Mahasiswa Tidur
Sekarang ini mahasiswa hanya bisa diam.
Belajar yang giat agar lulus tepat pada waktunya.
Mendapatkan kerja dan berumah tangga sama seperti impiannya.
Tak ada lagi kritik
Tak ada lagi demonstrasi.
Kini semua tenang, semua jalanan lengang.
Sekarang mahasiswa banyak tertidur.
Dari realita yang tergambar penuh derita.
Dari kenyataan yang seharusnya mereka ubah dengan usaha.
Tak ada lagi mahasiswa bertengkar dengan aparat.
Tak ada lagi mahasiswa keluar ke jalan mengenakan almameternya.
Tak ada lagi teriakan dan kepalan penuh amarah.
Kini semua pemimpin bisa tidur nyenyak.
Tak perlu memikirkan lagi nasib bangsanya.
Karena mahasiswa, toh, telah mereka tidurkan.
Dalam tumpukan tugas, lembaran uang proyek,
dan kegiatan yang diciptakan berlandaskan hura-hura.
Tertidurlah nasib bangsaku, tidurlah mahasiswa.
Bermimpilah yang tinggi dengan penuh khidmat.
Karena setelah kamu bangun nanti.
Kamu akan menemui bangsa ini makan dengan derita berlauk duka.
Jalan-Jalan Merindukan Derap Langkah
Di depan gedung MPR.
Jalan-jalan di sana merindukan langkah yang menghujaminya.
Langkah-langkah dari para pemuda yang keluar bersama.
Sepatu berharga murah yang dirindukannya
Bukan gelindingan ban mobil mewah yang berlalu-lalang.
Jalan-jalan itu merindukan hentakan kaki para mahasiswa.
Teriakan lantang penuh semangat.
Bukan stelan jas berharga puluhan juta.
Jalan-jalan itu merindukan kaki-kaki yang menyampaikan amanat.
Harapan dari ratusan juta rakyat yang hidup sengsara.
Jalan-jalan itu merindukan derap langkah para manusia muda.
Jalan-jalan itu telah muak dengan manusia yang setiap hari masuk dan keluar.
Tetapi, tak menghasilkan apa-apa.
Jalan-jalan itu selalu merindukan.
Manusia muda yang rela letih bahkan mati untuk bangsa ini.
Adakah yang bisa mengobati rindu jalan-jalan itu?
OLEH FERRY IRAWAN
Pelaihari, 10 November 2013
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Kamis, 26 Maret 2015
Kamis, 19 Maret 2015
PUISI TENTANGNYA
PUISI TENTANGNYA
Ingin ku tuliskan puisi tentangnya
Puisi tentang orang yang kucintai
Namun entah..
Aku tidak tahu, apa ini cinta atau bukan
Sesaat aku berpikir untuk berhenti mencintanya
Namun rasa cinta ini..
Rasa cinta ini yang menahanku
Dan menuntunku untuk kembali menoleh padanya
Aku tak bisa ungkapkan semua ini lewat tatap mata
Aku yang hanya mampu menorehkannya
Diatas secarik kertas ini
Yang aku pun tak pernah tau
Mengapa aku mencintanya
Dan kini ku tenggelam dalam lautan kata
Karena aku yang tak kan pernah mampu milikimu
Aku yang hanya bisa melihat kau bahagia dengannya
Aku yang selalu mengagumimu dari kejauhan
Aku yang tak kan mampu menatap matamu
Aku yang tak kan menggangu kebahagiaan kau dengannya
Aku yang kini termenung
Dan yang muncul dihadapanku saat ini
Hanya wajahmu
Hanya senyummu
Mengapa kau tak bisa melihatku?
Mengapa kau tak pernah menoleh ke arahku?
Aku yang lemah karena cinta
Ya.. Cinta ku pada mu yang membuatku lemah
Namun, rasa cinta ini adalah anugrah untukku
Kini ku mengerti..
Jika memang kita berjodoh
Suatu saat kau dan aku akan menjadi kita
Kalau memang tidak
Rabu, 18 Maret 2015
Demonkrasi Pagi Ini
Belum lewat jam enam pagi , 2100 kaki memadati garasi .
Seri E , alphard , camry dan satu pintu , lamborgini , sejak subuh pergi .
Berganti spanduk , slogan , megafon , kamera DVD .
Sarapan pagi , lengkap nasi padang , telor , sambal , ayam panggang dan tusuk gigi .
Saudara-saudara , mari kita mulai dengan sentiaji .
Keserakahan dan korupsi , jadi urat nadi di negeri ini
Kita adalah darahnya saudara-saudara ...
Komprador yang melulu bising , mengisi kantor dan rekening
Lalu kita , jadi nasabahnya , saudara ...
Jadi , Janganlah bimbang , Mari kita berjuang dan menang !
Lawan perusak negara , lawan . Ayo , bariskan ambisi ...
Kuras habis negeri ini . Merdeka ! Merdeka ! merdeka kekayaan kita ...
Lewat sedikit jam tujuh pagi , 2100 bersalin 10.000 sepatu , memacu nafsu , mengepal tinju ...
Hari ini parlemen , Istana , Mahkamah , Kejaksaan dan KPK kita serbu ...
Turunkan penguasa dan penipu , benalu kesejateraan , juga kerakusan kita ...
Hahaha.....tidak perlu ragu , saudaraku
Semua ada ganjarannya ...
Semua aman kantongnya
Semua ikut saja denganku ....
Elit-elit yang demonkratis , Demon-demon yang bau amis ...
Lipat 10.000 jadi 10 juta , jarah 10 juta jadi Semilyar harta ...
