Selasa, 26 Januari 2016
Kerjasama Informasi Pertahanan Korsel -- AS Dengan Link 16
Kerjasama Informasi Pertahanan Korsel – AS dengan Link 16
SEOUL:(DM) - Amerika Serikat dan Korea Selatan sedang menggagas pertukaran informasi secara real-time untuk jaringan pertahanan rudal mereka, yang dibahas 22/1/2016.
Pembentukan saluran informasi real-time dengan AS dalam tahun ini, menandai langkah pertama dalam mendirikan jaringan pertahanan rudal bilateral – serta jaringan lainnya yang menghubungkan Korea Selatan dengan Jepang dan dengan keduanya: Jepang dan Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari dorongan AS terhadap kerjasama pertahanan trilateral yang kuat sebagai bagian dari strategi Asia Timur Laut.
Dengan kerjasama itu, Korean Air and Missile Defense System (KAMD) memungkinkan Korea Theater Missile Operation Cell (KTMO Cell) memerintahkan penyergapan terhadap rudal Patriot dan rudal lainnya setelah menerima informasi peluncuran rudal Korea Utara yang terdeteksi oleh radar militer Korea Selatan.
Struktur ini mirip dengan pertahanan rudal yang digunakan oleh USFK, yang juga mempekerjakan sarana terpisah dari alat deteksi dan rudal penyergapnya.
Sistem berbagi saluran informasi bilateral ini disampaikan oleh Departemen Pertahanan Nasional Korea Selatan yang memungkinkan bertukar informasi secara real-time melalui linking and interlocking dari dua jaringan pertahanan rudal yang terpisah melalui jaringan pertukaran data taktis, militer AS, Link 16.
THAAD missile interceptor. (US Missile Defense Agency)
“Jika radar kami mendeteksi peluncuran rudal Korea Utara, informasi itu akan diteruskan ke militer AS secara real time, dan juga informasi yang diperoleh oleh satelit peringatan dini militer AS akan langsung dilaporkan kepada kami,” jelas seorang pejabat kementerian.
Langlah berbagi informasi ini dinilai sebagai langkah pertama menuju kemungkinan operasi gabungan dari dua jaringan pertahanan rudal independen ke dalam sistem pertahanan rudal AS.
Terhubungnya sistem Korea Selatan dan AS juga akan menghubungkannya ke sistem pertahanan rudal dari Pasukan Bela Diri Jepang, yang menyebabkan kerjasama militer yang lebih erat dengan Jepang.
Kesepakatan tentang berbagi informasi tentang ancaman nuklir dan rudal Korea Utara yang ditandatangani oleh tiga negara pada Desember 2014, memprioritaskan interoperation dan koneksi dari sistem pertahanan rudal mereka.
oleh : Park Byong-su
Konsep Baru F-15 : Akan Bawa 16 Rudal
Konsep Baru F-15: Akan Bawa 16 RuDal
Konferensi Asosiasi Angkatan Udara yang merupakan agenda tahunan akan dimulai pekan ini di luar Washington. Boeing akan menjadikan ajang ini untuk mengenalkan sejumlah konsep baru pengembangan senjata. Salah satunya adalah desain konfigurasi baru F-15 yang memungkinkan pesawat berumur 43 tahun ini bisa membawa 16 rudal udara ke udara. Ini gila-gilaan karena meningkat dua kali lipat dibandingkan jumlah senjata yang ada sektrang.
Menurut Boeing desain yang ditampilkan adalah dengan akan menempatkan sembilan stasiun senjata di masing-masing sayap. Desain ini berspekulasi bahwa Eagle akan membawa tanki bahan bakar konformal
Untuk menuju konsep desain menggunakan F-15 Silent Eagle. Tetapi modifikasi juga bisa dilakukan untuk semua varian. Tangki bahan bakar konformal misalnya dapat dipasang untuk ada F-15C / D. Sehingga modifikasi tidak terbatas pada F-15 seri Strike Eagle saja.
Sebagaimana dilaporkan Foxtrotalpha rudal udara ke udara yang lebih banyak akan menjadi keunggulan baru bagi Eagle karena akan lebih banyak pilihan taktis saat menghadapi musuh yang kuat, dan hal ini juga menjadikan Eagle mungkin dapat bekerja sebagai “gudang senjata” yang bisa bekerja bersama siluman F-35 dan F-22. Dengan menggunakan data F-22 yang dikirimkan ke Eagle, bersama dengan data radar F-35, F-15 bisa melesatkan banyak rudal dari jarak jauh. Ini juga akan memungkinkan F-35 dan F-22 untuk bekerja sebagai manajer pertempuran di depan posisi Eagle bahkan setelah teluk senjata mereka kosong.
