Raden Saleh, “Pangeran Hitam” Penakluk Eropa
Karyanya menjadi koleksi Ratu Elizabeth II dan dipajang di museum-museum seni dunia. Dialah Raden Saleh, pelukis pertama Indonesia yang merambah Eropa.
Damai baru kembali berjejak di Eropa ketika seorang priyayi Jawa berdarah Arab berlabuh di Amsterdam. Saat itu Napoleon belum lama mati. Pasukannya cerai berai dan wilayah kekuasaannya dibagi-bagikan. Eropa yang lelah berperang, sedang berganti paras buat menyambut era industrialisasi.
Saat semacam itulah Raden Saleh tiba di Eropa. Ia dititahkan penguasa kolonial Belanda untuk belajar seni rupa di Koninklijke Academie van Beeldende Kunsten Den Haag. Kepergiannya dimaksudkan sebagai eksperimen sosial. Buat menjawab apakah seorang pribumi bisa dididik menjadi Europeanen, warga kulit putih Eropa.
Maka selama sepuluh tahun Raden Saleh berkutat di Den Haag. Hingga akhirnya ia mulai berkelana tahun 1839.
Pengembaraannya berakhir sementara di Dresden. “Kota ini punya dua keunggulan,” tulisnya kepada Kementrian Kolonial Belanda. “Di sini ada banyak obyek untuk dipelajari. Pertama museum-museum berisikan lukisan, benda dan naskah kuno. Selain itu saya mendapat izin buat bekerja di sana dari Raja dan Pangeran Johann von Sachsen. Keunggulan ketiga adalah pemandangan alamnya.”
Dresden pada era Raden Saleh didominasi oleh kaum liberal. Kebebasan mewarnai politik, pendidikan, seni dan budaya. Saat itu belum ada tempat untuk nasionalisme buta yang berkembang di akhir abad ke-18.
Oleh keluarga ningrat Dresden, Serre, Raden Saleh didorong mendalami romantisme dan memadukannya dengan budaya oriental yang ia bawa. “Bait ini untuk mengenang Mayor Serre dan isterinya yang saya sayangi dan hormati seperti orangtua kedua,” tulisnya pada 21. Agustus 1840.
Hingga kini jejak Raden Saleh masih terasa di Dresden. Surau yang dibangun buat menghormatinya di sebuah desa di jantung pegunungan Erzgebirge, menjadi situs yang dilindungi dan rajin menjaring wisatawan.
Sementara karya-karyanya tersimpan rapih dalam bentuk koleksi pribadi dan museum-museum seni. Salah satu lukisan Raden Saleh bahkan menjadi koleksi Ratu Elizabeth II dari Inggris. Terakhir, lukisan “Berburu Rusa” yang ia lukis tahun 1846 di Dresden laku dengan harga 5,5 miliar Rupiah.
Maka sosok yang oleh harian Frankfurter Allgemeine Zeitung dijuluki sebagai Der Schwarze Prinz alias Pangeran Hitam itu menjadi wajah pertama Indonesia yang berjejak di Jerman. Untuk menghormatinya, museum Lindenau di Altenburg menggelar pameran khusus karya-karya Raden Saleh bulan September tahun lalu.
Keterangan gambar: Tahun 1851 Raden Saleh merasa terpanggil untuk pulang ke tanah Jawa. Fasih dalam lima bahasa, dalam lukisannya ia mengangkat peristiwa sejarah. Lukisan ini, sekarang dipamerkan di istana presiden di Jakarta dan menunjukkan penangkapan Pangeran Diponegoro pada tahun 1857.
DI RANGKUM DI BERBAGAI SUMBER.
Kamis, 07 Mei 2015
SEJARAH MASJID SULTAN AHMED (BLUE MOSQUE), SIMBOL KEPERKASAAN SULTAN TURKI DI ISTANBUL
SEJARAH MASJID SULTAN AHMED (BLUE MOSQUE), SIMBOL KEPERKASAAN SULTAN TURKI DI ISTANBUL.
Masjid Sultan Ahmed (bahasa Utsmaniyah Turki : مسجد سلطن احمد), (bahasa Republik Turki : Sultan Ahmed Camii) adalah sebuah Masjid Kekaisaran yang terletak di Istanbul, kota terbesar di Turki dan merupakan ibukota dari Kesultanan Utsmaniyah Turki (1453-1923). Masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Biru (Blue Mosque) karena pada masa lalu interiornya berwarna biru.
Masjid Sultan Ahmed didirikan antara tahun (1609-1616) atas perintah dari Yang Mulia Baginda Sultan Ahmed I. Arsitek Masjid Sultan Ahmed, Sedefhar Mehmet Aga, diberi mandat untuk tidak perlu berhemat biaya dalam penciptaan tempat ibadah umat Islam yang besar dan indah ini. Struktur dasar bangunan ini hampir berbentuk kubus, berukuran 53x51 meter.
Seperti halnya di semua Masjid, Masjid Sultan Ahmed ini diarahkan sedemikian rupa sehingga orang yang melakukan Sholat benar-benar menghadap ke kota suci Makkah. Dengan mihrab berada di depan dan lampu-lampu yang bergantungan pendek, interior Masjid Sultan Ahmed sungguh sangat indah.
Masjid Sultan Ahmed ini juga dikenal dengan nama Masjid Biru (Blue Mosque) karena warna cat interiornya didominasi warna biru. Akan tetapi cat biru tersebut bukan merupakan bagian dari dekor asli Masjid, maka cat tersebutpun dihilangkan. Sekarang, interior Masjid ini tidak terlihat berwarna biru lagi namun sang Masjid tetap dijuluki Blue Mosque dan menjadi saksi bisu sejarah Kekaisaran Utsmaniyah Turki.
Masjid Sultan Ahmed juga disebut-disebut sebagai salah satu mahakarya arsitektur Kekaisaran Utsmaniyah Turki yang keindahan dan kemegahannya mampu menandingi Masjid Aya Sophia yang didirikan oleh Kekaisaran Bizantium. Ketika Baginda Sultan Ahmed I wafat beliau dimakamkan di halaman Masjid ini. Masjid ini terletak di kawasan tertua di Istanbul, di mana sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Bizantium. Berada di dekat situs kuno Hippodrome, serta berdekatan juga dengan Masjid Aya Sophia (Masjid Kebijaksanaan Suci).
Jarak Masjid Sultan Ahmed cukup dekat dengan Istana Topkapi, tempat kediaman para Sultan Utsmaniyah Turki sampai tahun 1853 dan tidak jauh dari pantai Bosporus. Dilihat dari laut, kubah dan menaranya mendominasi cakrawala kota Istanbul, seakan-akan Masjid ini ingin menunjukkan kembali kejayaan peradaban Islam dimasa lampau.