Selamatkan semua , lengkap dengan subsidi , bit , hibah , pinjaman , valuta , saham dan kapital segala modal ...
Kabarkan pada semua turun ke jalan naik singgasana ...
Di bank terdekat kita bersua , berbagi rizki dan sedikit kuasa tanpa tanya tanpa mengapa ...
Demonkrasi . Hidup demonkrasi . Dengarlah aku bersumpah ...
Kita akan jadi sejarah , membela tanah tumpah darah . demi bangsa tegak dan gagah , Demi harta melimpah ...
Bersekutu sedikit dengan penjajah , sekedar taktik , tak apalah
Yang penting , kita tak pernah kalah , hahahaha....tak pernah kalah ....
Demonkrasi....hidup demon-krasi ! ....
OLEH BUDAYAWAN
OLEH BUDAYAWAN
RADHAR PANCA DAHANA
INDONESIA BUKAN SURGA KORUPTOR
Dahulu kita berjuang untuk indonesia yang bebas dari penjajahan .
Sekarang , perjuangan kita adalah memerdekakan indonesia melawan koruptor .
Terkadang koruptor kalah , tidak jarang kita yang kalah , tetapi kita tidak pernah tidak boleh sedikitpun menyerah .
Setelah reformasi 98 , gelora anti korupsi membaca , Korupsi kita tetapkan menjadi kejahatan luar biasa .
Kita ciptakan KPK . kita adalah KPK . Kita adalah indonesia yang bebas dari korupsi ..
Indonesia yang demokratis , adalah Indonesia yang anti korupsi .
Karena demokrasi dan demokrasi bukan kawan sejati ....
Karena korupsi dan demokrasi adalah LAWAN ABADI ...
Jangan pernah bermimpi kita akan berkawan dengan koruptor .
Jangan pernah bercita-cita indonesia akan berdamai dengan koruptor ...
Perang melawan koruptor adalah jihad kita , Jihad indonesia ...
Posisi kita sedang dalam posisi yang tidak mudah , tapi ini perputaran roda yang harus segera kita menangkan kembali ...
KPK yang kekuatan pemberantasan sangat kuat dan tidak ada kompromi ..
Ini bukan soal satu atau dua kasus , ini bicara soal gelombang perlawanan , semua kasus sama harus dikerjakan ...
Terkait kaus hakim yang menimpa saya , " MASYARAKAT " bisa melihat dengan bijak mana yang proses hukum , mana yang tidak ...
Soal tudingan tak berani hadapi proses hukum dan melobi Istana ?
Danny Indrayana menjawab " Saya menghormati perbedaan pendapat "
Kami mendengar Presiden melalui MENTERI NEGARA mengatakan hentikan kriminalisasi ...
Kami mendengar Presiden melalui MENTERI NEGARA mengatakan hentikan kriminalisasi ...
Saya bersama Bambang Widjajanto , Yunus Husein ( datang ke istana ) untuk memberikan penghormatan , apresiasi kepada Presiden Jokowi ...
Disindir tak sportif ? Denny Indrayana menjawab " Pak JK pasti punya alasan , sebagai Wapres beliau pasti bisa melihat dengan bijak " ...
OLEH DENNY INDRAYANA
Disindir tak sportif ? Denny Indrayana menjawab " Pak JK pasti punya alasan , sebagai Wapres beliau pasti bisa melihat dengan bijak " ...
OLEH DENNY INDRAYANA
BARISAN ANTI KORUPSI
BARISAN ANTI KORUPSI
3 Dekade lamanya , korupsi bertahta pada puncak kezalimannya dan Rakyat berada dalam batas titik nadir ketidakpercayaan.
Penguasa menggunakan kekuatan koersif dan politik dan melakukan dominasi dan hegemoni.
Sikap dan prilaku korupsi disamai ditanam kekuasaan serta difabrikasi dan dinikmati rezim pengusaa dan sebagian rakyat.
Kolusif dan Koruptif direkayasa secara sosial sehingga diyakini keliru seolah korupsi jadi oli penggerak pembangunan.
Saya , anda ,kalian dan kita tentu tidak menghendaki zaman kegelapan datang menyergap kembali, apapun alasannya .
Tak boleh ada demokrasi tanpa demokratisasi
Tidak boleh ada penegak hukum tanpa proses penegak hukum yang benar dan adil
Tak boleh ada demokratisasi tanpa didampingi penegak hukum yang substantif
Rasa ketakutan hadirnya kekuatan koersif yang menghadang harus disingkirkan karena dia tidak boleh hidup di era reformasi .
Bahaya laten dan manifest korupsi harus segera ditaklukkan , dihancurkan , berapapun ongkos sosial yang harus dibayar .
Jalan pemberantasan korupsi pasti bunuh diri , menanjak dan berliku .
Potensi resiko harus diambil sebagai sebuah resiko.
Karena tidak mungkin kekuasasan yang biasa mendapat keuntungan dari prilaku koruptif-nya akan diam saja.
Tapi jika ada tanda-tanda akan kembali kepada situasi awal para zaman otoritarian dulu , itu yang menyesakkan dan harus dicegah .
Saya berfikir, 15 tahun ini kita ngapain sebenarnya ? Otoritarian Merajalela di republik ini selama 3 dekade .
Gen Y , X , Z yang mempunyai kekuatan yang luar biasa , ditangan merekalah pemilu kemarin bisa berlangsung cukup baik
Saya yakin siapapun yang berani-berani menghancurkan negara ini dengan korupsi akan digilas oleh mereka .
Gerakan antikorupsi akan menemukan kembali energi dan spiritualitasnya ..
Korupsi menghancurkan seluruh sistem nilai keberadaban , kewarasan , dan kepercayaan publik pada kekuasaan .