Untuk batas tertentu, beberapa fitur baru menggunakan konsep Eagle yang paling baru yakni F-15SA yang dibangun untuk Arab Saudi yang disempurnakan untuk menjadi F-15 Eagle Advanced.
Tanpa ragu, F-15 Eagle Advanced ini nanti akan sangat membunuh terlebih dengan sensor beragam dan memiliki array yang mengagumkan. Tetapi pertanyaannya adalah: apakah ada yang akan membelinya?
Dengan F-35 telah menguras seluruh pesanan di dunia, dibantu oleh dukungan kuat Pemerintah AS, F-15 Eagle Advanced, meski F-15 dikenal sebagai pesawat yang sangat tangguh tetap akan sulit dijual.Secanggih apapun F-15 baru ini nanti tetap belum memiliki sifat siluman. Sampai sekarang, pesanan dari Arab Saudi adalah satu-satunya yang tersisa di rencana produksi F-15, yang akan berjalan sampai akhir dekade ini. Jika tidak ada pesanan baru maka sulit bagi pesawat ini untuk terus diproduksi.
Angkatan Udara AS saat ini memiliki 178 upgrade F-15C / D “Golden Eagles” dalam pelayanan sampai beberapa dekade yang akan datang. Diharapkan bahwa pesawat ini akan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.
DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER.


BAGAIMANA PENTAGON MENGKOORDINASI OPERERASI DI SELURUH DUNIA ?
BAGAIMANA PENTAGON MENGKOORDINASI OPERERASI DI SELURUH DUNIA?
Militer AS memiliki jangkauan yang benar-benar global, dengan kehadiran di setiap benua. Untuk melaksanakan tugas mempromosikan kepentingan AS di seluruh dunia, Departemen Pertahanan membagi dunia ke dalam enam bidang tanggung jawab dan tiga perintah non-geografis. Melalui sembilan perintah, militer memonitor seluruh planet setiap menit setiap hari, setiap hari sepanjang tahun.
Kita kerap bingung dengan berbagai lembaga yang ada di militer terbesar di dunia ini. Untuk memberi gambaran bagiamana koordinasi dilakukan berikut lembaga-lembaga yang dibangun Pentagon.
Hasil Foto Mata-mata ' Si Wulung ', Drone Made In Bandung
Hasil Foto Mata-mata 'Si Wulung', Drone Made In Bandung
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) pada awal Februari 2016 akan menyerahkan Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau drone bernama Wulung, kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Saat diserahkan, selanjutnya Wulung akan dioperasikan oleh TNI AU untuk menjalankan misi intelijen, pemantauan, dan pengawasan.
Wulung, saat bertugas, bisa terbang dengan radius 120 kilometer (km) dari pusat take off dengan ketinggian jelajah maksimal 8.000 kaki. Sebelum menjalankan misi mata-mata, pusat pengendali telah menyusun rencana rute atau terbang.
Selama terbang, Wulung bisa mengambil gambar sesuai target yang diincar.
"Sebelum terbang sudah diset mau ke mana, namun saat terbang juga bisa berubah rute sesuai perintah (pusat pengendali)," kata Chief Engineer untuk PTTA, PTDI, Bona P Fitrikananda, kepada detikFinance, Senin (25/1/2016).
detikFinance pun memperoleh beberapa gambar sasaran atau saat wulung sedang uji terbang di udara.
Meski mampu terbang hingga ketinggian 8.000 dari permukaan, Wulung hanya bisa mengambil foto secara jelas dengan ketinggian antara 3.000-4.000 kaki.
"Ini lumayan tinggi sampai 8.000 kaki. Itu maksimum altitude (ketinggian), kalau kamera punya keterbatasan optimalnya 3.000-4.000 kaki," sebutnya.
Selain terbang siang, Wulung memiliki teknologi infra red, sehingga misi mata-mata tetap bisa dijalankan saat malam hari. Dengan kemampuan itu, Wulung memang akan ditempatkan di daerah perbatasan atau daerah yang rawan kegiatan ilegal.
"Misi utamanya ialah mengawasi perbatasan," tambahnya.
Ini 'Si Wulung', Drone Buatan PTDI yang Terbang Hingga Radius 120 Km
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memperoleh penugasan pemerintah untuk melakukan proses produksi Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau drone. Tahap awal, PTDI hampir menyelesaikan sertikat tipe (type certificate) PTTA Wulung.
