Tampilkan postingan dengan label PEMERINTAHAN DUNIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMERINTAHAN DUNIA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Mei 2016

Di Balik Keputusan Mengebom Hiroshima-Nagasaki.

Di Balik Keputusan Mengebom Hiroshima-Nagasaki 
Tatkala merancang bom maut ini, Dr Robert Oppenheimer ingat sepenggal kalimat dalam buku Bhagavad Gita.“…Apabila sinar dari seribu Matahari serentak memecah ke langit, maka seperti itulah kemegahan Sang Perkasa Tunggal…. Aku adalah Kematian, Penghancur Alam Semesta”. Di balik pemusnahan kedua kota, sesungguhnya Presiden Harry S. Truman sendiri yang menjadi alat dan sekaligus korban dari bom atom kerena jepang sebetulnya sudah kalah.
Pertempuran berdarah-darah untuk merebut Okinawa baru berakhir. Pasukan Marinir dan AD AS yang berjumlah lebih dari 180.000 orang mendarat di pulau yang terletak 350 mil barat daya Jepang itu pada 1 April 1945, dan baru berhasil mematahkan perlawanan sengit terakhir Jepang pada 21 Juni. Sekitar 7.000 pasukan penyerbu termasuk salah seorang panglimanya, Jenderal Simon B. Buckner tewas. Lebih dari itu 5.000 pelaut juga tewas dalam pertempuran di laut sekitar pulau tersebut. Di lain pihak Jepang kehilangan 70.000 tentara dan 80.000 penduduk.
Nah, sesudah Okinawa direbut, Washington selanjutnya memikirkan langkah untuk menaklukkan Jepang. Pimpinan militer AS menugaskan Jenderal Douglas MacArthur dan Laksamana Chester Nimitz untuk merancang dan menyiapkan serbuan terhadap daratan Jepang. Namun yang terjadi, pimpinan AD dan AL AS ternyata punya strategi berbeda.
Pihak AL berpendapat, sasaran utama selanjutnya adalah menguasai pantai China bagian selatan. Dari situ bombardemen serta blokade terhadap Jepang dapat dilakukan secara efektif. Mereka yakin dengan tekanan itu Jepang akan takluk tanpa harus melakukan invasi yang dikhawatirkan akan menelan korban luar biasa besar. Pasalnya, kalau di Okinawa saja korban tentara AS sudah begin’ tinggi, apalagi di daratan Jepang di many posisi pertahanan Jepang jauh lebih kuat dan menguntungkan.
Tetapi sebaliknya, para ahli strategi AD termasuk MacArthur menganggap usul AL itu tidak menjamin keberhasilan. Mereka mengatakan strategi itu hanya akan mengulur waktu peperangan sampai hertahun-tahun lagi, meskipun diakui pengeboman terus-menerus terhadap Jepang akan mengurangi korban di pihak Amerika. Namun bombardemen saja tidaklah menjamin Jepang akan takluk, sebagaimana telah dibuktikan oleh Jerman Nazi yang tidak juga terkalahkan hanya dengan pengeboman yang bahkan lebih hebat daripada yang bisa dilakukan terhadap Jepang.
MacArthur mendesak agar dilancarkan operasi pendaratan di Kyushu, pulau paling selatan di Jepang, lalu dilanjutkan invasi ke pulau utama Honshu. Serbuan ke Kyushu dengan kode Operasi Olympic direncanakan akan dilakukan pada musim gugur 1945. Sedang serangan ke Honshu lewat Operasi Coronet dijadwalkan pada Maret 1946.
Untuk invasi ke Honshu disiapkan 767.000 pasukan darat dan marinir, termasuk dua divisi yang akan didaratkan di Pulau Shikoku sebagai pengalih perhatian. Diperhitungkan apabila di Okinawa jumlah korban di pihak penyerbu mencapai 35 persen, maka serbuan ke Kyushu ditaksir akan mengorbankan sekitar 268.000 pasukan AS.
Pihak Jepang sendiri telah memperhitungkan kemungkinan invasi tersebut. Mereka lalu mempersiapkan segala sesuatu untuk mempertahankan pulau-pulaunya. Di Kyushu disiagakan 14 divisi dan lima brigade independen dengan jumlah pasukan sebanding dengan pihak penyerbu. Pimpinan militer Jepang pun menyerukan setiap orang dewasa yang mampu, balk prig maupun wanita, “untuk siap dipanggil ikut dalam pertempuran, serta rela mengorbankan jiwa dalam serangan bunuh diri terhadap pasukan musuh.”
Dalam sebuah penelitian pada September 1944, pihak AD AS menyimpulkan, bahwa pendaratan di Jepang adalah “lebih sulit dan lebih membahayakan dibandingkan invasi Normandia, D-Day di Eropa.”
Soal menyerah tanpa syarat
Penyebab pokok mengapa Jepang seperti halnya juga Jerman Nazi tidak bersedia menyerah lebih awal, menurut para pengamat, adalah adanya tuntutan “menyerah tanpa syarat” yang diajukan Presiden Roosevelt di Casablanca. Tuntutan ini hanya membuat perlawanan Jerman maupun Jepang bertambah gigih karena tidak ada harapan atau alternatif lain untuk mengakhiri perang dengan syarat yang lebih bails. Khusus bagi Jepang, tuntutan menyerah tanpa syarat itu diartikan tidak ada jaminan bahwa sistem kekaisaran serta kaisarnya sendiri akan dipertahankan, padahal kepada lembaga inilah kesetiaan orang Jepang termasuk para pemimpinnya merupakan hal yang paling utama.
Hasil jajak pendapat umum di AS menunjukkan sebagian besar orang Amerika menginginkan kaisar dicopot, bahkan harus dihukum mati. Namun itu dipahami oleh kalangan pemerintahan AS sendiri sebagai sikap emosional dan tidak memahami budaya bangsa Jepang. Para pakar di Deplu mengusulkan dipertahankannya sistem kekaisaran sesudah perang, karena sistem ini akan menjadi unsur stabilitas dalam reformasi Jepang pasca perang. Para pemimpin militer AS pun berpendapat serupa. Bahkan ikut mengusulkan perubahan rumusan tuntutan menyerah terhadap Tokyo dengan tambahan pernyataan tetap mempertahankan kaisar serta sistem kekaisaran.
Namun kalangan penasihat Presiden Harry S. Truman yang menggantikan Roosevelt yang meninggal dunia pada 12 April 1945, berpendapat lain. Mereka menentang modifikasi persyaratan menyerahnya Jepang, antara lain dengan alasan karena rakyat AS umumnya juga membenci kaisar Jepang dan menghendaki Jepang bertekuk lutut tanpa syarat apa pun. Apabila Truman sampai menyetujui perubahan persyaratan itu, maka hal itu justru akan merugikan posisinya sendiri di hadapan rakyatnya. Truman pun terombangambing.
