Kamis, 20 Agustus 2015

~ NURUDDIN MAHMUD ZENGI ~ MENAKHLUKAN MUSUH DENGAN KESHALEHAN DAN KEBIJAKSANAAN - IDOLA SEKALIGUS PANUTAN SHALAHUDDIN AL-AYYUBI

~ NURUDDIN MAHMUD ZENGI ~
MENAKHLUKAN MUSUH DENGAN KESHALEHAN DAN KEBIJAKSANAAN - IDOLA SEKALIGUS PANUTAN SHALAHUDDIN AL-AYYUBI






Nuruddin Zengi adalah salah satu raja yang terkenal keshalehan dan keadilannya. Bahkan banyak ulama mengatakan bahwa Nuruddin adalah raja yang sangat adil setelah Raja Umar bin Abdul Aziz. Tapi banyak orang belum mengenalnya ini maklum saja karena namanya tertutupi oleh nama Shalahuddin Al-Ayyubi. Padahal bila membicarakan seorang Shalahuddin maka wajiblah hukumnya berbicara mengenai sosok Nuruddin Zengi.
Karena Nuruddin lah yang memberikan kesan pemimpin yang shaleh dan adil kepada sosok Shalahuddin ketika remaja. Nuruddin adalah Idola sekaligus panutan nyata bagi Shalahuddin, sehingga kesan inilah yang membuat Shalahuddin begitu mengagumi sosok Nuruddin Mahmud Zengi.
*
Pada tahun 1187, tak lama setelah pembebasan al-Quds (Yerusalem) oleh Shalahuddin al-Ayyubi, sebuah mimbar yang indah dipindahkan dari Aleppo (ulama menyebutnya Halabi) ke Masjid al-Aqsha. Mimbar yang telah dibuat beberapa tahun sebelumnya itu merupakan sebuah simbol kekuatan visi dan cita-cita pembebasan al-Quds. Ia memang dibangun untuk diletakkan di Masjid al-Aqsha jauh sebelum tempat itu sendiri berhasil dibebaskan dari kekuasaan tentara salib. Mimbar itu dibangun sebelum masa pemerintahan Shalahuddin al-Ayyubi oleh seorang sultan yang juga saleh, yaitu Nuruddin Mahmud Zengi (1118-1174).
Nuruddin Zengi memang meninggal dunia tiga belas tahun sebelum berhasil mewujudkan apa yang dicita-citakannya. Tetapi ia memainkan peranan yang sangat penting dalam memperbaiki keadaan masyarakat Muslim di Suriah yang sebelumnya sibuk dengan konflik internal dan perselisihan madzhab. Ia merupakan seorang sultan di Suriah, dan kemudian juga di Mosul (Iraq) dan Mesir.
Pemerintahannya tidak ditandai dengan adanya penaklukkan spektakuler terhadap wilayah musuh seperti yang dilakukan oleh Muhammad al-Fatih terhadap Konstantinopel atau Shalahuddin al-Ayyubi terhadap al-Quds. Tetapi apa yang dilakukannya boleh jadi lebih penting. Ia menaklukkan dengan keshalehan dan nilai-nilai yang agung dari Tuhannya. Kekuatan militernya tidak dilengkapi dengan persenjataan fisik yang hebat dan istimewa. Tetapi ia memiliki senjata yang jauh lebih menggetarkan musuh-musuhnya, yaitu kekuatan doa dan pertolongan dari Yang Maha Penolong. Seorang non-Muslim di al-Quds bahkan mengakui hal ini.
“Sesungguhnya Abul Qasim (Nuruddin) memiliki sirr ‘rahasia’ dengan Allah,” katanya. “Tidaklah ia mengalahkan kami dengan bala tentaranya yang banyak, akan tetapi ia menang atas kami dengan doa dan shalat malamnya. Ia shalat di malam hari, mengangkat tangannya kepada Allah untuk berdoa dan meminta kepada-Nya. Dan Allah mengabulkan permintaannya serta tidak menjadikan doanya sia-sia, sehingga akhirnya dia menang atas kami.”
Nuruddin Zengi memerintah wilayah Suriah Utara setelah ayahnya, Imaduddin Zengi, wafat pada tahun 1146. Usianya ketika itu 28 tahun. Ia memerintah wilayah itu dari kota Aleppo (Halab). Ketika kakaknya meninggal dunia pada tahun 1149, ia menggabungkan Mosul di Iraq dalam wilayah kekuasaannya. Pada tahun 1154, Damaskus, kota penting lainnya di Suriah, juga masuk dalam wilayah pemerintahannya setelah melalui strategi yang cukup panjang.
Pada akhir masa pemerintahannya, tepatnya pada tahun 1169, Shirkuh dan keponakannya Shalahuddin yang bekerja di bawah pemerintahannya menambahkan Mesir ke dalam wilayah pemerintahan Nuruddin Zengi. Hal ini membuat kekuatan salib di al-Quds terjepit di antara wilayah kepemimpinan Nuruddin Zanki. Hanya saja beliau meninggal dunia tiga tahun kemudian, yaitu pada tahun 1174. Kepemimpinan atas wilayah-wilayah itu kemudian diteruskan oleh Shalahuddin al-Ayyubi yang juga memerintah dengan cara-cara yang Islami sehingga pada akhirnya berhasil membebaskan al-Quds dari tangan pasukan salib pada tahun 1187.
• Prestasi Militer Nuruddin Zengi
Nuruddin Zengi memiliki gaya militer yang khas. Ia tidak tergesa-gesa dalam menghadapi pasukan lawan. Kadang saat pasukannya berada di suatu daerah dan mendengar kedatangan pasukan musuh ke tempat itu, ia akan menarik pasukannya ke tempat lain. Tetapi ia melakukan hal itu untuk menyelidiki jumlah dan keadaan pasukan lawan, sambil terus melakukan pengintaian. Setelah musuh berangkat kembali dari tempat mereka, Nuruddin akan mengikuti dan menyergap mereka dengan tiba-tiba. Dengan cara ini, ia berhasil memenangkan banyak pertempuran dan mengurangi jumlah korban dari pasukan Muslim.
Adapun terhadap emir-emir Muslim di Suriah-Palestina yang masih menentangnya, ia menghindari konflik terbuka serta pertempuran fisik dengan mereka. Ia selalu menyeru mereka untuk berjihad bersamanya melawan kekuatan salib. Jika mereka menentangnya, ia akan melakukan tekanan politik terhadap mereka sambil melakukan persuasi dan menarik simpati para ulama di wilayah-wilayah yang dipimpin oleh para emir itu. Dengan begitu, walaupun para ulama dan masyarakat tersebut berada dalam wilayah kekuasaan yang berbeda, tetapi hati mereka bersama Nuruddin Zengi dan selalu mendoakan kemenangannya. Kesalehan serta cara-cara yang lembut seperti inilah yang membuat Nuruddin Zanki pada akhirnya dapat menyatukan seluruh Suriah ke dalam satu pemerintahan, setelah wilayah itu tercerai berai dan saling bermusuhan selama lebih dari setengah abad.
Ia sangat terampil berkuda dan memimpin secara langsung banyak pertempuran pada masa itu. Keberaniannya di medan tempur membuat seorang ulama pada masanya, Qutb al-Din al-Nasawi, menasihatinya, ”Demi Allah, jangan membahayakan dirimu dan seluruh dunia Islam! Kalau Anda gugur di medan pertempuran, maka seluruh Muslim yang hidup akan dibunuh (oleh musuh).” Tapi Nuruddin Mahmud Zengii mempunyai pandangan yang berbeda. ”Dan siapalah Mahmud sehingga dikatakan seperti ini?” katanya. “Sebelum saya lahir sudah ada yang lain yang membela Islam dan negeri ini, yaitu Allah Ta'ala, yang tidak ada Tuhan selain-Nya!”
Ia sangat memperhatikan keadaan pasukannya dan selalu menjadikan mereka siap siaga dalam menghadapi pasukan musuh. Pasukannya merupakan yang paling kuat di Suriah pada masa itu. Tentang ini Ibn al-Qalanisi berkata, ”Tidak ada yang pernah melihat tentara yang lebih baik daripada tentaranya … (baik) dalam hal penampilan, perlengkapan, maupun jumlahnya.”
Namun karena keadaan kaum Muslimin ketika itu belum sepenuhnya bersatu padu dalam menghadapi musuh, maka pembebasan wilayah itu dari pasukan salib masih harus menunggu saat yang lebih tepat.
Bukan hanya tentara yang dipersiapkan, kuda-kuda pun selalu dalam keadaan terlatih. Di waktu senggangnya, Nuruddin Zengi suka berburu dan bermain polo kuda. Ketika seorang temannya yang saleh mendengar tentang kebiasaannya bermain polo kuda, ia segera menyuratinya: “Aku tidak menyangka bahwa kau senang dengan permainan yang tak ada manfaatnya serta menyiksa kuda tanpa faedah diniyah.”