Mengapa bangsa ini perlu merdeka ? Mengapa merdeka perlu diwujudkan sekonkrit mungkin ??? .
Oligarki dan sistem kartel sudah menemukan strategi untuk bisa akomodatif dalam sistem demokratisasi .
Media menjadi bagian penting dalam seluruh strategi , masyarakat diombang-ambing dengan berbagai informasi yang distortif .
Bagaimana Wakil Ketua KPK Nonaktif , Bambang Widjojanto menyinggapi status tersangka yang disandangnya ??? ..
Kami tayangkan demo pegawai KPK (3/3) yang menolak pelimpahan kasus Budi Gunawan ke Kejaksaan .
Bukankah hak berekspresi menjadi bagian penting yang dijamin konstitusi .
Walaupun kami mendapatkan tantangan yang luar biasa , tapi komitmen pemberantasan korupsi tidak surut sejengkal pun .
Korupsi menjadi masalah bersama , bukan hanya masalah hari ini .
Komitmen yang kami dapatkan dari elemen masyarakat sangat luar biasa .
Nama saya sekarang Bambang "tersangka"Widjojanto . Tersangka itu hanya proses bagaimana selesainya kita lihat saja
Saya lebih punya banyak waktu untuk membaca , dan berkomunikasi dengan keluarga
Saya menikmati keberuntungan mendapat cap tersangka .
Saya sedang disayang oleh Tuhan ,karena tidak mungkin seorang diberi cobaan sesuai dengan batas kemampuan kalau tidak disayang .
Saya tidak tahu apakah itu batas saya , tapi saya yakin semua cobaan sesuai dengan ukuran dan batas yang dimiliki oleh orang itu ... ????
OLEH BAMBANG WIDJOJANTO
Gen Y , X , Z yang mempunyai kekuatan yang luar biasa , ditangan merekalah pemilu kemarin bisa berlangsung cukup baik
Saya yakin siapapun yang berani-berani menghancurkan negara ini dengan korupsi akan digilas oleh mereka .
Gerakan antikorupsi akan menemukan kembali energi dan spiritualitasnya ..
Korupsi menghancurkan seluruh sistem nilai keberadaban , kewarasan , dan kepercayaan publik pada kekuasaan .
Mengapa bangsa ini perlu merdeka ? Mengapa merdeka perlu diwujudkan sekonkrit mungkin ??? .
Oligarki dan sistem kartel sudah menemukan strategi untuk bisa akomodatif dalam sistem demokratisasi .
Media menjadi bagian penting dalam seluruh strategi , masyarakat diombang-ambing dengan berbagai informasi yang distortif .
Bagaimana Wakil Ketua KPK Nonaktif , Bambang Widjojanto menyinggapi status tersangka yang disandangnya ??? ..
Kami tayangkan demo pegawai KPK (3/3) yang menolak pelimpahan kasus Budi Gunawan ke Kejaksaan .
Bukankah hak berekspresi menjadi bagian penting yang dijamin konstitusi .
Walaupun kami mendapatkan tantangan yang luar biasa , tapi komitmen pemberantasan korupsi tidak surut sejengkal pun .
Korupsi menjadi masalah bersama , bukan hanya masalah hari ini .
Komitmen yang kami dapatkan dari elemen masyarakat sangat luar biasa .
Nama saya sekarang Bambang "tersangka"Widjojanto . Tersangka itu hanya proses bagaimana selesainya kita lihat saja
Saya lebih punya banyak waktu untuk membaca , dan berkomunikasi dengan keluarga
Saya menikmati keberuntungan mendapat cap tersangka .
Saya sedang disayang oleh Tuhan ,karena tidak mungkin seorang diberi cobaan sesuai dengan batas kemampuan kalau tidak disayang .
Saya tidak tahu apakah itu batas saya , tapi saya yakin semua cobaan sesuai dengan ukuran dan batas yang dimiliki oleh orang itu ... ????
OLEH BAMBANG WIDJOJANTO
Selasa, 17 Maret 2015
SAJAK BULAN MEI 1998 DI INDONESIA
SAJAK BULAN MEI 1998 DI INDONESIA
Oleh W.S. Rendra
Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja.
Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan.
Amarah merajalela tanpa alamat.
Ketakutan muncul dari sampah kehidupan.
Pikiran kusut membentuk simpul-simpul sejarah.
O, jaman edan !
O, malam kelam pikiran insan !
Koyak-moyak sudah keteduhan tenda kepercayaan.
Kitab undang-undang tergeletak di selokan
Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan.
O, tatawarna fatamorgana kekuasaan !
O, sihir berkilauan dari mahkota raja-raja !
Dari sejak jaman Ibrahim dan Musa
Allah selalu mengingatkan
bahwa hukum harus lebih tinggi
dari keinginan para politisi, raja-raja, dan tentara.
O, kebingungan yang muncul dari kabut ketakutan !
O, rasa putus asa yang terbentur sangkur !
Berhentilah mencari ratu adil !
Ratu adil itu tidak ada. Ratu adil itu tipu daya !
Apa yang harus kita tegakkan bersama
adalah Hukum Adil.
Hukum Adil adalah bintang pedoman di dalam prahara.
Bau anyir darah yag kini memenuhi udara
menjadi saksi yang akan berkata :
Apabila pemerintah sudah menjarah Daulat Rakyat,
apabila cukong-cukong sudah menjarah ekonomi bangsa,
apabila aparat keamanan sudah menjarah keamanan,
maka rakyat yang tertekan akan mencontoh penguasa,
lalu menjadi penjarah di pasar dan jalan raya.
Wahai, penguasa dunia yang fana !
Wahai, jiwa yang tertenung sihir tahta !