Sementara itu di Jepang sendiri, sejumlah elite di kalangan pemerintah juga menyadari risiko dan bahayanya apabilaperang terus dilanjutkan.Munculnya kesadaran ini terutama baru setelah kabinet perang pimpinan PM jendral Hidiki Tojo jatuh pada juli 1944.Kabinrt baru pimpinan jendral (purn) Kuniaki Kosiko di dalamnya terdapat tokoh-tokoh yang menginginkan perang segera diahiri,seperti Laksamana Mitsumasa Yonai.Namun pendekatannya tidak membuahkan hasil,dan pada April 1945 kabinet berangkat lagi dengan PM Laksamana (pirn) Kantaro Suzuki.sebagai menteri luar negri,ia mengangkat shigemori Togo,seorang tokoh pengecam perang dan militerisme yang paling vokal.
Pemerintahan suzuki melanjutkan upaya diam-diam pemerintahan seblumnya untuk mendekati Uni sovt, yang ketika itu masih netral dalam peperangan dikawasan Pasifik.Tokyo mengharapkan jasa baik Moskow agar bersedia menjadi perantara Ke sekutu untuk memperoleh syarat yang lebih baik dalam memgakhiri perang.Untuk itu jepang bersedia membalas jasa uni soviet dengan memberi konsesi ekonomi maupun memberi wilayah Timur jauh.Namun pimpinan soviet, Josef setain mengetahui kondisi jepang yang sudah terpepat itu.Ia pun mengulur-ulur waktu sembari menunggu saat yang tepat untuk bertindak guna keuntunganya sendiri di timur jauh.
Kaisar Hirohito yang juga menyadari kegentingan keadaan,pada 22 juni 1945 mengundang PM,Menku, dan pimpinan militer ke istananya. kaisar mengambil inisiatif dengan mendesak para pimpinan pemerintah danmiliter untuk berusahamengahiri peperangan melalui diplomatik. Desakan kaisar ini memang membawa hasil,kerena bakan mentri peperangan maupun kepala staf tentera walaupun dengan berat hati,akhirnya setuju menyelesaikan perangmelalui meja perundingan.Usaha mendekati Uni sofiet pun ditingkatkan melalui Dubes Naotake di Moskow.
Dr Robert Oppenheimer yang timnya merancang dan membuat born tersebut di Los Alamos, menyaksikan uji coba peledakan tersebut dari jarak 10.000 yard dalam tempat perlindungan khusus. Ia menyaksikan sendiri betapa dahsyatnya sifat dan bentuk ledakan tersebut. Oppenheimer yang pernah mempelajari bahasa Sansekerta di Universitas Harvard, langsung teringat beberapa kalimat dari kitab Bhagavad Gita: “…Apabila sinar dari seribu Matahari serentak memecah ke langit, maka seperti itulah kemegahan Sang Perkasa Tunggal Aku adalah Kematian, Penghancur Alain Semesta”
Tatkala peledakan born atom ini terjadi, Presiden Truman sedang bertemu dengan PM Inggris Winston Churchill dan pemimpin Soviet Stalin di Postdam, di pinggiran kota Berlin. Truman dilapori keberhasilan itu, dan menurut ingatan Churchill, sontak Truman menunjukkan perubahan sikap setelah mengetahui bahwa negaranya kini memiliki bona atom. Truman yang semula dalam kesulitan menghadapi Stalin mengenai soal Eropa Timur pasta perang, lalu berubah menunjukkan sikap lebih percaya diri dan lebih tegas dalam perundingan tersebut.
Menjelang akhir perundingan, tanpa menyebut istilah nuklir atau atom, Truman sepintas memberitahu Stalin bahwa “kami kini telah mempunyai senjata baru yang memiliki kemampuan menghancurkan luar biasa.” Stalin yang diam-diam sebenarnya telah mengendus apa yang dikerjakan AS, mampu menutupi kekagetannya dan hanya berkomentar hendaknya AS dapat memanfaatkan senjata itu dengan sebaik-baiknya dalam menghadapi Jepang. Namun setelah itu Stalin pun langsung buru-buru menghubungi Moskow dan memerintahkan para ilmuwan Soviet untuk segera, dan dengan segala cara, menghasilkan senjata pemusnah serupa!
Apabila AS semula mengharapkan dan menghendaki Uni Soviet segera melibatkan diri dalam perang terhadap Jepang, maka kini setelah memiliki born atom, Washington pun berpandangan lain. Tadinya bantuan dari Soviet amat diperlukan untuk mengurangi tekanan Jepang terhadap Sekutu di Asia Tenggara dan Pasifik. Namun ketika itu Moskow punya alasan untuk tidak memerangi Jepang karena dia sendiri sedang bertahan matimatian terhadap serbuan Jerman Nazi.
Dengan bom atom, AS kini bisa berharap dapat mempercepat selesainya peperangan dengan Jepang tanpa keikutsertaan Uni Soviet. Para ahli strategi AS sendiri khawatir, keterlibatan Soviet melawan Jepang hanya akan menimbulkan komplikasi di kemudian hari seusai perang.
Persiapan dan kondisi Jepang
Sementara itu sejak Maret 1945 Jepang terus menerus didera pengeboman oleh kekuatan udara AS yang mengerahkan pesawat-pesawat pengebom berat B-29 Flying Fortress. Setiap kali serangan, Panglima Komando Pengebom Amerika Jenderal Curtis LeMay mengerahkan sekitar 500 pesawat. Perlawanan dari pesawat pemburu atau meriam penangkis udara Jepang tidak berarti, sehingga pengeboman dapat dilakukan leluasa, berpindah-pindah sasaran dari satu kota ke kota yang lain. Kehacuran industri dan kota-kota di Jepang luar biasa, lebih-lebih mengingat struktur bangunan penduduk umumnya dari kayu yang mudah terbakar.
Kota Nagoya telah berubah menjadi kota puing-puing. Ibukota Tokyo sendiri mengalami serangan udara besar dengan born bakar, sehingga puluhan mil persegi kota itu rata dengan tanah. Badai api akibat pengeboman pada 9-10 Maret menewaskan sedikitnya 87.000 penduduk sipil. Khusus untuk serangan ke Tokyo, penerbang-penerbang AS telah diinstruksikan untuk menjauhi kompleks Istana Kaisar. Sekalipun demikian tak wrung sebagian dari istana ikut terjilat api karena hebatnya kebakaran di sekitarnya.
