjata berkaitan pula dengan kemajuan perdamaian di negara-negara belum berkembang,” ujar Sang Putra Fajar. Di mana pun di dunia, Bung Karno tak pernah lupa membawakan suara Dunia Ketiga dan aspirasi nasionalisme rakyatnya sendiri. Siapa pun yang tidak suka kepadanya pasti akan mengakui sukses Bung Karno memelopori perjuangan Dunia Ketiga melalui Konrefensi Asia-Afrika atau KTT Gerakan Nonblok. Inilah Soekarno yang serius. Jika sedang santai dalam saat kunjungan ke luar negeri, Bung Karno menjadi manusia biasa yang sangat menyukai seni. Kemana pun, yang tidak boleh dilupakan dalam jadwal kunjungan adalah menonton opera, melihat museum, atau mengunjungi seniman setempat. Hollywood pun dikunjunginya, ketika Ronald Reagan dan Marilyn Monroe masih menjadi bintang film berusia muda. Ia pun tak segan memarahi seorang jenderal besar jago perang, Dwight Eisenhower, yang waktu itu menjadi Presiden AS dan sebagai tuan rumah yang terlambat keluar dari ruang kerjanya di Gedung Putih dalam kunjungan tahun 1956. Sebaliknya, Bung Karno rela memperpanjang selama sehari kunjungannya di Washington DC, setelah mengenal akrab Presiden John F Kennedy. Waktu berkunjung ke AS, banyak wartawan kawakan dari harian-harian besar di Amerika-mulai dari The New York Times, The Washington Post, LA Times, sampai Wall Street Journal-menulis dan memuat pidato dan pernyataannya yang menggugah, foto-fotonya yang segar, sampai soal-soal yang mendetail dari Bung Karno. Kunjungan-kunjungannya ke luar negeri, memang membuat Bung Karno menjadi tokoh Dunia Ketiga yang selalu menjadi sorotan internasional. Sikapnya yang charming dan kosmopolitan, kegemarannya terhadap kesenian dan kebudayaan, pengetahuannya mengenai sejarah, bahasa tubuhnya yang menyenangkan, mungkin menjadikan Bung Karno menjadi tamu agung terpenting di abad ke-20, yang barangkali cuma bisa ditandingi oleh Fidel Castro atau JF Kennedy. PERUMUSAN politik luar negeri sebuah negara yang baru merdeka setelah Perang Dunia Kedua, lebih banyak dipengaruhi oleh kepala negara/pemerintahan. Mereka sangat berkepentingan untuk menjaga negara mereka masing-masing agar tidak terjerumus ke dalam persaingan ideologis dan militer Blok Barat melawan Blok Timur. Lagi pula, netralitas politik luar negeri semacam ini waktu itu berhasil menggugah semangat “senasib dan sepenanggungan” di negara-negara baru Asia dan Afrika, untuk menantang bipolarisme Barat-Timur melalui Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955. Di Indonesia, peranan Bung Karno dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif, jelas sangat dominan sejak ia mulai memerintah sampai akhirnya ia terisolasi menyusul pecahnya peristiwa Gerakan 30 September tahun 1965. Ia bahkan menjadi salah satu founding father pembentukan Gerakan Nonblok (GNB) sebagai kelanjutan dari Konferensi Bandung. Penting untuk digarisbawahi pula, Bung Karno pada awalnya menjadi satu-satunya pemimpin Dunia Ketiga yang dengan sangat santun menjalin serta menjaga jarak hubungan yang sama dan seimbang, dengan negara-negara Barat maupun Timur. Hubungan Bung Karno dengan Washington pada prinsipnya selalu akrab. Akan tetapi, Bung Karno merasa dikhianati dan mulai bersikap anti-Amerika ketika pemerintahan hawkish Presiden Dwight Eisenhower mulai menjadikan Indonesia sebagai tembok untuk membendung komunisme Cina dan Uni Soviet pada paruh kedua dasawarsa 1950. Sewaktu Moskwa dan Beijing terlibat permusuhan ideologis yang sengit, Bung Karno juga relatif mampu menjaga kebijakan berjarak sama dan seimbang (equidistance) terhadap Cina dan Uni Soviet. Lagi pula, Bung Karno dengan sangat pandai menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Bobot Indonesia sebagai negara yang besar dan strategis, peranan penting Indonesia dalam menggagas GNB, dan posisi “soko guru” sebagai negara yang baru merdeka, benar-benar dimanfaatkannya sebagai posisi tawar yang cukup tinggi dalam diplomasi internasional. Oleh sebab itulah, pelaksanaan politik luar negeri yang high profile ala Bung Karno, tidak pelak lagi, membuat suara Indonesia terdengar sampai ke ujung dunia. Mengapa ia akhirnya kecewa kepada Washington sehingga hubungan bilateral AS-Indonesia semakin hari semakin memburuk? Sebab Bung Karno tahu persis sepak terjang AS-juga Inggris, Australia dan Malaysia-ketika membantu pemberontakan PRRI-Permesta. Lebih dari itu, setelah kegagalan pemberontakan itu, Pemerintah AS memasukkan Bung Karno dalam daftar pemimpin yang harus segera dilenyapkan karena menjadi penghalang containment policy Barat terhadap Cina. Juga ada beberapa alasan domestik yang membuat Washington kesal terhadap Bung Karno, seperti sikapnya kepada Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada lima tahun pertama dekade 1960, hubungan Indonesia dengan Cina meningkat pesat. Mao Zedong sangat menghormati Bung Karno yang memberikan tempat khusus kepada komunis, dan sebaliknya Bung Karno mengagumi perjuangan Mao melawan dominasi AS dan Rusia di panggung internasional. Istimewanya hubungan Bung Karno dengan Mao ini tercermin dari gagasan pembentukan Poros Jakarta-Beijing. Bahkan kala itu poros ini sempat akan diluaskan dengan mengajak pemimpin Korut Kim Il-sung, pemimpin Vietnam Utara Ho Chi Minh, dan pemimpin Kamboja Norodom Sihanouk. Tatkala memutuskan untuk keluar dari PBB, Bung Karno mencanangkan pembentukan New Emerging Forces sebagai reaksi terhadap Nekolim (Neo Kolonialisme dan Imperialisme). Ia juga bercita-cita membentuk sendiri forum konferensi negara-negara baru itu di Jakarta, sebagai reaksi terhadap dominasi PBB yang dinilainya terlalu condong ke Barat. Sungguh patut disayangkan, wadah kerja sama Dunia Ketiga ini hanya sempat bergulir sampai pesta olahraga Ganefo belaka. *** SEPERTI telah disinggung di atas, dominasi Bung Karno dalam perumusan politik luar negeri yang bebas dan aktif, sangat dominan. Persepsi, sikap, dan keputusan Bung Karno dalam mengendalikan diplomasi Indonesia, bersumber pada pengalaman-pengalamannya dalam kancah perjuangan dan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mungkin karena terlalu banyak krisis yang dihadapi Bung Karno selama ia memimpin, membuat