Apakah masih buta dan tuli di dalam hati ?
Apakah masih akan menipu diri sendiri ?
Apabila saran akal sehat kamu remehkan
berarti pintu untuk pikiran-pikiran gelap
yang akan muncul dari sudut-sudut gelap
telah kamu bukakan !
Cadar kabut duka cita menutup wajah Ibu Pertiwi
Airmata mengalir dari sajakku ini.
Catatan :
Sajak ini dibuat di Jakarta pada 17 Mei 1998 dan dibacakan Rendra di DPR
(Kemarin Bengkel Teater mengirimkan dua sajak ke Jawa Pos)
Oleh W.S. Rendra
Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja.
Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan.
Amarah merajalela tanpa alamat.
Ketakutan muncul dari sampah kehidupan.
Pikiran kusut membentuk simpul-simpul sejarah.
O, jaman edan !
O, malam kelam pikiran insan !
Koyak-moyak sudah keteduhan tenda kepercayaan.
Kitab undang-undang tergeletak di selokan
Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan.
O, tatawarna fatamorgana kekuasaan !
O, sihir berkilauan dari mahkota raja-raja !
Dari sejak jaman Ibrahim dan Musa
Allah selalu mengingatkan
bahwa hukum harus lebih tinggi
dari keinginan para politisi, raja-raja, dan tentara.
O, kebingungan yang muncul dari kabut ketakutan !
O, rasa putus asa yang terbentur sangkur !
Berhentilah mencari ratu adil !
Ratu adil itu tidak ada. Ratu adil itu tipu daya !
Apa yang harus kita tegakkan bersama
adalah Hukum Adil.
Hukum Adil adalah bintang pedoman di dalam prahara.
Bau anyir darah yag kini memenuhi udara
menjadi saksi yang akan berkata :
Apabila pemerintah sudah menjarah Daulat Rakyat,
apabila cukong-cukong sudah menjarah ekonomi bangsa,
apabila aparat keamanan sudah menjarah keamanan,
maka rakyat yang tertekan akan mencontoh penguasa,
lalu menjadi penjarah di pasar dan jalan raya.
Wahai, penguasa dunia yang fana !
Wahai, jiwa yang tertenung sihir tahta !
Apakah masih buta dan tuli di dalam hati ?
Apakah masih akan menipu diri sendiri ?
Apabila saran akal sehat kamu remehkan
berarti pintu untuk pikiran-pikiran gelap
yang akan muncul dari sudut-sudut gelap
telah kamu bukakan !
Cadar kabut duka cita menutup wajah Ibu Pertiwi
Airmata mengalir dari sajakku ini.
Catatan :
Sajak ini dibuat di Jakarta pada 17 Mei 1998 dan dibacakan Rendra di DPR
(Kemarin Bengkel Teater mengirimkan dua sajak ke Jawa Pos)
INDONESIA
INDONESIA
Oleh Rony Del Bachty
Oleh Rony Del Bachty
Kita adalah bangsa yang besar;
Bangsa yang cinta damai;
Bangsa yang cinta damai;
Kita memang berbeda,
satu sama yang lainnya;
Walau kita berbeda suku, budaya, bahasa, adat istiadat dan agama;
Kita tetap satu
Kesatuan menjunjung tinggi perbedaan;
satu sama yang lainnya;
Walau kita berbeda suku, budaya, bahasa, adat istiadat dan agama;
Kita tetap satu
Kesatuan menjunjung tinggi perbedaan;
Kita berdaulat
Terpandang di mata dunia;
Karena kita bersaudara
Tiada yang akan memisahkan kita;
Terpandang di mata dunia;
Karena kita bersaudara
Tiada yang akan memisahkan kita;
Tanah yang subur
Lambang kemakmuran negri;
Lautan luas, harta yang tak terkira;
Selama kita bersama-sama
Pastilah kita jaya!
Lambang kemakmuran negri;
Lautan luas, harta yang tak terkira;
Selama kita bersama-sama
Pastilah kita jaya!
Kita harus bangga
Bangga pada nusantara
Bangga sebagai anak bumi pertiwi;
Bangga pada tanah air kita;
Bangga pada nusantara
Bangga sebagai anak bumi pertiwi;
Bangga pada tanah air kita;
Lihatlah selalu ke depan
Pantang surut ke belakang;
Marilah kita bersatu padu;
Bangun negri, dengan bijaksana;
Pantang surut ke belakang;
Marilah kita bersatu padu;
Bangun negri, dengan bijaksana;
Jangan saling berbantahan;
Jangan ada lagi pertikaian;
Jangan saling menyalahkan;
Jangan mudah di adu-domba
Jangan menjadi lemah
Jangan ada lagi pertikaian;
Jangan saling menyalahkan;
Jangan mudah di adu-domba
Jangan menjadi lemah
Kita kuat
Nyalakan syiar kebangkitan;
Bulatkan tekad kita
Pastilah kita pemenangnya;
Nyalakan syiar kebangkitan;
Bulatkan tekad kita
Pastilah kita pemenangnya;
Songsonglah kemajuan bangsamu;
Dengan jiwa ksatria
Tunjukkan pada dunia
Bangsa kita memang ada;
Dan akan selalu ada selamanya;
yaitu, Bangsa Indonesia.
Dengan jiwa ksatria
Tunjukkan pada dunia
Bangsa kita memang ada;
Dan akan selalu ada selamanya;
yaitu, Bangsa Indonesia.
Cikupa, 20 februari 2015.
