Rabu, 25 Februari 2015

7 Fakta Kejahatan Medis yang Tercatat Sejarah Dunia

7 Fakta Kejahatan Medis yang Tercatat Sejarah Dunia
Kemajuan ilmu kedokteran memang bisa menyelamatkan nyawa seseorang, tapi kadang percobaan yang dilakukan para ilmuwan melanggar etika yang ada. Ini dia 7 percobaan medis terburuk yang melibatkan subyek manusia.
Seperti dikutip dari LiveScience, ada 7 percobaan medis terburuk dalam sejarah yang melibatkan manusia sebagai subyeknya, yaitu:
1. Studi Tuskegee
Studi ini berlangsung selama 40 tahun. Menurut Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS, dinas kesehatan meluncurkan penelitian mengenai efek kesehatan dari sifilis yang tidak diobati. Sayangnya hal ini tidak diketahui oleh partisipan, baik yang mendapat perawatan sifilis maupun yang tidak.
Peneliti melacak perkembangan penyakit pada 399 laki-laki kulit hitam di Alabama, termasuk 201 laki-laki yang sehat. Ilmuwan mengungkapkan pada partisipan bahwa diriya sedang dirawat karena memiliki ‘bad blood’. Partisipan ini tidak pernah mendapatkan perlakuan yang memadai, bahkan sampai tahun 1947 ketika penisilin menjadi pilihan obat untuk mengobati sifilis.
2. Studi sifilis di Guatemala
Antara tahun 1946-1948, pemerintah AS dan Guatemala melakukan studi bersama dengan cara sengaja menginfeksikan sifilis pada tahanan di Guatemala dan pasien di rumah sakit jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bahan kimia yang bisa mencegah penyebaran penyakit.
Peneliti berusaha menginfeksikan subyek dengan cara menyuruhnya berhubungan seks dengan pelacur yang sudah terinfeksi. Meskipun penderita sifilis ini diberikan obat penisilin, tapi tidak ditemukannya perawatan lanjutan bagi pasien tersebut.
3. Percobaan bedah pada budak
Tokoh ginekologi modern, J Marion Sims banyak memperoleh ketenaran dengan melakukan operasi eksperimental terhadap perempuan budak. Sims melakukan percobaan pembedahan tanpa anestesi (sebagian anestesi belum ditemukan), namun ia mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak cukup menyakitkan. Padahal dalam Journal of Medical Ethics tahun 1993 dituliskan melakukan eksperimental dengan manusia tidak dapat diterima.
4. Pembunuhan Burke dan Hale
Sampai tahun 1830-an eksekusi pembunuhan relatif jarang, sehingga banyak ahli anatomi tubuh mengambil atau membeli tubuh manusia dari para perampok. Hingga akhirnya William Hale dan temannya William Burke membuka wirausaha penginapan dan menjual tubuh untuk dijual pada para ahli anatomi. Akibat kejahatannya tersebut Burke kemudian dihukum gantung untuk kejahatannya.
5. The Monster Study
Tahun 1939 peneliti ingin membuktikan teori bahwa perilaku gagap disebabkan oleh kecemasan seorang anak untuk berbicara. Peneliti duduk dengan anak-anak anak yatim dan mengatakan bahwa anak-anak ini menunjukkan tanda-tanda kegagapan dan tidak boleh berbicara kecuali yakin bisa berbicara dengan benar. Percobaan ini membuat anak yang tadinya normal menjadi cemas dan menjadi diam.
6. Japan’s Unit 731
Sepanjang tahun 1930-an sampai 1940-an, tentara kekaisaran Jepang melakukan perang biologis dan tes medis terhadap penduduk sipil dan sebagian besar China. Jumlah korban tewas dari eksperimental brutal ini tidak diketahui, tapi kemungkinan ada 200.000 orang.
Studi ini melibatkan sumur yang terinfeksi kolera, tipus, kutu dan para tahanan berbaris dalam cuaca dingin untuk menentukan pengobatan terbaik bagi radang dingin. Kekejaman lainnya adalah para tahanan ditutup matanya dengan gas racun, lalu dimasukkan ke ruangan sampai matanya keluar dan membedahnya saat masih hidup dan sadar.
7. Percobaan medis Nazi
Mungkin percobaan yang terkenal jahat sepanjang masa adalah yang dilakukan oleh Josef Mengele, seorang dokter SS di Auschwitz, dan ia mengumpulkan mata dari korban pasiennya. Percobaan ini menggunakan tahanan untuk menguji pengobatan terhadap penyakit menular dan perang kimia. Sementara yang lainnya dipaksa menjadi beku dalam ruangan bertekanan rendah sebagai percobaan penerbangan.
Sementara itu ad apula percobaan dengan cara mengikat payudara perempuan dengan tali sehingga peneliti bisa melihat berapa lama bayi bisa bertahan dengan kelaparan. Hingga akhirnya sang bayi disuntik dengan morfin mematikan untuk mengakhiri penderitaannya. Diketahui bahwa Mengele meninggal di Brazil tahun 1979 akibat stroke.