Sumber :
www.google.com
www.wikipedia.org
MOHON DI FOLLOW AKUN SAYA
TWITTER = ALIV_FAHRUDIN
INSTAGRAM = MUHAMADALIV_FAHRUDIN
PATH = PAK UDIN
LINE = pak-udin
TERIMA KASIH BANYAK.
PLEASE FOLLOW IN MY ACCOUNT.
TWITTER = ALIV_FAHRUDIN
INSTAGRAM = MUHAMADALIV_FAHRUDIN
PATH = PAK UDIN
LINE = pak-udin
Masjid Sultan Ahmed (bahasa Utsmaniyah Turki : مسجد سلطن احمد), (bahasa Republik Turki : Sultan Ahmed Camii) adalah sebuah Masjid Kekaisaran yang terletak di Istanbul, kota terbesar di Turki dan merupakan ibukota dari Kesultanan Utsmaniyah Turki (1453-1923). Masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Biru (Blue Mosque) karena pada masa lalu interiornya berwarna biru.
Masjid Sultan Ahmed didirikan antara tahun (1609-1616) atas perintah dari Yang Mulia Baginda Sultan Ahmed I. Arsitek Masjid Sultan Ahmed, Sedefhar Mehmet Aga, diberi mandat untuk tidak perlu berhemat biaya dalam penciptaan tempat ibadah umat Islam yang besar dan indah ini. Struktur dasar bangunan ini hampir berbentuk kubus, berukuran 53x51 meter.
Seperti halnya di semua Masjid, Masjid Sultan Ahmed ini diarahkan sedemikian rupa sehingga orang yang melakukan Sholat benar-benar menghadap ke kota suci Makkah. Dengan mihrab berada di depan dan lampu-lampu yang bergantungan pendek, interior Masjid Sultan Ahmed sungguh sangat indah.
Masjid Sultan Ahmed ini juga dikenal dengan nama Masjid Biru (Blue Mosque) karena warna cat interiornya didominasi warna biru. Akan tetapi cat biru tersebut bukan merupakan bagian dari dekor asli Masjid, maka cat tersebutpun dihilangkan. Sekarang, interior Masjid ini tidak terlihat berwarna biru lagi namun sang Masjid tetap dijuluki Blue Mosque dan menjadi saksi bisu sejarah Kekaisaran Utsmaniyah Turki.
Masjid Sultan Ahmed juga disebut-disebut sebagai salah satu mahakarya arsitektur Kekaisaran Utsmaniyah Turki yang keindahan dan kemegahannya mampu menandingi Masjid Aya Sophia yang didirikan oleh Kekaisaran Bizantium. Ketika Baginda Sultan Ahmed I wafat beliau dimakamkan di halaman Masjid ini. Masjid ini terletak di kawasan tertua di Istanbul, di mana sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Bizantium. Berada di dekat situs kuno Hippodrome, serta berdekatan juga dengan Masjid Aya Sophia (Masjid Kebijaksanaan Suci).
Jarak Masjid Sultan Ahmed cukup dekat dengan Istana Topkapi, tempat kediaman para Sultan Utsmaniyah Turki sampai tahun 1853 dan tidak jauh dari pantai Bosporus. Dilihat dari laut, kubah dan menaranya mendominasi cakrawala kota Istanbul, seakan-akan Masjid ini ingin menunjukkan kembali kejayaan peradaban Islam dimasa lampau.
Sumber :
www.google.com
www.wikipedia.org
MOHON DI FOLLOW AKUN SAYA
TWITTER = ALIV_FAHRUDIN
INSTAGRAM = MUHAMADALIV_FAHRUDIN
PATH = PAK UDIN
LINE = pak-udin
TERIMA KASIH BANYAK.
PLEASE FOLLOW IN MY ACCOUNT.
TWITTER = ALIV_FAHRUDIN
INSTAGRAM = MUHAMADALIV_FAHRUDIN
PATH = PAK UDIN
LINE = pak-udin
THANK YOU VERY MUCH.
Senin, 27 April 2015
Kamboja: Fakta, Sejarah & Informasi Lainnya
Kamboja: Fakta, Sejarah & Informasi Lainnya
Kerajaan Kamboja adalah negara yang terletak di Asia Tenggara dan beribukota di Phnom Penh.
Sebelumnya, negara ini disebut Kampuchea dan berbatasan dengan Thailand, Laos, Vietnam, dan Teluk Thailand.
Wilayah daratan Kamboja memiliki luas sekitar 181.035 kilometer persegi, dan pada tahun 2007 memiliki populasi lebih dari 13 juta orang.
Terdapat sedikit catatan yang bisa diperoleh untuk menjelaskan Kamboja pada masa prasejarah.
Namun, bukti arkeolog menunjukkan bahwa manusia sudah tinggal di wilayah Kamboja sebelum tahun 1000 SM.
Berbagai bukti tersebut mnunjukkan bahwa pada saat itu orang Kamboja mengkonsumsi makanan yang terdiri dari nasi dan ikan. Tempat tinggal mereka biasanya dibangun di atas panggung, seperti yang bisa ditemui hingga sekarang.
Kamboja menjadi wilayah protektorat Perancis pada tahun 1884. Di bawah kolonisasi Perancis, negara ini justru memasuki masa damai yang kontras dengan persaingan dan perang yang mereka alami pada tahun-tahun sebelumnya.
Namun, perdamaian ini tidak berlangsung selamanya. Pada tahun 1941, Pangeran Norodom Sihanouk, saat itu berusia 19 tahun, mengambil tahta Kamboja atas keinginan Perancis.
Tahun-tahun setelah Sihanouk bertahta diwarnai dengan perselisihan dan persaingan.
Kamboja merdeka dari Perancis pada tahun 1953, namun masalah tidak kunjung selesai.
Pada tahun 1969, negara itu dibom oleh Amerika Serikat pada wilayah yang dicurigai sebagai kamp komunis.
Pada tahun 1970, Sihanouk digulingkan dan digantikan oleh Jenderal Lon Nol.
Sementara Lon Nol berusaha menjalin kedekatan dengan Amerika Serikat, Sihanouk yang digulingkan justru bergabung dengan komunis Khmer Merah, partai yang berkuasa di Kamboja.
Komunis Khmer Merah terus berkembang dalam jumlah dan mampu membentuk ribuan pasukan serta turut bertempur melawan pasukan Amerika dan Vietnam Selatan.