TANGISAN INDONESIA TERSIRAT
TANGISAN INDONESIA TERSIRAT
Oleh Joni Affandi
Oleh Joni Affandi
Empat Puluh Lima ancaman telah tiada,
Raga yang berlumur darah menjadi saksi,
Saat kain merah dan putih berkibar diudara,
Bergetar hati…
Meneteskan air mata kebahagiaan,
Sujud syukur yang dipanjatkan,
Raga yang berlumur darah menjadi saksi,
Saat kain merah dan putih berkibar diudara,
Bergetar hati…
Meneteskan air mata kebahagiaan,
Sujud syukur yang dipanjatkan,
Langit pun terus bergerak mengikuti angin menari,
Empat Puluh Lima terus dikenang jiwa,
Membantu ulat dalam metamorposisnya,
Tuk jadi kupu-kupu yang terbang tinggi,
Langit yang mengikuti angin disertai jaman,
Globalisasi kini masuk dalam kepompong,
Badai besar menghampiri kehidupan,
Kehidupan buruk kian merusak kepompong,
Diantara kepompong menahan tuk memberi senyuman,
Empat Puluh Lima terus dikenang jiwa,
Membantu ulat dalam metamorposisnya,
Tuk jadi kupu-kupu yang terbang tinggi,
Langit yang mengikuti angin disertai jaman,
Globalisasi kini masuk dalam kepompong,
Badai besar menghampiri kehidupan,
Kehidupan buruk kian merusak kepompong,
Diantara kepompong menahan tuk memberi senyuman,
Diantara kepompong terjatuh dan terinjak melupakan Empat Puluh Lima,
Keburukannya tericium disekitarnya,
Merusak Empat Puluh Lima,
Indonesia terdiam menahan tangisan,
Keburukannya tericium disekitarnya,
Merusak Empat Puluh Lima,
Indonesia terdiam menahan tangisan,
Senin, 09 Maret 2015
" Dunia dan semua semua yang ada di dalamnya "
" Dunia dan semua semua yang ada di dalamnya "
Bila kau bisa tetap menegakkan kepala ketika semua orang di sekitarmu
Bila kau bisa tetap menegakkan kepala ketika semua orang di sekitarmu
Tak dapat melakukannya dan mereka menyalahkanmu;
Bila kau bisa menaruh kepercayaan pada dirimu ketika semua orang
meragukanmu,
Tetapi kau juga memperkenankan keraguan mereka ;
Bila kau tak bisa menunggu dan tidak lelah menunggu ,
Atau dibohongi , tapi tidak berbohong ,
Atau dibenci , tapi tidak membenci ,
Namun kau tidak tampak terlalu baik , dan berbicara dengan bijak :
Bila kau bisa bermimpi---tapi tidak diperbudak mimpimu ;
Bila kau bisa berfikir---tapi tidak menjadikan pikiranmu sebagai tujuanmu ;
Bila kau bisa menghadapi Kemenangan dan Bencana
Dan memperlakukan kedua penipu ini setara
Bila kau mampu mendengar kebenaran yang kau ucapkan
Dipelintir oleh para bajingan untuk membuat perangkap bagi orang bodoh
Atau melihat hal-hal yang kau curahkan untuk kehidupan menjadi hancur ,
Dan membungkuk dan membuangnya kembali dengan alat-alat usang ;
Bila kau bisa membuat semua kemenanganmu menjadi satu tumpukan
Dan merisikokannya pada sebuah permainan lontaran-dan lemparan ,
Dan kalah dan memulai lagi dari awal ,
Dan tak pernah mengucapkan sepatah kata pun tentang kekalahanmu ;
Bila kau bisa memaksa jantung dan saraf dan uratmu
Melayani giliranmu jauh setelah semua itu tiada
Dan terus bertahan ketika tiada ada sesuatu dalam dirimu
Kecuali kemauan yang mengatakan padanya : " Bertahanlah ";
Bila kau bisa berbicara dengan kerumunan orang
dan mempertahankan kebijakanmu ,
Atau berjalan dengan para Raja---dan tidak kehilangan sentuhan umum ;
Bila baik musuh maupun teman tak dapat menyakitimu ;
Bila semua orang berhitung bersamamu , tapi tidak terlalu banyak ;
Bila kau bisa mengisi menit yang tidak kenal ampun
Dengan berlari jauh selama enam puluh detik ,
Dunia dan seluruh isinya kan menjadi milikmu ,
Dan----lebih dari itu---kau akan menjadi Manusia dewasa
Sabtu, 07 Maret 2015
KEMBALIKAN INDONESIAKU
KEMBALIKAN INDONESIAKU
Pejam terpejam dalam gelap kehidupan
hitam,merah memudar,putih tenggelam
perlahan samar dan hilang
mengalir deras dalam pengat telinga
menjerit keras tak dipedulikan oleh tanah kelahiran
hitam,merah memudar,putih tenggelam
perlahan samar dan hilang
mengalir deras dalam pengat telinga
menjerit keras tak dipedulikan oleh tanah kelahiran
Ini INDONESIA negara tanda tanya...???
negara yang di berpenghuni peninggi tak peduli dan
aku tak tahu lagi harus dengan bahasa apa...?
sedangkan bahasa Ku BAHASA INDONESIA
negara yang di berpenghuni peninggi tak peduli dan
aku tak tahu lagi harus dengan bahasa apa...?
sedangkan bahasa Ku BAHASA INDONESIA
Haruskah aku memohon, meminta atau bersujud
agar yang tinggi diluar sana dapat mendengarku
aku hanya bisa membuka mulut mengeluarkan suaraku
untuk di mengerti serta dipahami
karena ku tahu lidah dan pita suaraku sudah kalian dengar
hanya saja kalian tak peduli
agar yang tinggi diluar sana dapat mendengarku
aku hanya bisa membuka mulut mengeluarkan suaraku
untuk di mengerti serta dipahami
karena ku tahu lidah dan pita suaraku sudah kalian dengar
hanya saja kalian tak peduli
Teman, atau kalian yang tinggi tak ku tahu siapa namamu ...?