Kisah Persahabatan Jakarta dan Moskow: 65 Tahun Pasang-Surut Relasi Dua Negara



Kisah Persahabatan Jakarta dan Moskow: 65 Tahun Pasang-Surut Relasi Dua Negara
Foto paling bawah artikel :
Dari kiri ke kanan: kosmonot legendaris Uni Soviet Yuri Gagarin, Nikita Khruchev, Presiden RI Soekarno, dan Leonid Brezhnev di Kremlin, Moskow, Juni 1961. Foto: RIA Novosti
Sejak resmi menjalin hubungan diplomatik di tahun 1950, barulah enam tahun kemudian Presiden RI Soekarno menginjakkan kaki di Uni Soviet. Sejak kunjungan itulah, hubungan persahabatan antara kedua negara terus berkembang. Namun, itu tak berarti bahwa hubungan antara kedua negara tidak pernah mengalami kemunduran
Awal Terbukanya Pintu Hubungan Diplomatik
Nama ”Indonesia” sudah dikenal di Uni Soviet lama sebelum Indonesia merdeka. Dalam buku karangan Aleksander Guber yang ditulis pada 1933, nama “Indonesia” sudah tercantum. Saat itu, Indonesia sebenarnya masih disebut Hindia Belanda, namun Uni Soviet memilih menyebut negara ini sesuai dengan sebutan yang digunakan oleh para pejuang Indonesia.
Prof. Dr. Aleksander Guber (1902 – 1971) adalah seorang sejarawan dunia dan sekaligus pendiri sekolah penelitian ilmiah mengenai Indonesia dan Filipina.
Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 1945. Perjuangan menjaga kemerdekaan tidak otomatis selesai setelah proklamasi. Belanda dan pihak sekutu berusaha untuk merebut Indonesia dengan melancarkan agresi-agresi militer.
Di tengah tekanan Belanda untuk kembali menguasai Indonesia, sejarah mencatat Uni Soviet, Ukraina, Belarus, dan sekutu-sekutu Uni Soviet di PBB secara konsisten mengecam keras agresi Belanda terhadap Indonesia.
Meskipun pada masa itu Belarus dan Ukraina adalah bagian dari Uni Soviet, tapi Uni Soviet memiliki tiga perwakilan di PBB, yaitu Uni Soviet, Ukraina, dan Belarus.
Pada 1948, Uni Soviet berupaya membuka hubungan diplomatik dengan pemerintah Republik Indonesia. Bahkan, perwakilan Indonesia dan Uni Soviet pernah menandatangani kesepakatan di Praha, Ceko. Namun, kesepakatan tersebut dibatalkan karena Indonesia mendapat tekanan kuat dari Belanda.
Pada 24 Desember 1949, Uni Soviet menerima informasi resmi mengenai kesepakatan hubungan Belanda dan Indonesia. Setelah itu, Menteri Luar Negeri Uni Soviet Andrei Vyshinsky langsung mengirimkan telegram kepada Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Mohammad Hatta yang berbunyi, “Atas nama pemerintah Uni Soviet, saya dengan hormat memberitahukan kepada Anda, sejak pengakuan kedaulatan Republik Indonesia pada 27 Desember 1949 di Den Haag, Belanda, pemerintah Uni Soviet memutuskan mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia dan bersedia membangun hubungan diplomatik dengan Indonesia.”