Maka Nuruddin menjawab surat tersebut, “Sesungguhnya kami berada di front pertahanan, yang mana musuh sangat dekat dari kami, sehingga kami harus selalu siap siaga untuk mengantisipasi setiap serangan. Dan tidak mungkin kami terus-menerus berperang dan berjihad siang dan malam, musim dingin dan musim panas, karena bala tentara kami juga memerlukan istirahat. Dan juga tidak mungkin kami biarkan kuda-kuda kami hanya diam di kandangnya tidak bergerak, karena itu akan membuat mereka lemah dan tak mampu berlari jauh dan cepat, menikuk, menyerang di medan perang. Maka dari itu kami senantiasa melatihnya dan terus membiasakannya agar hilang kelemahannya dan selalu siap berlari cepat dan taat kepada penunggangnya di waktu peperangan. Dan inilah, demi Allah Ta'ala, yang menjadikan aku bermain polo kuda.”
• Pencapaian Militer
Selama masa pemerintahannya, ada beberapa pencapaian militer yang cukup penting yang telah dilakukan oleh Nuruddin Zengi dalam menghadapi Pasukan Salib, antara lain seperti berikut ini:
Pertama, ia ikut memberikan dukungan kepada Damaskus saat terjadinya Perang Salib II (1147-1148). Ketika itu pasukan dari Perancis dan Jerman yang dipimpin oleh Raja Louis VII dan Raja Conrad III bergerak ke Suriah dan Palestina. Sebetulnya Perang Salib kedua ini dipicu oleh jatuhnya Edessa ke tangan pasukan Muslim yang dipimpin oleh Imaduddin Zengi, ayah Nuruddin, pada tahun 1144. Tetapi sesampainya di Palestina, pasukan yang baru datang dengan orang-orang Frank (orang-orang Eropa Barat) yang telah menetap di Palestina bersepakat untuk mengarahkan serangan pada Damaskus.
Pasukan salib kemudian mengepung kota Damaskus yang dipimpin oleh Mu’inuddin Unur. Tetapi kota itu mampu bertahan, dan pada saat yang sama pasukan Nuruddin Zengi dan pasukan Saifuddin Ghazi, kakak Nuruddin, bergerak dari Aleppo dan Mosul menuju ke Damaskus untuk memberikan bantuan. Pasukan salib akhirnya memutuskan untuk mundur dari kota itu. Raja Louis dan Conrad kembali ke negeri mereka masing-masing dengan memendam kekecewaan terhadap orang-orang Frank di Suriah-Palestina yang dianggap telah ikut berperan dalam kegagalan tersebut. Tak lama setelah peristiwa itu, Mu’inuddin dan Nuruddin Zanki berhasil menangkap seorang bangsawan Eropa, Bertrand, yang menyertai Perang Salib II. Bertrand kemudian dibawa ke Aleppo dan ditahan selama dua belas tahun lamanya di kota itu.
Kedua, pada tahun 1149, dalam pertempuran di daerah Inab, pasukan Nuruddin Zengi berhasil mengalahkan pasukan Raymond of Poitiers, pemimpin Antioch, yang ketika itu dibantu oleh sepasukan Assassin. Nuruddin pada awalnya menarik pasukan saat mengetahui pasukan musuh mendekati Inab. Tetapi ia terus mengintai dan memperhatikan gerak-gerik pasukan lawan. Kemudian saat lawan beristirahat di suatu tempat, Nuruddin menempatkan pasukannya di sekelilingnya, sehingga lawan mereka dalam keadaan terkepung saat bangun di pagi hari. Raymond of Poitiers dan pemimpin Assassin yang menyertainya gugur dalam pertempuran itu.
Ketiga, pada tahun berikutnya, 1150, sepasukan Turki Saljuk berhasil menangkap Joscelin, pemimpin wilayah Edessa yang ibukotanya telah dikuasai oleh Nuruddin. Penahanan Joscelin kemudian diambil alih oleh Nuruddin. Joscelin ditahan di Aleppo dan meninggal dunia di penjara sembilan tahun kemudian.
Keempat, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, Nuruddin Zengi berhasil menyatukan Damaskus ke dalam wilayah kepemimpinannya pada tahun 1154. Proses penyatuan Damaskus berlangsung cukup lama, yaitu sejak tahun 1149, ketika Mu’inuddin Unur wafat. Pengambil-alihan kota ini dilakukan oleh Nuruddin karena penguasa kota ini tidak mau membantunya berjihad dan malah menjalin kerjasama dengan kekuatan salib.
Lamanya proses penguasaan ini disebabkan Nuruddin menghindari terjadinya pertempuran terbuka di antara kedua belah pihak yang sama-sama Muslim. Walaupun Nuruddin berkali-kali membawa pasukannya mendekati Damaskus, tetapi ini dilakukannya sebagai bentuk tekanan politik dan psikologis terhadap pemimpin Damaskus, dan hal itu tidak membawa pada pertempuran yang berarti di antara kedua belah pihak. Nuruddin melakukan langkah-langkah persuasif kepada para ulama dan tokoh-tokoh di Damaskus, sehingga lama kelamaan penguasa kota itu kehilangan dukungan dari rakyatnya sendiri. Akhirnya kota itu berhasil dikuasainya setelah masyarakat Damaskus sendiri yang membuka gerbang kota itu. Dikuasainya Damaskus oleh Nuruddin menandai suatu era baru di Suriah setelah wilayah itu terpecah belah sejak tahun 1090-an.
Kelima, pasukan Nuruddin berhasil menangkap Reynald of Chattilon, pemimpin Antioch selepas wafatnya Raymond of Poitiers, dalam sebuah pertempuran pada tahun 1160. Reynald yang kepemimpinannya banyak menimbulkan masalah itu kemudian diikat dan dibawa ke Aleppo. Ia ditahan selama enam belas tahun di kota itu.
Keenam, atas permintaan Mesir sendiri dan karena adanya ancaman pasukan salib atas negeri itu, Nuruddin mengirimkan tiga kali ekspedisi militer ke Mesir di bawah pimpinan Shirkuh antara tahun 1164 dan 1169. Mesir akhirnya jatuh ke tangan pasukan Nuruddin. Dinasti Fatimiyah yang menguasai wilayah itu kemudian dihapuskan pada tahun 1171, menjadikan Mesir menyatu ke dalam wilayah pimpinan Nuruddin Zengi.
Pada akhir masa kepemimpinannya, wilayah kekuasaan Nuruddin Zengi mencakup wilayah Suriah, Hijaz, Mesir, dan sebagian Irak. Nuruddin berhasil menyatukan wilayah-wilayah itu ke dalam satu pemerintahan dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pondasi utama pemerintahannya. Sementara pada saat yang sama, kekuatan salib mulai tidak kompak di antara sesama mereka dalam menghadapi kekuatan Muslim. Apa yang dibangun oleh Nuruddin ini kelak menjadi pondasi yang kokoh bagi pemimpin berikutnya di wilayah-wilayah itu, yaitu Shalahuddin al-Ayyubi, dalam menghadapi pasukan salib dan membebaskan al-Quds.
Bagaimanapun, kekuatan dan prestasi militer hanya salah satu bagian yang penting dari pemerintahan Nuruddin Zengi. Di samping militer, ada hal lain yang membuat kepemimpinan Nuruddin sangat berkesan, yaitu dibangunnya nilai-nilai Islam yang kuat di wilayah itu.
• Karakter Islami Pemerintahan Nuruddin
Nuruddin Zengi terkenal sebagai pemimpin yang saleh dan adil. Ibnu al-Athir, seorang sejarawan Muslim, penulis kitab Al-Kamil fi-l-Tarikh, menganggapnya sebagai pemimpin Muslim yang paling adil selepas Umar bin Abdul Aziz.
Nuruddin dikenal sebagai pemimpin yang selalu menjaga shalat berjamaah, shalat malam (Qiyamul Lail), banyak membaca al-Qur’an, dan berpuasa. Ia memiliki ilmu agama yang mendalam, sangat dekat dengan para ulama, dan ikut meriwayatkan hadits bersama mereka.
Keadilan dan penegakkan syariah merupakan hal yang sangat menonjol dalam pemerintahannya. Ia mendorong dilangsungkannya majelis-majelis ilmu, mendirikan madrasah-madrasah, serta memberikan berbagai wakaf untuk keperluan agama dan masyarakat.
Nuruddin selalu berkata dalam doanya
"Ya Allah... Sebelum kematian menjemputku, ijinkanlah aku untuk mendirikan sholat di Masjidil Al-Aqsa."
Tapi Allah berkehendak lain, bahwa Nuruddin wafat sebelum Al-Quds dapat ditakhlukan. Tapi nilai-nilai moral yang di tunjukannya menjadi modal bagi Shalahuddin Al-Ayyubi dalam mengambil setiap keputusan sehingga bisa menakhlukanAl-Quds. Nuruddin Zengi adalah salah seorang pemimpin yang telah menuliskan tinta emas dalam perjalanan sejarah Islam.
Semoga akan selalu ada pemimpin-pemimpin seperti sosok Nuruddin Zengi di masa sekarang