Beberapa hari kemudian LeMay menyerang kota Yokohama, dan tatkala ke-517 pesawat penyerang telah pergi, maka 85 persen kota tersebut masih berkobar hebat. Setelah Tokyo dan Yokohama ludes, sasaran pindah ke Osaka dan Kobe dengan hasil serupa. Hanya Kyoto saja yang tidak pernah diserang mengingat nilainya yang tinggi sebagai kota pusat kebudayaan. Dan rangkaian serangan udara tersebut, lebih dari seratus mil persegi kawasan kota-kota besar Jepang rata dengan tanah, sepertiga bangunan gedung hancur, dan sekitar dua juta rumah tinggal musnah dengan akibat 13 juta penduduk kehilangan tempat tinggal. Jumlah korban penduduk sipil sangat besar. Jalur-jalur transportasi juga hancur, sehingga dikhawatirkan hubungan kereta api antar kota segera akan terhenti, dan ini berarti distribusi barang kebutuhan pun mandek.
Dihajar seperti itu, Jepang pun “sempoyongan”, namun tidak juga terjatuh. Barang atau materi untuk kebutuhan perang maupun kehidupan sehari-hari semakin langka. Bahan bakar minyak, baja, aluminium, dan sebagainya semakin terbatas. Rakyat pun diminta untuk menyuling minyak dari akar pohon pinus. Penduduk kota-kota yang paling terpukul juga mulai kekurangan makanan. Sehingga setiap hari Minggu, banyak dari mereka datang ke pedesaan sekitar, menukarkan barang berharga mereka seperti perhiasan, pakaian, dan sebagainya dengan sayur mayur, beras, kentang dan lain-lainnya yang dihasilkan petani.
Dalam keadaan demikian, di kalangan pemerintahan dan tokohnya timbul sikap mendua. Di satu pihak menginginkan pengakhiran perang, namun dengan persyaratan yang lebih baik dibandingkan menyerah tanpa syarat seperti yang dituntut Sekutu. Tetapi di lain pihak, mereka tetap bersiap diri menghadapi invasi AS. Jepang masih berharap bisa memperoleh satu saja kemenangan besar sehingga nantinya dapat mengakhiri peperangan dengan lebih terhormat.
Dewan tertinggi yang kini memimpin peperangan Jepang dikenal dengan sebutan “Enam Besar”, karena mereka terdiri dari enam tokoh yang didominasi militer, yaitu PM Laks.(purn) Suzuki, Laks. Mitsumasa Yonai selaku menteri AL, Jenderal Korechika Anami sebagai menteri AD, Laks. Soemi Toyoda yang memimpin Staf Umum AL, dan Jenderal Yoshijuri Umezu yang mengepalai Staf Umum AD. Satu-satunya yang sipil adalah Menlu Togo. Dengan komposisi demikian, maka kehendak dan kepentingan militer dapat lebih diakomodasi, sementara PM Suzuki sendiri harus berhati-hati untuk tidak bermusuhan dengan AD yang lebih kuat dan dapat melakukan kudeta. Ia ingat betul pada 1936 nyaris terbunuh dalam peristiwa percobaan kup oleh sekelompok perwira AD.
Dewan ini bersama pihak militer merancang Operasi Penentuan atau KetsuGo, yang intinya adalah rencana pertahanan Pulau Kyushu, dengan tujuan mampu memukul mundur penyerbuan pertama musuh. Sekalipun akhirnya memang tidak dapat menahan invasi AS, namun setidaknya pukulan awal yang diberikan Jepang akan menimbulkan kerugian besar bagi AS sehingga membuka kemungkinan pengakhiran perang lewat perundingan.Sementara itu di kalangan tentara pun ada kelornpok yang berpendirian lebih baikfepang hancur iebur daripada harus menyerah kalah!
Perhitungon korban
Deklarasi Postdam diumumkan pada 26 juli.Dalam deklarasi ini memang masih tercantum persyaratan menyerah tanpa syarat, namun hal ini lebih ditujukan terhadap Angkatan Bersenjata jepang.Sedangkan mengenai sistem kekaisaran atau kaisarnya sendiri, deklarasi itu membuka pintu dengan menyebutkan bahwa pemerintahan di jepang akan diserahkan kepada kehendak bebas dari rakyatnya. Deklarasi yang terdiri dari l3 pasal itu ditutup dengan ancarnan jika Pemerintah jepang tidak bersedia mengumumkan penyerahan tanpa syarat seluruh angkatan bersenjatanya, maka alternatifnya adalah penghancuran lebih lanjut negeri jepang.
Dubes jepang di Moskow, Naotake Sato berpendapat bahwa persyaratan dari Postdam itu sebenarnya lebih baik dari pada yang telah dipaksakan terhadap jerman Nazi, dan sebaiknya diterirna oleh Tokyo.Namun temyata reaksi dariTokyo terhadap Deklarasi Postdam dingin-dingin saja. PM Suzr,rki bahkan menyatakan “tidak perlu menanggapinya dengan serius.” Berita Lrtama koran The New York Times terbitan 30 fuli pun dengan judul besar-besar menuliskan : ” jepang Resmi Menolak Ultimatum Sekutu”.
Dinas intelijen AS menangkap pesan-pesan rahasia jepang yang di satu pihak masih mempersoalkan persyaratan pengakhiran perang yang tampaknya tidak mungkin diterirna oleh AS. Sementara dilain pihak juga tersadap sinyal-sinyal militer jepang yang terus menyiapkan diri untuk pertahanan tanah air. Persiapan bertahan ini dinilai sebagai sikap bersikeras militer jepang untuk meneruskan peperangan di negerinya sendiri, dan AS pun menganggap bahwa AD |epang masih menjadi kekuatan paling dominan di jepang.
Karena itulah disimpulkan bahwa bagaimana pun jepang tidak memiliki kesediaan untuk menyerah.
Persoalannya kemudian adaiah bagaimana memutuskan untuk meneruskan rencana invasi ke daratan ) epang, termasuk menggunakan alternatif penggunaan bom atoln. Berbagai saran dan pertirnbangan dikumpulkan Presiden Truman, karena akhirnya dialah yang harus memberi keputusan terahir.
Dalam soal hitung menghitung taksiran korban yang akan jatuh di pihak AS dalam penyerbuan, Kepala Staf Gabungan jederal George Marshall dilaporkan pernah menyebutkan angka korban tewas dan luka-luka akan berkisar antara 250.000 hingga satu juta orang. Sementara Menteri Peperangan Henry Stimson mengaku pernah dilapori bahwa harga yang harus dibayar adalah sekitar satu juta korban, mati maupun terluka. PM Churchill bahkan sempat menyampaikan angka yang lebih hebat lagi, yaitu satu juta nyawa AS ditambah setengah juta Inggris yang akan hilang dalam upaya terakhir menaklukkan negeri ini.