pelaksanaan politik luar negerinya menjadi high profile dan agak bergejolak. Akan tetapi, gejolak-gejolak tersebut, juga sikap Bung Karno menghadapi politik Perang Dingin, tidak dapat dikatakan sebagai sebuah kelemahan ataupun penyimpangan dari politik luar negeri yang bebas aktif. Justru yang terjadi, Bung Karno senantiasa mencoba menghadirkan gagasan-gagasannya tentang dunia yang damai dan adil, dengan mengedepankan posisi Indonesia sebagai kekuatan menengah yang menyuarakan nasib Asia dan Afrika. Penting pula untuk ditegaskan, perilaku internasional Bung Karno pada kenyataannya memang berhasil mengangkat derajat masyarakat-masyarakat Dunia Ketiga dalam menghadapi kemapanan politik Perang Dingin. Malahan jika menghitung akibatnya, ada kekhawatiran besar di negara-negara adidaya terhadap internasionalisasi sukarnoism yang akan membahayakan posisi merdeka. Jika berbicara mengenai sumber-sumber yang mempengaruhi “politik global” Bung Karno, sesungguhnya mudah untuk memahaminya. Ia lahir dari persatuan antara dua etnis, Bali dan Jawa Timur. Ia menikahi pula gadis dari Pulau Sumatera. Ia beberapa kali dipenjarakan penjajah Belanda di berbagai tempat di Nusantara, membuatnya mengenal dari dekat kehidupan berbagai etnis. Pendek kata, ia lebih “Indonesia” ketimbang menjadi seorang yang “Jawasentris.” Dalam pandangan Bung Karno, dunia merupakan bentuk dari sebuah “Indonesia kecil” yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Dan ini betul. Bung Karno seakan-akan membawa misi untuk membuat agar semua bangsa berdiri sama tinggi dan setara di dunia ini, sama dengan upayanya berlelah-lelah mempersatukan semua suku bangsa menjadi Indonesia. Meskipun Indonesia cuma menyandang kekuatan menengah, Bung Karno sedikit banyak memiliki sebuah “visi dunia” seperti para pemimpin negara adidaya, yang waktu itu merupakan sebuah utopia belaka. Pengalaman pahit menghadapi penjajah Belanda serta Jepang, merupakan sumber utama bagi Bung Karno untuk membawa Indonesia menjadi anti-Barat di kemudian hari. Kebijakan anti-komunisme yang dijalankan Barat untuk membendung pengaruh Uni Soviet, menurut Bung Karno merupakan sebuah pemasungan terhadap sebuah penolakan terhadap hak kesetaraan semua bangsa di dunia untuk bersuara. Persepsi Bung Karno mengenai perjuangan GNB pun serupa, yakni memberdayakan Dunia Ketiga untuk mengikis ketimpangan antara negara-negara kaya dengan yang miskin. Pada hakikatnya, wawasan Bung Karno tentang perlunya memperjuangkan ketidakadilan internasional itu, masih relevan dengan situasi politik dan ekonomi global saat ini. Entah sudah berapa banyak dibentuk fora-fora kerja sama politik dan ekonomi internasional, yang masih gagal menutup kesenjangan antara yang kaya dengan yang miskin, seperti Dialog Utara-Selatan, atau G-15. Sampai saat ini pun, PBB masih belum melepaskan diri dari genggaman kepentingan-kepentingan negara-negara Barat di Dewan Keamanan. *** ANDAIKAN saja Bung Karno tidak tersingkir dari kekuasaan, apa yang sesungguhnya telah ia lakukan dalam ruang lingkup politik global? Mungkin saja, satu-satunya kegagalan-kalaupun itu layak disebut sebagai kegagalan-adalah ingin menantang atau mengubah (to challenge) tata dunia yang “stabil” pada masa itu. Stabilitas, atau equilibrium global pada saat itu, suka atau tidak, diatur oleh perimbangan kekuatan antara Barat dengan Timur. Kedua blok yang berseteru meyakini bahwa perdamaian abadi hanya bisa dicapai dengan sebuah lomba senjata yang seimbang, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Pengaturan perimbangan kekuatan itu bersifat pasti, matematis, dan mengamankan dunia dari ancaman instabilitas. Itulah jadinya pembentukan NATO dan Pakta Warsawa, serta perjanjian hot line dan anti-tes senjata nuklir antara JF Kennedy dengan Nikita Kruschev. Stabilitas global AS-Uni Soviet inilah yang juga menjamin peredaan ketegangan dan tercegahnya perang antara Eropa Barat dengan Eropa Timur, antara Korut dan Korsel di Semenanjung Korea, antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan di daratan Asia Tenggara, dan antara Kuba dengan AS. Pada prinsipnya, akan selalu ada pemimpin yang ingin mengubah stabilitas semu semacam ini. Upaya-upaya yang membahayakan kemaslahatan perimbangan kekuatan tersebut, akan selalu menimbulkan krisis politik atau krisis militer. Bagi para penjamin stabilitas, seorang Bung Karno memang hanya merupakan sebuah ancaman yang akan menimbulkan krisis politik, bukan krisis militer. Oleh sebab itulah perlu ditekankan sekali lagi, pihak-pihak Barat-khususnya AS dan Inggris-sudah sampai pada kesimpulan bahwa Bung Karno mesti dilenyapkan. Sayang sekali, inisiatif-inisiatif diplomasi Bung Karno terhenti di tengah jalan saat ia diisolasi dari kekuasaannya. Betapapun, banyak doktrin dari politik luar negeri yang dijalankannya, dilanjutkan oleh para penggantinya. Warisan Bung Karno bukan hanya menjadi diorama yang bagus dilihat-lihat, tetapi juga masih kontekstual untuk zaman-zaman selanjutnya. Tidak pada tempatnya bagi kita untuk menyesali politik luar negeri Bung Karno, seperti yang pernah dilakukan oleh pemerintahan Orde Baru. Apakah kebijakan lebih buruk ketimbang politik luar negeri yang cuma mengemis-ngemis bantuan luar negeri? Apakah melepas Timor Timur juga merupakan kebijakan yang lebih baik? Apakah berwisata ke luar negeri tanpa tujuan, lalu mendengang-dengungkan poros Cina-Indonesia-India juga lebih hebat dari politik global Bung Karno? Sesuai dengan julukan Sang Putra Fajar, Bung Karno membuka matanya melihat terang benderang dunia saat fajar menyising, tatkala sebagian dari kita masih terlelap menutup mata. Dunia versi Bung Karno adalah dunia yang mutlak harus berubah menjadi tempat yang lebih adil dan setara bagi semua. Kita pernah beruntung memiliki seorang duta bangsa, yang sekaligus juga seorang diplomat terulung yang pernah dimiliki Indonesia. Sebagai penerus sejarah bangsa ini, kita hanya mampu bertanya “Apakah masih mungkin akan terlahir kembali sosok pemimpin yang setara Bung Karno.” Jawabnya ada dibalik sejarah yang akan kita jelang. Salam Revolusi DAN DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER

Siapa Sangka, Ada Wisata Masjid di Rusia.

Siapa Sangka, Ada Wisata Masjid di Rusia kiriman by : Iqsan d.c - detikTravel.com Kazan - Waktu zaman Uni Soviet, kehidupan beragama di Rusia sempat diberangus. Tapi sekarang pemerintah Rusia membebaskan penduduknya untuk beragama, termasuk Islam. Tak percaya? Datang saja ke Kota Kazan! Republik Tatarstan adalah destinasi ideal untuk melihat kehidupan beragama di Rusia. Daerah otonom seluas 67.836 Km2 ini dihuni 3,8 juta penduduk. 53,3 Persen warga menganut agama Islam, sedangkan 46% lainnya menganut Kristen Ortodoks. Di ibukota republik tersebut yakni Kazan, penduduknya sekitar 1,1 juta jiwa. Mayoritas menganut agama Kristen Ortodoks. Di Tatarstan terdapat dua suku bangsa dominan yaitu Tatar dan Rusia, dengan proporsi yang seimbang. Bahasa resmi wilayah yang memiliki pertumbuhan pesat ini adalah Tatar dan Rusia. Suku bangsa Tatar terbentuk di wilayah Volga Tengah, memiliki garis nenek moyang nenek Bulgar kuno. Pada abad 9-10 masehi mereka mendirikan salah satu negara pertama di Eropa Timur yaitu Volga Bulgaria, yang sekarang menjadi Tatarstan. Di abad modern, Tatar menjadi suku kedua terbesar di Federasi Rusia. Bagaimana Islam tumbuh di wilayah ini? Ceritanya pada tahun 922 masehi raja Volga-Bulgar yang bernama Amush, tengah mencari dukungan militer. Dia lantas mengundang Duta Besar dari Baghdad dan secara resmi menyatakan Islam sebagai agama resmi Volga Bulgar. Islam membuka pintu kebudayaan dunia Arab-Islam ke suku Bulgar, yang sebelumnya adalah kaum Pagan. Pada abad 12, negeri ini memiliki sejumlah kota termasuk Kazan. Negeri ini berkembang makmur dan hidup dari perdagangan, industri metal, pertanian, peternakan, pencetakan, dan sebagainya. Pada tahun 1222-1236 negeri ini dihancur-leburkan oleh pasukan Tatar-Mongol pimpinan Jenghis Khan kemudian oleh cucunya, Khan Baty. Penduduk lantas bermigrasi ke kota yang sulit ditaklukkan di bagian utara, termasuk Kazan. Namun pada 1240 setelah dua kali peperangan terus menerus, Bulgaria sepenuhnya menjadi bagian dari Golden Horde (kerajaan Mongol). Namun setelah kejatuhan Golden Horde, lahirlah kerajaan Kazan (Kazan Khanate). Kristen Ortodoks tumbuh di Kazan setelah penaklukan kerajaan Kazan (Kazan Khanate) oleh Raja Rusia, Tsar Ivan IV atau Ivan the Terrible pada 1552. Dengan sejarah panjang tersebut, peninggalan kedua agama terlihat kentara di Kazan secara khusus dan Tatarstan secara umum. Misalnya masjid-masjid dan gereja-gereja dengan arsitektur yang cantik. Nah, ini yang asyik untuk dikunjungi wisatawan. Sebagai ibukota paling utara dari dunia Muslim, Kazan merupakan kota yang mencoba mempertahankan prinsip-prinsip moral hukum Islam dan memamerkan semangat toleransi kepada dunia. Setiap tahun, Kazan menggelar Muslim Film Festival yang diikuti oleh sineas dari seluruh dunia. Sedangkan bagi penganut Kristen Ortodoks, Kazan adalah tempat terpenting terkait figur Bunda Maria. Dengan perbaikan infrastruktur, di masa depan Kazan akan menjadi pusat ziarah utama Kristiani seperti halnya Lourdes di Prancis. Perbedaan agama itu tak mengganggu kerukunan masyarakat Kazan. Kerukunan itu juga bisa terlihat di Kremlin yaitu pusat pemerintahan yang juga berfungsi sebagai benteng di Kazan. Kremlin Kazan dikitari tembok berwarna putih, berbeda dengan Kremlin di Moskow yang dikelilingi tembok berwarna merah. Di dalam kompleks Kremlin, berdiri megah Masjid Kul Syarif yang memiliki 4 menara setinggi 57 meter dan juga Katedral Annunciation, peninggalan abad 16. Kedua tempat ibadah ini berdiri berdekatan. Kul Syarif adalah nama imam masjid yang juga pejuang Kazan pada abad 16. Setelah keruntuhan Uni Soviet, reruntuhan masjid tempatnya memimpin salat dibangun kembali. Ada yang menyebut masjid itu berkiblat ke Masjid Biru di Turki. Masjid Kul Syarif mulai dibangun kembali tahun 1995 setelah kejatuhan Uni Soviet. Masjid ini tak sekadar tempat ibadah, namun juga menjadi tempat kultural, pendidikan dan pusat peringatan (memorial). Wisatawan Muslim yang pertama kali menyaksikan masjid ini berdecak mengagumi keindahannya. Banyak juga di antaranya yang terharu saat beribadah di dalamnya. Sementara, Katedral Annunciation dibangun pada 4 Oktober 1552, untuk menandai kedatangan kekaisaran Ivan IV di Kazan. Di abad modern, gereja itu mengalami restorasi. Perayaan peresmian kembali gereja setelah direstorasi dilakukan pada 21 Juli 2005 secara meriah. Selain dua bangunan itu, Kremlin Kazan yang memiliki luas 13 hektar dan dikelilingi tembok putih 1.800 meter, memiliki bangunan bersejarah dan megah lainnya. Misalnya Menara Spasskaya, Museum Seni Nasional 'Khazina', kantor Presiden Tatarstan, Menara Syuyumbike, mesoleum, dan masih banyak lagi. detikTravel mengunjungi Kremlin Kazan pada pertengahan Mei 2013 atas undangan Kementerian Pariwisata Republik Tatarstan. Menyusuri Kremlin Kazan serasa tidak kenal lelah karena landskap yang indah sepanjang mata memandang. Dari ketinggian Kremlin, kita juga bisa melihat pemandangan Kazan yang dilewati sungai lebar dengan leluasa. Hawa yang sejuk terasa menyegarkan. Kremlin juga dihiasi jalan yang lebar yang enak dipakai jalan kaki, bunga-bunga aneka warna serta bangku-bangku untuk rehat sejenak. Banyak pasangan muda-mudi bergandengan tangan menyusuri Kremlin sambil bercengkrama. Sungguh romantis! Pada tahun 2000, Kremlin Kazan masuk daftar UNESCO sebagai warisan budaya dan alam dunia. Kremlin Kazan kini menjadi tujuan wisata favorit di Tatarstan. Di sini kita bisa menikmati sejarah yang terbangun sejak abad sebelum masehi serta keindahan arsitektur bangunan-bangunan yang tersebar. Siap jalan-jalan ke Kremlin Kazan? Caranya gampang, Kazan bisa dicapai lewat penerbangan Jakarta-Dubai-Kazan. Wisatawan juga bisa mencapai Kazan dari Moskow, cukup 1,5 jam penerbangan. — di Стадион Казань Арена. >>> DI RANGKM DI BERBAGAI SUMBER <<<