Telegram tersebut kemudian dibalas oleh Hatta pada 3 Februari 1950 untuk mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia telah menerima pengakuan kedaulatan dan kemerdekaan dari Uni Soviet dan siap membina hubungan dipolomatik dengan pihak Soviet. Tanggal telegram yang dikirim oleh Hatta itu kemudian dikenang sebagai tanggal bermulanya hubungan diplomatik Indonesia dan Soviet.
Sempat Ditolak AS
Pada akhir 1950-an, Indonesia hendak memodernisasi angkatan bersenjatanya. Saat itu, angkatan bersenjata Indonesia hanya memiliki sisa persenjataan dari Perang Dunia II. Baik dari segi kuantitas maupun kualitas, kekuatan persenjataan Indonesia tidak memenuhi persyaratan untuk melindungi ribuan pulau yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia
Rayakan 65 Tahun Hubungan Diplomatik Rusia-Indonesia, Putin dan Jokowi Saling Ucapkan Selamat
Saat itu, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal A.H. Nasution berkunjung ke Amerika Serikat dengan membawa proposal agar mendapat bantuan untuk mereformasi angkatan bersenjata Indonesia. Namun, AS menolak proposal tersebut dengan alasan Indonesia masih memiliki konflik yang belum terselesaikan dengan Belanda, yakni terkait masalah Irian Barat. AS menolak memberi bantuan persenjataan bagi Indonesia karena khawatir senjata tersebut akan digunakan untuk berperang melawan sekutu AS di NATO, yaitu Belanda.
Ditolak AS, Indonesia kemudian berpaling ke Uni Soviet. Ternyata, Indonesia tidak hanya mendapatkan apa yang dibutuhkan, tetapi dengan dukungan Uni Soviet, Indonesia mampu mengembangkan teknologi dan pengetahuannya di bidang militer.
Uni Soviet memasok banyak peralatan militer pada Indonesia, mulai dari tank, kapal perang, dan berbagai jenis pesawat tempur. Tentu saja semua itu tidak gratis. Pemberian tersebut merupakan bagian dari kredit sebesar satu miliar dolar AS. Namun, Indonesia telah membayar lunas semuanya pinjaman tersebut pada pertengahan 1990-an.
Selain memasok peralatan militer, Uni Soviet juga memberikan pelatihan teknis untuk para tentara Indonesia di akademi militer di Moskow, Sankt Petersburg, Sevastopol, dan Vladivostok. Rusia juga mengirim seribu instruktur ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Madiun untuk melatih tentara Indonesia. Rusia sadar bahwa sebagai negara baru, militer Indonesia memiliki pengalaman yang sangat terbatas, terutama terkait pengalaman teknis. Belanda tidak mewariskan budaya yang berkaitan kemampuan teknis pada rakyat Indonesia. Padahal, perlu beberapa generasi agar Indonesia dapat benar-benar menguasai hal tersebut.
Kunjungan Soekarno ke Uni Soviet
Pada 1956, Indonesia dan Soviet memulai kerja sama bilateral di bidang perdagangan. Presiden RI Soekarno mengunjungi Uni Soviet untuk pertama kalinya. Sejak itu, hubungan kedua negara terus berkembang.
Jejak Pengaruh Soviet di Jakarta
Jejak Pengaruh Soviet di Jakarta
Awalnya, perbedaan ideologi politik dan sistem ekonomi kedua negara sempat membuat hubungan kedua negara tidak berjalan mulus. Namun, perbedaan tersebut tidak menjadi halangan untuk memperkuat hubungan bilateral mereka.
Ketika itu, ketegangan terasa di seluruh belahan dunia akibat pertentangan ideologi antara Blok Barat dan Timur. Selain itu, revolusi sosialis tengah terjadi di beberapa negara, dan berdampak sangat luas.
Pemerintah Uni Soviet paham bahwa mereka tidak dapat memaksakan kehendak dalam hal ideologi negara atau mengklaim posisi dominan terhadap Indonesia. Baik Indonesia maupun Uni Soviet saling menyadari bahwa kedua negara dapat fokus menjalin kerja sama yang saling menguntungkan, tanpa mempermasalahkan ideologi politik.
Pada 12 April 1961, Soekarno kembali berkunjung ke Soviet. Meski kunjungan Soekarno ke Uni Soviet kala itu merupakan kunjungan yang bersifat simbolis, beberapa pakar berpendapat pemerintah Uni Soviet kala itu telah berharap Indonesia dapat menjadi sekutu, baik secara militer maupun ideologi. Kunjungan pada tahun 1961 tersebut semakin mengukuhkan kemesraan hubungan Uni Soviet dengan Indonesia.
Pasang-Surut Hubungan Dua Sahabat
Beberapa dekade setelah 1950-an, hubungan Indonesia dan Uni Soviet berkembang secara signifikan. Namun, bukan berarti hubungan baik kedua negara hanya terkait hubungan militer semata. Uni Soviet juga banyak bekerja sama dengan Indonesia dalam membangun infrastruktur sipil, seperti Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta, stadion, dan reaktor nuklir percobaan di Serpong.
Sayangnya, kondisi dalam dan luar negeri Indonesia tidak mendukung kelancaran proyek-proyek ini. Beberapa proyek terpaksa ditinggalkan karena ketiadaan dana. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, hubungan kedua negara sempat mengalami kemunduran.
Namun, gejolak politik yang sempat terjadi pada masa itu bukan berarti hubungan kedua negara tidak terjaga. Kedua negara sadar akan perbedaan ideologinya, namun tetap menjaga hubungan dalam batas-batas yang wajar.
HUBUNGAN INDONESIA-RUSIA
Kini, 65 tahun telah berlalu sejak Hatta mengirimkan telegram ke Uni Soviet yang menandai dibukanya pintu kerja sama antara kedua negara. Hari ini semakin banyak warga negara Indonesia yang belajar di universitas-universitas di Rusia, begitu pula sebaliknya. Hubungan baik yang telah terbina ini menunjukkan bahwa sebenarnya Indonesia menjadi salah satu fokus perhatian Rusia.
Di masa depan, sangatlah penting bagi Indonesia untuk mencari format baru dalam hubungan internasional. Dalam kaitannya dengan kerja sama Rusia-Indonesia, hubungan kedua negara harus berkembang ke level yang lebih tinggi, tidak hanya terbatas pada hubungan antarpemerintah, tetapi juga pada tataran hubungan masyarakat sipil.