Tetapi ada pula hitungan yang lebih moderat, yang dikeluarkan oleh kornisi gabungan perencanaan perang di Washington. Hitungan ini menyebut bahwa untuk serbuan ke Kyushu dan dataran Tokyo,korban di pihak AS adalah 40.000 tewas,190.000 luka-luka, dan 3.500 hilang. Sedangkan jenderal MacArthur memproyeksikan dalarn 30 hari pertama pertempuran, korban akan mencapai 50.800 dan untuk 90 hari pertempuran sekitar 105.000 korban, mati maupun yang terluka.
Keputusan Truman
Sementara itu pertirnbangan mengenai kernungkinan penggunan bom atom juga disusun. Sebuah panel tercliri dari para ahli dibentuk untuk mernbuat usulan. DrOppenheimer merrperkirakan sedikitnya 20.000 orang akan mati dengan satu ledakan saja, sehingga Menteri Stimson berpendapat agar bom ini diarahkan terhadap obyek kerniliteran saja. Panelis lain yang mengetahui kedahsyatan bom ini mengusulkan, untuk meyakinkan jepang bagaimana jika kehebatan daya penghancur bom ini “didemokan” di suatu wilayah jepang yang relatif terisolir. Perdebatan pun terjadi,dan akhirnya direkornendasikan pernakaian bom atom terhadap jepang tanpa peringatan terlebih dulu.
Hiroshirna akan dijadikan sasaran pertama, dengan pertirnbangan ini adalah kota terbesar yang belum pernah diserang dengan bom bakar, dan dikenal sebagai kota tentarakarena di situ terdapat Mabes Tentara Kedua dengan sekitar 42.000 pasukan. Di sini juga ada pelabuhan militer penting. Kota yang terletak di bagian selatan pulau utama Honshu ini dihuni lebih dari 360.000 orang, nalnlrn 120.000 di antaranya telah mengungsi keluar kota.
Sekalipun demikian, rekornendasi itu tidaklah lolos begitu saja. Sejurnlah pakar yang tergabung dalarn proses pengembangan senjata itu keberatan menggunakan bom atom Untuk tujuan perang. Dipirnpin ahli fisika Dr james Franck, seoran.pemenang Hadiah Nobel,mereka menyatakan jika AS sampai menjadi negara pertalna yang menggunakan senjata penghancur kemanusiaan ini, maka itu berarti AS mengorbankan dukungan publik dunia, memulai lomba senjata, dan mengucilkan kemungkinan tercapainya perjanjian internzisional untuk mengendalikan perseniataan semacarn itu.
Namun keberatan mereka ditampik,dan pertembuan khusus diadakan oleh Presiden Trurnan dengan menteri peperangan serta para kepala staf gabungan.Asisten Menteri Peperangan john McCloy sarnpai saat terakhir menentang pemakaian bom atom dan masih menyarankan agar hal itu diultirnatumkan terlebih dahulu terhadap jepang. Apabila jepang menerima ultimatum bom Atom, maka selain menghindari banyak korban, AS pun akan meraih posisi moral lebih baik karena tidak menggunakan senjata pemusnah massal tersebut.
Dalarn proses perkembangan selanjutanya, Presiden Trurnan akhirnya memutuskan bahwa bom itu harus digunakan.Dalam hal ini dia menperoleh dukungan dari Churchill sewaktu bertemu di Postdam. Keputusan ini tarnpaknya diambil berdasarkan pragrnatisme belaka, karena bom tersebut hanyalah dipandang sebagai sekadar sebuah senjata kemiliteran dalam perang yang memang perlu digunakan,disamping keyakinannya bawa dengan bom itu perang cepat dapat diakhiri, dan banyak korban tewas, terutana AS, yang dapat diselamatkan. Ia bahkan ingin menunjukkan bahwa jumlah orang jepang yang tewas akibat pengeboman di Tokyo saja masih lebih besar dari pada yang diakibatkan bom atorn.
Dalam wawancara tahun 1958 dengan john Toland, penulis sejarah kemiliteran,Trurnan menyatakan keputusannya menggunakan bom atom terjadinya begitu saja tanpa melalui perenungan jiwa yang mendalam. “Begitu saja saya memutuskannya. Ya seperti inilah,” ujarnya sambil menientikkan dua jarinya.
Keputusan Truman tersebut tidak membatasi penggunaan hanya satu bom atom saja, tetapi suatu kampanye pengeboman sampai jepang benar-benar bertekuk lutut. Panglima Komando Udara Strategis AS Jenderal Carl Spaatz yang mengetahui konsekuensi luar biasa dari operasi pengeboman tersebut, meminta perintah tertulis dari Presiden Truman intuk menjatuhkan bom tersebut. Tanggal 24 Juli Truman merancang surat perintah itu, dan besoknya telah diterima Spaatz.
Dalam surat perintah itu diinstruksikan, Grup Komposit ke-509 dari Angkatan Udara ke-20 adalah yang akan bertugas menjatuhkan bom dengan pengamatan visual atas sasarannya. Waktu untuk serangan ditentukan setelah 3 Agustus dalam kondisi cuaca yang mengizinkan, dengan salah satu dari empat kota sasaran sesuai urutan: Hiroshima, Kokura, Niigata, dan Nagasaki. Instruksi Presiden Truman juga menyebutkan perlunya pesawat tambahan yang harus menyertai pesawat pengebom, untuk membawa personel yang akan mengamati dan merekam akibat ledakan bom tersebut
Demikianlah satu hari setelah surat perintah keluar, di lepas pantai Pulau Tinian berlabuh kapal penjelajah berat USS Indianapolis. Kapal perang ini yang empat hari kemudian ditenggelamkan kapal selam Jepang, menurunkan muatan super rahasia, berupa silinder metal yang berisi U(urani um )-235, yang akan menjadi jantung born atom pertama yang operasional. Born ini dirakit di ruang khusus selama beberapa hari, sementara Grup 509 pimpinan Kol. Paul W. Tibbets Jr melakukan latihan dalam suasana rahasia dengan penjagaan ketat.
Cuaca diramalkan cukup bagus setelah lewat tengah malam 5 Agustus, dan pesawat B-29 Enola Gay (nama ibunda Kol. Tibbets) serta pesawat-pesawat yang menyertainya pun tinggal landas dari Tinian pada pukul 02.45 dinihari 6 Agustus. Sebuah tragedi menyedihkan dalam sejarah kemanusiaan akan terjadi beberapa jam lagi di kota Hiroshima yang kala itu masih tertidur lelap (rb)