Sejarah Panjang Italia.

Sejarah Panjang Italia. Bagian I Hasil penggalian di seluruh Italia telah berhasil mengungkapkan kehadiran Neanderthal yang telah ada sejak zaman Paleolitikum, kira-kira 200.000 tahun yang lalu. Manusia modern hadir pada kira-kira 40.000 tahun yang lalu. Masyarakat kuno Italia pra-Romawi – seperti orang Umbria, orang Latin (asal tumbuh-kembangnya orang Romawi), orang Volski, orang Samnium, orang Kelt, dan orang Liguria yang mendiami Italia bagian utara, dan banyak lagi yang lainnya – merupakan orang Indo-Eropa; masyarakat historis utama yang tidak termasuk Indo-Eropa adalah orang Etruskan, orang Elimi, orang Sikani di Sisilia, dan orang prasejarah Sardinia. Antara abad ke-17 dan ke-11 SM orang Yunani Mykenai menjalin hubungan dengan Italia dan pada abad ke-8 dan ke-7 SM koloni-koloni Yunani didirikan di sepanjang pesisir Sisilia dan bagian selatan Semenanjung Italia menjadi dikenal sebagai Yunani Besar. Juga orang Funisia mendirikan koloni-koloni di pesisir Sardinia dan Sisilia. Romawi Kuno pada mulanya merupakan komunitas kecil pertanian yang ditemukan pada kira-kira abad ke-8 SM, yang berkembang selama berabad-abad menjadi kekaisaran yang megah yang meliputi seluruh kawasan Laut Tengah, di mana kebudayaan Yunani Kuno dan Romawi Kuno melebur menjadi satu peradaban. Peradaban ini cukup berpengaruh, dan peninggalannya dapat dirasakan di seluruh dunia. Romawi Kuno sangat berpengaruh bagi dan meninggalkan jejak-jejaknya dalam pemerintahan, hukum, politik, administrasi, kota, rekayasa, filsafat, arsitektur, dan seni modern, menjadi fondasi bagi peradaban Barat. Keruntuhan yang berlangsung perlahan sejak akhir abad ke-2 Masehi, kekaisaran ini pada akhirnya pecah menjadi dua bagian pada tahun 395 Masehi: Kekaisaran Romawi Barat dan Kekaisaran Romawi Timur. Bagian barat – di bawah tekanan bangsa Franka, Vandal, Hun, Goth, dan bangsa-bangsa lain dari Eropa Timur – akhirnya pecah pada tahun 476 Masehi, ketika kaisar terakhir Romawi Barat digulingkan oleh pemimpin bangsa Barbar, Odoaker. >>Abad Pertengahan Setelah runtuhnya Roma, Italia ditaklukkan oleh suku Jermanik (Ostrogoth), tetapi pada abad ke-6 Kaisar Romawi Timur/Bizantium (Yustinianus) menaklukkannya. Serbuan suku Jermanik lainnya (yakni orang Langobardi) pada akhir abad yang sama mempersempit keujudan Bizantium menjadi hanya satu jalur daratan Ravenna dan Roma, ditambah daratan-daratan lainnya di selatan Italia, menghancurkan kesatuan semenanjung Italia sampai tahun 1870. Para penguasa Langobardi di utara dan tengah Italia diserap ke dalam Kerajaan Franka oleh Charlemagne pada akhir abad ke-8. Raja-raja Franka juga membantu pembentukan negara-negara kepausan di Italia tengah, terbentang dari Roma sampai Ravenna, meskipun selama sebagian besar Abad Pertengahan Kepausan secara efektif hanya mengendalikan Latium. Keberadaan negara teokratis ini terentang selama berabad-abad penyatuan semenanjung. Sampai abad ke-13, politik Italia didominasi oleh hubungan antara para Kaisar Romawi Suci Jerman dan para paus, dengan sebagian besar kota-kota di Italia berpihak kepada yang terdahulu (Ghibellini) atau kepada (Guelfi) demi kenyamanan sesaat. Pada masa kekosongan kekuasaan ini Italia menyaksikan munculnya lembaga yang tak-lazim, komune abad pertengahan. Dalam kondisi-kondisi anarkis yang seringkali berlaku di berbagai negara-kota di Italia pada abad pertengahan, masyarakat menata mereka sendiri untuk merestorasi ketertiban dan melucuti para elite yang saling bermusuhan. Pada abad ke-12, sebuah liga komune, Liga Langobardi, menaklukkan kaisar Jerman, Frederick Barbarossa, dan menjadi titik awal bagi proses pemberian kemerdekaan yang efektif bagi sebagian besar kota di Italia bagian utara dan tengah. Meskipun adanya kehancuran yang disebabkan oleh berbagai peperangan, Italia masih terpelihara, khususnya di bagian utara dan tengah, suatu peradaban perkotaan yang lebih maju. Pada periode yang sama, Italia menyaksikan munculnya beberapa republik maritim, yang paling terkenal adalah Republik Venesia, Republik Genoa, Republik Pisa, dan Republik Amalfi. Terlibat dalam beberapa Perang Salib, mereka mengambil keuntungan dalam hal peluang dagang dan politik. Venesia dan Genoa segera setelah itu menjadi gerbang utama Eropa untuk berdagang dengan Dunia Timur, mendirikan koloni-koloni hingga sejauh Laut Hitam dan seringkali mengontrol sebagian besar perdagangan dengan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) dan Dunia Islam Timur Tengah. Daerah Savoy memperluas wilayahnya sampai semenanjung pada Abad Pertengahan Akhir, sementara Firenze berkembang menjadi sebuah negara-kota perdagangan dan keuangan yang sangat terorganisasi, dan menjadi ibu kota Eropa untuk komoditas sutera, wol, perbankan, dan perhiasan. Di selatan, Sisilia Bizantium menjadi emirat Islam pada abad ke-9, yang berkembang sampai orang Norman-Italia menaklukkannya pada akhir abad ke-11 beserta sebagian besar negara Langobardi dan Bizantium di Italia bagian selatan. Melalui serangkaian peristiwa yang kompleks, Italia bagian selatan berkembang sebagai sebuah kerajaan yang bersatu, pertama di bawah Wangsa Hohenstaufen, kemudian di bawah Wangsa Kapetia Anjou dan, dari abad ke-15, Wangsa Aragon (meskipun Sisilia adalah sebuah kerajaan orang Aragon yang terpisah sejak akhir abad ke-13 sampai abad ke-15). Di Sardinia, bekas provinsi-provinsi Bizantium menjadi negara-negara merdeka yang dikenali sebagai giudicati (wilayah para hakim), meskipun sebagian besar pulau ini berada di bawah kendali orang Genoa dan orang Pisa hingga orang Aragon menaklukkannya pada abad ke-15. >>Modern dini Pada abad ke-14 dan ke-15, Italia bagian tengah dan hulu-selatan terbagi ke dalam sejumlah negara kota yang saling berperang, sementara daerah-daerah lain di semenanjung ini dikuasai oleh Napoli dan negara-negara kepausan yang lebih besar. Yang terkuat di antara negara-negara kota ini mencaplok wilayah-wilayah di sekitarnya yang melahirkan signoria, yakni negara-negara regional yang dipimpin oleh keluarga-keluarga saudagar yang mendirikan wangsa-wangsa lokal. Didominasi oleh para oligarki saudagar, mereka menikmati kemajuan seni, akademi yang terpelihara, dan kebebasan relatif. Peperangan antar-negara di kawasan ini adalah hal biasa, serbuan dari luar Italia mengurung ke serangan-serangan sporadis para Kaisar Romawi Suci. Perang-perang ini utamanya diperjuangkan oleh para tentara saudagar yang disebut sebagai Condottiere, kumpulan serdadu dari seluruh Eropa, tetapi khususnya Jerman dan Swiss, yang dipimpin oleh para kapten Italia. Puluhan tahun lamanya peperangan telah mengantarkan Republik Firenze, Kadipaten Milan, dan Republik Venesia tumbuh sebagai para pemain dominan yang menyetujui Perjanjian Lodi pada tahun 1454, yang menyaksikan ketenangan relatif hadir di kawasan ini untuk kali pertama selama berabad-abad. Perdamaian ini berjalan selama empat puluh tahun ke depan, dan hegemoni Venesia yang tak terbantahkan atas lautan juga telah membawa perdamaian yang belum pernah terjadi sebelumnya selama abad ke-15. Renaisans Italia mencapai puncaknya pada pertengahan abad ke-16 ketika serbuan-serbuan asing telah menjerumuskan kawasan ini ke dalam pergolakan Peperangan Italia. Bagaimanapun, gagasan dan ideal Renaisans tetap bertahan dan bahkan terus menyebar ke wilayah Eropa lainnya, mengilhami Renaisans Utara, dan Renaisans Inggris. Sementara itu, Penjelajahan Kristoforus Kolombus, penemuan rute-rute baru menuju Asia oleh orang Portugis, dan bangkitnya Kesultanan Utsmaniyah—semua faktor yang mengikis dominansi Italia tradisional dalam perdagangan dengan Dunia Timur – mulai memundurkan ekonomi semenanjung. Setelah Peperangan Italia (1494-1559), Italia menyaksikan sebuah periode perdamaian yang relatif panjang, pertama di bawah Spanyol (1559-1713) dan kemudian di bawah Austria (1713-1796). Wabah berulang-kali kembali menghantui Italia pada abad ke-14 sampai ke-17. Pada paro pertama abad ke-17, sebuah wabah didaku telah merenggut 1,7 juta korban, atau kira-kira 14% populasi Italia. Ketika Spanyol mengalami kemunduran pada abad ke-17, hal yang sama terjadi pula pada wilayah jajahannya di Italia, yakni Napoli, Sisilia, Sardinia, dan Milan. Italia Selatan mengalami kejatuhan, kemandekan, dan putus hubungan dengan peristiwa-peristiwa penting di Eropa. Kendati demikian, Italia tetap memberikan sumbangsihnya bagi kebudayaan Eropa, dengan melahirkan Gaya Barok. Pada abad ke-18, sebagai dampak dari Perang Suksesi Spanyol, Austria menggantikan Spanyol sebagai kuasa asing yang dominan, sementara Wangsa Savoy tumbuh sebagai kuasa utama regional yang meluas hingga ke Piemonte dan Sardinia. Pada abad ini, gagasan tentang Pencerahan memengaruhi para penguasa Italia, meretas jalan menuju reformasi yang memulakan pemulihan ekonomi di Tuskani dan Italia utara. Pada masa Peperangan era Napoleon, bagian utara dan tengah negara ini diduduki dan kemudian sebagiannya dicaplok ke dalam Kekaisaran dan sebagiannya lagi disusun sebagai sebuah Kerajaan Italia yang baru—sebenarnya sebagai negara boneka dari Kekaisaran Perancis—[40] sementara paro selatan semenanjung diurus oleh Joachim Murat, saudara ipar Napoleon, yang ditabalkan sebagai Raja Napoli. Pada tahun 1814 Kongres Wina merestorasi situasi pada penghujung abad ke-18, tetapi ideal-ideal Revolusi Perancis tidak dapat dihapus. >>IHAB DAN DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER <<<

Gawat! Indonesia Dikepung 15 Pangkalan Militer Asing yang Moncong Pelurunya Mengarah ke Indonesia

Gawat! Indonesia Dikepung 15 Pangkalan Militer Asing yang Moncong Pelurunya Mengarah ke Indonesia POSMETRO INFO - Mendagri Tjahjo Kumolo mengingatkan semua pihak agar terus waspada terhadap potensi ancaman dari luar. Pasalnya, secara geografis, letak Indonesia sangat strategis. Karena itu, saat ini ada 15 pangkalan militer asing yang mengelilingi Indonesia. Iran saja, lanjutnya, hanya dikepung oleh 11 pangkalan militer asing. “Kalau Iran itu dikelilingi 11 pangkalan militer. Indonesia dikelilingi 15 pangkalan asing yang moncong pelurunya mengarah ke Indonesia,” ujar Tjahjo Kumolo saat memberikan kata sambutan pelantikan Nuryanto sebagai Pj Gubernur Kepri menggantikan Agung Mulyana, di Gedung Daerah Kepri, di Tanjung Pinang, Rabu (30/12). Tjahjo mengatakan hal tersebut, sebagai pesan kepada Nuryanto agar menjalin koordinasi dengan seluruh stakeholders, baik itu kepolisian, TNI, maupun Badan Intelijen Negara (BIN). Ini mengingat Kepri provinsi yang berbatasan langsung dengan sejumlah Negara. “Kepulauan Riau itu dikelilingi banyak negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan juga Philipina,” terang mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan itu. Kepri, lanjutnya lagi, juga merupakan kawasan yang memiliki banyak jalur tikur, sebagai jalan masuknya peredaran narkoba dan teroris. “Jadi mutlak, kinerja Pj Gubernur harus bersinergi dengan kepolisian, matra-matra TNI, BIN, untuk menjaga dan mendeteksi dini masuknya penyusup ke Indonesia,” ujarnya. Bahkan, kata Tjahjo, teroris warga negara asing yang masuk ke Poso, juga menyusup lewat jalur tikus di kawasan Kepri. [jpnn].