CARA KAPITALISME MENGUASAI DUNIA

CARA KAPITALISME MENGUASAI DUNIA






Sistem ekonomi kapitalisme telah mengajarkan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya akan terwujud jika semua pelaku ekonomi terfokus pada akumulasi kapital (modal).
Mereka lalu menciptakan sebuah mesin “penyedot uang” yang dikenal dengan lembaga perbankan. Oleh lembaga ini, sisa-sisa uang di sektor rumah tangga yang tidak digunakan untuk konsumsi akan “disedot”.
Lalu siapakah yang akan memanfaatkan uang di bank tersebut? Tentu mereka yang mampu memenuhi ketentuan pinjaman (kredit) dari bank, yaitu: fix return dan agunan. Konsekuensinya, hanya pengusaha besar dan sehat sajalah yang akan mampu memenuhi ketentuan ini. Siapakah mereka itu? Mereka itu tidak lain adalah kaum kapitalis, yang sudah mempunyai perusahaan yang besar, untuk menjadi lebih besar lagi.
Nah, apakah adanya lembaga perbankan ini sudah cukup? Bagi kaum kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar. Dengan cara apa?
Yaitu dengan pasar modal. Dengan pasar ini, para pengusaha cukup mencetak kertas-kertas saham untuk dijual kepada masyarakat dengan iming-iming akan diberi deviden.
Siapakah yang memanfaatkan keberadaan pasar modal ini? Dengan persyaratan untuk menjadi emiten dan penilaian investor yang sangat ketat, lagi-lagi hanya perusahaan besar dan sehat saja yang akan dapat menjual sahamnya di pasar modal ini.
Siapa mereka itu? Kaum kapitalis juga, yang sudah mempunyai perusahaan besar, untuk menjadi lebih besar lagi. Adanya tambahan pasar modal ini, apakah sudah cukup? Bagi kaum kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar. Dengan cara apa lagi?
Cara selanjutnya yaitu dengan “memakan perusahaan kecil”. Bagaimana caranya? Menurut teori Karl Marx, dalam pasar persaingan bebas, ada hukum akumulasi kapital (the law of capital accumulations), yaitu perusahaan besar akan “memakan” perusahaan kecil. Contohnya, jika di suatu wilayah banyak terdapat toko kelontong yang kecil, maka cukup dibangun sebuah mal yang besar. Dengan itu toko-toko itu akan tutup dengan sendirinya.
Dengan apa perusahaan besar melakukan ekspansinya? Tentu dengan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Agar perusahaan kapitalis dapat lebih besar lagi, mereka harus mampu memenangkan persaingan pasar. Persaingan pasar hanya dapat dimenangkan oleh mereka yang dapat menjual produk-produknya dengan harga yang paling murah. Bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan mengusai sumber-sumber bahan baku seperti: pertambangan, bahan mineral, kehutanan, minyak bumi, gas, batubara, air, dsb. Lantas, dengan cara apa perusahaan besar dapat menguasai bahan baku tersebut? Lagi-lagi, tentu saja dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Jika perusahaan kapitalis ingin lebih besar lagi, maka cara berikutnya adalah dengan “mencaplok” perusahaan milik negara (BUMN).
Kita sudah memahami bahwa perusahaan negara umumnya menguasai sektor-sektor publik yang sangat strategis, seperti: sektor telekomunikasi, transportasi, pelabuhan, keuangan, pendidikan, kesehatan, pertambangan, kehutanan, energi, dsb. Bisnis di sektor yang strategis tentu merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, karena hampir tidak mungkin rugi. Lantas bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan mendorong munculnya Undang-Undang Privatisasi BUMN. Dengan adanya jaminan dari UU ini, perusahaan kapitalis dapat dengan leluasa “mencaplok” satu per satu BUMN tersebut. Tentu tetap dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Jika dengan cara ini kaum kapitalis sudah mulai bersinggungan dengan UU, maka sepak terjangnya tentu akan mulai banyak menemukan hambatan. Bagaimana cara mengatasinya?
Caranya ternyata sangat mudah, yaitu dengan masuk ke sektor kekuasaan itu sendiri. Kaum kapitalis harus menjadi penguasa, sekaligus tetap sebagai pengusaha.
Untuk menjadi penguasa tentu membutuhkan modal yang besar, sebab biaya kampanye itu tidak murah. Bagi kaum kapitalis hal itu tentu tidak menjadi masalah, sebab permodalannya tetap akan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Jika kaum kapitalis sudah melewati cara-cara ini, maka hegemoni (pengaruh) ekonomi di tingkat nasional hampir sepenuhnya terwujud. Hampir tidak ada problem yang berarti untuk dapat mengalahkan kekuatan hegemoni ini. Namun, apakah masalah dari kaum kapitalis sudah selesai sampai di sini?
Tentu saja belum. Ternyata hegemoni ekonomi di tingkat nasional saja belumlah cukup. Mereka justru akan menghadapi problem baru. Apa problemnya?
Problemnya adalah terjadinya ekses produksi. Bagi perusahaan besar, yang produksinya terus membesar, jika produknya hanya dipasarkan di dalam negeri saja, tentu semakin lama akan semakin kehabisan konsumen. Lantas, kemana mereka harus memasarkan kelebihan produksinya? Dari sinilah akan muncul cara-cara berikutnya, yaitu dengan melakukan hegemoni di tingkat dunia.
Caranya adalah dengan membuka pasar di negara-negara miskin dan berkembang yang padat penduduknya. Teknisnya adalah dengan menciptakan organisasi perdagangan dunia (WTO), yang mau tunduk pada ketentuan perjanjian perdagangan bebas dunia (GATT), sehingga semua negara anggotanya akan mau membuka pasarnya tanpa halangan tarif bea masuk, maupun ketentuan kuota impornya (bebas proteksi).
Dengan adanya WTO dan GATT tersebut, kaum kapitalis dunia akan dengan leluasa dapat memasarkan kelebihan produknya di negara-negara “jajahan”-nya.
Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaga andalannya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Jika kapitalis dunia ingin lebih besar lagi, maka caranya tidak hanya cukup dengan mengekspor kelebihan produksinya. Mereka harus membuka perusahaannya di negara-negara yang menjadi obyek ekspornya. Yaitu dengan membuka Multi National Coorporations (MNC) atau perusahaan lintas negara, di negara-negara sasarannya.
Dengan membuka langsung perusahaan di negara tempat pemasarannya, mereka akan mampu menjual produknya dengan harga yang jauh lebih murah. Strategi ini juga sekaligus dapat menangkal kemungkinan munculnya industri-industri lokal yang berpotensi menjadi pesaingnya.
Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Apakah dengan membuka MNC sudah cukup? Jawabnya tentu saja belum. Masih ada peluang untuk menjadi semakin besar lagi. Caranya? Yaitu dengan menguasai sumber-sumber bahan baku yang ada di negara tersebut.