MOHON DI FOLLOW AKUN SAYA

Instagram : muhamadaliv_fahrudin
Path          : Pak Udin
Line           : pak-udin

TERIMA KASIH


Selasa, 26 Januari 2016

Kerjasama Informasi Pertahanan Korsel -- AS Dengan Link 16

Kerjasama Informasi Pertahanan Korsel – AS dengan Link 16 SEOUL:(DM) - Amerika Serikat dan Korea Selatan sedang menggagas pertukaran informasi secara real-time untuk jaringan pertahanan rudal mereka, yang dibahas 22/1/2016. Pembentukan saluran informasi real-time dengan AS dalam tahun ini, menandai langkah pertama dalam mendirikan jaringan pertahanan rudal bilateral – serta jaringan lainnya yang menghubungkan Korea Selatan dengan Jepang dan dengan keduanya: Jepang dan Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari dorongan AS terhadap kerjasama pertahanan trilateral yang kuat sebagai bagian dari strategi Asia Timur Laut. Dengan kerjasama itu, Korean Air and Missile Defense System (KAMD) memungkinkan Korea Theater Missile Operation Cell (KTMO Cell) memerintahkan penyergapan terhadap rudal Patriot dan rudal lainnya setelah menerima informasi peluncuran rudal Korea Utara yang terdeteksi oleh radar militer Korea Selatan. Struktur ini mirip dengan pertahanan rudal yang digunakan oleh USFK, yang juga mempekerjakan sarana terpisah dari alat deteksi dan rudal penyergapnya. Sistem berbagi saluran informasi bilateral ini disampaikan oleh Departemen Pertahanan Nasional Korea Selatan yang memungkinkan bertukar informasi secara real-time melalui linking and interlocking dari dua jaringan pertahanan rudal yang terpisah melalui jaringan pertukaran data taktis, militer AS, Link 16. THAAD missile interceptor. (US Missile Defense Agency) “Jika radar kami mendeteksi peluncuran rudal Korea Utara, informasi itu akan diteruskan ke militer AS secara real time, dan juga informasi yang diperoleh oleh satelit peringatan dini militer AS akan langsung dilaporkan kepada kami,” jelas seorang pejabat kementerian. Langlah berbagi informasi ini dinilai sebagai langkah pertama menuju kemungkinan operasi gabungan dari dua jaringan pertahanan rudal independen ke dalam sistem pertahanan rudal AS. Terhubungnya sistem Korea Selatan dan AS juga akan menghubungkannya ke sistem pertahanan rudal dari Pasukan Bela Diri Jepang, yang menyebabkan kerjasama militer yang lebih erat dengan Jepang. Kesepakatan tentang berbagi informasi tentang ancaman nuklir dan rudal Korea Utara yang ditandatangani oleh tiga negara pada Desember 2014, memprioritaskan interoperation dan koneksi dari sistem pertahanan rudal mereka. oleh : Park Byong-su