Selasa, 26 Januari 2016

Kerjasama Informasi Pertahanan Korsel -- AS Dengan Link 16

Kerjasama Informasi Pertahanan Korsel – AS dengan Link 16 SEOUL:(DM) - Amerika Serikat dan Korea Selatan sedang menggagas pertukaran informasi secara real-time untuk jaringan pertahanan rudal mereka, yang dibahas 22/1/2016. Pembentukan saluran informasi real-time dengan AS dalam tahun ini, menandai langkah pertama dalam mendirikan jaringan pertahanan rudal bilateral – serta jaringan lainnya yang menghubungkan Korea Selatan dengan Jepang dan dengan keduanya: Jepang dan Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari dorongan AS terhadap kerjasama pertahanan trilateral yang kuat sebagai bagian dari strategi Asia Timur Laut. Dengan kerjasama itu, Korean Air and Missile Defense System (KAMD) memungkinkan Korea Theater Missile Operation Cell (KTMO Cell) memerintahkan penyergapan terhadap rudal Patriot dan rudal lainnya setelah menerima informasi peluncuran rudal Korea Utara yang terdeteksi oleh radar militer Korea Selatan. Struktur ini mirip dengan pertahanan rudal yang digunakan oleh USFK, yang juga mempekerjakan sarana terpisah dari alat deteksi dan rudal penyergapnya. Sistem berbagi saluran informasi bilateral ini disampaikan oleh Departemen Pertahanan Nasional Korea Selatan yang memungkinkan bertukar informasi secara real-time melalui linking and interlocking dari dua jaringan pertahanan rudal yang terpisah melalui jaringan pertukaran data taktis, militer AS, Link 16. THAAD missile interceptor. (US Missile Defense Agency) “Jika radar kami mendeteksi peluncuran rudal Korea Utara, informasi itu akan diteruskan ke militer AS secara real time, dan juga informasi yang diperoleh oleh satelit peringatan dini militer AS akan langsung dilaporkan kepada kami,” jelas seorang pejabat kementerian. Langlah berbagi informasi ini dinilai sebagai langkah pertama menuju kemungkinan operasi gabungan dari dua jaringan pertahanan rudal independen ke dalam sistem pertahanan rudal AS. Terhubungnya sistem Korea Selatan dan AS juga akan menghubungkannya ke sistem pertahanan rudal dari Pasukan Bela Diri Jepang, yang menyebabkan kerjasama militer yang lebih erat dengan Jepang. Kesepakatan tentang berbagi informasi tentang ancaman nuklir dan rudal Korea Utara yang ditandatangani oleh tiga negara pada Desember 2014, memprioritaskan interoperation dan koneksi dari sistem pertahanan rudal mereka. oleh : Park Byong-su

Konsep Baru F-15 : Akan Bawa 16 Rudal

Konsep Baru F-15: Akan Bawa 16 RuDal Konferensi Asosiasi Angkatan Udara yang merupakan agenda tahunan akan dimulai pekan ini di luar Washington. Boeing akan menjadikan ajang ini untuk mengenalkan sejumlah konsep baru pengembangan senjata. Salah satunya adalah desain konfigurasi baru F-15 yang memungkinkan pesawat berumur 43 tahun ini bisa membawa 16 rudal udara ke udara. Ini gila-gilaan karena meningkat dua kali lipat dibandingkan jumlah senjata yang ada sektrang. Menurut Boeing desain yang ditampilkan adalah dengan akan menempatkan sembilan stasiun senjata di masing-masing sayap. Desain ini berspekulasi bahwa Eagle akan membawa tanki bahan bakar konformal Untuk menuju konsep desain menggunakan F-15 Silent Eagle. Tetapi modifikasi juga bisa dilakukan untuk semua varian. Tangki bahan bakar konformal misalnya dapat dipasang untuk ada F-15C / D. Sehingga modifikasi tidak terbatas pada F-15 seri Strike Eagle saja. Sebagaimana dilaporkan Foxtrotalpha rudal udara ke udara yang lebih banyak akan menjadi keunggulan baru bagi Eagle karena akan lebih banyak pilihan taktis saat menghadapi musuh yang kuat, dan hal ini juga menjadikan Eagle mungkin dapat bekerja sebagai “gudang senjata” yang bisa bekerja bersama siluman F-35 dan F-22. Dengan menggunakan data F-22 yang dikirimkan ke Eagle, bersama dengan data radar F-35, F-15 bisa melesatkan banyak rudal dari jarak jauh. Ini juga akan memungkinkan F-35 dan F-22 untuk bekerja sebagai manajer pertempuran di depan posisi Eagle bahkan setelah teluk senjata mereka kosong. Untuk batas tertentu, beberapa fitur baru menggunakan konsep Eagle yang paling baru yakni F-15SA yang dibangun untuk Arab Saudi yang disempurnakan untuk menjadi F-15 Eagle Advanced. Tanpa ragu, F-15 Eagle Advanced ini nanti akan sangat membunuh terlebih dengan sensor beragam dan memiliki array yang mengagumkan. Tetapi pertanyaannya adalah: apakah ada yang akan membelinya? Dengan F-35 telah menguras seluruh pesanan di dunia, dibantu oleh dukungan kuat Pemerintah AS, F-15 Eagle Advanced, meski F-15 dikenal sebagai pesawat yang sangat tangguh tetap akan sulit dijual.Secanggih apapun F-15 baru ini nanti tetap belum memiliki sifat siluman. Sampai sekarang, pesanan dari Arab Saudi adalah satu-satunya yang tersisa di rencana produksi F-15, yang akan berjalan sampai akhir dekade ini. Jika tidak ada pesanan baru maka sulit bagi pesawat ini untuk terus diproduksi. Angkatan Udara AS saat ini memiliki 178 upgrade F-15C / D “Golden Eagles” dalam pelayanan sampai beberapa dekade yang akan datang. Diharapkan bahwa pesawat ini akan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER.

BAGAIMANA PENTAGON MENGKOORDINASI OPERERASI DI SELURUH DUNIA ?

BAGAIMANA PENTAGON MENGKOORDINASI OPERERASI DI SELURUH DUNIA? Militer AS memiliki jangkauan yang benar-benar global, dengan kehadiran di setiap benua. Untuk melaksanakan tugas mempromosikan kepentingan AS di seluruh dunia, Departemen Pertahanan membagi dunia ke dalam enam bidang tanggung jawab dan tiga perintah non-geografis. Melalui sembilan perintah, militer memonitor seluruh planet setiap menit setiap hari, setiap hari sepanjang tahun. Kita kerap bingung dengan berbagai lembaga yang ada di militer terbesar di dunia ini. Untuk memberi gambaran bagiamana koordinasi dilakukan berikut lembaga-lembaga yang dibangun Pentagon.

Hasil Foto Mata-mata ' Si Wulung ', Drone Made In Bandung

Hasil Foto Mata-mata 'Si Wulung', Drone Made In Bandung

Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) pada awal Februari 2016 akan menyerahkan Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau drone bernama Wulung, kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Saat diserahkan, selanjutnya Wulung akan dioperasikan oleh TNI AU untuk menjalankan misi intelijen, pemantauan, dan pengawasan.
Wulung, saat bertugas, bisa terbang dengan radius 120 kilometer (km) dari pusat take off dengan ketinggian jelajah maksimal 8.000 kaki. Sebelum menjalankan misi mata-mata, pusat pengendali telah menyusun rencana rute atau terbang.
Selama terbang, Wulung bisa mengambil gambar sesuai target yang diincar.
"Sebelum terbang sudah diset mau ke mana, namun saat terbang juga bisa berubah rute sesuai perintah (pusat pengendali)," kata Chief Engineer untuk PTTA, PTDI, Bona P Fitrikananda, kepada detikFinance, Senin (25/1/2016).
detikFinance pun memperoleh beberapa gambar sasaran atau saat wulung sedang uji terbang di udara.

Meski mampu terbang hingga ketinggian 8.000 dari permukaan, Wulung hanya bisa mengambil foto secara jelas dengan ketinggian antara 3.000-4.000 kaki.
"Ini lumayan tinggi sampai 8.000 kaki. Itu maksimum altitude (ketinggian), kalau kamera punya keterbatasan optimalnya 3.000-4.000 kaki," sebutnya.

Selain terbang siang, Wulung memiliki teknologi infra red, sehingga misi mata-mata tetap bisa dijalankan saat malam hari. Dengan kemampuan itu, Wulung memang akan ditempatkan di daerah perbatasan atau daerah yang rawan kegiatan ilegal.
"Misi utamanya ialah mengawasi perbatasan," tambahnya.
Ini 'Si Wulung', Drone Buatan PTDI yang Terbang Hingga Radius 120 Km
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memperoleh penugasan pemerintah untuk melakukan proses produksi Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau drone. Tahap awal, PTDI hampir menyelesaikan sertikat tipe (type certificate) PTTA Wulung.
PTTA Wulung merupakan hasil pengembangan drone yang awalnya dirancang oleh Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Setelah keluar hasil prototype drone bernama Wulung, selanjutnya PTDI diberi tugas oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk melakukan tahap sertifikasi hingga produksi.
Secara bentuk PTDI tidak melakukan perubahan, namun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen pesawat terbang ini melakukan perombakan dari material hingga sistem drone tersebut.
"Pesawat ini bentuk luar luar mirip dengan dikembangkan oleh BPPT, tetapi secara dalamannya sudah jauh berbeda yakni mulai dari material dan proses pembuatan. Kemudian sistem itu sudah jauh berbeda dengan yang dipakai dan dikembangkan teman-teman BPPT," kata Chief Engineer untuk PTTA, PTDI, Bona P Fitrikananda, kepada detikFinance, Senin (25/1/2016).