PTTA Wulung merupakan hasil pengembangan drone yang awalnya dirancang oleh Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Setelah keluar hasil prototype drone bernama Wulung, selanjutnya PTDI diberi tugas oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk melakukan tahap sertifikasi hingga produksi.
Secara bentuk PTDI tidak melakukan perubahan, namun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen pesawat terbang ini melakukan perombakan dari material hingga sistem drone tersebut.
"Pesawat ini bentuk luar luar mirip dengan dikembangkan oleh BPPT, tetapi secara dalamannya sudah jauh berbeda yakni mulai dari material dan proses pembuatan. Kemudian sistem itu sudah jauh berbeda dengan yang dipakai dan dikembangkan teman-teman BPPT," kata Chief Engineer untuk PTTA, PTDI, Bona P Fitrikananda, kepada detikFinance, Senin (25/1/2016).
PTDI melakukan persiapan proses produksi untuk Wulung sejak 2014. Wulung sudah menjalani berbagai uji agar bisa mengantongi sertifikat tipe. Pada akhir Januari 2016, Wulung ditargetkan bisa memperoleh sertifikat tipe dari Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA).
Bila proses sertifikasi tuntas, Wulung telah memenuhi standar industri penerbangan dan siap diproduksi massal. Rencananya, 3 unit Wulung bakal diserahkan kepada pemesan, yakni Kementerian Pertahanan (Kemhan) mulai awal Februari 2016, setelah sertifikat tipe terbit.
Selain itu, Bona juga menjelaskan, fungsi drone made in Bandung ini yakni dirancang untuk melakukan misi pengawasan, pemantauan, hingga intelijen alias mata-mata. Saat terbang, Wulung mampu terbang dari pusat take off hingga radius 100-120 kilometer (km), dan mampu terbang selama 4 jam non stop. Wulung mampu terbang dengan ketinggian 8.000 kaki (feet).
"Wulung bisa terbang sejauh 100-120 km," sebutnya.
DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER.
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) pada awal Februari 2016 akan menyerahkan Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau drone bernama Wulung, kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Saat diserahkan, selanjutnya Wulung akan dioperasikan oleh TNI AU untuk menjalankan misi intelijen, pemantauan, dan pengawasan.
Wulung, saat bertugas, bisa terbang dengan radius 120 kilometer (km) dari pusat take off dengan ketinggian jelajah maksimal 8.000 kaki. Sebelum menjalankan misi mata-mata, pusat pengendali telah menyusun rencana rute atau terbang.
Selama terbang, Wulung bisa mengambil gambar sesuai target yang diincar.
"Sebelum terbang sudah diset mau ke mana, namun saat terbang juga bisa berubah rute sesuai perintah (pusat pengendali)," kata Chief Engineer untuk PTTA, PTDI, Bona P Fitrikananda, kepada detikFinance, Senin (25/1/2016).
detikFinance pun memperoleh beberapa gambar sasaran atau saat wulung sedang uji terbang di udara.
Meski mampu terbang hingga ketinggian 8.000 dari permukaan, Wulung hanya bisa mengambil foto secara jelas dengan ketinggian antara 3.000-4.000 kaki.
"Ini lumayan tinggi sampai 8.000 kaki. Itu maksimum altitude (ketinggian), kalau kamera punya keterbatasan optimalnya 3.000-4.000 kaki," sebutnya.
Selain terbang siang, Wulung memiliki teknologi infra red, sehingga misi mata-mata tetap bisa dijalankan saat malam hari. Dengan kemampuan itu, Wulung memang akan ditempatkan di daerah perbatasan atau daerah yang rawan kegiatan ilegal.
"Misi utamanya ialah mengawasi perbatasan," tambahnya.
Ini 'Si Wulung', Drone Buatan PTDI yang Terbang Hingga Radius 120 Km
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memperoleh penugasan pemerintah untuk melakukan proses produksi Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau drone. Tahap awal, PTDI hampir menyelesaikan sertikat tipe (type certificate) PTTA Wulung.
PTTA Wulung merupakan hasil pengembangan drone yang awalnya dirancang oleh Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Setelah keluar hasil prototype drone bernama Wulung, selanjutnya PTDI diberi tugas oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk melakukan tahap sertifikasi hingga produksi.
Secara bentuk PTDI tidak melakukan perubahan, namun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen pesawat terbang ini melakukan perombakan dari material hingga sistem drone tersebut.