Konsep Baru F-15 : Akan Bawa 16 Rudal

Konsep Baru F-15: Akan Bawa 16 RuDal Konferensi Asosiasi Angkatan Udara yang merupakan agenda tahunan akan dimulai pekan ini di luar Washington. Boeing akan menjadikan ajang ini untuk mengenalkan sejumlah konsep baru pengembangan senjata. Salah satunya adalah desain konfigurasi baru F-15 yang memungkinkan pesawat berumur 43 tahun ini bisa membawa 16 rudal udara ke udara. Ini gila-gilaan karena meningkat dua kali lipat dibandingkan jumlah senjata yang ada sektrang. Menurut Boeing desain yang ditampilkan adalah dengan akan menempatkan sembilan stasiun senjata di masing-masing sayap. Desain ini berspekulasi bahwa Eagle akan membawa tanki bahan bakar konformal Untuk menuju konsep desain menggunakan F-15 Silent Eagle. Tetapi modifikasi juga bisa dilakukan untuk semua varian. Tangki bahan bakar konformal misalnya dapat dipasang untuk ada F-15C / D. Sehingga modifikasi tidak terbatas pada F-15 seri Strike Eagle saja. Sebagaimana dilaporkan Foxtrotalpha rudal udara ke udara yang lebih banyak akan menjadi keunggulan baru bagi Eagle karena akan lebih banyak pilihan taktis saat menghadapi musuh yang kuat, dan hal ini juga menjadikan Eagle mungkin dapat bekerja sebagai “gudang senjata” yang bisa bekerja bersama siluman F-35 dan F-22. Dengan menggunakan data F-22 yang dikirimkan ke Eagle, bersama dengan data radar F-35, F-15 bisa melesatkan banyak rudal dari jarak jauh. Ini juga akan memungkinkan F-35 dan F-22 untuk bekerja sebagai manajer pertempuran di depan posisi Eagle bahkan setelah teluk senjata mereka kosong. Untuk batas tertentu, beberapa fitur baru menggunakan konsep Eagle yang paling baru yakni F-15SA yang dibangun untuk Arab Saudi yang disempurnakan untuk menjadi F-15 Eagle Advanced. Tanpa ragu, F-15 Eagle Advanced ini nanti akan sangat membunuh terlebih dengan sensor beragam dan memiliki array yang mengagumkan. Tetapi pertanyaannya adalah: apakah ada yang akan membelinya? Dengan F-35 telah menguras seluruh pesanan di dunia, dibantu oleh dukungan kuat Pemerintah AS, F-15 Eagle Advanced, meski F-15 dikenal sebagai pesawat yang sangat tangguh tetap akan sulit dijual.Secanggih apapun F-15 baru ini nanti tetap belum memiliki sifat siluman. Sampai sekarang, pesanan dari Arab Saudi adalah satu-satunya yang tersisa di rencana produksi F-15, yang akan berjalan sampai akhir dekade ini. Jika tidak ada pesanan baru maka sulit bagi pesawat ini untuk terus diproduksi. Angkatan Udara AS saat ini memiliki 178 upgrade F-15C / D “Golden Eagles” dalam pelayanan sampai beberapa dekade yang akan datang. Diharapkan bahwa pesawat ini akan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER.

BAGAIMANA PENTAGON MENGKOORDINASI OPERERASI DI SELURUH DUNIA ?

BAGAIMANA PENTAGON MENGKOORDINASI OPERERASI DI SELURUH DUNIA? Militer AS memiliki jangkauan yang benar-benar global, dengan kehadiran di setiap benua. Untuk melaksanakan tugas mempromosikan kepentingan AS di seluruh dunia, Departemen Pertahanan membagi dunia ke dalam enam bidang tanggung jawab dan tiga perintah non-geografis. Melalui sembilan perintah, militer memonitor seluruh planet setiap menit setiap hari, setiap hari sepanjang tahun. Kita kerap bingung dengan berbagai lembaga yang ada di militer terbesar di dunia ini. Untuk memberi gambaran bagiamana koordinasi dilakukan berikut lembaga-lembaga yang dibangun Pentagon.