Amerika dan Vietnam Selatan mampu memaksa Khmer Merah mundur ke Kamboja. Namun, dalam kerusuhan yang terjadi, pasukan Khmer Merah tercatat membunuh sekitar 2 juta orang Kamboja.
Akhirnya, pada tahun 1978, invasi Vietnam mampu memaksa Khmer Merah keluar dari kamboja meskipun kelompok ini tetap melanjutkan gerilya hingga tahun 80-an.
Pada tahun 1993, PBB mengadakan pemilu yang membuat Norodom Sihanouk kembali ke posisinya semula.
Khmer Merah terus berupaya menciptakan kekacauan sampai akhirnya dilarang pada tahun 1994.
Pada tahun 1998, Hun Sen diangkat sebagai perdana menteri Kamboja dan dianggap mampu menstabilkan kondisi.
Hari ini, Kamboja merupakan negara berbentuk monarki konstitusional yang dikombinasikan dengan demokrasi multi partai. Negara ini memiliki raja sekaligus perdana menteri.
Sebagian besar warga Kamboja adalah etnis Khmer yang sudah tinggal di wilayah Kamboja sejak abad ke-9 M.
Etnis Khmer menyumbang sekitar 96 persen populasi. Sekitar 2 persen warga lain beretnis Cina sementara 1 persen adalah Vietnam. Satu persen lainnya merupakan Cham dan Muslim Melayu.
Bahasa resmi Kamboja adalah Khmer, tetapi bahasa Inggris dan Perancis juga digunakan.
source; Amazine.co & Geography
MOHON DI FOLLOW AKUN SAYA
TWITTER = ALIV_FAHRUDIN
INSTAGRAM = MUHAMADALIV_FAHRUDIN
PATH = PAK UDIN
LINE = pak-udin
TERIMA KASIH BANYAK.
PLEASE FOLLOW IN MY ACCOUNT
TWITTER = ALIV_FAHRUDIN
INSTAGRAM = MUHAMADALIV_FAHRUDIN
PATH = PAK UDIN
LINE = pak-udin
THANK YOU VERY MUCH.
Minggu, 26 April 2015
BAGI BUNG KARNO APAPUN MENJADI MUNGKIN...!!!
Tidak ada seorang pemimpin dunia dari era-Sukarno sampai saat ini yang tidak mengenal nama Sukarno. Salah satu pemimpin yang memiliki "daya magis" dan kharisma kepemimpinan yang luar biasa. Bahkan pemimpin negara antah berantah sekalipun akan mengenal nama Sukarno walau belum pernah melihatnya!
Apa yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin bila Sukarno sudah memiliki kemauan. Tidak percaya?
Oei Tjoe Tat menukil sejumlah ketidaklaziman ini. Semua peristiwa “aneh” alias tidak lazim itu, dikutip Tjoe Tat para periode antara tahun 1963 – 1965. Periode Oei Tjoe Tat menjadi orang dekat Bung Karno, baik sebagai menteri atau sahabat.
Catatan pertama ia torehkan saat mendampingi Bung Karno dalam suatu lawatan ke Asia Pasifik. Bung Karno dan rombongan berada di Tokyo, hendak melanjutkan lawatan ke Pyongyang (Korea Utara). Masalahnya adalah, untuk keamanan, Bung Karno harus singgah dulu ke negara ketiga yang tidak bermusuhan dengan Korea Utara maupun Jepang. Terlebih lagi, wilayah udara Korea sangat rawan, karena adanya daerah no man’s air. Mudah terjadi insiden antara kedua Korea, yang melibatkan Uni Sovyet (di belakang Korea Utara), Amerika Serikat dan Jepang (di belakang Korea Selatan).
Persoalannya adalah, Bung Karno adalah orang yang tidak suka ribet. Ia mau terbang langsung dari Tokyo ke Pyongyang, dua kota yang sedang bermusuhan. Ajaib dan tidak sulit. Entah melalui cara bagaimana, akhirnya justru angkatan udara Jepang dan Korea Utara sepakat melakukan pengawalan bersama terhadap Bung Karno sampai mendarat selamat di Pyongyang, Korea Utara, November 1964.
Di Korea Utara, Bung Karno dielu-elukan rakyat setempat. Tak terkecuali Presiden Kim Il Sung. Selain disambut tari-tarian Korea, juga diarak keliling Pyongyang, dan berakhir di sebuah stadion. Massa membludak, bahkan membentuk konfigurasi di tribun bertuliskan “Hidup Presiden Sukarno”...
Sambutan yang luar biasa, melebihi sambutan mereka terhadap pemimpin dunia lainnya. Sahabat SD boleh saja tidak percaya, tapi inilah yang terjadi.
Sambutan yang luar biasa, melebihi sambutan mereka terhadap pemimpin dunia lainnya. Sahabat SD boleh saja tidak percaya, tapi inilah yang terjadi.
Setelah kurang lebih satu minggu di Korea Utara, Presiden Sukarno hendak melanjutkan lawatan ke Shanghai, Cina, dan langsung ke Jakarta. Teknis perjalanan ini, lagi-lagi musykil dilakukan, tanpa singgah dulu di Hongkong, misalnya. Bung Karno juga tidak sudi menjejakkan kaki di Malaysia yang waktu itu sedang berkonftrontasi dengan Indonesia. Satu-satunya kemungkinan stop-over lain di Okinawa, sebuah teritori Jepang tetapi merupakan pangkalan militer Amerika Serikat penting, yang tentu saja tertutup bagi penerbangan sipil.
Sekali lagi, tidak ada yang tidak mungkin bagi seorang Sukarno. Begitulah, hingga akhirnya ia tertawa lebar saat menginjakkan kaki di karpet merah yang digelar untuknya, di pangkalan militer Amerika Serikat di Okinawa. Malahan dia disambut dengan kehormatan militer oleh Angkatan Laut AS.
Walikota Okinawa, ketika melihat kejadian itu menggeleng-gelengkan kepala seraya berbisik kepada Oei Tjoe Tat: “Your President is wonderful. I never dream it would be possible….”
Nah, ulah eksentrik Bung Karno sebelumnya juga ditunjukkan ketika singgah di Shanghai. Dalam perjalanan dari bandara ke penginapannya di kota Shanghai, ia duduk berdampingan dengan Perdana Menteri Chou En Lai. Di sepanjang jalan, rakyat Shanghai mengelu-elukan mobil yang ditumpangi Bung Karno dan Chou En Lai. Sontak Bung Karno minta kepada Chou En Lai sahabatnya untuk membuka kap mobil, karena ia ingin berdiri dan membalas sambutan rakyat Cina.