"Pesawat ini bentuk luar luar mirip dengan dikembangkan oleh BPPT, tetapi secara dalamannya sudah jauh berbeda yakni mulai dari material dan proses pembuatan. Kemudian sistem itu sudah jauh berbeda dengan yang dipakai dan dikembangkan teman-teman BPPT," kata Chief Engineer untuk PTTA, PTDI, Bona P Fitrikananda, kepada detikFinance, Senin (25/1/2016).
PTDI melakukan persiapan proses produksi untuk Wulung sejak 2014. Wulung sudah menjalani berbagai uji agar bisa mengantongi sertifikat tipe. Pada akhir Januari 2016, Wulung ditargetkan bisa memperoleh sertifikat tipe dari Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA).
Bila proses sertifikasi tuntas, Wulung telah memenuhi standar industri penerbangan dan siap diproduksi massal. Rencananya, 3 unit Wulung bakal diserahkan kepada pemesan, yakni Kementerian Pertahanan (Kemhan) mulai awal Februari 2016, setelah sertifikat tipe terbit.
Selain itu, Bona juga menjelaskan, fungsi drone made in Bandung ini yakni dirancang untuk melakukan misi pengawasan, pemantauan, hingga intelijen alias mata-mata. Saat terbang, Wulung mampu terbang dari pusat take off hingga radius 100-120 kilometer (km), dan mampu terbang selama 4 jam non stop. Wulung mampu terbang dengan ketinggian 8.000 kaki (feet).
"Wulung bisa terbang sejauh 100-120 km," sebutnya.
DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER.
Senin, 25 Januari 2016
MENGAPA HARUS SKUADRON 14 ?
Mengapa Harus Skuadron 14 ?
F5 Tiger TNI AU
SKUADRON TNI AU:(DM) - Berikut ini adalah daftar lengkap Skuadron TNI AU.
1. Skuadron Udara 12 (Koops I)
Jenis Pesawat: Hawk Mk.109 dan Hawk Mk.209
Lokasi: Pangkalan Udara Pekanbaru
2. Skuadron Udara 1 (Koops I)
Jenis Pesawat: Hawk Mk.109 dan Hawk Mk.209
Lokasi: Pangkalan Udara Supadio
3. Skuadron Udara 7 (Koops I)
Jenis Pesawat: Bell 47G dan Colibri
Lokasi: Pangkalan Udara Suryadarma (SDM)
4. Skuadron Udara 6 (Koops I)
Jenis Pesawat: Superpuma
Lokasi: Pangkalan Udara Atang Senjaya
5. Skuadron Udara 8 (Koops I)
Jenis Pesawat: SA330J dan NSA330L
Lokasi: Pangkalan Udara Atang Senjaya
6. Skuadron Udara 2 (Koops I)
Jenis Pesawat: CN-235 (2 biji) dan C-295
Lokasi: Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah
7. Skuadron Udara 17 (Koops I)
Jenis Pesawat: B707-3MIC, F27-400M, F28-1000/3000, L100-30, C-130H-30, NAS332L-1
Lokasi: Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah
8. Skuadron Udara 31 (Koops I)
Jenis Pesawat: L100-30 dan C-130H-30
Lokasi: Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah (HLP)
9. Skuadron Pendidikan 101 (Koops I)
Jenis Pesawat: Grob
Lokasi: Pangkalan Udara Adi Sucipto
10. Skuadron Pendidikan 102 (Koops I)
Jenis Pesawat: T-34C dan KT-1
Lokasi: Pangkalan Udara Adi Sucipto
11. Skuadron Udara 3 Elang Biru (Koops II)
Jenis Pesawat: F-16A dan F-16B
Lokasi: Pangkalan Udara Iswahyudi
12. Skuadron Udara 14 (Koops II)
Jenis Pesawat: F-5E dan F-5F
Lokasi: Pangkalan Udara Iswahyudi
13. Skuadron Udara 15 Team Jupiter (Koops II)
Jenis Pesawat: T-50 GE
Lokasi: Pangkalan Udara Iswahyudi
14. Skuadron Udara 4 (Koops II)
Jenis Pesawat: NC212M-200
Lokasi: Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh
15. Skuadron Udara 32 (Koops II)
Jenis Pesawat; C-130B, KC-130B (versi tanker), C-130H
Lokasi: Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh
16. Skuadron Udara 5 (Koops II)
Jenis Pesawat: B737-2X9
Lokasi: Pangkalan Udara Hasanuddin
17. Skuadron Udara 11 (Koops II)
Jenis Pesawat: SU-27SK, SU-30SK, A-4E, TA-4H, TA-4J.