PTDI melakukan persiapan proses produksi untuk Wulung sejak 2014. Wulung sudah menjalani berbagai uji agar bisa mengantongi sertifikat tipe. Pada akhir Januari 2016, Wulung ditargetkan bisa memperoleh sertifikat tipe dari Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA).
Bila proses sertifikasi tuntas, Wulung telah memenuhi standar industri penerbangan dan siap diproduksi massal. Rencananya, 3 unit Wulung bakal diserahkan kepada pemesan, yakni Kementerian Pertahanan (Kemhan) mulai awal Februari 2016, setelah sertifikat tipe terbit.
Selain itu, Bona juga menjelaskan, fungsi drone made in Bandung ini yakni dirancang untuk melakukan misi pengawasan, pemantauan, hingga intelijen alias mata-mata. Saat terbang, Wulung mampu terbang dari pusat take off hingga radius 100-120 kilometer (km), dan mampu terbang selama 4 jam non stop. Wulung mampu terbang dengan ketinggian 8.000 kaki (feet).
"Wulung bisa terbang sejauh 100-120 km," sebutnya.


DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER.



Senin, 25 Januari 2016

MENGAPA HARUS SKUADRON 14 ?

Mengapa Harus Skuadron 14 ?

F5 Tiger TNI AU
SKUADRON TNI AU:(DM) - Berikut ini adalah daftar lengkap Skuadron TNI AU.

1. Skuadron Udara 12 (Koops I)
Jenis Pesawat: Hawk Mk.109 dan Hawk Mk.209
Lokasi: Pangkalan Udara Pekanbaru

2. Skuadron Udara 1 (Koops I)
Jenis Pesawat: Hawk Mk.109 dan Hawk Mk.209
Lokasi: Pangkalan Udara Supadio

3. Skuadron Udara 7 (Koops I)
Jenis Pesawat: Bell 47G dan Colibri
Lokasi: Pangkalan Udara Suryadarma (SDM)

4. Skuadron Udara 6 (Koops I)
Jenis Pesawat: Superpuma
Lokasi: Pangkalan Udara Atang Senjaya

5. Skuadron Udara 8 (Koops I)
Jenis Pesawat: SA330J dan NSA330L
Lokasi: Pangkalan Udara Atang Senjaya

6. Skuadron Udara 2 (Koops I)
Jenis Pesawat: CN-235 (2 biji) dan C-295
Lokasi: Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah

7. Skuadron Udara 17 (Koops I)
Jenis Pesawat: B707-3MIC, F27-400M, F28-1000/3000, L100-30, C-130H-30, NAS332L-1
Lokasi: Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah

8. Skuadron Udara 31 (Koops I)
Jenis Pesawat: L100-30 dan C-130H-30
Lokasi: Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah (HLP)

9. Skuadron Pendidikan 101 (Koops I)
Jenis Pesawat: Grob
Lokasi: Pangkalan Udara Adi Sucipto

10. Skuadron Pendidikan 102 (Koops I)
Jenis Pesawat: T-34C dan KT-1
Lokasi: Pangkalan Udara Adi Sucipto

11. Skuadron Udara 3 Elang Biru (Koops II)
Jenis Pesawat: F-16A dan F-16B
Lokasi: Pangkalan Udara Iswahyudi

12. Skuadron Udara 14 (Koops II)
Jenis Pesawat: F-5E dan F-5F
Lokasi: Pangkalan Udara Iswahyudi

13. Skuadron Udara 15 Team Jupiter (Koops II)
Jenis Pesawat: T-50 GE
Lokasi: Pangkalan Udara Iswahyudi

14. Skuadron Udara 4 (Koops II)
Jenis Pesawat: NC212M-200
Lokasi: Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh

15. Skuadron Udara 32 (Koops II)
Jenis Pesawat; C-130B, KC-130B (versi tanker), C-130H
Lokasi: Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh

16. Skuadron Udara 5 (Koops II)
Jenis Pesawat: B737-2X9
Lokasi: Pangkalan Udara Hasanuddin

17. Skuadron Udara 11 (Koops II)
Jenis Pesawat: SU-27SK, SU-30SK, A-4E, TA-4H, TA-4J.
Skad 21 --> Sutuc
Skad 45 --> Superpuma
Skad 16 --> F-16
Skad 33 --> Herc (lagi embrio)
Skad 51 --> Aerostar

Sesuai dengan judul yang saya ambil, di sini saya hanya akan menyoroti skuadron tempur yang dimiliki TNI AU saja. saat ini TNI AU telah mengoperasikan 7 skuadron tempur dan akan terus ditambah jumlahnya hingga 4 skuadron yang nantinya akan berjumlah 11 skuadron dalam jangka waktu 2019 hingga 2024.

Dari penambahan 4 skuadron tersebut, tentunya TNI harus berupaya memenuhi segala kekosongan armada tempur yaitu masing-masing skuadron berisikan 16 unit pesawat tempur X 4 skuadron yaitu 64 unit. tidak lupa pula ada beberapa pasawat tempur kita yang akan melepas masa baktinya diantara lain F5 Tiger serta yang akan menyusul pesawat jenis Hawk harapannya tentu masing-masing 1 skuadron berarti perlu 32 unit ditambah 64 unit berarti total kebutuhan pesawat tempur baru ialah 96 unit.

Saya lebih tertarik menyoroti tentang skuadron tempur 14 yang dimana saat ini berisikan skuadron F5 Tiger, lalu apa menariknya?
Baru-baru ini kita telah mengadakan tender untuk pengganti F5 dan luar biasa antusiasme pabrikan pesawat tempur yang mengikuti tender tersebut bahkan bukan main-main paket TOT serta beberapa paket penunjang seperti pesawat radar pun tidak luput diikit sertakan, luar biasa bukan ambisi untuk memenangkan tender ini.
Fungsi Skuadron 14.

Skuadron ini memiliki fungsi sebagai skuadron buru sergap bisa dikatakan juga skuadron yang paling memiliki efek gentar yang cukup tinggi akan tetapi tanpa mengeyampingkan fungsi dari skuadron lainnya yang tentunya tercipta karena buah hasil pemikiran para ahli strategi tempur kita.
Yang menarik di sini ketika bagaimana pemerintah kita harus memutar otak untuk penghuni skuadron 14, yang akhirnya memilih Sukhoi 35 sebagai skuadron paling mematikan di jagat asia-pasific. Bukan tanpa hambatan dalam hal pengadaannya. Ada banyak godaan seperti tawaran TOT yang menggiurkan guna menunjang IFX, dan juga hambatan dari oknum2 yang memang ada maksud di balik menentangnya pengadaan alutsista mematikan tersebut.

DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER


Rabu, 13 Januari 2016

Haji Agus Salim, Memimpin itu Menderita.

Haji Agus Salim, Memimpin itu Menderita Dunia mengakuinya sebagai negarawan besar Indonesia. Bung Karno dan Bung Hatta menjulukinya sebagai The Grand Old Man, Orang Besar yang Sudah Tua. "Haji Agus Salim adalah seorang ulama dan intelek. Saya pernah meneguk air yang diberikan oleh Haji Agus Salim sambil duduk ngelesot di bawah kakinya. Saya merasa berbahagia bahwa saya ini dulu dapat minum air pemberian Tjokroaminoto, dan minum air pemberian Agus Salim," demikian Bung Karno. Solichin Salam, wartawan penulis biografi Agus Salim mengutip kesaksian dari Bung Hatta tentang Agus Salim. "Kepandaiannya luar biasa. Dalam seratus tahun hanya lahir satu manusia semacam itu," demikian Bung Hatta. "Kalau kita hendak menggunakan kualifikasi intelektual brilian pada salah satu putra Indonesia, maka saya rasa yang paling pertama tepat ialah pada Haji Agus Salim," demikian kata negarawan M Natsir. Haji Agus Salim adalah wartawan, sastrawan, ulama, ahli bahasa, diplomat, dan politikus dengan jejak-jejak keteladanan yang tak akan lekang oleh zaman. Haji Agus Salim meninggalkan warisan-warisan pemikiran yang akan terus dikenang generasi demi generasi bangsa ini. Haji Agus Salim lahir di Kota Gadang, Bukittinggi pada 1884. Dia putra seorang jaksa kepala di Tanjung Pinang, Riau. Pendidikan Agus Salim dimulai dari Europeesche Lagere School (ELS) atau sekolah khusus anak-anak Eropa. Dia lantas melanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Agus Salim adalah lulusan terbaik dari tiga HBS di Hindia Belanda saat itu. Setelah lulus, Salim bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di Indragiri. Di usia yang sangat muda ini, Agus Salim sudah berhasil menguasai sedikitnya tujuh bahasa asing yakni Arab, Belanda, Inggris, Turki, Prancis, Jepang, dan Jerman. Kecerdasan dan kepiawaian Agus Salim dalam diplomasi ternyata menarik minat negara dan penjajah saat itu yakni Belanda. Belanda menawarkan kepadanya untuk menjadi penerjemah pada Konsulat Belanda di Jeddah pada tahun 1906 sampai 1911. Pada saat di Mekkah itulah Salim mendalami ilmu agama dengan pamannya Syeikh Khatib al-Minangkabawi yang saat itu menjadi Imam di Masjidil Haram. Pada 1915, Salim meniti karier dengan malang melintang di dunia jurnalistik. Kepribadian Agus Salim yang tegas membuat setiap tulisannya di Neratja maupun Bataviasch Nieuwsblad selalu tajam dan mengandung kritikan pedas dalam membakar semangat kemerdekaan rakyat Indonesia. Dunia jurnalistik ternyata bukan pelabuhan akhir karier Agus Salim di mana dia juga memutuskan untuk terjun ke dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam. Pada 1946 sampai 1950 dia menjadi bintang dalam percaturan politik Indonesia. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Agus Salim diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung. Selain itu Salim juga dipercaya sebagai Menteri Muda Luar Negeri dalam Kabinet Syahrir I dan II serta menjadi Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Hatta. Menurut catatan harian Prof Schermerhorn, pemimpin delegasi Belanda dalam perundingan Linggajati, Agus Salim adalah orang yang sangat pandai. Seorang jenius yang mampu bicara dan menulis dengan sempurna sedikitnya dalam sembilan bahasa. Hanya satu kelemahan dari Haji Agus Salim, yaitu hidup melarat. Kehidupan Haji Agus Salim tidak hanya sederhana, bahkan mendekati miskin. Keluarga Haji Agus Salim pernah tinggal di Gang Lontar Satu di Jakarta. Kalau menuju ke Gang Lontar Satu, harus masuk dulu ke Gang Kernolong, kemudian masuk lagi ke gang kecil. Bisa dibayangkan, mana ada pejabat sekarang yang tinggal di "cucu" gang. DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER.