kali ini kucoba bertanya
mengharap pegertian besar
dari kata PEDULI
membuat hal kecil menjadi sempurna
dan semua itu layak memiliknya
kali ini kucoba bertanya
mengharap pegertian besar
dari kata PEDULI
membuat hal kecil menjadi sempurna
dan semua itu layak memiliknya
Hemzzz...
merahmu, putihmu
hanya ada di hati rakyatmu yang
berkobar dan bersinar
yang selalu bersemangat bernyanyi INDONESIA RAYA.
merahmu, putihmu
hanya ada di hati rakyatmu yang
berkobar dan bersinar
yang selalu bersemangat bernyanyi INDONESIA RAYA.
Sekarang apa lagi yang harusku tulis
kaupun tahu menahu apa maksud perkataanku
jadi, apa lagi yang ku tulis
kaupun tahu menahu apa maksud perkataanku
jadi, apa lagi yang ku tulis
Karena merah darahku tak lagi berkobar
jadi, apa lagi yang ku katakan
jadi, apa lagi yang ku katakan
Karena putih tulangku tak lagi bersinar atau, mungkin kata PEDULI takkan pernah ada
atau, sudah mati di hati dirimu sendiri
sebab negeri kita di isi peninggi tak peduli
atau, sudah mati di hati dirimu sendiri
sebab negeri kita di isi peninggi tak peduli
SEBAIT ASA MANUSIA
SEBAIT ASA MANUSIA
Di keheningan nan senyap kumerenung
mesti kusadari sepenuhnya.....
yah....aku memang tak layak untukmu
manusia hina yang terlahir dari percintaan nafsu terlarang
anak manusia yang tak pernah diinginkan kehadirannya di dunia
manalah mungkin berdampingan dengan manusia suci serupamu
mesti kusadari sepenuhnya.....
yah....aku memang tak layak untukmu
manusia hina yang terlahir dari percintaan nafsu terlarang
anak manusia yang tak pernah diinginkan kehadirannya di dunia
manalah mungkin berdampingan dengan manusia suci serupamu
Tapi aku selalu bersyukur dengan kesempatan hidup yang Tuhan berikan padaku
dan setidaknya aku masih percaya bahwasanya bagi sang pencipta pada hakekatnya derajat manusia itu sama
dan yang membedakan hanyalah amal ibadahnya
karena itulah sebisaku terus berjuang tuk menjadi manusia yang berguna
agar layak duduk berdampingan dengan manusia lain
dan tinggi rendah derajatku kuserahkan sepenuhnya pada Illahhi Rabby yang Maha suci
dan setidaknya aku masih percaya bahwasanya bagi sang pencipta pada hakekatnya derajat manusia itu sama
dan yang membedakan hanyalah amal ibadahnya
karena itulah sebisaku terus berjuang tuk menjadi manusia yang berguna
agar layak duduk berdampingan dengan manusia lain
dan tinggi rendah derajatku kuserahkan sepenuhnya pada Illahhi Rabby yang Maha suci
Aku mungkin tak pantas mengharapkanmu
parasku tak elok karenanya aku terus berusaha tuk memperindah hati
aku tak kaya harta tapi kucoba tuk memperkaya iman dengan takwa
aku tak pandai tapi aku berusaha tuk tak lelah mencari dan terus menuntut ilmu tuk bekal hidup
parasku tak elok karenanya aku terus berusaha tuk memperindah hati
aku tak kaya harta tapi kucoba tuk memperkaya iman dengan takwa
aku tak pandai tapi aku berusaha tuk tak lelah mencari dan terus menuntut ilmu tuk bekal hidup
Aku mungkin tak patut jadi pendampingmu
tapi masih kutanam keyakinan sepenuhnya
bahwasanya Allah itu maha penyayang
dan pasti kan ada penggantimu
yang akan bisa menerimaku sepenuhnya
tanpa melihat dari mana aku terlahir
Insya allah..... Tuhan itu Maha Adil
tapi masih kutanam keyakinan sepenuhnya
bahwasanya Allah itu maha penyayang
dan pasti kan ada penggantimu
yang akan bisa menerimaku sepenuhnya
tanpa melihat dari mana aku terlahir
Insya allah..... Tuhan itu Maha Adil
SENDU KALA HUJUNG
SENDU KALA HUJUNG
Oleh Wisnu Guntur Samudra
Oleh Wisnu Guntur Samudra
“ Malam tak berbintang
Terpaku sepi di sini
Hanya rembulan malam
Senyum untukku ”
Terpaku sepi di sini
Hanya rembulan malam
Senyum untukku ”
Sepenggal lirik nestapa berpanggul luka
Bersepi diri ditemani desah kelambu
Rintik hujan tertambat
Kini kembali bercucuran
Layaknya keneker saling berjatuhan
Pupus semua harapan
Yang konon belum tersampaikan
Bersepi diri ditemani desah kelambu
Rintik hujan tertambat
Kini kembali bercucuran
Layaknya keneker saling berjatuhan
Pupus semua harapan
Yang konon belum tersampaikan
Sosok nglangut tak tergoyahkan
Sendiri bersedih hati
Bersiur tangis tak terelakkan
Namun luka itu, tak terhapus
Begitu saja
Sendiri bersedih hati
Bersiur tangis tak terelakkan
Namun luka itu, tak terhapus
Begitu saja
Ingin rasanya menikmati peluk
Bersandar dalam lautan hiruk pikuk
Menjalin kasih yang lampau terabaikan
Menyusun kembali fragmen yang terceceran
Bersandar dalam lautan hiruk pikuk
Menjalin kasih yang lampau terabaikan
Menyusun kembali fragmen yang terceceran
MAYAPADA JAVA PUSAKA NINGRAT
MAYAPADA JAVAPUSAKANINGRAT
Oleh Wisnu Guntur Samudra
Oleh Wisnu Guntur Samudra
Mata kodak terpaku loka tak bertuan
Gemah ripah loh jinawi
Julukannya
Kudapan budaya sarat nuansa makna
Takkan lindap kendati termakan zaman
Gemah ripah loh jinawi
Julukannya
Kudapan budaya sarat nuansa makna
Takkan lindap kendati termakan zaman
Masehi.