Skad 21 --> Sutuc
Skad 45 --> Superpuma
Skad 16 --> F-16
Skad 33 --> Herc (lagi embrio)
Skad 51 --> Aerostar
Sesuai dengan judul yang saya ambil, di sini saya hanya akan menyoroti skuadron tempur yang dimiliki TNI AU saja. saat ini TNI AU telah mengoperasikan 7 skuadron tempur dan akan terus ditambah jumlahnya hingga 4 skuadron yang nantinya akan berjumlah 11 skuadron dalam jangka waktu 2019 hingga 2024.
Dari penambahan 4 skuadron tersebut, tentunya TNI harus berupaya memenuhi segala kekosongan armada tempur yaitu masing-masing skuadron berisikan 16 unit pesawat tempur X 4 skuadron yaitu 64 unit. tidak lupa pula ada beberapa pasawat tempur kita yang akan melepas masa baktinya diantara lain F5 Tiger serta yang akan menyusul pesawat jenis Hawk harapannya tentu masing-masing 1 skuadron berarti perlu 32 unit ditambah 64 unit berarti total kebutuhan pesawat tempur baru ialah 96 unit.
Saya lebih tertarik menyoroti tentang skuadron tempur 14 yang dimana saat ini berisikan skuadron F5 Tiger, lalu apa menariknya?
Baru-baru ini kita telah mengadakan tender untuk pengganti F5 dan luar biasa antusiasme pabrikan pesawat tempur yang mengikuti tender tersebut bahkan bukan main-main paket TOT serta beberapa paket penunjang seperti pesawat radar pun tidak luput diikit sertakan, luar biasa bukan ambisi untuk memenangkan tender ini.
Fungsi Skuadron 14.
Skuadron ini memiliki fungsi sebagai skuadron buru sergap bisa dikatakan juga skuadron yang paling memiliki efek gentar yang cukup tinggi akan tetapi tanpa mengeyampingkan fungsi dari skuadron lainnya yang tentunya tercipta karena buah hasil pemikiran para ahli strategi tempur kita.
Yang menarik di sini ketika bagaimana pemerintah kita harus memutar otak untuk penghuni skuadron 14, yang akhirnya memilih Sukhoi 35 sebagai skuadron paling mematikan di jagat asia-pasific. Bukan tanpa hambatan dalam hal pengadaannya. Ada banyak godaan seperti tawaran TOT yang menggiurkan guna menunjang IFX, dan juga hambatan dari oknum2 yang memang ada maksud di balik menentangnya pengadaan alutsista mematikan tersebut.
DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER
F5 Tiger TNI AU
SKUADRON TNI AU:(DM) - Berikut ini adalah daftar lengkap Skuadron TNI AU.
1. Skuadron Udara 12 (Koops I)
Jenis Pesawat: Hawk Mk.109 dan Hawk Mk.209
Lokasi: Pangkalan Udara Pekanbaru
2. Skuadron Udara 1 (Koops I)
Jenis Pesawat: Hawk Mk.109 dan Hawk Mk.209
Lokasi: Pangkalan Udara Supadio
3. Skuadron Udara 7 (Koops I)
Jenis Pesawat: Bell 47G dan Colibri
Lokasi: Pangkalan Udara Suryadarma (SDM)
4. Skuadron Udara 6 (Koops I)
Jenis Pesawat: Superpuma
Lokasi: Pangkalan Udara Atang Senjaya
5. Skuadron Udara 8 (Koops I)
Jenis Pesawat: SA330J dan NSA330L
Lokasi: Pangkalan Udara Atang Senjaya
6. Skuadron Udara 2 (Koops I)
Jenis Pesawat: CN-235 (2 biji) dan C-295
Lokasi: Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah
7. Skuadron Udara 17 (Koops I)
Jenis Pesawat: B707-3MIC, F27-400M, F28-1000/3000, L100-30, C-130H-30, NAS332L-1
Lokasi: Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah
8. Skuadron Udara 31 (Koops I)
Jenis Pesawat: L100-30 dan C-130H-30
Lokasi: Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah (HLP)
9. Skuadron Pendidikan 101 (Koops I)
Jenis Pesawat: Grob
Lokasi: Pangkalan Udara Adi Sucipto
10. Skuadron Pendidikan 102 (Koops I)
Jenis Pesawat: T-34C dan KT-1
Lokasi: Pangkalan Udara Adi Sucipto
11. Skuadron Udara 3 Elang Biru (Koops II)
Jenis Pesawat: F-16A dan F-16B
Lokasi: Pangkalan Udara Iswahyudi
12. Skuadron Udara 14 (Koops II)
Jenis Pesawat: F-5E dan F-5F
Lokasi: Pangkalan Udara Iswahyudi
13. Skuadron Udara 15 Team Jupiter (Koops II)
Jenis Pesawat: T-50 GE
Lokasi: Pangkalan Udara Iswahyudi
14. Skuadron Udara 4 (Koops II)
Jenis Pesawat: NC212M-200
Lokasi: Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh
15. Skuadron Udara 32 (Koops II)
Jenis Pesawat; C-130B, KC-130B (versi tanker), C-130H
Lokasi: Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh
16. Skuadron Udara 5 (Koops II)
Jenis Pesawat: B737-2X9
Lokasi: Pangkalan Udara Hasanuddin
17. Skuadron Udara 11 (Koops II)
Jenis Pesawat: SU-27SK, SU-30SK, A-4E, TA-4H, TA-4J.