Untuk melancarkan jalannya ini, kapitalis dunia harus mampu mendikte lahirnya berbagai UU yang mampu menjamin agar perusahaan asing dapat menguasai sepenuhnya sumber bahan baku tersebut.
Contoh yang terjadi di Indonesia adalah lahirnya UU Penanaman Modal Asing (PMA), yang memberikan jaminan bagi perusahaan asing untuk menguasai lahan di Indonesia sampai 95 tahun lamanya (itu pun masih bisa diperpanjang lagi). Contoh UU lain, yang akan menjamin kebebasan bagi perusahaan asing untuk mengeruk kekayaan SDA Indonesia adalah: UU Minerba, UU Migas, UU Sumber Daya Air, dsb.
Menguasai SDA saja tentu belum cukup bagi kapitalis dunia. Mereka ingin lebih dari itu. Dengan cara apa? Yaitu dengan menjadikan harga bahan baku lokal menjadi semakin murah. Teknisnya adalah dengan menjatuhkan nilai kurs mata uang lokalnya.
Untuk mewujudkan keinginannya ini, prasyarat yang dibutuhkan adalah pemberlakuan sistem kurs mengambang bebas bagi mata uang lokal tersebut. Jika nilai kurs mata uang lokal tidak boleh ditetapkan oleh pemerintah, lantas lembaga apa yang akan berperan dalam penentuan nilai kurs tersebut?
Jawabannya adalah dengan Pasar Valuta Asing (valas). Jika negara tersebut sudah membuka Pasar Valasnya, maka kapitalis dunia akan lebih leluasa untuk “mempermainkan” nilai kurs mata uang lokal, sesuai dengan kehendaknya. Jika nilai kurs mata uang lokal sudah jatuh, maka harga bahan-bahan baku lokal dijamin akan menjadi murah, kalau dibeli dengan mata uang mereka.
Jika ingin lebih besar lagi, ternyata masih ada cara selanjutnya. Cara selanjutnya adalah dengan menjadikan upah tenaga kerja lokal bisa menjadi semakin murah. Bagaimana caranya? Yaitu dengan melakukan proses liberalisasi pendidikan di negara tersebut. Teknisnya adalah dengan melakukan intervesi terhadap UU Pendidikan Nasionalnya.
Jika penyelenggaraan pendidikan sudah diliberalisasi, berarti pemerintah sudah tidak bertanggung jawab untuk memberikan subsidi bagi pendidikannya. Hal ini tentu akan menyebabkan biaya pendidikan akan semakin mahal, khususnya untuk pendidikan di perguruan tinggi. Akibatnya, banyak pemuda yang tidak mampu melanjutkan studinya di perguruan tinggi.
Keadaan ini akan dimanfaatkan dengan mendorong dibukanya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak-banyaknya. Dengan sekolah ini tentu diharapkan akan banyak melahirkan anak didik yang sangat terampil, penurut, sekaligus mau digaji rendah. Hal ini tentu lebih menguntungkan, jika dibanding dengan mempekerjakan sarjana. Sarjana biasanya tidak terampil, terlalu banyak bicara dan maunya digaji tinggi.
Sebagaimana telah diuraikan di atas, cara-cara hegemoni kapitalis dunia di negara lain ternyata banyak mengunakan intervesi UU. Hal ini tentu tidak mudah dilakukan, kecuali harus dilengkapi dengan cara yang lain lagi. Nah, cara inilah yang akan menjamin proses intervensi UU akan dapat berjalan dengan mulus. Bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan menempatkan penguasa boneka. Penguasa yang terpilih di negara tersebut harus mau tunduk dan patuh terhadap keinginan dari kaum kapitalis dunia. Bagaimana strateginya?
Strateginya adalah dengan memberikan berbagai sarana bagi mereka yang mau menjadi boneka. Sarana tersebut, mulai dari bantuan dana kampanye, publikasi media, manipulasi lembaga survey, hingga intervesi pada sistem perhitungan suara pada Komisi Pemilihan Umumnya.
Nah, apakah ini sudah cukup? Tentu saja belum cukup. Mereka tetap saja akan menghadapi problem yang baru. Apa problemnya?
Jika hegemoni kaum kapitalis terhadap negara-negara tertentu sudah sukses, maka akan memunculkan problem baru. Problemnya adalah “mati”-nya negara jajahan tersebut. Bagi sebuah negara yang telah sukses dihegemoni, maka rakyat di negara tersebut akan semakin miskin dan melarat. Keadaan ini tentu akan menjadi ancaman bagi kaum kapitalis itu sendiri. Mengapa?
Jika penduduk suatu negeri itu jatuh miskin, maka hal itu akan menjadi problem pemasaran bagi produk-produk mereka. Siapa yang harus membeli produk mereka jika rakyatnya miskin semua? Di sinilah diperlukan cara berikutnya.
Agar rakyat negara miskin tetap memiliki daya beli, maka kaum kapitalis dunia perlu mengembangkan Non Government Organizations (NGO) atau LSM. Tujuan pendirian NGO ini adalah untuk melakukan pengembangan masyarakat (community development), yaitu pemberian pendampingan pada masyarakat agar bisa mengembangkan industri-industri level rumahan (home industry), seperti kerajinan tradisionil maupun industri kreatif lainnya. Masyarakat harus tetap berproduksi (walaupun skala kecil), agar tetap memiliki penghasilan.
Agar operasi NGO ini tetap eksis di tengah masyarakat, maka diperlukan dukungan dana yang tidak sedikit. Kaum kapitalis dunia akan senantiasa men-support sepenuhnya kegiatan NGO ini. Jika proses pendampingan masyarakat ini berhasil, maka kaum kapitalis dunia akan memiliki tiga keuntungan sekaligus, yaitu: masyarakat akan tetap memiliki daya beli, akan memutus peran pemerintah dan yang terpenting adalah, negara jajahannya tidak akan menjadi negara industri besar untuk selamanya.
Sampai di titik ini kapitalisme dunia tentu akan mencapai tingkat kejayaan yang nyaris “sempurna”. Apakah kaum kapitalis sudah tidak memiliki hambatan lagi? Jawabnya ternyata masih ada. Apa itu? Ancaman krisis ekonomi. Sejarah panjang telah membuktikan bahwa ekonomi kapitalisme ternyata menjadi pelanggan yang setia terhadap terjadinya krisis ini.
Namun demikian, bukan berarti mereka tidak memiliki solusi untuk mengatasinya. Mereka masih memiliki jurus pamungkasnya. Apa itu?
Ternyata sangat sederhana. Kaum kapitalis cukup “memaksa” pemerintah untuk memberikan talangan (bailout) atau stimulus ekonomi. Dananya berasal dari mana? Tentu akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebagaimana kita pahami bahwa sumber pendapatan negara adalah berasal dari pajak rakyat. Dengan demikian, jika terjadi krisis ekonomi, siapa yang harus menanggung bebannya. Jawabnya adalah: rakyat, melalui pembayaran pajak yang akan terus dinaikkan besarannya, maupun jenis-jenisnya.
Bagaimana hasil akhir dari semua ini? Kaum kapitalis akan tetap jaya dan rakyat selamanya akan tetap menderita. Dimanapun negaranya, nasib rakyat akan tetap sama. Itulah produk dari hegemoni kapitalisme dunia. [Dwi Condro Triyono, Ph.D]




Rabu, 01 Juli 2015

Ternyata NASA Menyembunyikan Fakta Ilmiah Malam Lailatul Qadar..