Dora , Sembada utusan Ajisaka
Berputih tulangsetelah mengadu senjata
Mungkin tak berpedang, namun bersenjata
Kelumit gandeng kata
Mewedar semarak panah Sang Aji
Berputih tulangsetelah mengadu senjata
Mungkin tak berpedang, namun bersenjata
Kelumit gandeng kata
Mewedar semarak panah Sang Aji
Tertoreh dalam secarik lontar.
Bertikam hikayat epik nan mencekam :
Bertikam hikayat epik nan mencekam :
// Ha Na Ca Ra Ka
Mukti kawisesaning Sang Hyang Agung
Harap insan dalam antero purnama Ilahi
Cinta sejati terbersit dari nurani
Kobarkan hasrat sampai aki nini
Mukti kawisesaning Sang Hyang Agung
Harap insan dalam antero purnama Ilahi
Cinta sejati terbersit dari nurani
Kobarkan hasrat sampai aki nini
// Da Ta Sa Wa La
Hidup berbalut apa adanya
Pandang visi nan jauh di mata
Tularkan untaian kasih bak kasih Tuhan
Arungi sinus implikasi
Tanpa batas
Hidup berbalut apa adanya
Pandang visi nan jauh di mata
Tularkan untaian kasih bak kasih Tuhan
Arungi sinus implikasi
Tanpa batas
// Pa Dha Ja Ya Nya
Memahami kodrat
Hingga detak tak berdegup
Pun nafas tak terhembus
Memahami kodrat
Hingga detak tak berdegup
Pun nafas tak terhembus
// Ma Ga Ba Tha Nga
Selaras diri bersatu dengan alam
Melucuti ego nan sekian terpendam
Lahirkan indraloka
Bersimpangan bujur dan melintang
Selaras diri bersatu dengan alam
Melucuti ego nan sekian terpendam
Lahirkan indraloka
Bersimpangan bujur dan melintang
WHERE IS HE / DIMANAKAH DIA ?
Where is he?
Nobody lives are at stake ...
No blood should be sacrificed ...
There is no life at stake ...
There are no items that can guarantee ...
And no one would know ...
Who Sesok this leader?
People
Oh
people
People do not membuhtuhkan elektabilitas you ...
People do not membuhtuhkan your popularity ...
People do not membuhtuhkan pecitran you ...
But
Not always the same pempin above ...
Only a handful of leaders who memperdulikannya ...
Only he who knows ada'nya ...
Namaun difficult to look into the world ...
Hidden in spaces of political cheating ...
Hindered veil of injustice ...
Shackled and chained bitter tale of corruption plays ...
Stranded in the impressions of the god of money ...
Could it be the pemipin
Small people miss her soft hands
Which will caress this country into sejatera ...
Young children miss skilled hands
That will turn education into a feat ...
Officials miss hands he said
Which will lead to a better direction ...
The scholars miss the hands noble
What makes morality to be an example ...
All hands longing optimism
Convince the country to progress.
Is there a choice between us now ....
Is there a ball at the end of this world,
Is there a whisper abstentions on paper this sounds,
Is there honesty conscience guide you,
Is there a sweet promises believe,
Are there any jargon ghoib dreamy,
Is there a "dawn raid" ground his?
No one knows for sure,
Fate of the leader falls on anyone,
But trust must still be fulfilled,
Although thousands of ghost political seduction crashing,
Do not go out of control,
This country suadh stranded fragile,
In the overload range of injustice is already heavy.
And destiny also said
Will be whether the darkness for the sake of darkness
Will continue fertile cultured in this country
Or whether there will be a figure of light
That will come with bright colors in this country.
At all difficult moments?
Sabtu, 31 Januari 2015
HARGA MATI KPK --- POLRI
Jika korupsi sudah menggerogoti pemerintahan , menegakkan hukum mutlak menjadi kehancuran.
Penegak hukum harus bersih sebersih-bersihnya agar koruptor tak lagi merajalela , menebarkan rangkap dan jala
Dengan iming-iming kekayaan , koruptor merancang agenda busuk yang melemahkan.
Amunisi di terbangkan ke delapan penjuru angin berharap ada penegak hukum yang sudi diajak main.
Kasus lama dibuka kembali , dalam sehari dua hari , komisioner KPK langsung alis kriminalisasi.
Koruptor bersorak riang dan suka hati , karena pemberantas korupsi bisa dihambat lagi.
Tak ada yang di untung dari perseteruan KPK DAN KORPS BAYANGKARA , kecuali para pencoleng uang negara.
KPK harus mau mendengarkan kritik , polisi jangan lupa bermain-main dengan intrik.
Pejabat yang kotor tak perlu dibela sepenuhnya jiwa , itu merusak wibawa dan menyenang kan para penyaman saja.
KPK DAN POLRI harus sama-sama kuat , sebab musuh piawai berganti muka , bersembunyi dalam berbagai rupa.