Skad 21 --> Sutuc
Skad 45 --> Superpuma
Skad 16 --> F-16
Skad 33 --> Herc (lagi embrio)
Skad 51 --> Aerostar
Sesuai dengan judul yang saya ambil, di sini saya hanya akan menyoroti skuadron tempur yang dimiliki TNI AU saja. saat ini TNI AU telah mengoperasikan 7 skuadron tempur dan akan terus ditambah jumlahnya hingga 4 skuadron yang nantinya akan berjumlah 11 skuadron dalam jangka waktu 2019 hingga 2024.
Dari penambahan 4 skuadron tersebut, tentunya TNI harus berupaya memenuhi segala kekosongan armada tempur yaitu masing-masing skuadron berisikan 16 unit pesawat tempur X 4 skuadron yaitu 64 unit. tidak lupa pula ada beberapa pasawat tempur kita yang akan melepas masa baktinya diantara lain F5 Tiger serta yang akan menyusul pesawat jenis Hawk harapannya tentu masing-masing 1 skuadron berarti perlu 32 unit ditambah 64 unit berarti total kebutuhan pesawat tempur baru ialah 96 unit.
Saya lebih tertarik menyoroti tentang skuadron tempur 14 yang dimana saat ini berisikan skuadron F5 Tiger, lalu apa menariknya?
Baru-baru ini kita telah mengadakan tender untuk pengganti F5 dan luar biasa antusiasme pabrikan pesawat tempur yang mengikuti tender tersebut bahkan bukan main-main paket TOT serta beberapa paket penunjang seperti pesawat radar pun tidak luput diikit sertakan, luar biasa bukan ambisi untuk memenangkan tender ini.
Fungsi Skuadron 14.
Skuadron ini memiliki fungsi sebagai skuadron buru sergap bisa dikatakan juga skuadron yang paling memiliki efek gentar yang cukup tinggi akan tetapi tanpa mengeyampingkan fungsi dari skuadron lainnya yang tentunya tercipta karena buah hasil pemikiran para ahli strategi tempur kita.
Yang menarik di sini ketika bagaimana pemerintah kita harus memutar otak untuk penghuni skuadron 14, yang akhirnya memilih Sukhoi 35 sebagai skuadron paling mematikan di jagat asia-pasific. Bukan tanpa hambatan dalam hal pengadaannya. Ada banyak godaan seperti tawaran TOT yang menggiurkan guna menunjang IFX, dan juga hambatan dari oknum2 yang memang ada maksud di balik menentangnya pengadaan alutsista mematikan tersebut.
DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER
Rabu, 13 Januari 2016
Haji Agus Salim, Memimpin itu Menderita.
Haji Agus Salim, Memimpin itu Menderita
Dunia mengakuinya sebagai negarawan besar Indonesia. Bung Karno dan Bung Hatta menjulukinya sebagai The Grand Old Man, Orang Besar yang Sudah Tua.
"Haji Agus Salim adalah seorang ulama dan intelek. Saya pernah meneguk air yang diberikan oleh Haji Agus Salim sambil duduk ngelesot di bawah kakinya. Saya merasa berbahagia bahwa saya ini dulu dapat minum air pemberian Tjokroaminoto, dan minum air pemberian Agus Salim," demikian Bung Karno.
Solichin Salam, wartawan penulis biografi Agus Salim mengutip kesaksian dari Bung Hatta tentang Agus Salim. "Kepandaiannya luar biasa. Dalam seratus tahun hanya lahir satu manusia semacam itu," demikian Bung Hatta.