Ternyata NASA Menyembunyikan Fakta Ilmiah Malam Lailatul Qadar..







 Malam Lailaitul Qadar pada dasarnya menajdi malam rahasia bagi Allah SWT, namun ternyata fakta – fakta di balik malam Lailatul Qadar ini telah dibuktikan oleh Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA).
Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam yang paling dinantikan di bulan Ramadhan ini. Malam Lailatul Qadar menjadi malam yang paling istimewa dan paling indah dibandingkan malam seribu bulandan menjadi malam dimana Al-Quran diturunkan.
Malam Lailatul Qadar ini ditetapkan ketika 10 malam terakhir Ramadhan. Selama ini umat Islam mempercayai kebenaran adanya malam Lailatul Qadar karena bersumber dari Al-Quran dan hadist. Namun faktanya, malam Lailatul Qadar ini juga bisa diprediksikan oleh Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA).
Melalui sejumlah fakta ilmiah, NASA membuktikan tanda – tanda hadirnya malam lailatul Qadar sesuai dengan yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad dalam Al-Quran dan Al-Hadist.
Nabi Muhammada SAW mengatakan jika malam lailatul Qadar itu hadir di malam – malam ganjil . Rasulullah SAW juga mengatakan ketika malam Lailatul Qadar itu hadir maksa suhu dibumi berada dalam kondisi yang sedang, pada malam hari tidak terlihat bintang, serta pada pagi harinya udara matahari bersinar cerah namun tidak terasa panasnya.
Dalam semua ungkapan Rasulullah SAW itu , NASA telah membuktikan semuanya terkait ciri – ciri fisik tersebut. Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al- Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid mengatakan jika sekitar 12 tahun lalu NASA pernah menemukan ciri dari malam Lailatul Qadar sesuai yang diungkapkan Nabi Muhammad SAW.
Pada saat membuktikan tanda – tanda malam Lailatul Qadar yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW itu , Badan Nasional Antariksa Amerika menemukan bahwa pada suatu malam terjadi fenomena aneh karena tidak ada meteor yang jatuh ke atmosfer bumi serta suhu udara sedang. Padahal pada malam-malam biasa, jumlah meteor yang jatuh ke atmostfer bumi sekitar 20 meteor. Selain itu, NASA juga menemukan bahwa matahari begitu bersinar cerah namun tidak ada radiasi cahaya sekalipun.
Semua fakta yang di dapatkan oleh pihak NASA ini memang sengaja bagi mereka untuk tidak mempublikasikan fakta – fakta ini , bahkan NASA sering mendapat kritikan dari para pakar Islam karena kerap menyembunyikan fakta-fakta kebenaran tentang Al-Qur’an.
Dan dengan pembuktian dari pihak NASA ini kita sebagai umat Islam harus lebih bersyukur telah terlahir di dunia sebagai pilihan umat Nabi Muhammad SAW yang memiliki banyak kisah menakjubkan di dunia.


DARI BERBAGAI SUMBER




Senin, 29 Juni 2015

>>>> ALUNAN MUSIK GAMELAN DI LUAR ANGKASA <<<<






BADAN ruang angkasa Amerika Serikat (NASA) menyiapkan dua wahana luar angkasa, Voyager 1 dan Voyager 2, dengan tujuan awal mempelajari planet Jupiter dan Saturnus. Namun, para peneliti juga mempertimbangkan potensi Voyager sebagai wahana penjelajah sistem tata surya yang belum diketahui; yang mungkin akan menjadi kontak pertama manusia dengan kehidupan di luar bumi.
Karena itu, sembilan bulan sebelum peluncuran Voyager, NASA meminta Carl Sagan, astronom kenamaan Universitas Cornell, menyusun tim khusus yang bertugas menyiapkan agar wahana Voyager juga berfungsi sebagai “pembawa pesan untuk peradaban ekstraterestrial.”
Tim memutuskan Voyager akan membawa musik terbaik, galeri foto, dan suara-suara kehidupan baik alami maupun artifisial. Semuanya direkam dalam piringan suara yang terbuat dari emas, Voyager Golden Record. Sagan dan timnya menuliskan pengalaman mereka sebagai para pembuat keputusan seleksi dalam buku Murmurs of Earth, terbit tahun 1978.
Dalam proses seleksi tersebut, musik gamelan dari Jawa muncul sebagai salah satu usulan. Judulnya Puspawarna, yang liriknya dibuat oleh Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV dari Surakarta (1853-1881), untuk mengenang istri dan selirnya. Puspawarna terkenal di Jawa Tengah dan biasanya dimainkan untuk menyambut pangeran masuk ke istana. Penggagasnya adalah Robert E. Brown, seorang etnomusikolog asal Amerika yang pernah merekam musik Puspawarna secara langsung pada 1971 di keraton Paku Alaman.
“Puspawarna (beragam warna bunga) merujuk pada simbol selera Hinduisme orang-orang Jawa. Namun layaknya bunga, ia juga simbol yang dapat diinterpretasikan sebagai mekarnya dua wujud krusial dalam pembentukan materi tata surya di masa awal penciptaan; bintang-bintang dan galaksi,” tulis David Darling dalam Deep Time.
Puspawarna dimainkan Tjokrowasito (K.P.H. Notoprojo), maestro gamelan Indonesia di masanya. Lahir 17 Maret 1909 di Yogyakarta, kariernya sebagai musisi gamelan naik ketika ditunjuk sebagai pemimpin gamelan Paku Alaman tahun 1962. Tahun 1971, dia pindah ke California untuk mengajar gamelan di Institut Seni California dan mencetak generasi-generasi pertama musisi gamelan di Amerika. Dia meninggal dunia di usia 98 tahun di Yogyakarta, pada 2007.
“Lou Harrison menghormati jasa-jasa Pak Cokro dengan mendedikasikan sebuah komposisi untuknya. Juga mengusulkan sebuah bintang untuk dinamai dari nama Pak Cokro,” tulis Elon Brinner dalam Music in Central Java: Experiencing Music, Expressing Culture.
Lou Harrison adalah komposer kenamaan Amerika yang juga salah satu murid Tjokrowasito. Pada 1983, sebuah bintang baru di rasi Andromeda dinamakan “Wasitodiningrat”, merujuk nama Tjokrowasito ketika dianugerahi gelar Kanjeng Raden Tumenggung oleh Paku Alaman.
“Ini bukan hanya satu-satunya hubungan antara Pak Cokro dan luar angkasa. Ketawang Puspawarna yang dimainkan atas arahannya terpilih menjadi salah satu musik yang dikirim ke luar angkasa dalam wahana Voyager tahun 1977 yang mewakili peradaban manusia di jagat raya,” tambah Brinner.
Puspawarna yang berdurasi 4 menit 43 detik dicantumkan bersama karya musisi dari berbagai benua di Timur dan Barat. Ia bersanding dengan karya-karya klasik gubahan Johann Sebastian Bach, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven. Total durasi musik adalah 90 menit.
Piringan emas juga memuat pesan-pesan sapaan dari 55 bahasa dunia, termasuk bahasa Indonesia: “Selamat malam, hadirin sekalian. Sampai jumpa dan sampai bertemu lagi di lain waktu.” Pengisi suaranya bernama Ilyas Harun.
Kedua wahana Voyager diluncurkan pada 1977. Keduanya memuat piringan emas dengan konten yang sama. Saat ini, Voyager 1 menjadi benda buatan manusia yang terjauh. Posisinya sekarang ada di wilayah interstellar, yang merupakan sebuah ruangan luas di antara sistem tata surya dan bintang-bintang. Jaraknya sejauh 19 miliar kilometer dari Bumi.
Para ilmuwan menyimpulkan bahwa kecil kemungkinan wahana Voyager ditemukan makhluk asing dari peradaban luar bumi. Karena itu, Voyager lebih sering dianggap sebagai kapsul waktu yang mungkin akan ditemukan kembali oleh peradaban manusia di masa depan.
.
.
.
.
Sumber : Historia
Keterangan Gambar : Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV (kiri), K.P.H. Notoprojo (kanan)