Kamis, 19 Februari 2015

PENTINGNYA PANCASILA PADA GENERASI MUDA INDONESIA PENDIDIKAN PANCASILA

PENTINGNYA PANCASILA PADA GENERASI MUDA INDONESIA
PENDIDIKAN PANCASILA






Di Susun Oleh :
MUHAMAD ALIV FAHRUDIN
A11.2013.07901

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
SEMARANG
2014

MAKALAH
PENTINGNYA PANCASILA PADA GENERASI MUDA INDONESIA

PENDIDIKAN PANCASILA






Di Susun Oleh :
MUHAMAD ALIV FAHRUDIN
A11.2013.07901

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
SEMARANG
2014
                                                                                                                                                                                                i







Peran Penting Pancasila dalam Pandangan Generasi Muda Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa disadari memang kurang disosialisasikan kepada masyarakat. Generasi muda seakan akan kurang memaknai pentingnya mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
1.    Ketuhanan Yang Maha Esa
2.    Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.    Persatuan Indonesia 
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
5.    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Itulah kelima dasar negara yang ada di Indonesia, kelima sila tersebut sudah mewakili dari sumber hukum, ideologi, pandangan hidup. Tetapi sayangnya Indonesia atau khususnya generasi muda belum bisa memanfaatkan pancasila dengan maksimal, sehingga seringkali muncul sikap yang tidak teratur, terfilter dan seringkali apatis dalam menanggapi pengaruh globalisasi yang ada di dunia.
Untuk itulah kita sebagai generasi muda dalam bermasyarakat juga harus bisa menerapkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan tahu mana globalisasi yang bersifat baik atau buruk bagi diri kita. Sekarang sudah jarang ada sosialisasi tentang pancasila padahal pancasila adalah sebagai dasar negara kita sendiri, sedangkan bangsa kita ada yang sudah melupakan apa itu pancasila. Itulah yang membuat prihatin bangsa ini yang tidak tahu apa itu dasar negaranya sendiri. Oleh karena itu, diperlukan adanya pemahaman mendalam tentang arti penting pancasila dalam generasi muda, terlebih di era global ini.

B.       Rumusan Masalah
Dalam perumusan masalah ini, penulis merumuskan:
1.      Apa makna pentingnya pancasila?
2.      Bagaimanakah aktualisasi peran dan tanggapan pemuda terhadap pentingnya pancasila?
3.      Bagaimanakah cara paling efektif untuk menanamkan peran penting pancasila di era global terhadap generasi muda?

C.      Tujuan Penulisan
Tujuan yang terdapat dalam penulisan makalah ini adalah agar pembaca mengetahui makna penting pancasila, memahami aktualisasi peran pemuda terhadap pentingnya pancasila, dan mengetahui cara yang paling efektif untuk menanamkan peran penting pancasila di era global terhadap generasi muda, serta sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti Ujian Akhir Semester Gasal mata kuliah Pancasila kelas R1-A Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro tahun ajaran 2011 / 2012.

D.      Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah menggunakan metode pustaka yaitu penulis menggunakan media pustaka dalam penyusunan makalah ini.

E.       Konsep dalam Judul
Konsep-konsep yang terdapat dalam makalah Peran Penting Pancasila dalam Pandangan Generasi Muda Indonesia di Era Global antara lain:
1.      Definisi pancasila
            Berikut ini adalah pengertian dan definisi Pancasila:
Ø  Ir. Soekarno
       Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia
Ø  Panitia Lima
       Pancasila adala lima asas yang merupakan ideologi negara. Kelima sila itu merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hubungan antara lima asa erat sekali, berangkaian, dan tidak berdiri sendiri.
Ø  Prof. Drs. MR. Notonegoro
       Pancasila merupakan dasar falsafah negara Indonesia.
Ø  Pada Lambang Negara RI “Garuda Pancasila”
       Pancasila adalah dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan, serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.