"Kalau kita hendak menggunakan kualifikasi intelektual brilian pada salah satu putra Indonesia, maka saya rasa yang paling pertama tepat ialah pada Haji Agus Salim," demikian kata negarawan M Natsir.
Haji Agus Salim adalah wartawan, sastrawan, ulama, ahli bahasa, diplomat, dan politikus dengan jejak-jejak keteladanan yang tak akan lekang oleh zaman. Haji Agus Salim meninggalkan warisan-warisan pemikiran yang akan terus dikenang generasi demi generasi bangsa ini.
Haji Agus Salim lahir di Kota Gadang, Bukittinggi pada 1884. Dia putra seorang jaksa kepala di Tanjung Pinang, Riau. Pendidikan Agus Salim dimulai dari Europeesche Lagere School (ELS) atau sekolah khusus anak-anak Eropa. Dia lantas melanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Agus Salim adalah lulusan terbaik dari tiga HBS di Hindia Belanda saat itu.
Setelah lulus, Salim bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di Indragiri. Di usia yang sangat muda ini, Agus Salim sudah berhasil menguasai sedikitnya tujuh bahasa asing yakni Arab, Belanda, Inggris, Turki, Prancis, Jepang, dan Jerman.
Kecerdasan dan kepiawaian Agus Salim dalam diplomasi ternyata menarik minat negara dan penjajah saat itu yakni Belanda. Belanda menawarkan kepadanya untuk menjadi penerjemah pada Konsulat Belanda di Jeddah pada tahun 1906 sampai 1911.
Pada saat di Mekkah itulah Salim mendalami ilmu agama dengan pamannya Syeikh Khatib al-Minangkabawi yang saat itu menjadi Imam di Masjidil Haram. Pada 1915, Salim meniti karier dengan malang melintang di dunia jurnalistik. Kepribadian Agus Salim yang tegas membuat setiap tulisannya di Neratja maupun Bataviasch Nieuwsblad selalu tajam dan mengandung kritikan pedas dalam membakar semangat kemerdekaan rakyat Indonesia.
Dunia jurnalistik ternyata bukan pelabuhan akhir karier Agus Salim di mana dia juga memutuskan untuk terjun ke dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam. Pada 1946 sampai 1950 dia menjadi bintang dalam percaturan politik Indonesia.
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Agus Salim diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung. Selain itu Salim juga dipercaya sebagai Menteri Muda Luar Negeri dalam Kabinet Syahrir I dan II serta menjadi Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Hatta.
Menurut catatan harian Prof Schermerhorn, pemimpin delegasi Belanda dalam perundingan Linggajati, Agus Salim adalah orang yang sangat pandai. Seorang jenius yang mampu bicara dan menulis dengan sempurna sedikitnya dalam sembilan bahasa. Hanya satu kelemahan dari Haji Agus Salim, yaitu hidup melarat.
Kehidupan Haji Agus Salim tidak hanya sederhana, bahkan mendekati miskin. Keluarga Haji Agus Salim pernah tinggal di Gang Lontar Satu di Jakarta. Kalau menuju ke Gang Lontar Satu, harus masuk dulu ke Gang Kernolong, kemudian masuk lagi ke gang kecil. Bisa dibayangkan, mana ada pejabat sekarang yang tinggal di "cucu" gang.
DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER.
9 Fakta & Informasi Menarik tentang Laut Mediterania.
9 Fakta & Informasi Menarik tentang Laut Mediterania
Laut Mediterania atau Laut Tengah adalah laut pedalaman di tengah wilayah Mediterania, yang sebagian terhubung ke Samudera Atlantik.
Laut ini terkurung daratan yang dimiliki oleh tiga benua – Eropa, Afrika, dan Asia.
Ditandai dengan warna biru, Laut Mediterania menjadi subjek daya tarik umat manusia selama berabad-abad, meskipun tetap banyak yang belum mengenalnya secara mendalam.
Misalnya, berapa banyak orang yang tahu Laut Mediterania merupakan rumah bagi banyak spesies ikan paus, termasuk ikan paus sirip, yang menjadi paus terbesar kedua sekaligus paus tercepat di dunia.
Fakta Menarik tentang Laut Mediterania
Laut Mediterania terbentuk bersama dengan daerah Mediterania, yang muncul sebagai akibat dari aktivitas tektonik ketika lempeng Afrika dan Eurasia saling bertabrakan.
Laut ini menjadi saksi kemunculan beberapa peradaban tertua di dunia, dengan peradaban Aegean menjadi salah satu contohnya.
Sepanjang sejarah, Laut Mediterania menjadi rute perjalanan penting ke Atlantik.