Rabu, 24 Juni 2015

Tjokroaminoto, Raja Jawa Tanpa Mahkota

Tjokroaminoto, Raja Jawa Tanpa Mahkota
HOS Tjokroaminoto “SEMURNI-murni Tauhid, Setinggi-tinggi ilmu, Sepandai-pandai siasat”
“Lerena mangan sadurunge wareg – berhentilah makan sebelum kenyang”
Ungkapan-ungkapan di atas dicetuskan oleh Tjokroaminoto. Seorang yang lahir dari keluarga priayi dan mencoba keluar dari pakem “kepriayiannya” dan beralih kepada Islam. Di zamannya, ia adalah sebuah fenomena. Boleh dibilang porsi keberadaannya dalam sejarah nasional cukup besar, apalagi kalau ditilik soal “Kebangkitan Nasional”.
Nama lengkapnya adalah: Raden Mas Oemar Said Tjokroaminoto. Ayahnya, Raden Mas Tjokroaminoto, adalah seorang Wedana di Kawedanan Keltjo (Madiun). Ia dilahirkan di desa Bakur pada tanggal 16 Agustus 1882. Ia juga merupakan cucu dari Kyai Kasan Besari (Hasan Basri), Ulama yang mendirikan pondok Pesantren Tegalsari, Ponorogo yang beristrikan putri Susuhunan ke II, kesultanan Surakarta.
Tjokroaminoto memang lahir dari keluarga priayi dan sempat dari tahun 1902-1905 bekerja sebagai Juru tulis Patih di Ngawi, sebuah pekerjaan yang lumrah bagi para priayi. Tapi ia memutuskan berhenti secara terhormat dari pekerjaannya. Ia lebih senang memilih “bunuh diri kelas” dengan menempuh jalan yang berbeda dengan ayah dan kakeknya. Ia muak melihat praktek-praktek tradisi yang berbau feodalisme. Namanya sendiri dipotong menjadi Oemar Said Tjokroaminoto, yang nantinya setelah menunaikan ibadah haji menjadi: Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau disingkat HOS. Tjokroaminoto.
Adanya colour lines (garis warna) dalam pemerintahan Belanda sangat dirasakan oleh Tjokro. Menurutnya, garis warna menyebabkan terjadinya sub-ordinasi politik dan ekonomi, serta terbatasnya jaminan sosial. Hal yang berlaku adalah hubungan “Tuan-Hamba”, seorang hamba- rakyat jelata berkewajiban melayani segala kebutuhan Tuannya-penjajah kolonial. Terjadilah diskriminasi di semua bidang kehidupan rakyat bangsa Indonesia kala itu.
Tjokro memilih untuk singgah di Semarang dan Surabaya guna mencari pekerjaan di dua kota tersebut. Selama tahun 1905-1907 ia bekerja sebagai kuli pelabuhan di Semarang. Selain menjadi kuli, tahun 1905-1910 juga ia bekerja di sebuah firma (advokat) Kooy & Co di Surabaya. Di Surabaya pula ia sempat menjadi leerling machinist (pembantu bagian mesin) di Pabrik gula dan terakhir menjadi bagian chemiker (bagian kimia).
Secara formal Tjokroaminoto menempuh pendidikannya di OSVIA (Opleidingsschool voor Inlandsch Ambtenaren) di Magelang dan tamat tahun 1902. Kemudian melanjutkan sekolahnya di Pamong Praja, sekolah untuk menjadi pegawai pemerintahan di zaman Belanda. Tahun 1905-1910, ia menempuh sekolah Sipil malam, Burgerlijke Avondschool (BAS) di Surabaya.
Pendidikan Islam didapatnya dari rumahnya sendiri dan dari orang-orang sekitar daerah Madiun hingga Magelang. Setelah dewasa, dengan kemampuannya di bidang sastra Jawa dan bahasa asing (Belanda dan Inggris), ia kemudian mempelajari Islam secara otodidak. Selain itu, ia juga mengasah kemampuan jurnalistiknya dengan menjadi wartawan beberapa surat kabar seperti: Bintang Soerabaya, Utusan Hindia, dan direktur-redaktur Fajar Asia.
Pada tahun 1912, ia kedatangan tiga orang, termasuk Samanhudi di dalamnya, yang berasal dari Sarekat Islam. Akhirnya setelah diskusi panjang, Tjokroaminoto kemudian dibai‟at sebagaimana lazimnya berlaku untuk anggota SI yang baru masuk. Sejak saat itu resmilah Tjokro menjadi anggota SI.
Tahun 1912 juga menjadi titik terang dalam perjalanan hidup Tjokro. Ia berubah dari menghidupkan mesin-mesin pabrik kepada menghidupkan mesin “kekuatan Islam” dalam jiwa bangsa, Umat Islam. Ruh mereka hampir mati akibat penjajahan. Dari seorang chemiker-ahli mengolah bahan kimia, menjadi seorang ahli yang dapat mengolah semangat pribumi yang lemah, menjadi kekuatan pendobrak massal yang menakutkan bagi penjajahan.
Sejak tahun 1912 hingga akhir hayatnya Tjokroaminoto adalah ketua SI, sekalipun nama organisasi berubah-ubah (SI, PSI, PSIHT, PSII). Tidak ada orang yang mampu menandinginya kala itu. Ia dikenal sebagai: organisator ulung, ideolog, konseptor dan orator penggerak massa, tapi lebih dari itu ia adalah seorang penemu (founder) yang menemukan jawaban tepat untuk permasalahan yang dihadapi rakyat terhadap penjajahan. Ia juga-lah yang pertama kali mencetuskan ide revolusioner, “Indonesia Merdeka”.
Bagi Tjokroaminoto, yang mampu menjadi solusi permasalahan bangsanya adalah: ISLAM; yaitu Islam yang “hidup‟. Islam yang datang dari Yang-Maha-Hidup. Islam yang telah menghidupkan orang-orang badui penghuni padang pasir menjadi orang-orang berbudaya yang menyumbangkan berbagai pemikiran dan budaya ke peradaban dunia. Islam yang menjadi penyelamat manusia dari dunia hingga akhirat. Ia mengatakan, “Kita menghendaki ISLAM sebagai yang diajarkan dan diamalkan pada zaman permulaannya: ISLAM tidak dengan tambahan barang baru, tetapi ISLAM dalam kesuciannya semula.”
Islam yang dimaksudkan adalah yang meliputi pengertian agama, politik, undang-undang dan para penganutnya. Islam yang mengikuti jejak contoh yang telah dipraktekkan Nabi Muhammad saw. Ketegasan beliau dalam memegang prinsip Islam dapat kita lihat dalam politik yang dikenal sebagai “Politik non-kooperasi”. Di kalangan partai SI disebut sebagai Sikap-Hijrah.
Setelah menyodorkan wasiat tertulis yang disahkan pada Kongres PSII ke-20 pada bulan Maret 1934 sebagai Regliment (aturan) Pedoman Umat Islam, keadaan Tjokroaminoto semakin memburuk. Beberapa kali ia jatuh sakit dan harus menjalani perawatan. Di bulan Ramadhan 1353 H, Tjokro menderita sakit yang amat parah di Yogyakarta.
Konon, menurut cerita yang tersebar, selama dalam kondisi sakit sekonyong-konyong Tjokro terlihat bangkit dan duduk secara tiba-tiba, dan dari mulutnya terucap, “Aku bertemu Rasulullah.”. Kemudian ia tidur kembali. Kadangkala terdengar lantunan suara al-Qur‟an yang begitu fasih dan merdu disertai cahaya terang yang berpendar keluar ruangan kamarnya. Peristiwa-peristiwa itu terjadi berulang-ulang hingga akhirnya pada tanggal 17 Desember ia benar-benar berpulang ke rahmatullah.
Bagi bangsa Indonesia, Tjokroaminoto adalah legenda. Dari tangannyalah lahir para konseptor, pemimpin-pemimpin besar bangsa dengan ideologi dan pandangan yang berlain-lainan. Murid- muridnya yang utama antara lain: Semaoen, Soekarno dan Kartosoewirjo.
Selama membangun Syarekat Islam, Tjokro sering dielu-elukan masyarakat kecil. Mereka berebut menyalaminya, bahkan berlomba-lomba meraih kain Tjokro yang menjuntai ke tanah sekadar untuk ngalap berkah. Tjokro, dalam pandangan masyarakat kecil, tak ubahnya mesias alias Ratu Adil. Ditambah kumisnya yang khas dan suara bariton yang lembut, berat dan berkarisma, ia dapat memukau ribuan hadirin dengan orasinya. Dengan kemampuan dan karismanya, tak salah jika ia disebut sebagai Raja Jawa Tanpa Mahkota oleh pejabat kolonial yang sempat bertemu dengannya.
Begitulah seorang guru bangsa yang mencita-citakan pekik kemerdekaan dan kebangkitan nasional yang hakiki. Beliaulah salah satu pendahulu yang telah mencetak kader-kader pemimpin bangsa. Sekalipun pada akhirnya terjadi pertikaian dan tragedi di antara murid-muridnya, ia tetaplah dipandang sebagai sosok yang membangkitkan bangsa ini dari cengkeraman penjajah.