Save KPK dan POLRI karena kita butuh aparat yang bernyali , yang tak ragu memangkas benaluyang tumbuh di rumah sendiri.
Orang bijak membuat putusan nya sendiri-sendiri , orang bodoh mengikuti opini publik ( Grant land rice , penulis AS )
TIDAK ADA OPINI PUBLIK . YANG ADA HANYA ITU , HANYA OPNI YANG DIPUBLIKASIKAN ( WINTON CHURCHILL , NEGARAWAN INGGRIS ) HARGA MATI KPK - POLRI DAN ITULAH YANG TERJADI MENERUT PENDAPAT SAYA
Sabtu, 24 Januari 2015
SEBUAH UCAPAN
Sebuah
ucapan....
Anda memberikan sejuta harapan bagi kami...
Anda membuat sebuah inspirasi bagi kami...
Anda memberi
pengalaman berarti...
Anda menunjuk’kan sebuah cahaya...
yang tak termakan oleh sebuah waktu...
Kepada kami untuk kemudian hari...
masalah demi masalah yang terjadi pada kami
hanya bisa menangis
darah tetes demi tetes
darah yang
keluar dari kelopak mata kami...
ketika kami dihadapi
masalah-masalah keluarga
karena ketidak
mengertian kami...
ketika kami di
gelapkan masalah-masalah yang di larang oleh agama
karena ketidak pahaman kami...
ketika kami di hembuskan masalah-masalah kehidupan
karena kemiskinan pengalaman kami...
ketika kami di hantam
masalah-masalah percinta’an
karena ke butaan
kami...
engkau bagaikan setitik cahaya bagi kami
yang
menuntun kami dari kelamnya dunia ini...
memberikan setiap perkataan motifasi
yang bukan dari kedua orang tua kami...
kami sama hal’nya sebatang pohon yang baru tumbuh
yang menerima hembusan-hembusan angin segar bagi kami
kami tidak akan pernah melupakan jasa-jasa kebaikan bapak...
kami hanya bisa memberikan sebuah puisi
dan
kami hanya bisa memberikan sebuah ucapan yang bisa kami
ucap’kan
Terima kasih
Terima kasih
Terima kasih
Dan
Terima kasih
untuk dosen
pak indra gamayanto
semoga kelak
kami akan menjadi penerus bangsa ini atau mengejar impian kami masing-masing
amin.......
Universitas Dian Nuswantoro
Teknik informatika 2013/2014
Etika
profesi
A11.4215
Minggu, 18 Januari 2015
DIMANAKAH DIA ?
Tak ada nyawa yang harus dipertaruhkan...
Tak ada darah yang harus dikorbankan...
Tak ada jiwa yang harus dipertaruhkan...
Tak ada barang yang bisa menjamin...
Dan tak ada yang pasti tau...
Siapakah sosok pemimpin ini ?
Rakyat
Oh
rakyat
Rakyat tak membuhtuhkan elektabilitas anda...
Rakyat tak membuhtuhkan popularitas anda...
Rakyat tak membuhtuhkan pecitraan anda...
Tetapi
Tak selama’nya pempin di atas itu sama...
Hanya segelintir pemimpin yang memperdulikan’nya... ?
Hanya dialah yang tau ada’nya...
Namaun sulit terlihat kedunia...
Tersembunyi dalam ruang-ruang kecurangan politik...
Terhalang tabir ketidak adilan...
Terbelenggu dan terbelenggu kisah pahitnya sandiwara korupsi ...
Terdampar dalam kesan-kesan dewa uang... ?
Mungkinkah sang pemipin itu berada
Rakyat kecil rindu tangan-tangan lembutnya
Yang akan membelai negri ini menjadi sejatra...
Anak-anak kecil rindu tangan-tangan terampilnya
Yang akan menyulap pendidikan menjadi prestasi...
Para pejabat rindu tangan-tangan tegasnya
Yang akan membimbing ke arah yang lebih baik...
Para ulama rindu tangan-tangan mulianya
Yang menjadikan akhlaq menjadi teladan...
Semua rindu tangan-tangan optimis’nya
Meyakinkan negri ini pada kemajuan. ?
Adakah diantara pilihan kita kini....
Adakah di ujung bola dunia ini,
Adakah bisikan golput di atas kertas suara ini,
Adakah kejujuran nurani menuntunmu,
Adakah janji-janji manis meyakini,
Adakah jargon-jargon ghoib menerawang,
Adakah “ serangan fajar “ menggertakan ?
Tiada yang tahu pasti,
Takdir sang pemimpin jatuh pada siapa,
Namun amanah harus tetap ditunaikan,
Meskipun beribu hantu rayuan politik menerjang,
Jangan lepas kendali,
Negri ini suadah terdampar rapuh,
Di bebani ragam ketidak adilan yang terlanjur lebat .
Dan takdir pula bersabda
Akan kah kegelapan demi kegelapan
Akan terus subur berbudaya di negri ini
Atau kah akan ada sosok cahaya
Yang akan datang membawa warna terang di negri ini . ?
DI SAAT-SAAT SERBA SULIT ?
Rabu, 14 Januari 2015
TAK AKAN RAPUH
Daun kering yang begitu rapuh .
Di injak-injak seakan tak berguna .
Terbang bersama hembusan angin
Di telan dengan gulungan ombak
Auman singa menusuk-nusuk hati
Sembilu berbisa menambah luka semakin parah
Berusaha dan berusaha hingga tak terduga
Teriakan dahsyat sinar rembulan
Menyambung sayap putus menyatukan harapan
Yang hancur berkeping-keping
Daun kering kembali hijau
Mendapat tangkai yang lebih kokoh
Tak akan jatuh
Tak akan runtuh
Langganan:
Postingan (Atom)