1. Etimologi
Nama laut berasal dari kata Latin ‘Mediterraneus’, yang berarti ‘pedalaman’ atau ‘di tengah-tengah bumi’.
Kata Mediterraneus dapat dipecah menjadi dua kata ‘medius’, yang berarti ‘tengah’ dan ‘terra’, yang berarti ‘bumi’.
Laut dinamakan demikian oleh orang Romawi yang berpikir letaknya berada di tengah-tengah bumi.
2. Ukuran
Laut Mediterania memiliki luas 2,5 juta km persegi dan memiliki kedalaman rata-rata 1.500 meter.
Titik terdalam Laut Mediterania adalah Calypso Deep di Laut Ionia, dengan kedalaman 5.267 meter.
3. Karakteristik Geografis
Sebagian besar Laut Mediterania dikelilingi daratan, kecuali celah selebar sekitar 15 km yang disebut sebagai Selat Gibraltar, yang menghubungkannya dengan Samudera Atlantik.
Di bagian timur, Laut Mediterania terhubung dengan Laut Marmara dan Laut Hitam, dan terhubung ke Laut Merah oleh Terusan Suez di tenggara.
4. Kepulauan
Laut Mediterania memiliki beberapa pulau besar, seperti Siprus dan Rhodes di Mediterania timur, Sisilia dan Malta di Mediterania tengah, serta Ibiza dan Majorca di Mediterania barat.
5. Garis Pantai
Laut Mediterania memiliki garis pantai yang terbentang sepanjang 46.000 km, melalui beberapa negara di Eropa, Afrika, dan Asia.
Beberapa negara besar di sepanjang pantai Laut Mediterania diantaranya Perancis, Spanyol, Kroasia, Italia, Mesir, Yunani, Turki, Israel, Aljazair, Maroko, dan Siprus.
Laut Mediterania juga memiliki beberapa pantai paling indah di Eropa, seperti Pantai Capriccioli (Costa Smeralda), Cala d’Hort (Ibiza), dan pantai Navagio (Zakynthos).
6. Pembagian Wilayah
Badan air dibagi menjadi dua subregional oleh Selat Sisilia, punggung bawah laut dangkal yang terletak antara Sisilia dan Tunisia.
Subregional ini meliputi Mediterania Barat, mencakup area seluas 800 ribu km persegi, dan Mediterania Timur, yang mencakup area seluas 1,6 juta km persegi.
Setiap subregional dibagi lagi menjadi beberapa daerah yang lebih kecil.
7. Fitur Lainnya
Menjadi laut yang terkurung daratan, Laut Mediterania memiliki fitur unik.
Anda akan jarang melihat karakteristik laut normal di laut ini. Pasang surut di Laut Mediterania, misalnya, tidak sekuat di laut terbuka.
Iklim di daerah Mediterania juga dipengaruhi iklim daratan yang mengurungnya.
Iklim di wilayah Mediterania dikenal sebagai iklim Mediterania, yang merupakan subtipe dari iklim subtropis; sebagian besar basah disertai dengan musim dingin dan musim panas.
8. Keanekaragaman Hayati
Laut Mediterania dikenal karena ekosistem yang unik dan tingkat tinggi endemisme.
Laut ini memiliki lebih banyak spesies endemik dari tetangganya, Samudera Atlantik.
Menurut perkiraan, sekitar 20-30 persen dari spesies yang ditemukan di Laut Mediterania adalah endemik atau tidak ditemukan di tempat lain.
Monk seal, spesies yang terancam punah dikenal endemik di Laut Mediterania.
Laut Mediterania juga merupakan rumah bagi paus sirip, paus sperma, lumba-lumba, lumba-lumba berparuh pendek, tuna, kuda laut, dll.
Selain itu, cekungan (basin) Laut Mediterania juga bertindak sebagai situs biak bagi berbagai spesies seperti penyu tempayan dan penyu hijau, dan lokasi persinggahan bagi burung migran yang melewati daerah ini.
9. Polusi dan Pencemaran
Laut yang dikelilingi daratan membawa keunikan sekaligus kesengsaraannya sendiri.
Dengan jalan keluar yang sempit, apa pun yang dibuang ke badan air (mis: polutan) akan tetap tinggal dalam waktu lama.
Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), 80 persen sumber pencemaran Laut Mediterania berasal dari daratan yang mengelilinya.
Di samping kegiatan di daratan, laut juga terancam oleh penangkapan ikan berlebihan dan transportasi laut.
Nur Ikhsan D.C
Langganan:
Postingan (Atom)