2.      Definisi generasi muda
Terdapat beberapa definisi generasi muda atau pemuda yang dikemukakan oleh beberapa tokoh maupun oleh orang awam, diantaranya adalah:
§   Pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan Negara bangsa dan agama. Selain itu pemuda/mahasiswa mempunyai peran sebagai pendekar intelektual dan sebagai pendekar social yaitu bahwa para pemuda selain mempunyai ide-ide atau gagasan yang perlu dikembangkan selain itu juga berperan sebagai perubah Negara dan bangsa ini.
§   Princeton mendefinisikan kata pemuda (youth) dalam kamus Webstersnya sebagai “the time of life between childhood and maturity; early maturity; the state of being young or immature or inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a young person”.
§   Dalam kerangka usia, WHO menggolongkan usia 10 – 24 tahun sebagai young people, sedangkan remaja atau adolescence dalam golongan usia 10 -19 tahun. Contoh lain di Canada dimana negara tersebut menerapkan bahwa “after age 24, youth are no longer eligible for adolescent social services”
3.      Definisi Negara Indonesia
Berikut terdapat beberapa definisi Negara Indonesia menurut beberapa ahli:
Ø  Prof. Ary Sio Santos
Indonesia adalah "benua yang hilang" yang sebenarnya menjadi pusat peradaban dunia.
Ø  Dr. Jimmy Oentoro
Indonesia adalah tempat terbaik untuk hidup.
Ø  Made Sandiago
Indonesia adalah negara yang punya dedikasi tinggi. Keadilan dan kesempurnaan adalah jiwa bangsa ini.
Ø  Pendeta dr. Richard D.
Indonesia adalah sebuah Bhineka Tunggal Ika, berdiri diatas dasar yang kokoh, yaitu Pancasila, yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa, atas rahmat Tuhan Yang Mahakuasa.
Ø  Nana Supriatna
Indonesia merupakan negara kepulauan dimana antara pulau yang satu dengan pulau yang lain dipisahkan  oleh beberapa batas alam, seperti selat, sungai, dan gunung. Batas-batas alam tersebut secara langsung akan mengelompokkan berbagai komunitas masyarakat dengan corak budaya yang khas.
Ø  Haidar Bagir
Indonesia adalah bangsa yang begitu beragam. Ada sekitar 700 bahasa-hidup dan lebih dari 200 suku di Indonesia, yang masing-masing - sedikit atau banyak, mewakili kelompok budaya yang berbeda.
Ø  Zaim Uchrowi
Indonesia adalah negara yang paling tua, atau paling dahulu merdeka dibanding negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Indonesia merupakan negara paling luas dari sisi geografisnya, negara paling banyak penduduknya, serta paling beragam sumberdaya alamnya.


4.      Definisi Era Global
Berikut arti era global menurut beberapa ahli:
v  Theodore Levitt (1985)
Istilah globalisasi pertama kali digunakan oleh beliau yang menunjuk pada politik-ekonomi, khususnya politik perdagangan bebas dan transaksi keuangan.
v  Malcom Waters
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
v  Thomas L. Friedman
Globlisasi memiliki dimensi ideology dan teknlogi. Dimensi teknologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.
v  Princenton N. Lyman
Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara Negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keuangan.
v  Jan Art Scholte
Globalisasi mencakup lima dimensi yang masing-masingnya mempengaruhi karakteristik interaksi aktor-aktor dalam ekonomi politik internasional. Pertama, globalisasi mencakup fenomena internationalization; kedua, globalisasi juga mengandung arti liberalization atau pengurangan; ketiga, globalisasi mengacu pada gagasan universalization dalam bentuk penyebaran nilai-nilai yang bersifat universal seperti demokrasi dan hak azasi manusia; keempat, globalisasi dilihat sebagai kelanjutan dari proses modernisasi yang identik dengan westernization; dan kelima, dari beragam proses tersebut, akhirnya globalisasi juga menciptakan proses deterritorialization.



BAB II
PEMBAHASAN

A.      Makna Penting Pancasila
Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh Rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan yang secara lahir dan batin menuju ke arah kebaikan, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.
Bahwasannya Pancasila yang telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar Negara seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 merupakan kepribadian dan pandagan hidup bangsa yang telah teruji dan terbukti bahwa tidak ada yang mampu memisahkannya dari kehidupan bangsa Indonesia.
Menyadari hal tersebut perlu langkah nyata dan terus menerus untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terandung di dalam Pancasila tersebut, demi melindungi serta melestarikan Kesaktian Pancasila oleh setiap unsur lapisan masyarakat dan bangsa Indonesia baik dari pusat maupun daerah.
1.    Pengertian Pancasila
Menurut arti sebenarnya, istilah Pancasila yang sudah lama dikenal melalui buku “Negarakertagama” karangan empu Prapanca dan “Sutasoma” karangan empu Tantular dapat diartikan “Berbatu sendi lima” (dari bahasa Sansekerta) atau juga “Pelaksanaan kesusilaan yang lima” (Pancasila karma).
1.1 Secara Etimologi
Pancasila berasal dari bahasa India yaitu bahasa sansekerta. panca berarti "lima" syila (dengan huruf i pendek) berarti "batu sendi", "alas" atau "dasar". syiila (dengan huruf i panjang ) berarti "peraturan","tingkah laku yang baik atau penting".syiila itu sendiri dalam bahasa Indonesia menjadi susila artinya tingkah laku yang baik.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pancasyila berarti lima dasar sedangkan pancasyiila berarti lima aturan tingkah laku yang penting.