Chou sempat berdiskusi sejenak dengan petugas keamanan. Sebab Chou benar-benar tidak menghendaki terjadi insiden terhadap diri Bung Karno. Apa lacur, Bung Karno memaksa. Maka dibukalah kap mobil, dan segera berhamburanlah rakyat Cina mengerubuti mobil Bung Karno. Mereka ada yang menyalami, ada yang menyerahkan bunga, sehingga dalam waktu sekejap, ribuan tangkai mawar ada di pangkuan Bung Karno. Massa yang lain, ada yang sekadar berteriak-teriak ke arah Bung Karno, dalam bahasa Cina yang tentu saja Bung Karno tidak paham.
Tentu masih banyak lagi kisah super magis yang dilakukan seorang Sukarno. Tapi sekali Sahabat SD boleh saja tidak percaya, tapi memang itulah sosok Sukarno yang fenomenal...
Salah satu pemimpin dunia yang dikenal memiliki daya magis dan kharisma kepemimpinan yang luar biasa.
Jadi akan sangat lebay bila ada pemimpin saat ini yang mengaku pantas disandingkan dengan sosok Founding Father Bangsa ini, karena itu seperti membandingkan uang nominal seratus ribu rupiah dengan uang nominal seribu rupiah, nilainya jelas jauh tidak sepadan. Dan sampai sekarang pun harus diakui bahwa tidak ada presiden Indonesia yang bisa menyaingi, bahkan hanya mendekati kharisma kepemimpinan sosok Sukarno pun belum ada. The True President of Indonesia!
Jadi akan sangat lebay bila ada pemimpin saat ini yang mengaku pantas disandingkan dengan sosok Founding Father Bangsa ini, karena itu seperti membandingkan uang nominal seratus ribu rupiah dengan uang nominal seribu rupiah, nilainya jelas jauh tidak sepadan. Dan sampai sekarang pun harus diakui bahwa tidak ada presiden Indonesia yang bisa menyaingi, bahkan hanya mendekati kharisma kepemimpinan sosok Sukarno pun belum ada. The True President of Indonesia!
Rabu, 22 April 2015
SS-18, Setan Ini Cuma Butuh Waktu 30 Menit untuk Lebur Amerika
SS-18, Setan Ini Cuma Butuh Waktu 30 Menit untuk Lebur Amerika
Sepanjang sejarah, belum ada senjata yang lebih merusak dibanding rudal balistik antarbenua SS-18 milik Rusia. Mari bandingkan dengan bom nuklir AS yang menghantam Hirosima untuk bisa membayangkan kebrutalan rudal Rusia ini.
Bom Hiroshima memiliki daya ledak ‘hanya’ 15 kilo ton (KT) atau setara 15.000 ton TNT. Bom tersebut mampu menghilangkan 70.000 nyawa. Bagaimana dengan SS-18? Dia dapat membawa hingga sepuluh buah hulu ledak nuklir terpisah yang masing-masing berdaya ledak sekitar 750 KT. Beberapa rudal juga dilengkapi senjata hulu ledak raksasa 20.000 KT. Dari angka-angka itu bisa dibayangkan bagaimana luluh lantaknya bumi jika dia digunakan.
Amerika Serikat pada masa lalu memang lebih unggul dari Rusia dalam hal teknologi dan jumlah rudal. Namun, pada awal 1970-an ketika SS-18 mulai siap digunakan dalam jumlah besar, Moskow mulai tak terbendung. Pada 1990, Moskow memiliki sekitar 40.000 stok hulu ledak nuklir, dan AS hanya memiliki 28.000 buah. Hanya dengan menggunakan 3.000 hulu ledak SS-18, Rusia dapat memusnahkan semua manusia di daratan Amerika Serikat hanya dalam waktu 30 menit.
SS-18 yang diberi nama kode Satan oleh NATO ini memiliki berat 209.000 kilogram dan panjang 31 meter. Rudal Rusia yang sangat akurat tersebut tidak hanya dapat menembus dan menghancurkan silo-silo rudal AS, yang diperkuat hingga 300 psi, tetapi silo-silonya sendiri diperkuat secara luar biasa hingga 6.000 psi. Hal itu membuat rudal-rudal tersebut tidak terkalahkan. Hebatnya, dengan ukuran seberat dan sepanjang itu, rudal ini dapat melakukan gerakan sidewinding, yakni serangkaian gerakan melengkung berbentuk S untuk menghindari pertahanan antirudal. Selain itu, peralatan elektronik mikronya bisa diperkuat sehingga dapat berfungsi bahkan ketika terkena serangan nuklir.
SS-18 memberi ancaman eksistensial bagi Amerika Serikat, sehingga rudal ini menjadi isu fokus dalam pembicaraan tentang persenjataan di antara dua negara adidaya. AS bersedia menyingkirkan rudal strategis mereka yang ditempatkan di Eropa jika Rusia setuju mengurangi kekuatan roketnya secara signifikan. Dari peluncuran SS-18 sebanyak 308 silo pada 1991, Moskow telah mengurangi jumlahnya hingga 154 buah untuk mematuhi perjanjian START I.
START II bertujuan mengeliminasi semua rudal SS-18, namun perjanjian itu tidak diberlakukan sehingga rudal-rudal itu tetap aktif. Dari sudut pandang Rusia, penundaan tersebut jelas menguntungkan. Seiring terus memburuknya hubungan Rusia dengan AS setelah NATO berekspansi hingga mendekati perbatasan Rusia, Moskow memutuskan untuk menyiapkan senjata supernya. Sekarang, setelah romansa palsu Rusia-AS tahun 1991 lama berlalu, jelas Kremlin merasa rudal balistik antarbenua yang ditempatkan di silo yang berlapisan keras wajib dimiliki untuk menjaga wibawa negara tersebut.
Kini mendadak SS-18 kembali ramai dibicarakan karena terjebak dalam perang sanksi. Terkait sanksi Barat yang diberlakukan untuk Rusia, Moskow hendak menghentikan penjualan mesin roket pada Amerika Serikat jika mesin itu digunakan untuk tujuan militer. Beberapa anggota Kongres AS pun mengusulkan langkah yang berbahaya.
Para anggota legislatif AS menghendaki pemerintahan mereka memulai pembicaraan dengan pemerintah Ukraina untuk mengakhiri kerja sama antara Kiev dan Moskow yang telah lama terjalin terkait perawatan SS-18.
