Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2015

Tips Upacara Minum Teh – Mengenal Upacara Minum Teh Jepang ???

Tips Upacara Minum Teh – Mengenal Upacara Minum Teh Jepang
Dengan sejarah yang merentang lebih dari seribu tahun, upacara minum teh telah menjadi bagian penting bagi kebudayaan jepang.
Di Jepang, upacara minum teh dikenal sebagai ‘Chanoyu’ atau ‘Chado’, berkembang terutama dari pengaruh Buddhisme Zen.

Upacara minum teh bermula dari kebiasaan minum Matcha, yang merupakan teh hijau bubuk.
Upacara minum teh digunakan mulai dari pertemuan informal hingga untuk acara resmi yang berlangsung hingga beberapa jam.
Gaya penyajian upacara minum teh Jepang sangat berbeda, tergantung pada waktu dan musim.
Penyajian dengan Kama (ketel besi) yang dipanaskan pada tungku biasanya dilakukan pada musim panas, sedang pada musim dingin, teh disajikan dalam perapian cekung (Ro).
Teh yang disajikan bisa encer atau kental, dengan hanya menggunakan daun teh berkualitas terbaik. Teh encer memiliki volume air 3 kali lebih banyak dibanding teh kental.

Dalam sebuah upacara resmi, para tamu mencuci tangan dan membilas mulut mereka dengan air sementara menunggu tuan rumah, kemudian mereka melepas sepatu dan memasuki ruangan untuk melihat peralatan minum teh.
Setelah tamu duduk, maka makanan segera disajikan. Diikuti dengan penyajian teh dari encer hingga kental.
Peralatan minum teh biasanya diatur dalam tata letak tertentu. Para tamu dan tuan rumah membungkukkan badan satu sama lain sebelum upacara minum teh dimulai.
Akhirnya, setelah upacara selesai peralatan dibersihkan dan para tamu secara ritual memeriksanya sebelum pergi.
Upacara minum teh bisa dilakukan di dalam atau di luar ruangan. Tapi upacara tradisional formal biasanya dilakukan di dalam ruangan, dan tamu duduk di atas tatami.
Ruangan harus cukup luas untuk menampung semua tamu dan peralatan upacara.
Tamu meminum teh dari gelas individual saat teh encer disajikan. Namun ketika teh kental yang disajikan, mereka meminum bersama dari satu mangkok besar.

Senin, 02 Maret 2015

Bahaya dari Mengucek Mata

Bahaya dari Mengucek Mata
Saat mata terasa gatal, muncul niat untuk menguceknya. Dan, hampir semua orang pernah melakukannya, yang akan berakibat mata memerah dan terasa perih. Tahukah bahwa mengucek mata bisa melemahkan otot yang ada di mata?
Tidak heran jika setelah gesekan terhadap mata, mata menjadi merah dan perih. Bisa jadi hal tersebut disebabkan keasyikan mengucek mata hingga rasa gatalnya hilang. Dan, bagaimana jika tangan yang mengucek itu kotor?
“Mengucek mata, yoga dengan kepala di bawah, tidur dengan wajah menempel pada bantal atau berenang merupakan berbagai aktivitas yang bisa menyebabkan penekanan mata meningkat,” ujar Professor Charles McMonnies, dari UNSW School of Optometry and Vision Science, dalam jurnal yang telah dipublikasikan berjudul Optometry and Vision Science, seperti dikutip dari Science.
Saat menyentuh mata, kelopak mata akan mengalami peningkatan tekanan. Cahaya lampu yang terlalu silau lebih sedikit memberikan tekanan dibandingkan dengan mengucek mata dengan keras yang bisa memberikan tekanan 3 sampai 5 kali lebih besar dari tekanan normal.
Mengucek Mata
Pada kasus mengucek mata, terjadi efek kombinasi menutup mata dan kekuatan mengucek mata yang bisa meningkatkan tekanan lebih tinggi lagi. Mengucek dengan keras bisa meningkatkan tekanan hingga 10 kali lebih tinggi dibanding tekanan normal!
“Tekanan yang normal akan memberikan konsekuensi yang sedikit, tapi tekanan pada mata yang kuat dalam jangka waktu yang lama dan terjadi secara berulang bisa memberikan kontribusi pada kerusakan mata seperti glaukoma, lebih cepat terkena rabun jauh, conical kornea atau bisa juga menyebabkan kebutaan,” ujar Professor Charles McMonnies.
Menghindari kontak mata dengan bantal atau masker tidur juga bisa membantu mengurangi tekanan sensitif pada mata. Saat mengucek mata juga bisa melemahkan otot levator palpebra yang berfungsi mengangkat kelopak mata, sehingga jika mengucek mata akan membuat mata terlihat lebih kecil atau seperti mata mengantuk.
Tekanan mata yang normal terjadi saat menutup mata, berkedip dan saat menarik nafas dalam tidak akan memberikan konsekuensi karena tekanan yang diberikan sangat kecil dan tidak dalam waktu yang lama.
Untuk itu sebaiknya hindarilah beberapa aktivitas seperti berikut:
1 Tidur dengan wajah tertunduk dan kontak dengan bantal, karena dalam bantal tersebut bisa saja terdapat kutu atau debu yang bisa membuat mata iritasi.
2 Mengucek mata, karena bisa membuat mata iritasi, kering dan membuat mata perih.
3 Menunduk bisa meningkatkan tekanan, karena itu sebaiknya jika membaca dalam posisi duduk.
Menyeka air mata adalah kegiatan yang paling baik dengan menghapus dari ujung mata dan meminimalkan kontak dengan kelopak mata. Dan, gunakan obat tetes mata jika terasa gatal dan perih.
Hindari mengucek mata sebisa mungkin! Jika terasa gatal, gunakan tisiu dan usapkan secara lembut guna menghindari kontak yang berlebihan. Langkah paling bijaksana jika mata terasa perih, periksakan ke dokter mata.

Pengikut