9 Fakta & Informasi Menarik tentang Laut Mediterania.

9 Fakta & Informasi Menarik tentang Laut Mediterania Laut Mediterania atau Laut Tengah adalah laut pedalaman di tengah wilayah Mediterania, yang sebagian terhubung ke Samudera Atlantik. Laut ini terkurung daratan yang dimiliki oleh tiga benua – Eropa, Afrika, dan Asia. Ditandai dengan warna biru, Laut Mediterania menjadi subjek daya tarik umat manusia selama berabad-abad, meskipun tetap banyak yang belum mengenalnya secara mendalam. Misalnya, berapa banyak orang yang tahu Laut Mediterania merupakan rumah bagi banyak spesies ikan paus, termasuk ikan paus sirip, yang menjadi paus terbesar kedua sekaligus paus tercepat di dunia. Fakta Menarik tentang Laut Mediterania Laut Mediterania terbentuk bersama dengan daerah Mediterania, yang muncul sebagai akibat dari aktivitas tektonik ketika lempeng Afrika dan Eurasia saling bertabrakan. Laut ini menjadi saksi kemunculan beberapa peradaban tertua di dunia, dengan peradaban Aegean menjadi salah satu contohnya. Sepanjang sejarah, Laut Mediterania menjadi rute perjalanan penting ke Atlantik. 1. Etimologi Nama laut berasal dari kata Latin ‘Mediterraneus’, yang berarti ‘pedalaman’ atau ‘di tengah-tengah bumi’. Kata Mediterraneus dapat dipecah menjadi dua kata ‘medius’, yang berarti ‘tengah’ dan ‘terra’, yang berarti ‘bumi’. Laut dinamakan demikian oleh orang Romawi yang berpikir letaknya berada di tengah-tengah bumi. 2. Ukuran Laut Mediterania memiliki luas 2,5 juta km persegi dan memiliki kedalaman rata-rata 1.500 meter. Titik terdalam Laut Mediterania adalah Calypso Deep di Laut Ionia, dengan kedalaman 5.267 meter. 3. Karakteristik Geografis Sebagian besar Laut Mediterania dikelilingi daratan, kecuali celah selebar sekitar 15 km yang disebut sebagai Selat Gibraltar, yang menghubungkannya dengan Samudera Atlantik. Di bagian timur, Laut Mediterania terhubung dengan Laut Marmara dan Laut Hitam, dan terhubung ke Laut Merah oleh Terusan Suez di tenggara. 4. Kepulauan Laut Mediterania memiliki beberapa pulau besar, seperti Siprus dan Rhodes di Mediterania timur, Sisilia dan Malta di Mediterania tengah, serta Ibiza dan Majorca di Mediterania barat. 5. Garis Pantai Laut Mediterania memiliki garis pantai yang terbentang sepanjang 46.000 km, melalui beberapa negara di Eropa, Afrika, dan Asia. Beberapa negara besar di sepanjang pantai Laut Mediterania diantaranya Perancis, Spanyol, Kroasia, Italia, Mesir, Yunani, Turki, Israel, Aljazair, Maroko, dan Siprus. Laut Mediterania juga memiliki beberapa pantai paling indah di Eropa, seperti Pantai Capriccioli (Costa Smeralda), Cala d’Hort (Ibiza), dan pantai Navagio (Zakynthos). 6. Pembagian Wilayah Badan air dibagi menjadi dua subregional oleh Selat Sisilia, punggung bawah laut dangkal yang terletak antara Sisilia dan Tunisia. Subregional ini meliputi Mediterania Barat, mencakup area seluas 800 ribu km persegi, dan Mediterania Timur, yang mencakup area seluas 1,6 juta km persegi. Setiap subregional dibagi lagi menjadi beberapa daerah yang lebih kecil. 7. Fitur Lainnya Menjadi laut yang terkurung daratan, Laut Mediterania memiliki fitur unik. Anda akan jarang melihat karakteristik laut normal di laut ini. Pasang surut di Laut Mediterania, misalnya, tidak sekuat di laut terbuka. Iklim di daerah Mediterania juga dipengaruhi iklim daratan yang mengurungnya. Iklim di wilayah Mediterania dikenal sebagai iklim Mediterania, yang merupakan subtipe dari iklim subtropis; sebagian besar basah disertai dengan musim dingin dan musim panas. 8. Keanekaragaman Hayati Laut Mediterania dikenal karena ekosistem yang unik dan tingkat tinggi endemisme. Laut ini memiliki lebih banyak spesies endemik dari tetangganya, Samudera Atlantik. Menurut perkiraan, sekitar 20-30 persen dari spesies yang ditemukan di Laut Mediterania adalah endemik atau tidak ditemukan di tempat lain. Monk seal, spesies yang terancam punah dikenal endemik di Laut Mediterania. Laut Mediterania juga merupakan rumah bagi paus sirip, paus sperma, lumba-lumba, lumba-lumba berparuh pendek, tuna, kuda laut, dll. Selain itu, cekungan (basin) Laut Mediterania juga bertindak sebagai situs biak bagi berbagai spesies seperti penyu tempayan dan penyu hijau, dan lokasi persinggahan bagi burung migran yang melewati daerah ini. 9. Polusi dan Pencemaran Laut yang dikelilingi daratan membawa keunikan sekaligus kesengsaraannya sendiri. Dengan jalan keluar yang sempit, apa pun yang dibuang ke badan air (mis: polutan) akan tetap tinggal dalam waktu lama. Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), 80 persen sumber pencemaran Laut Mediterania berasal dari daratan yang mengelilinya. Di samping kegiatan di daratan, laut juga terancam oleh penangkapan ikan berlebihan dan transportasi laut. Nur Ikhsan D.C