Selasa, 03 Maret 2015

Daftar 40 Bentuk Pemerintahan Negara Dunia

Daftar 40 Bentuk Pemerintahan Negara Dunia
Terdapat berbagai macam sistem atau bentuk pemerintahan yang dianut oleh negara-negara di dunia.
Satu ciri pemerintahan mungkin saja terdapat pada sistem pemerintahan lain, menunjukkan adanya hubungan saling mempengaruhi.
Perlu pula dipahami bahwa satu negara mungkin menggabungkan dua atau lebih sistem pemerintahan sehingga pelaksanaannya tidaklah kaku.
Berikut adalah berbagai sistem pemerintahan yang dianut oleh negara-negara dunia.
Berdasarkan Kontrol Kekuasaan
1. Meritokrasi (Meritocracy)
Pemegang pemerintahan pada meritokrasi diberikan berdasarkan pada kemampuan, keterampilan dan kontribusi yang mereka lakukan untuk masyarakat.
2. Geniokrasi (Geniocracy)
Diajukan oleh Rael, pemimpin gerakan Raelian pada tahun 1977, geniokrasi pada dasarnya adalah pemerintahan yang dijalankan oleh kelompok orang bijak dan cerdas.
Kreativitas, kemampuan memecahkan masalah dan IQ tinggi akan menjadi kriteria bagi orang-orang yang duduk di pemerintahan.
3. Kratokrasi (Kratocracy)
Jenis pemerintahan di mana pemimpin naik ke kekuasaan dan terus mempertahankannya melalui penggunaan kekuatan.
Mereka adalah pemimpin yang tidak segan mengintimidasi dan menakuti agar tetap bisa berkuasa.
4. Teknokrasi (Technocracy)
Dalam teknokrasi, dokter, insinyur atau arsitek dipilih untuk menjalankan negara.
Ini merupakan sistem pemerintahan yang memberikan posisi penting pada para profesional yang memiliki keahlian tertentu.
5. Otokrasi (Autocracy)
Dalam otokrasi, kekuasaan berpusat di tangan hanya satu individu. Dia tidak tunduk pada apapun, serta tidak memiliki batasan.
6. Despotisme (Despotism)
Meskipun mirip dengan autokrasi dengan kekuasaan yang berpusat pada individu tunggal, dalam despotisme penguasa memperlakukan warganya seperti budak, sering dengan melakukan genosida dan pembunuhan massal.
Contohnya adalah pemerintahan despotik Idi Amin di Uganda pada 1970-an.
7. Kediktatoran (Dictatorship)
Sistem pemerintahan ini juga dipegang satu individu yang memiliki kendali mutlak pada suatu negara.
Diktator merebut kekuasaan melalui kudeta militer atau dipilih oleh penguasa di bawah pemerintahan yang berbeda dan kemudian merebut kekuasaan.
Contoh terbaik kediktatoran adalah Adolf Hitler pada era Nazi Jerman.
8. Fasisme (Fascism)
Fasisme didasarkan pada propaganda nasionalisme dan kebanggaan patriotik serta diperintah oleh pemimpin tunggal yang merupakan bagian dari kelompok lebih besar yang mengikuti filosofi yang sama.
Fasisme bergantung pada sentimen nasionalisme untuk menguasai orang-orang dan menindas kebebasan mereka. Italia di bawah diktator Benito Mussolini adalah negara fasis.
9. Monarki Absolut (Absolute Monarchy)
Pada sistem ini, raja merupakan kepala negara sekaligus mengontrol pemerintahan. Konstitusi formal mungkin tidak terdapat dalam negara tersebut.
Brunei, Swaziland dan Oman merupakan contoh negara monarki absolut.
10. Monarki Konstitusional (Constitutional Monarchy)
Di sini, kekuasaan dan hak-hak raja dibatasi oleh konstitusi. Contoh negara monarki konstitusional adalah Jepang, Selandia Baru dan Denmark.
11. Dwikekuasaan (Diarchy)
Ini juga merupakan jenis monarki di mana negara dikuasai oleh dua kepala negara.
Mereka mendelegasikan sebagian tanggung jawab kepada orang lain, namun pemerintahan selalu berada di tangan kedua pemimpin.
Contoh modern adalah Andorra di mana terdapat dua kepala negara, Presiden Perancis dan Uskup Urgell.
12. Monarki Federal (Federal Monarchy)
Negara dalam monarki federal adalah sebuah federasi negara yang memiliki raja atau kepala negara berbeda tetapi diperintah oleh satu raja yang merupakan kepala dari seluruh federasi.
Contohnya adalah Kerajaan Belgia dan Kerajaan Spanyol.
13. Bankokrasi (Bankocracy)
Dalam bentuk pemerintahan ini, perbankan dan lembaga keuangan memiliki kekuasaan untuk membuat undang-undang.
14. Korporatokrasi (Corporatocracy)
Sederhananya, korporatokrasi adalah ketika perusahaan mengambil alih pemerintahan suatu negara.
Terdapat beberapa penggambaran fiksi korporatokrasi, terutama dalam film Aliens (1986) di mana perusahaan Weyland-Yutani menguasai sebagian besar dunia dan mendanai eksplorasi luar angkasa.
15. Mobokrasi (Mobocracy)
Pemerintahan oleh massa atau gerombolan. Dalam sistem ini, populasi umum mengambil alih pemerintahan ke tangan mereka sendiri.
Hal ini biasanya digunakan dalam konteks negatif, ketika hukum dan ketertiban rusak, dan diikuti massa yang melakukan kekerasan serta pemberontakan terhadap otoritas.
Berdasarkan Cara Memperoleh Kekuasaan
16. Totaliter (Totalitarian)
Pada pemerintahan totaliter, para pengambil keputusan berasal dari atau berafiliasi dengan partai tertentu dan berusaha mengontrol setiap aspek kehidupan masyarakat, sering atas nama patriotisme atau suatu ideologi ekonomi.
Uni Soviet adalah contoh pemerintahan totaliter, begitu pula Italia di bawah diktator fasis Benito Mussolini.
17. Otoriter (Authoritarian)
Pemerintahan ini dijalankan oleh sekelompok orang yang meskipun tidak seketat pemerintah totaliter, mereka memiliki sistem dan administrasi yang sangat terpusat.
Pemerintahan otoriter bisa berisi pejabat yang tidak terpilih atau cukong kekuasaan yang memiliki banyak pengaruh.
18. Demarsi (Demarcy)
Pernah dipraktekkan di Athena kuno sebagai sistem untuk memilih pejabat publik, demarsi menunjuk orang-orang untuk menjabat berbagai posisi melalui undian.
Kandidat yang terlibat dalam undian umumnya berasal dari status sosial dan ekonomi tertentu dalam masyarakat.
19. Demokrasi (Democracy)
Dalam demokrasi, rakyat memilih wakilnya untuk memegang berbagai posisi pemerintahan.
Terdapat berbagai partai politik yang bersaing dalam pemilu dan berusaha memikat pemilih dengan janji kampanye dan program-programnya.
20. Demokrasi Langsung (Direct Democracy)