*dicuplik dari buku “Manhaj Bernegara Dalam Haji: Kajian Sirah Nabawi di Indonesia” karya: Muhammad Rasuli Jamil


Senin, 22 Juni 2015

Perpustakaan Bani Umayyah di Andalusia Spanyol

Perpustakaan Bani Umayyah di Andalusia
Bagi sebagian orang, duduk khusyuk menenggelamkan diri di lautan buku perpustakaan jauh lebih menyenangkan dibanding berada di tengah pesta perayaan. Jalan-jalan ke toko buku jauh lebih seru dibanding sibuk berbelanja di mall. Aroma kertas dari buku-buku yang menempel di dinding rumah lebih membuat tenang daripada aroma terapi manapun.
Membaca terkadang membuat lupa waktu. Tidak terasa cerahnya pagi telah berganti merahnya lagit sore. Tidak terasa rupanya jari-jari telah membalikkan ratusan halaman. Pengetahuan bertambah. Wawasan kian luas. Otak kita butuh akan membaca sebagaimana pedang dan pisau butuh akan batu asah.
Membaca adalah tradisi umat Islam. Bahkan ayat yang pertama turun memerintah untuk membaca. Tradisi ini terus dijaga oleh pendahulu kita. Para khalifah membangun perpustakaan besar di rumah dan di wilayahnya. Para ulama terus mengkaji ilmu. Menginspirasi umat untuk membaca buku. Di antara perpustakaan yang terkenal adalah perpustakaan bani Umayyah di Andalusia.
Kegemaran Bani Umayyah Terhadap Ilmu Pengetahuan
Daulah bani Umayyah di Andalus didirikan pada tahun 172 H oleh seorang Quraisy yang bernama Abdurrahman bin Muawiyah bin Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan. Atau yang lebih dikenal dengan Abdurrahman ad-Dakhil. Sejarawan menyebut daulah ini dengan Daulah Bani Umayyah II. Karena berdiri setelah runtuhnya Daulah Umayyah di Damaskus. Masa pemerintahan bani Umayyah di Andalus adalah masa-masa stabilnya wilayah semenanjung Iberia itu.
Para raja Daulah Umayyah II sangat cinta dan perhatian terhadap ilmu pengatahuan. Pada masa pemerintahan Muhammad bin Abdurrahman al-Ausath (273 H), sejarawan mulai memperhatikan perpustakaan-perpustakaan Andalusia. Dan yang paling terkenal adalah perpustakaan Cordoba. Kemudian Abdurrahman an-Nashir (350 H) dikenal sangat cinta dan menggandrungi buku.
Kecintaan para khalifah Daulah Bani Umayyah II akan ilmu pengetahuan sampai terdengar ke Kerajaan Bizantium. Kaisar Konstantin VII pun berinisiatif memberi hadiah kepada Abdurrahman bin an-Nashir sebuah buku yang belum ia ketahui. Konstantin VII memberinya buku kedokteran berbahasa Yunani karya Diskuridis. Dan juga buku sejarah kehebatan bangsa Romawi karya Herosis. Tentu ini adalah hadiah yang istimewa bagi Abdurrahman an-Nashir (Uyunu al-Anba fi Thabaqat al-Athibba oleh Ibnu Abi Ushaibah: Tahqiq Nizar Ridha. Hal: 493).
Abdurrahman an-Nashir memiliki dua orang anak: al-Hakam dan Muhammad. Keduanya mendapat bimbingan khusus dari para sastrawan dan ulama. Sehingga keduanya pun cinta akan ilmu pengetahuan. Sejarawan Spanyol, Julian Ribera, mengatakan, “Perpustakaan ayah mereka tidak cukup memuaskan semangat belajar mereka. Dan keduanya saling berpacu untuk membuat perpustakaan pribadi. Perpustakaan siapakah yang paling lengkap koleksinya dan paling bagus buku-bukunya. Seteleha beberapa lama Pangeran Muhammad wafat. Saudaranya, Pangeran al-Hakam, mewarisi perpustakaan miliknya. Kemudian wafat pula sang ayah, perpustakaanya diwariskan kepada al-Hakam. Lalu al-Hakam menggabungkan ketiga perpustakaan tersebut. Dan terbentuklah perpustakaan yang sangat besar (at-Tarbiyah al-Islamiyah fi al-Andalus oleh Julian Ribera, Hal: 156).
Perpustakaan al-Umawiyah
Ibnu Hazm mengisahkan tentang betapa besarnya Perpustakaan al-Umawiyah, “Talid al-Fata –pegawai Perpustakaan al-Umawiyah di Andalus- menceritakan kepadaku bahwa jumlah katalog yang memuat nama-nama buku di sana berjumlah 44 katalog. Setiap katalog terdiri dari 50 lembar. Di dalamnya hanya tertulis nama-nama buku saja” (al-Hilatu as-Sira oleh Ibnu al-Abar: ditahqil oleh Husein Mu’nis: 2/203). Jadi katalog buku-buku di Perpustakaan al-Umawiyah terdiri dari 2200 halaman. Ini menunjukkan betapa besarnya perpustakaan milik kerajaan tersebut. Diperkirakan, setidaknya ada 100.000 buku yang memenuhi koleksinya.
Peranan Ulama Terhadap Perpustakaan
Banyak orang yang terlibat dalam membangun perpustakaan ini sehingga menjadi perpustakaan terbesar di dunia pada saat itu. Yang pertama adalah Abdurrahman an-Nashir. Kemudian putranya al-Hakam al-Mustanshir. Juga para ulama, sastrawan, ahli fikih, berbagai penjuru negeri.
Pegawai-pegawai di Perpustakaan al-Umawiyah adalah para professional yang berasal dari Andalus hingga Baghdad. Mereka adalah para penulis dan cendekiawan. Mereka adalah orang-orang yang memiliki perhatian besar terhadap buku.
Para penulis dan cendekiawan itu menulis buku-buku baru, hasil dari penelitian mereka. Lalu diserahkan kepada para ulama untuk dikoreksi. Setelah mendapat rekomendasi para ulama, barulah buku-buku layak dimasukkan ke perpustakaan. Para penulis pun mendapat imbalan dan pengharagaan dari kerajaan.
Seorang sejarawan yang bernama Ibnu al-Faradhi menyebutkan beberapa ulama yang memiliki perhatian besar dalam mengoreksi buku-buku sebelum dimasukkan di Perpustakaan al-Umawiyah di Cordoba dan az-Zahra. Di antaranya adalah al-Imam ar-Rabaji Muhammad bin Yahya al-Azdi.
Ibnu al-Faradhi mengatakan, “Ar-Rabaji Muhammad bin Yahya al-Azdi adalah seorang yang fakih. Seorang imam terpercaya. Ia mengambil riwayat Sibawaih dari jalur Ibnu an-Nuhas. Ar-Rajabi sangat detil dan teliti. Ia juga cerdas dalam beranalogi. Orang-orang mengaguminya sebagai ahli i’rab. Amirul mukminin an-Nashir memintanya untuk menjadi pendidik anaknya, al-Mughirah… …Ia adalah seorang yang shaleh. Wafat pada bulan Ramadhan tahun 358 H.” (Tarikh al-Ulama wa ar-Ruwat lil Ilmi bil Andalus oleh Ibnu Faradhi: Ditahqiq oleh Izat al-‘Ithar Hal: 2/71).
Ahli ilmu lainnya adalah seorang sastrawan yang bernama Muhammad bin al-Husein al-Fahri al-Qurthubi. Ia juga memiliki peranan besar dalam mengoreksi buku-buku yang masuk ke dalam Perpustakaan al-Umawiyah.
Selain kaum laki-laki, ada pula beberapa orang dari kaum perempuan yang berperan besar dalam pembangunan Perpustakaan al-Umawiyah. Di antaranya adalah seorang penulis wanita yang bernama Lubna. Ia adalah juru tulis Khalifah al-Hakam al-Mustanshir. Ibnu Bisykawal berkomentar tentangnya, “Ia adalah seorang wanita yang ahli dalam menulis. Ahli nahwu dan syair. Juga ahli dalam berhitung. Ia menguasai banyak ilmu. Tidak ada seorang pun di istana wanita, yang lebih cerdas darinya. Ia adalah wanita ahli arudh (salah satu cabang ilmu Bahasa Arab) dan bagus tulisannya. Lubna wafat pada tahun 374 H.” (ash-Shilah oleh Ibnu Bisykawal: Ditahqiq oleh Ibrahim al-Ibyari: 3/992).
Penulis wanita lainnya adalah Muzanah dan Fatimah bin Zakariya. Muzanah adalah juru tulis Khalifah an-Nashir li Dinillah. Wanita yang paling baik tulisannya. Wafat pada tahun 358 H (ash-Shilah oleh Ibnu Bisykawal: 3/992). Adapun Fatimah binti Zakariya, menurut Ibnu Bisykawal, ia adalah penulis yang menyenangkan. Orang yang bersungguh-sungguh dalam khat. Dan santun dalam bertutur. Ibnu Hayyan menyebutkan Fatimah wafat pada Jumadil Ula tahun 427 H. Ia wafat dalam keadaan masih gadis (ash-Shilah oleh Ibnu Bisykawal: 3/994).
Kecintaan Luar Biasa Terhadap Buku
Seorang orientalis, Julian Ribera, benar-benar kagum dengan kecintaan umat Islam Andalusia akan buku. Ia takjub bagaimana kaum muslimin berjalan dari barat ke timur hanya untuk mengoleksi buku baru. Kaum muslimin terus menambah ilmu pengetahuan mereka dengan membaca buku. Sehingga Cordoba menjadi kota para pemikir, para ahli, dan para ilmuan.
Membaca adalah tradisi umat Islam. Belajar dan mengkaji ilmu sudah menjadi bagian dari sejarah kita. Terlalu banyak tokoh-tokoh inspiratif dalam peradaban Islam. Namun adakah yang mau meneladani mereka?!
Sumber:
– Makalah yang ditulis oleh Muhammad Sya’ban Ayyub dengan judul al-Maktabah al-Umawiyah fi an-Andalus. (KisahMuslim.co)