AS tampaknya harus menelan pil pahit. Rudal ini memang merupakan produk kompleks industrial militer yang berbasis di Biro Desain Yuzhnoye milik Ukraina, tetapi Federasi Ilmuwan AS menyatakan perusahaan-perusahaan Rusia memberi layanan perawatan untuk SS-18 yang saat ini berada di dalam inventaris mereka.
Kampanye yang nyaring untuk menentang SS-18 di Washington disebabkan oleh ketakutan masa lalu AS terhadap senjata maut pamungkas yang berada dalam kendali lawan. Namun, pada abad ke-21 ketika Rusia tidak lagi menjadi musuh bebuyutan AS, ketakutan itu tidak berdasar. Sebuah laporan Departemen Pertahanan AS tentang Persenjataan nuklir Rusia, yang disusun melalui kerja sama dengan Direktur Intelejen Nasional, menyatakan bahwa bahkan skenario terburuk dari serangan pertama Rusia hanya akan memberi “dampak kecil” bagi AS.
Sumber: RBTH/IMI
Senin, 20 April 2015
MELAWAN LUPA - Jokowi mana janjimu...?
MELAWAN LUPA - Jokowi mana janjimu...?
70 Janji kampanye Jokowi sewaktu Pemilihan presiden. Sebagian besar mustahil untuk di capai, sebagian lainnya belum terealisasi sama sekali, dan sudah banyak pula yang di ingkari. Jangan menjadi amnesia, Catat baik-baik dan pantau langsung pembuktian'nya. Perhatikan dan teliti secara seksama smile emotikon
70 Janji kampanye Jokowi sewaktu Pemilihan presiden. Sebagian besar mustahil untuk di capai, sebagian lainnya belum terealisasi sama sekali, dan sudah banyak pula yang di ingkari. Jangan menjadi amnesia, Catat baik-baik dan pantau langsung pembuktian'nya. Perhatikan dan teliti secara seksama smile emotikon
[1] Janji Jokowi-JK Besarkan Pertamina Kalahkan Petronas dalam 5 Tahun
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[2] Jokowi Janjikan Bangun 50 Ribu Puskesmas
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[3] Swasembada Pangan
(Janji dusta)
(Janji dusta)
[4] Membuat Bank Tani untuk Mengurangi Impor Pangan
(Janji dusta)
(Janji dusta)
[5] Jokowi Janji akan Tetap Blusukan bila Jadi Presiden
(Fungsinya blusuk Jokowi terbukti hanya sebagai pencitraan)
(Fungsinya blusuk Jokowi terbukti hanya sebagai pencitraan)
[6] Jokowi Janji Benahi Kawasan Masjid Agung Banten
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[7] Jokowi Janji Cetak 10 Juta Lapangan Kerja Jika Jadi Presiden
(Janji dusta)
(Janji dusta)
[8] Jokowi Janji Buka 3 Juta Lahan Pertanian
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[9] Jokowi Janji Batasi Bank Asing
(Janji dusta)
(Janji dusta)
[10] Berjanji Membangun Tol Laut dari Aceh hingga Papua (Resmi berdusta dengan angan-angan yang tidak logis sama sekali)
[11] Jokowi Janji Beri Berapa pun Anggaran Pendidikan
(Janji dusta / Bualan belaka)
(Janji dusta / Bualan belaka)
[12] Berjanji untuk Mengurangi Impor Pestisida dan Bibit Pertanian
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[13] Jokowi Janji Hapus Ujian Nasional
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[14] Membangun E-government, E-budgeting, E-procurement, E-catalog, E-audit Kurang dari 2 Minggu
(Resmi berdusta / Ingkar janji)
(Resmi berdusta / Ingkar janji)
[15] Terbitkan Perpres Pemberantasan Korupsi
(Resmi berdusta / Ingkar janji)
(Resmi berdusta / Ingkar janji)
[16] Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
(Resmi hanya sebatas bualan belaka)
(Resmi hanya sebatas bualan belaka)
[17] Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur seperti, Pelabuhan, Bandara, di wilayah Indonesia Bagian Timur
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[18] Dana Rp 1,4 Miliar per Desa Setiap Tahun
(Janji dusta / Bualan belaka)
(Janji dusta / Bualan belaka)
[19] Kepemilikan Tanah Pertanian untuk 4,5 juta Kepala Keluarga dan Perbaikan Irigasi di 3 juta Hektar Sawah
(Resmi berdusta dan tidak logis)
(Resmi berdusta dan tidak logis)
[20] Membangun 100 Sentra Perikanan yang dilengkapi Lemari Berpendingin
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[21] Membentuk Bank Khusus Nelayan
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[22] Menggunakan Pesawat Tanpa Awak untuk meng-Cover wilayah lndonesia
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[23] Meningkatkan Pemberian Beasiswa
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[24] Mengalihkan Penggunaan BBM ke Gas dalam waktu 3 Tahun
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[25] Jokowi Janji 'Sulap' KJS-KJP Jadi Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar
(Janji dusta)
(Janji dusta)
[26] Tidak bagi-bagi Kursi Menteri ke Partai Pendukungnya atau koalisi nya
(Resmi 1000% berdusta / Ingkar janji)
(Resmi 1000% berdusta / Ingkar janji)
[27] Jokowi Janji Tak Berada di bawah Bayang Megawati
(Resmi 1000% berdusta / Tetap menjadi jongos partai)
(Resmi 1000% berdusta / Tetap menjadi jongos partai)
[28] Membenahi Jakarta dari macet, banjir, dan segala macam nya
(Resmi berdusta / Bukan Urusan Saya)
(Resmi berdusta / Bukan Urusan Saya)
[29] Mendukung kemerdekaan dan mendirikan KBRI di Palestina
(Belum Terealisasi / Masih angan-angan)
(Belum Terealisasi / Masih angan-angan)
[30] Tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional (Belum Terealisasi)
[31] Mudah ditemui oleh warga Papua
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[32] Menurunkan harga sembako, meningkatkan kualitas dan kuantitas program raskin
(Resmi berdusta)
(Resmi berdusta)
[33] Memperhatikan permasalahan outsourcing
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[34] Menghapus subsidi BBM
(Lalu uang subsidi BBM nya kemana kok masih berhutang?)
(Lalu uang subsidi BBM nya kemana kok masih berhutang?)