1.2 Secara Histories
Istilah pancasila pertama kali digunakan oleh masyarakat India yang beragama budha, dan pancasila itu sendiri berarti lima aturan atu five moral principles.
       Istilah pancasila juga terdapat dalam kitab sutasoma karangan empu tantular didalam kitab ini pancasila berarti berbatu sendi yang lima selain itu juga mempunyai arti pelaksanaan kesusilaan yang lima yaitu
a. Tidak boleh melakukan kekerasan
b. Tidak boleh mencuri
c. Tidak boleh berjiwa dengki
d. Tidak boleh berbohong
e. Tidak boleh mabuk minuman keras
Dalam istilah Jawa, Pancasila disebut dengan istilah molimo yang terdiri dari lima golongan yaitu mateni (membunuh), maling (mencuri), madhon (berzina), madat (menghisap candu), main (berjudi). Kelima larangan tersebut masih menjadi pegangan moral orang-orang jawa sampai sekarang.
1.3.Secara Terminologis
Dimulai sejak sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, istilah Pancasila digunakan oleh Bung karno untuk memeberi nama pada lima dasar atau lima prinsip Negara Indonesia merdeka. Menurut beliau sendiri, Pancasila diperolehnya dari temanya yang seorang ahli bahasa.
Selain hal itu sebagian pakar seperti Moh. Yamin Notonogoro, Driyakarya, berpendapat Pancasila adalah filsafat, oleh karena itu Pancasila sebagai ratio dari kehidupan Negara dan bangsa itu yang sesuai dengan akal yang merupakan sumber kekuasaan jiwa bagi peningkatan martabat kehidupan manusia yang tidak ada taranya serta pandangan hidup dalam bernegara dan ideologi Negara dalam arti cita-cita Negara yana menjadi basis bagi sistem kenegaraan.

2.      Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa
       Pancasila sebagai ideologi terbuka merupakan  ideologi yang berkembang, terbuka untuk penafsiran baru. Bukan sesuatu yang selesai saja tetapi selalu aktual setiap dalam menghadapi perubahan. Ideologi terbuka disebut juga weltanschaunh(pandangan dunia) yang diartikan sebagai consensus mayoritas warga Negara sebagai warga bangsa tentang nilai – nilai dasar yang ingin diwujudkan mengadakan Negara merdeka. Weltanschaunh merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, keseluruhan sila dalam pancasila merupakan satu kesatuan organis.

3.      Pancasila Sebagai Dasar Negara
Pancasila sebagai dasar atau falsafah Negara (philosophische gronslag), ideologi negara dan staatside. Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan atau penyelenggaraan negara. Hal ini sesuai dengan bunyi pembukaan UUD 1945, yang dengan jelas menyatakan “…..maka disisinlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu undang-undang Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada…..”
Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar Negara mempunyai beberapa fungsi pokok, yaitu:
1.       Pancasila sebagai dasar Negara sesuai dengan pembukaan UUD 1945 yang pada hakikatnya adalah sumber dari segala sumber hokum atau sumber tertib hokum.Hal ini tertuang dalam ketetapan MPR No.XX/MPR/1978 dan No.V/MPR/1973 (Pengertian yuridis kenegaraan).
2.      Pancasila sebagai pengatur hidup kemasyarakatan pada umumnya (pengertian Pancasila secara sosiologis).
3.      Pancasila sebagai pengatur tingkah laku pribadi dancara-cara dalam  mencari kebenaran (pengertian pancasia yang bersifat etis dan fiosofis).

4.       Penjabaran Sila-Sila Pancasila
a.       Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Menyatakan keimanan dan kepercayaan kepada Tuhan sesuai dengan keimanan dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
      b.      Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, gemar dengan kegiatan kemanusiaan, dan berani membela kebenaran dan keadilan. Sadar bahwa manusia itu semua sederajat, maka dikembangkan sikap saling manghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
c.       Sila Persatuan Indonesia
Bangsa Indonesia menempatkan persatuan dan kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Persaatuan dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
d.      Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Manusia Indonesia menjunjung tinggi dan menghayati hasil dari keputusan musyawarah, karena itu semua pihak harus mau untuk menerima dan melaksanakan hasil musyawarah dengan penuh tangung jawab. Kepentingan bersama lebih utama daripada kepentingan pribadi atau golongan. Keputusan yang diambil harus menjunjung tinggi nilai keadilan serta dapat dipertanggung jawabkan.
e.      Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Hak dan kewajiban itu sama kedudukannya dalam menciptakan keadilan dalam masyarakat. Perlu dikembangkan perbuatan yang luhur dan sikap kegotong royongan dan kekeluargaan. Maka perlu kesinambungan antara hak dan kewajiban untuk menjaga keadilan terhadap sesama.