Ini adalah versi ekstrim dari demokrasi di mana orang-orang mewakili diri mereka sendiri, dengan semua keputusan diambil langsung oleh rakyat melalui voting atau referendum.
21. Demokrasi Liberal (Liberal Democracy)
Demokrasi liberal adalah apa yang dianut banyak negara saat ini.
Sistem ini disebut pula demokrasi perwakilan dimana rakyat memilih wakil mereka untuk membuat perundangan dan peraturan lain.
22. Demokrasi Sosial (Social Democracy)
Merupakan variasi dari demokrasi dengan penekanan pada pemberian hak-hak sosial tertentu kepada warga seperti layanan kesehatan, pendidikan dan jaminan sosial.
Demokrasi sosial merupakan bagian dari banyak sistem politik di seluruh dunia dan menjadi ideologi sebagian partai politik.
23. Ergatokrasi (Ergatocracy)
Ini adalah jenis pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat kelas pekerja yang disebut kaum proletar.
Seringkali para pemberontak yang berhasil mengambil alih kekuasaan melalui revolusi kekerasan akan mengubah masyarakat menjadi sosialis atau komunis dan mengklaim mereka telah memberikan kembali kekuasaan kepada rakyat.
24. Kritarki (Kritarchy)
Pada kritarki, hakim memerintah semua orang. Ahli hukum adalah yang membuat dan memberlakukan semua hukum negara dan bertanggung jawab atas penyelesaian sengketa.
25. Plutokrasi (Plutocracy)
Pemerintahan yang diselenggarakan oleh orang kaya dan berkuasa.
Plutokrasi sering dijadikan konotasi negatif ketika para penguasa, apakah mereka menjadi bagian dari republik atau demokrasi, adalah orang-orang kaya dan memiliki kedudukan sosial tinggi.
26. Stratokrasi (Stratocracy)
Dalam pemerintahan ini, militer dan pemerintah identik satu dengan yang lain.
Pengabdian di militer menjadi kriteria utama dalam memilih suatu posisi kepemimpinan.
27. Teokrasi (Theocracy)
Pemerintah jenis ini dijalankan oleh gereja atau badan keagamaan lainnya.
Hanya anggota ordo religius yang diizinkan masuk ke posisi kekuasaan. Vatican City adalah contoh teokrasi.
28. Sosialisme Libertarian (Libertarian Socialism)
Pemerintahan sosialis libertarian pada dasarnya adalah sebentuk pemerintahan demokratis tetapi tidak mengijinkan kepemilikan pribadi atas faktor-faktor produksi dan menganggap prinsip kapitalisme, seperti upah minimum, sebagai kejahatan sosial.
Pemerintahan ini tetap memungkinkan seseorang memiliki kepemilikan pribadi – tidak seperti komunisme – tetapi menentang birokrasi.
Berdasarkan Pembagian Kekuasaan
29. Republik (Republic)
Republik bisa mencakup berbagai jenis pemerintahan yang telah disebutkan sebelumnya, yang didefinisikan sebagai masyarakat yang tidak memiliki monarki serta rakyat yang memiliki kontrol atas pemerintah, baik melalui perwakilan atau langsung.
30. Republik Parlemen (Parliamentary Republic)
Pada sistem pemerintahan ini kepala negara tidak memiliki kekuasaan eksklusif, tetapi berbagi dengan seorang pejabat terpilih, sering merupakan Perdana Menteri.
Terdapat pula parlemen di mana persoalan hukum, ekonomi, dan kebijakan lain dibahas dan disahkan.
31. Republik Federal (Federal Republic)
Sebuah republik federal memiliki beberapa negara bagian dengan pemerintahan independen tetapi berada di bawah pemerintah pusat atau pemerintah federal.
Contoh negara yang menganut sistem ini adalah Amerika Serikat, Swiss, India, Rusia, dan Meksiko.
32. Republik Islam (Islamic Republic)
Sebuah republik di mana pemerintahan dilakukan sesuai dengan Hukum Islam dapat dianggap sebagai Republik Islam. Contohnya adalah Pakistan dan Afghanistan.
33. Republik Sosialis (Socialist Republic)
Pada republik sosialis, warga tidak diperkenankan untuk memilih dengan tujuan negara difokuskan pada mencapai tatanan sosialisme.
Negara seperti ini umumnya memiliki sistem satu partai dan menganut kebijakan terpusat. Contohnya adalah Republik Rakyat Cina.
34. Monarki Federal (Federal Monarchy)
Sebuah sistem federal dimana terdapat banyak negara bagian yang diperintah raja, tetapi memiliki satu raja sebagai kepala negara.
Berdasarkan Klasifikasi Ekonomi
35. Kapitalisme
Sebuah negara yang mempraktekkan ekonomi pasar bebas dan persaingan sempurna.
Warga negara dapat mencari nafkah, memiliki properti, dan membeli barang serta jasa sesuai dengan pendapatan mereka.
Negara kapitalis bisa memiliki jenis pemerintahan demokrasi, federal, oligarki atau bahkan aristokrasi.
36. Sosialisme
Mirip dengan sistem republik sosialis, alat-alat produksi dikuasai oleh pemerintah yang menyediakan pelayanan dasar kepada masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan.
Namun, orang-orang tetap diperbolehkan memiliki harta pribadi dan terlibat dalam perdagangan.
37. Komunisme
Di sini warga negara tidak diperkenankan memiliki alat produksi dan kepemilikan pribadi.
Semua kebutuhan diproduksi oleh negara dan didistribusikan ke masing-masing individu sesuai dengan kebutuhannya.
Struktur kekuasaan di pemerintahan komunis sering terpusat dan konservatif.
38. Feodalisme
Bentuk pemerintahan lama dimana raja memberi porsi besar tanah kepada bangsawan dan mengijinkan mereka mempekerjakan pekerja dan menarik pajak.
Pemerintahan ini terutama banyak diadopsi sebelum abad ke-18, di bawah sistem monarki.
Bentuk Pemerintahan Lain
39. Anarki (Anarchy)
Anarkisme adalah suatu keadaan dimana tidak terdapat pemerintahan formal yang mengontrol masyarakat.
Anarki dalam konteks politik dapat didefinisikan sebagai sebuah masyarakat tanpa negara yang mengatur dirinya sendiri dan ditandai dengan lembaga sederhana yang tidak memiliki struktur kekuasaan.
Anarkisme sering memiliki konotasi negatif sebagai keadaan kerusuhan atau perlawanan dengan kekerasan terhadap otoritas.
40. Junta Militer (Military Junta)
Junta adalah kata Spanyol yang berarti pertemuan. Junta militer berarti adanya sekelompok perwira militer yang menguasai pemerintahan suatu negara.
Mereka merebut kekuasaan dari pemerintah melalui kudeta dan berbagi kekuasaan di antara mereka sendiri.

Pengikut