[35] Meningkatkan profesionalisme, menaikkan gaji dan kesejahteraan PNS, TNI dan Polri
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[36] Meningkatkan anggaran penanggulangan kemiskinan termasuk subsidi Rp1 juta per bulan untuk keluarga prasejahtera sepanjang pertumbuhan ekonomi diatas 7%
(Janji dusta)
(Janji dusta)
[37] Perbaikan 5.000 pasar tradisional dan membangun pusat pelelangan, penyimpanan dan pengolahan ikan
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[38] Membantu meningkatkan mutu pendidikan pesantren untuk kualitas pendidikan nasional & kesejahteraan guru pesantren sebagai bagian komponen pendidikan bangsa
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[39] Akan berbicara terkait kasus BLBI
(Resmi 1000% berdusta / Ingkar janji)
(Resmi 1000% berdusta / Ingkar janji)
[40] Memperkuat KPK. meningkatkan anggarannya 10x lipat, menambah jumlah penyidik, regulasi.
(Resmi 1000% berdusta / KPK justru di bredeli)
(Resmi 1000% berdusta / KPK justru di bredeli)
[41] Menghentikan impor daging
(Resmi berdusta / Ingkar janji)
(Resmi berdusta / Ingkar janji)
[42] Menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di sektor pertanian, perikanan, dan manufaktur
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[43] Pembangunan infrastruktur seperti jalan, listrik, irigasi, dan pelabuhan
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[44] Meningkatkan 3 kali lipat anggaran pertahanan
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[45] Meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembenahan tenaga pengajar yang punya kemampuan merata diseluruh Nusantara
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[46] Jokowi Pilih Mendikbud dari PGRI Jika Jadi Presiden
(Resmi berdusta dan Ingkar janji)
(Resmi berdusta dan Ingkar janji)
[47] Memberikan gaji besar bagi para ahli asal Indonesia
(Resmi berdusta / Para ahli tidak di hargai sama sekali di Indonesia)
(Resmi berdusta / Para ahli tidak di hargai sama sekali di Indonesia)
[48] Menaikkan gaji guru
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[49] Sekolah gratis
(Janji dusta)
(Janji dusta)
[50] Menangani kabut asap di Riau
(Tangani dulu ketua umum partaimu!)
(Tangani dulu ketua umum partaimu!)
[51] Membeli kembali Indosat
(Janji dusta / Bualan belaka)
(Janji dusta / Bualan belaka)
[52] Membangun industri maritim
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[53] Menyederhanakan regulasi perikanan
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[54] Mempermudah nelayan mendapatkan Solar sebagai bahan bakar kapal dengan mendirikan SPBU khusus
(Dengan harga mahal?)
(Dengan harga mahal?)
[55] Membuktikan janji-janji dalam visi-misi
(Silahkan buktikan jangan cuma bicara saja!)
(Silahkan buktikan jangan cuma bicara saja!)
[56] Menyejahterakan kehidupan petani
(Janji dusta / Bualan belaka)
(Janji dusta / Bualan belaka)
[57] Mengelola persediaan pupuk dan menjaga harga tetap murah
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[58] Membangun banyak bendungan dan irigasi
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[59] Menyusun kabinet yang ramping dan diisi oleh profesional
(Super sekali, Mayoritas dari koalisi Indonesia hebat?)
(Super sekali, Mayoritas dari koalisi Indonesia hebat?)
[60] Menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran HAM di masa lalu
(Resmi berdusta / Ingkar janji)
(Resmi berdusta / Ingkar janji)
[61] Menjadikan perangkat desa jadi PNS secara bertahap
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[62] Meningkatkan Industri Kreatif sebagai salah satu Kunci Kesejahteraan Masyarakat
(Janji berdusta)
(Janji berdusta)
[63] Cuma satu dua jam saja di kantor, selebihnya bertemu rakyat
(Super sekali, Presiden apa Seller dealer motor?)
(Super sekali, Presiden apa Seller dealer motor?)
[64] Jokowi Janji Internet Cepat
(Resmi berdusta / Bualan belaka)
(Resmi berdusta / Bualan belaka)
[65] Menyelesaikan masalah korban lumpur Lapindo
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
(Belum Terealisasi / Angan-angan belaka)
[66] Mengusut kasus penculikan aktivis pada 1998
(Resmi berdusta / Ingkar janji)
(Resmi berdusta / Ingkar janji)
[67] Tidak akan menaikan harga BBM
(Resmi 1000% berdusta / Ingkar janji)
(Resmi 1000% berdusta / Ingkar janji)
[68] Membangun mobil Nasional
(Resmi berdusta / Yang benar adalah Mobil buatan Malaysia menggunakan pegawai Indonesia)
(Resmi berdusta / Yang benar adalah Mobil buatan Malaysia menggunakan pegawai Indonesia)
[69] Berjanji tidak berhutang pada asing
(Resmi 1000% berdusta / Ingkar janji)
(Resmi 1000% berdusta / Ingkar janji)
[70] Jaksa Agung tidak dari Politikus
(Resmi 1000% berdusta / Ingkar janji)
(Resmi 1000% berdusta / Ingkar janji)
*Catatan :
Semakin seseorang mengumbar banyak janji, maka semakin besar orang tersebut akan ingkar.
Seharusnya bila Jokowi benar-benar ingin menjadi presiden demi memperbaiki bangsa ini, keluarkan 3 janji saja :
1. Hukum mati bagi Koruptor, Bandar Narkoba, Pembunuh, dan Pemerkosa.
2. Menepati janji yang pertama
3. Melakukan janji pertama dan kedua dengan sepenuh hati demi bangsa Indonesia
Semakin seseorang mengumbar banyak janji, maka semakin besar orang tersebut akan ingkar.
Seharusnya bila Jokowi benar-benar ingin menjadi presiden demi memperbaiki bangsa ini, keluarkan 3 janji saja :
1. Hukum mati bagi Koruptor, Bandar Narkoba, Pembunuh, dan Pemerkosa.
2. Menepati janji yang pertama
3. Melakukan janji pertama dan kedua dengan sepenuh hati demi bangsa Indonesia
Bila 3 janji diatas terpenuhi, jangankan hanya membangun jalan tol laut, atau membangun 1000 rumah sakit gratis, membangun istana emas di atas laut pun bisa Indonesia lakukan. Indonesia adalah negeri paling kaya raya di dunia, bila semua institusi pemerintahan yang korup di bersihkan dan keuangan negara terjaga dengan baik jangankan hanya mengungguli Jepang dan Cina, mengungguli Amerika pun Indonesia pasti sanggup. Tinggal pemerintahan di negeri ini berani memberantas kejahatan atau justru bersekutu dengan kejahatan?
Sejarah Tanjung Priok, Jakarta Utara
Tanjung Priok, Jakarta Utara
Kecamatan Tanjung Priok terletak di Jakarta Utara. Di daerah ini terdapat Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan pelabuhan terpadat di Indonesia.