B.       Aktualisasi Peran dan Tanggapan Pemuda terhadap Pentingnya Pancasila
Sila –sila pancasila merupakan suatu kesatuan yang bulat, maka esensi seluruh sila-silanya merupakan kesatuan. Pancasila adalah kepribadian bangsa indonesia bukan dari luar. Adapun yang menjadi unsur-unsur pancasila telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak dahulu. Adanya pancasila terdapat di dalam dirinya sendiri, sebab itu pancasila adalah suatu subtansi yang mengandung esensi. Berikut esensi Pancasila dan sikap aktualisasi yang seharusnya ditunjukkan oleh masyarakat, terlebih oleh pemuda.
1.Ketuhanan Adalah Kesesuaian Dengan Hakikat Dan Sifat-Sifat Tuhan
     Hakikat tuhan itu sendiri sebenarnya sangat sulit untuk diketahui,akan tetapi kita bisa melihat contoh yang dikemukaan Aristoteles tentang adanya causa prima atau sebab pertama yang tidak disebabkan. Berbeda dengan hakikat yaitu sifat-sifat tuhan yang lebih mudah kita pikirkan karena tuhan mempunyai sifat yang tidak terbatas, misalnya tuhan maha pengasih, penyayang, adil, sabar dan sebagainya.
     Oleh karena itu kita sebagai manusia ciptaanya dan menjadi pemuda Indonesia khususnya wajib bertaqwa kepada Tuhan YME serta menjalankan segala perintahnya. Selain itu kita sebagai makhluk tuhan harus bisa mengamalkan ajaran-ajaran agama dengan baik dan menjadi generasi muda yang berbasis agama, agar hidup lebih terarah.
2.Kemanusiaan Adalah Kesesuaian Dengan Hakikat Manusia
     Seperti yang kita ketahui bahwa susunan kodrat manusia itu terdiri dari jiwa dan raga. Jiwa terdiri atas akal, rasa, karsa.dan tubuh terdiri atas unsur-unsur benda mati tumbuh-tumbuhan dan binatang. Sedangkan menurut sifat kodratnya, manusia merupakan kesatuan individu dan makhlik sosial atau disebut dengan monodualis social, ekonomi, politik. Menurut kedudukan kodratnya, manusia merupakan kesatuan individu yang berdiri sendiri dan sebagai makhluk tuhan atau disebut dengan monodualis religion.
     Oleh karena itu sebagai manusia dan pemuda pada khususnya yang mempunyai susunan, sifat, kedudukan kodrat yang sama kita harus dapat mencintai sesama, mengembangkan sikap tenggang rasa, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
3.Persatuan Adalah Kesesuaian Dengan Hakikat Satu
     Kata satu merupakan sesuatu yang bulat, tidak dapat dipecah-pecah. persatuan Indonesia pada hakikatnya bahwa bangsa Indonesia yang berjumlah jutaan jiwa dan mempunyai adat istiadat, agama, kepercayaan, kebudayaan yang berbeda-beda itu merupakan satu kesatuan.
     Oleh karena itu didalam pergaulan satu sama lain kita harus dapat menunjukan rasa persatuan dan kesatuan bangsa yang berbhineka tunggal ika, meskipun berbeda-beda kita harus saling menghormati, menjaga karena satu jua. Selain itu kita harus menyadari bahwa kita bertanah air satu yaitu tanah air Indonesia, sehingga harus cinta tanah air dan bangsa.
4.Kerakyatan Adalah Kesesuaian Dengan Hakikat Rakyat
     Rakyat adalah manusia-manusia yang bertempat tinggal disuatu Negara. istilah hakikat rakyat menunjukan keseluruhan, jadi bukan bagian-bagian, meskipun keseluruhan itu terdiri dari bagian-bagian.maka antara keseluruhan dan bagian ada hubungan yang erat.
     Oleh karena itu kita sebagai pemuda harus saling bekerja sama, bergotong royong untuk mewujudkan cita-cita kita dan bangsa. Dan kita harus menjawab tantangan bersama, memecahkan persoalan secara bersama dan musyawarah bersama. hal ini sharus dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan sehingga tercapai sifat kekeluargaan.
5.Keadilan Adalah Kesesuaian Dengan Hakikat Adil
     Adil disini dapat diartikan menempatkan sesuatu atau hak dan kewajiban pada tempatnya. Berbuat adil kepada diri sendiri berarti berbuat yang serasi antara hak dan kewajiban, berbuat adil kepada masyarakat berarti berlaku adil sesama warganya, berbuat adil terhadap alam berarti kita tidak boleh berbuat semena-mena dan merusak lingkungan hidup, berbuat adil kepada tuhan berarti melaksanakan kewajiban terhadap tuhannya.
     Oleh karena itu kita harus bersifat adil terhadap diri kita, orang lain, alam Negara dan tuhan. Jangan sampai melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum dan berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