INILAH TELADAN DARI STEVE JOBS YANG PATUT KITA TIRU

INILAH TELADAN DARI STEVE JOBS YANG PATUT KITA TIRU - Syahid Muhammad- Steve Jobs merupakan pribadi yang sangat unik. Disatu waktu pendiri perusahaan Apple ini bisa menjadi seorang yang mengesankan, membicarakan berbagai visi-visi di masa depan. Tetapi, diwaktu lain ia juga bisa menjadi pribadi yang menyeramkan, arogan dan tak sungkan memaki maki kinerja bawahannya yang dinilai buruk. Tidak jarang Steve meninjau pekerjaan bawahannya lalu berkomentar " Ini Sampah! Aku tidak suka!" Kebisaan Steve Jobs juga sering dianggap aneh oleh rekan-rekan kerjanya di perusahaan. Sejak Steve belum mendirikan perusahaan Apple, ia jarang sekali mandi. Ia berpendapat bahwa seorang vegetarian seperti dirinya tidak perlu mandi, karena diet vegetarian buah akan mencegah produksi lendir di tubuhnya. Dengan berkurangnya produksi lendir, Ia berkeyakinan tidak akan mengalami bau badan, sekalipun tidak mandi dan tidak memakai deodoran. Padahal ini jelas teori yang salah. Namun, dibalik tingkah dan perilakunya yang aneh, ia juga seringkali menjengkelkan, Ia tetaplah sosok manusia yang pantas ditulis dalam sejarah sebagai manusia berpengaruh besar dalam perkembangan teknologi modern. Ia memunculkan gagasan-gagasan berani, bervisi ke depan dan global, serta berbeda seperti konsep Think Diverent yang menjadi brand image produk Apple. Berikut ini beberapa prinsip dari Steve Jobs yang patut untuk kita jadikan teladan dalam bekerja dan berkarya. 1. Jangan Takut Merajut Mimpi Dari Bawah Tidak banyak yang tahu bahwa dibalik kedigdayaan produk Apple yang kita kenal sekarang, ternyata berawal dari perusahaan kecil yang bermarkas di garasi sebuah rumah. Ya, benar, Steve dan rekan seperjuangannya Wozniak merakit komponen komputer di garasi rumahnya. Saat itu, mereka sedang mengerjakan pesanan 50 papan Apple 1 yang harus diantarkan ke Byte Shop, sebuah toko elektronik yang tertarik dengan presentasi Jobs dalam sebuah pertemuan Klub Komputer Homebrew. Dari sini kita belajar bahwa hal-hal besar ternyata lahir dari hal kecil. 2. Kerjakanlah Apa Yang Anda Cintai Steve Jobs sangat mencintai teknologi dan seni. Ia menghabiskan seluruh hidupnya untuk memadukan kedua hal tersebut kedalam produk-produknya yang hebat. Dalam pidato diacara wisuda mahasiswa Universitas Stanford 12 Juni 2005 ia berkata " Waktu kalian terbatas jadi, jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan biarkan kegaduhan dari pendapat orang lain menenggelamkan suara dari dalam diri kalian sendiri. Yang paling penting, beranilah untuk mengikuti kata hati dan intuisI kalian karena entah bagaimana caranya. Kata hati dan intuisi itu sudah tahu kalian ingin benar-benar menjadi apa nantinya. Yang lainnya tidak terlalu penting." 3. Fokus, Teliti dan Pastikan Semuanya Berjalan Sempurna Walt Disney pernah berkata, "Dapatkanlah gagasan yang baik dan patuhlah kepadanya. Tekuni dia, dan garap dia sampai selesai, dan selesaikan dengan baik." Agar mendapatkan hasil yang sempurna, Steve lebih suka mengendalikan semuanya, semua proses produksi dari desain sampai pemasaran tidak ada satupun yang luput dari pantauan Steve. Ia benar-benar ingin memastikan agar semuanya berjalan dengan sempurna. " Aku baru 22 tahun, dan aku tahu bahwa aku tidak siap menjalankan sebuah perusahaan sungguhan tetapi, Apple adalah bayiku, dan aku tidak mau menyerahkannya dibawah kendali orang lain" kata Steve Jobs sangat menyukai detail. Ia ingin memastikan bahwa pengguna Mac akan mendapatkan sensasi luar biasa dari produknya bahkan pada saat mereka membuka komputer dari bungkusnya. Soal detail produk, Ia mendapat pelajaran dari ayahnya. " Jika kau seorang tukang kayu yang membuat lemari yang berlaci indah, kau tidak akan menggunakan selembar triplek untuk bagian belakangnya, meskipun bagian itu menghadap dinding dan tak seorang pun akan melihatnya." Hal itu yang diterapkan Jobs. Ia menyuruh orang-orangnya memperbaiki kotak pembukus komputer Mac sampai lima puluh kali untuk memastikan konsumen mendapat kesan luar biasa ketika pertama kali membukanya. padahal kotak itu mungkin akan langsung dibuang ketika konsumen membukanya. Sumber referensi : Steve Jobs by Walter Isaacson, Bentang

~ Hari ini, 524 Tahun Lalu Tepat Adzan Terakhir Berkumandang Di Bumi Andalusia, Spanyol Selatan ~

~ Hari ini, 524 Tahun Lalu Tepat Adzan Terakhir Berkumandang Di Bumi Andalusia, Spanyol Selatan ~ Tepat sholat Isya, pada malam 2 Januari 1492 M, di menara masjid Bayazin Granada inilah untuk terakhir kalinya azan di kumandangkan secara lantang di bumi Andalusia. Kilas Balik Pada tahun 711 M, umat Islam mulai memasuki semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal sekarang). Dengan misi mengakhiri kekuasaan tiran, Raja Roderick. Umat Islam di bawak kepemimpinan Thariq bin Ziyad menyeberangi lautan yang memisahkan Maroko dan daratan Spanyol. Tujuh tahun kemudian, sebagian besar wilayah semenanjung Iberia (Andalusia) berhasil diduduki oleh umat Islam. Dan kekuasaan tersebut berlanjut selama lebih dari 700 tahun. Pada tahun 900-an M, Islam mencapai puncak kejayaannya di tanah Andalusia. Lebih dari 5 juta muslim tinggal di daerah tersebut, dengan prosentase mencapai 80% penduduk. Kerajaan yang kuat kala itu, Dinasti Umayah II menjadi penguasa tunggal di daerah tersebut dan menjadi kerajaan yang paling maju dan paling stabil kondisi sosialnya di daratan Eropa. Granada dibawah kekuasaan Islam saat itu merupakan kota yang bersinar terang karena kemilau cahaya kemajuan ilmu pengetahuan ketika kota-kota besar lain di Eropa masih terkungkung dengan kegelapan. Namun, masa keemasan sosial dan politik ini tidaklah abadi. Pada tahun 1000-an M, kerajaan Andalusia ini runtuh dan terpecah-pecah menjadi beberapa negara kecil yang disebut tha-ifah. Satu per satu thaifah jatuh oleh kerajaan Kristen Eropa. Dimulai dari tahun 1000-an hingga 1200-an, kota-kota utama semisal Cordoba, Sevilla, Toledo bergiliran dikuasai. Dan hanya menyisakan Granada. Pada era tersebut, tahun 1200-an, Granada sempat berhasil menghindarkan diri dari penaklukkan kerajaan-kerajaan Eropa. Setelah jatuhnya Kota Cordoba, Granada menyepakati perjanjian dengan Kerajaan Castile, salah satu kerajaan Kristen yang terkuat di Eropa. Perjanjian tersebut berisikan kesediaan dan ketundukan Granada dengan membayar upeti berupa emas kepada Kerajaan Castile setiap tahunnya. Timbal baliknya, Castile menjamin independensi Granada dalam urusan dalam negeri mereka dan lepas dari ancaman invasi Castile. Selain membayar upeti, faktor lain yang membantu Granada terhindar dari penklukkaan adalah letak geografisnya. Kerajaan ini terletak di kaki pegunungan Sierra Nevada yang menjadi benteng alami melindungi kerajaan dari invasi pihak-pihak luar. Granada Tak Bisa Menghindari Takdirnya Selama lebih dari 250 tahun, Granada tetap tunduk kepada Castile dengan membayar upeti. Namun dikelilingi oleh kerajaan-kerajaan Kristen yang tidak bersahabat tetap saja membuat Granada dalam keadaan terancam. Mereka tidak pernah aman dari ancaman penaklukkan. Suratan takdir tentang keruntuhan Granada pun dimulai, ketika Raja Ferdinand dari Aragon menikah dengan Putri Isabella dari Castile. Pernikahan ini menyatukan dua kerajaan terkuat di semenanjung Iberia yang merajut cita-cita yang satu, menaklukkan Granada dan menghapus jejak-jejak Islam di benua biru. Pada tahun 1491, Granada dikepung oleh pasukan-pasukan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Dari menara istananya, Sultan Muhammad melihat pasukan Kristen dalam jumlah yang besar telah mengepung dan bersiap menyerang Granada. Sultan Muhammad pun dipaksa untuk menandatangani surat penyerahan Granada kepada pasukan sekutu Kristen. Peristiwa ini terjadi pada November 1491. Pada tanggal 2 Januari 1492, pasukan Kristen memasuki Kota Granada. Pasukan-pasukan ini memasuki istana Alhambra, mereka memasang bendera-bendera dan simbol-simbol kerajaan Kristen Eropa di dinding-dinding istana sebagai tanda kemenangan, dan di menara tertinggi istana Alhambra mereka pancangkan bendera salib agar rakyat Granada mengetahui siapa penguasa mereka sekarang. Keadaan saat itu benar-benar mencekam, rakyat muslim Granada tidak berani keluar dari rumah-rumah mereka dan jalanan pun lengang dari hiruk pikuk manusia. Umat Islam hanya punya dua pilihan: masuk Kristen atau dibunuh. Tepat sholat Isya, pada malam 2 Januari 1492 M, di menara masjid Bayazin Granada inilah untuk terakhir kalinya azan di kumandangkan secara lantang di bumi Andalusia. Itulah akhir dari peradaban Islam di Spanyol yang telah berlangsung lebih dari tujuh abad lamanya. Cahaya Islam menghilang dari daratan tersebut dengan terusir dan tewasnya umat Islam di sana, kemudian diganti dengan pendatang-pendatang Kristen yang menempati wilayah tersebut. DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER.

Pengikut