Sejak dahulu kawasan ini merupakan pelabuhan prasejarah sejak zaman penyebaran agama Hindu, dan kemudian oleh pemerintah kolonial Belanda Tanjung Priok benar-benar dikembangkan menjadi kawasan pelabuhan komersial pada akhir abad ke-18.
Asal nama
Kata Tanjung Priok berasal dari kata tanjung yang artinya daratan yang menjorok ke laut, dan priok (periuk) yaitu semacam panci masak tanah liat yang merupakan komoditas perdagangan sejak zaman prasejarah.
Anggapan nama Tanjung Priok berasal dari tokoh penyebar Islam Mbah Priuk (Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad Husain) menurut pendapat budayawan Betawi Ridwan Saidi dan sejarawan Alwi Shahab adalah kemungkinan (legenda), karena kawasan ini sudah bernama Tanjung Priok jauh sebelum kedatangan Mbah Priuk pada tahun 1756.
Sejarah
Pemerintah Hindia Belanda mengembangkan kawasan Tanjung Priok sebagai pelabuhan baru Batavia pada akhir abad kesembilan belas untuk menggantikan pelabuhan Sunda Kelapa yang berada di sebelah baratnya karena telah menjadi terlalu kecil untuk menampung peningkatan lalu lintas perdagangan yang terjadi akibat pembukaan Terusan Suez. Pembangunan pelabuhan baru dimulai pada tahun 1877 oleh Gubernur Jenderal Johan Wilhelm van Lansberge (1875-1881). Beberapa fasilitas dibangun untuk mendukung fungsi pelabuhan baru, antara lain Stasiun Tanjung Priok (1914).
Pelabuhan air modern terbesar se-Indonesia di Jakarta. Dibangun untuk menggantikan pelabuhan lama yakni Pasar Ikan yang dinilai sudah tidak memenuhi syarat lagi. Lokasinya berjarak sekitar 9 km di sebelah timur dari pelabuhan lama. Wilayahnya masuk dalam lingkup administratif pemerintahan Kelurahan Tanjung Priok, Kec. Tanjung Priok, wilayah Kotamadya Jakarta Utara. Pelabuhan Tanjung Priok merupakan suatu pelabuhan laut dalam yang pertama di mana kapal-kapal dapat bersandar, memuat batubara dan diperbaiki di suatu dok yang kering. Sebuah jalan kereta api juga dibuat untuk menghubungkan Tanjung Priok dengan kota lama Batavia dan daerah baru di selatan. Bermula dari kritik atas kelemahan fasilitas pelabuhan lama di Batavia, Tanjung Priok sampai sekarang tetap eksis sebagai pelabuhan penting bagi Jakarta untuk lalu lintas kapal-kapal besar.
Sebelum menjadi areal pelabuhan, awalnya areal ini merupakan tanah partikelir Tanjung Priok dan tanah partikelir Kampung Kodya Tanjung Priok, yang dikuasai oleh beberapa orang tuan tanah yaitu: Hana birtti Sech Sleman Daud; Oeij Tek Tjiang; Said Alowie bin Abdulah Atas; Ko Siong Thaij; Gouw Kimmirt; dan Pattan. Tanah partikelir tersebut kemudian diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda, lalu disewakan kepada maskapai pelayaran Koninklijke Paketvaar Maatschappij (KPM) guna pembangunan dan pengoperasian Pelabuhan Tanjung Priok. Tanah partikelir tersebut merupakan areal kebun kelapa. Gagasan pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok dipelopori oleh kalangan swasta pemilik modal (kaum kapitalis) di negri Belanda.
Kemudian KPM bermitra dengan Perusahaan Burn Philip Lina, Rotterdamsche Loyd Ocean, Nederlandsche Loyd Ocean. Selain itu juga meminta jaminan kepada pemerintah Hirtdia Belanda untuk membantu dalam pengendalian keamanan dan pengerahan tenaga buruh pribumi. Pemerintah Hindia Belanda segera membatalkan status tanah partikelir Kampung Kodya Tandjung Priok dan tanah partikelir Tandjung Priok, kemudian disewakan kepada KPM selama 75 tahun sejak tahun 1877. Pemerintah Hindia Belanda juga menekan para bupati di Jawa khususnya bupati-bupati di Banten dan Priangan serta Jawa Tengah untuk mengirimkan rakyatnya bekerja bagi pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok.
Pengerjaan Pelabuhan Tanjung Priok dimulai pada bulan Mei 1877 dan selesai pada tahun 1886. Dimulai dengan pembangunan Pelabuhan I setelah adanya ketentuan bahwa kegiatan Pelabuhan Sunda Kelapa dipindahkan ke Tanjung Priok. Perencana pelabuhan ini adalah Ir.J.A.A. Waldrop, seorang insinyur yang berasal dari Belanda sedangkan pelaksananya adalah Jr. J.A. de Gelder dari Departement B.O.W., seorang Insinyur Perairan. Dengan diresmikannya Pelabuhan Tanjung Priok 1886, maka kegiatan pelabuhan utama Batavia yang semula berada di Kali Ciliwung sekitar kasteel Batavia dialihkan ke Pelabuhan Tanjung Priok, dan Pelabuhan Kali Ciliwung tersebut, kemudian dikenal dengan nama Pelabuhan Pasar Ikan. Selain membangun Pelabuhan Tanjung Priok, KPM juga membangun Pelabuhan Teluk Bayur-Padang (Port Van der Capellen) pada tahun 1886 dan Pelabuhan Belawan Deli tahun 1891. Pada awal peresmiannya, hanya beberapa kapal bermesin uap dan mayoritas adalah kapal-kapal layar. Memasuki abad ke-20 jumlah kapal bermesin uap meningkat menggantikan kapal-kapal layar. Pada tahun 1912 sejalan dengan perkembangan ekonomi yang pesat pelabuhan itu dirasakan terlalu kecil maka dilakukan perluasan.
Pada tahun 1914 dimulai pembangunan Pelabuhan II. Pemborong bangunannya adalah Volker. Tahun 1917 pembangunan selesai dengan panjang kade pelabuhan 100 meter dan kedalaman air 9,5 meter LWS, sedangkan bendungan bagian luar dirubah dan diperpanjang sedang lebar kade 15 meter untuk double spoor kereta api dan kran-kran listrik. Tahun 1917 dibangun juga tempat penyimpanan batubara oleh NISHM serta tempat penyediaan bahan bakar oleh BPM dan Shell.