C.      Penanaman Peran Penting Pancasila terhadap Generasi Muda
Penanaman pancasila dapat dilakukan dalam berbagai lapis kehidupan. Misalnya dalam kehidupan politik. Pengembangan politik negara terutama dalam dewasa ini harus mendasarkan pada moralitas sebagaimana tertuang dalam sila-sila pancasila dan esensinya, sehingga praktek politik yang menghalalkan segala cara harus segera di akhiri.
Untuk menanamkan ideologi Pancasila yang kuat, hendaknya dilakukan sejak dini. Tidak dipungkiri, pendidikan berperan penting. Pendidikan dimulai sejak dari keluarga. Keluarga, terutama orangtua hendaknya mendidik dan membimbing anak-anaknya tentang nilai-nilai Pancasila. Di lingkungan sekolah, banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya dengan memasukkannya dalam sistem kurikulum.
Pancasila tidak hanya ditanamkan secara kognitif. Dalam arti bahwa nilai Pancasila disajikan dalam bentuk-bentuk materi dalam mata pelajaran khusus, seperti Pendidikan Pancasila misalnya. Nilai-nilai tersebut juga bisa diaplikasikan dalam mata pelajaran lainnya secara afektif. Misalnya dengan membiasakan disiplin, jujur, saling menghargai dan menghormati, dll.
Dalam strategi pembinaan ideologi, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan (Sunarso, dkk : 2008), yaitu :
1.        Ideologi harus diaktualisasikan dalam bidang kenegaraan dan oleh WNI
2.        Ideologi sebagai perekat pemersatu harus ditanamkan pada seluruh WNI
3.        Ideologi harus dijadikan panglima bukan sebaliknya (Abdulkadir Besar, 1988)
4.        Aktualisasi ideologi dikembangkan ke arah keterbukaan dan kedinamisan
5.        Ideologi Pancasila mengakui keanekaragaman dalam hidup berbangsa dan dijadikan alat untuk menyejahterakan dan mempersatukan masyarakat
6.        Kalangan elit eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus mewujudkan cita-cita bangsa dengan melaksanakan GBHN dengan mengedepankan kepentingan bangsa
7.        Mensosialisasikan ideologi Pancasila sebagai ideologi humanis, religius, demokratis, nasionalis, dan berkeadilan. Proses sosialisasi Pancasila dilakukan secara objektif dan ilmiah (bukan doktriner) dengan metode yang sesuai dengan perkembangan zaman.
8.        Tumbuhkan sikap positif terhadap warga negara dengan meningkatkan motivasi untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Perlunya perbaikan ekonomi untuk mengakhiri krisis multi dimensional (Endang Zaelani Sukaya, 2000:109).
Kita sebagai bangsa Indonesia, terlebih sebagai pemuda Indonesia harus mengamalkan ajaran Pancasila, yaitu dengan cara menanamkan nilai-nilai Pancasila secara terus-menerus, mendalam, dan sesuai perkembangan jaman. Generasi muda akan lebih memahami arti bernegara dan kehidupan yang saling toleransi dalam kemajemukan bangsa apabila generasi muda memiliki pemahaman yang benar tentang Pancasila. Selain itu, pemuda juga perlu meningkatan pendidikan norma agama, adat-istiadat, dan bimbingan dari orang tua, sehingga tata sopan santun tersebut dapat ditanamkan dan diajarkan pada para generasi muda bangsa Indonesia.
Pengamalan dari nilai-nilai Pancasila pun sesungguhnya cukup mudah dilakukan oleh generasi muda, yaitu dengan cara mengembangkan sikap saling hormat menghormati antar pemeluk agama yang sama maupun berbeda, tidak beperilaku semena-mena terhadap orang lain, membantu teman yang terkena musibah sesuai kemampuan, menghargai produk dalam negeri, melakukan musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan, mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan, dan lain sebagainya.


 BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
     Beberapa kesimpulan yang saya simpukan berkaitan dengan makalah yang saya susun adalah:
1.      Bangsa Indonesia membutuhkan pemuda yang menyadari pentingnya Pancasila dalam era global untuk meneruskan perjuangan para pahlawan dalam memajukan dan memimpin Indoensia.
2.      Era globalisasi membawa pengaruh yang baik dan buruk terhadap keadaan suatu bangsa dan generasi. Oleh karena itu, sebagai generasi yang akan membawa masa depan Indonesia, pemuda haruslah mampu menyaring pengaruh buruk globalisasi dan memanfaatkan pengaruh yang baik.
3.      Meskipun globalisasi selalu identik dengan modernisasi, Indonesia tidak boleh melupakan dasar negara, yaitu Pancasila dalam setiap aspek kehidupan maupun pemerintahan negara. Karena Pancasila merupakan cermin kepribadian bangsa Indonesia yang paling realistis.
4.      Pemuda harus mampu menempatkan pancasila sebagai dasar hukum tertinggi Indonesia.

B.       Saran
     Beberapa saran yang dapat saya berikan kepada pembaca pada umumnya dan kepada generasi muda pada khususnya adalah agar lebih memaknai Pancasila secara lebih mendalam, lebih menjiwai dan agar selalu tampak dalam aktualisasi kehidupan sehari-hari. Pemberian pendidikan Pancasila sejak dini juga diperlukan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berdedikasi tinggi dalam hukum namun tetap menjunjung tinggi keluhuran cita-cita bangsa seperti yang terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhICd_-l3IuzG8jXziqDYsWaYXVH3JH4Z3pRCyqIwfadmDlDG-tdvtPARe0iOYn9Iy8Xr1sSu9QlYqq-YtePVaE8Bjxc7kyFRm5vJxqd9qNOYrF5mahnnkdgdoun8K1aqdlCHXk0snya_w/s1600/images.jpg
ruanghati.com


DAFTAR PUSTAKA



http://alphiee-s.blogspot.com/2012/04/peran-penting-pancasila-dalam-pandangan.html

Pengikut