Pelabuhan III mulai dibangun tahun 1921, tetapi terhenti akibat Malaise. Kemudian dilanjutkan kembali tahun 1929 dan selesai tahun 1932 dengan panjang kade 550 meter di sebelah barat. Pada masa pendudukan Jepang, Pelabuhan Tanjung Priok dikuasai oleh Djawa Unko Kaisya yang berada di bawah Kaigun(Angkatan Laut Jepang). Kondisi pelabuhan sebagian rusak, khususnya sengaja dirusak oleh Belanda yang menyerah kepada Jepang (7 Maret 1942). Agar pelabuhan dapat dioperasikan, Jepang mengerahkan tenaga Romusha untuk memperbaiki pelabuhan. Seperti pengerukan alur, pembersihan alur dari ranjau-ranjau yang sengaja ditebarkan oleh Belanda. Selain alur pelabuhan, banyak fasilitas lainnya yang rusak dan harus diperbaiki, seperti gudang-gudang, dok, dermaga dan jalan.
Setelah kemerdekaan RI (17 Agustus 1945), Pelabuhan Tanjung Priok diambil alih oleh bangsa Indonesia/pemerintah RI melalui Badan Keamanan Rakyat Laut Tanjung Priok bersama pejuang Indonesia lainnya yang umumnya merupakan pekerja pada Pelabuhan Tanjung Priok di masa Kolonial Belanda maupun masa Kolonial Jepang. Pada pertengahan September 1945 Pelabuhan Tanjung Priok dikuasai oleh pemerintah RI, namun beberapa minggu kemudian dikendalikan oleh NICA yang membonceng pada Sekutu 29 September 1945. Pengendalian oleh NICA berlangsung sampai tanggal 27 Desember 1949.
Setelah pengakuan kedaulatan RI (27 Desember 1949), berdasarkan pasal perjanjian KMB (Konferensi Meja Bundar) Pelabuhan Tanjung Priok harus dikembalikan kepada Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) yang masih memiliki hak pengelolaan berdasarkan konsesi selama 75 tahun sejak tahun 1877, yang berarti KPM masih memiliki hak pengelolaan sampai tahun 1952. Pada tahun 1952 pemerintah RI melakukan "Nasionalisasi" atas Pelabuhan Tanjung Priok, pengelolaannya diserahkan kepada Kementerian Perhubungan, Djawatan Perhubungan Laut, sedangkan pelaksananya adalah Badan Pengusahaan Pelabuhan (BPP).
Untuk pelaksanaan aktivitas pelabuhan, seluruh kapal KPM diambil-alih lalu diserahkan kepada PN.Dok Tanjung Priok. Fasilitas gudang, fasilitas dermaga, dan fasilitas lainnya dikelola BPP yang melibatkan berbagai instansi terkait seperti Djawatan Bea dan Cukai, Djawatan Pengerukan, Djawatan Imigrasi, Komandan Militer Kota, KPPP, KPLP dan lainnya. Untuk meningkatkan jasa pelayanan pelabuhan, pemerintah RI melakukan perbaikan atas fasilitas yang rusak akibat perang kemerdekaan (1945-1949), juga melakukan pembangunan fasilitas/ sarana/prasarana infrastruktur dalam rangka menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Indonesia. Pada tahun 1955 diresmikan fasilitas Pelabuhan Nusantara I dalam areal pelabuhan Tanjung Priok.
Pelabuhan Tanjung Priok ditetapkan sebagai Perusahaan Negara. Sistem organisasi kepelabuhan dirubah dengan penguasa tunggal di pelabuhan adalah "Komandan Penguasa Pelabuhan" yang di dalamnya tergabung Kesyahbandaran sebagai staf Operasi dan P.N. Pelabuhan sebagai staf jasa. Tahun 1969 organisai P.N. Pelabuhan lebih diarahkan pada segi Ekonomi dan Perdagangan, sedang Penguasa Pelabuhan dirubah menjadi administrator pelabuhan selaku penangggungjawab umum dan tinggal di pelabuhan di dalam organisasi Badan Penguasa Pelabuhan (BPP) dengan dibantu oleh semacam Penasehat yaitu Badan Musyawarah Pelabuhan (BMP) sedangkan Adpel sendiri berada di bawah pengawasan Kepala Daerah Pelayaran.
Tanggal 13 Januari 1971 terjadilah penandatanganan perjanjian kerjasama Pelabuhan Tanjung Priok dengan Priams (Amsterdam) dengan tukar menukar data dan pendalaman sebagai bahan perbandingan. Kemudian Presiden membentuk Team Penertib Pelabuhan Tanjung Priok yang disebut "Walisongo" yang mengadakan perbaikan-perbaikan di pelabuhan.
Tahun 1974 Pembangunan Proyek Besar Dermaga Pelabuhan III Timur dan Dermaga Pelabuhan I Timur sebagai tambahan terbesar untuk fasilitas tempat di pelabuhan. Selain itu dibuat juga Operation Room BPP yang diresmikan pemakaiannya oleh Ketua Team Walisongo Slamet Danudirdjo tanggal 5 Juli 1975 dengan mengibaratkan Tanjung Priok sebagai "Si Denok Bandarwati". Motto tersebut bermakna "Hari esok haruslah lebih baik dari hari ini karena hari ini telah lebih baik dari hari kemarin". Dengan motto ini Pelabuhan Tanjung Priok ditata dari hari ke hari tanpa mengenal lelah. Si Denok Bandarwati yang telah mencapai usia seabad ini telah merubah wajahnya, merubah bentuknya menyesuaikan diri pada perkembangan masa kini. Pelabuhan bisa mencapai keadaan seperti sekarang ini adalah pula atas kerja sarna semua unsur di pelabuhan mulai dari buruhnya sampai kepada Adpelnya, dari para penguasanya sampai pada pengelolanya. Pada Upacara peringatan 100 tahun, tercetus puisi persembahan untuk Si Denok Bandarwati ciptaan Slamet Danudirdjo.
Tahun 1977 Pelabuhan Tanjung Priok mencapai usia 100 tahun atau seabad, dalam rangka peringatan ini diadakan "7 tahun Interport Sports Meet " dengan para pesertanya dari Pelabuhan Singapura, Penang, Sabah, Kuching, Bangkok, Rejang Johor, Manila, Kuantan, Belawan dan Tanjung Perak. Puncak acara peringatan ini berlangsung tanggal 17 Juni 1977 dimana secara resmi Peringatan 100 tahun Pelabuhan Tanjung Priok dimulai.
Referensi Wikipedia
1. Jakarta.go.id
^ Cobban, James L. 1985. The ephemeral historic district in Jakarta. Geographical Review 75(3):300-318.
Langganan:
Postingan (Atom)