Kamis, 18 Juni 2015

Inilah 18 Kelebihan dan Kekurangan Demokrasi

Inilah 18 Kelebihan dan Kekurangan Demokrasi
Demokrasi, menurut definisi, adalah sistem politik di mana kekuasaan tertinggi terletak pada rakyat yang memiliki hak untuk memilih wakil mereka.
Terdapat dua jenis demokrasi yaitu demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan.

Dalam demokrasi langsung, rakyat mengambil bagian aktif dalam pembuatan undang-undang dan keputusan pemerintah lainnya.
Dalam demokrasi perwakilan, wakil yang dipilih oleh rakyat diberi mandat membuat undang-undang dan keputusan lain.
Berikut akan dibahas berbagai hal yang menjadi kelebihan dan kekurangan demokrasi.
Kelebihan Demokrasi
1. Melindungi kepentingan rakyat
Demokrasi merupakan sistem yang melindungi kepentingan rakyat. Kekuasaan yang sesungguhnya terletak di tangan orang-orang yang mewakili rakyat banyak.
Para wakil rakyat dipilih dan harus bertanggung jawab kepada rakyat yang memilihnya. Dengan cara ini, kepentingan sosial, ekonomi dan politik rakyat menjadi lebih terjamin di bawah demokrasi.
2. Berdasarkan prinsip kesetaraan
Demokrasi didasarkan pada prinsip kesetaraan. Semua warga negara memiliki kedudukan sama di mata hukum.
Semua rakyat memiliki hak sosial, politik dan ekonomi yang sama dan negara tidak boleh membedakan warga negara atas dasar kasta, agama, jenis kelamin, atau kepemilikan.
3. Stabilitas dan tanggung jawab dalam pemerintahan
Demokrasi dikenal sebagai sistem yang stabilitas dan efisien. Pemerintahan berjalan stabil karena didasarkan pada dukungan publik.
Dalam demokrasi perwakilan, wakil rakyat mendiskusikan masalah negara secara menyeluruh dan mengambil keputusan berdasarkan aspirasi rakyat.
Di bawah sistem monarki, elit kerajaan mengambil keputusan sesuai keinginannya sendiri. Sedangkan di bawah kediktatoran, diktator tidak melibatkan rakyat sama sekali dalam pengambilan keputusan.
4. Pendidikan politik kepada rakyat
Demokrasi bisa berfungsi sebagai sekolah pendidikan politik bagi rakyat. Rakyat akan ikut terdorong untuk mengambil bagian dalam urusan negara.
Pada saat pemilihan umum, partai politik mengusulkan kebijakan dan program untuk dinilai oleh rakyat. Hal ini pada akhirnya menciptakan kesadaran politik di kalangan masyarakat.
5. Sedikit peluang revolusi
Karena demokrasi didasarkan pada kehendak publik, terdapat kemungkinan kecil terjadi pemberontakan rakyat. Para wakil dipilih oleh rakyat untuk melakukan urusan negara dengan dukungan rakyat.
Jika mereka tidak bekerja dengan baik atau tidak memenuhi harapan rakyat, para wakil bisa saja tidak dipilih lagi dalam pemilu berikutnya. Dengan cara ini, rakyat tidak perlu melakukan pemberontakan saat menginginkan perubahan.
6. Pemerintahan stabil
Demokrasi didasarkan pada kehendak rakyat sehingga penyelenggaraan negara berjalan didasarkan atas dukungan rakyat.
Oleh karena itu, demokrasi dianggap lebih stabil daripada bentuk pemerintahan lain.
7. Membantu membentuk rakyat menjadi warga negara yang baik
Keberhasilan demokrasi terletak pada bertumbuhnya warga negara yang baik.
Demokrasi menciptakan lingkungan yang tepat untuk pengembangan kepribadian dan menumbuhkan kebiasaan yang baik. Dalam demokrasi, rakyat dilatih untuk memahami hak dan kewajiban mereka.
8. Berdasarkan opini publik
Pemerintahan demokrasi didasarkan pada keinginan publik dan tidak didasarkan pada ketakutan pada penguasa.

Demokrasi berdiri di atas konsensus, bukan pada kekuasaan; dengan warga negara memiliki kesempatan mengambil bagian aktif dalam pemerintahan.
Kekurangan Demokrasi
1. Lebih menekankan pada kuantitas daripada kualitas
Demokrasi tidak didasarkan pada kualitas tetapi pada kuantitas. Partai mayoritas memiliki wewenang memegang pemerintahan.
Selain itu, orang yang tidak memiliki kecerdasan, visi dan korup bisa saja terpilih menjadi penyelenggara negara.
2. Pemerintahan oleh orang tidak kompeten
Demokrasi bisa saja dijalankan oleh orang-orang yang tidak kompeten. Dalam demokrasi, setiap warga negara diperbolehkan untuk mengambil bagian, sedangkan tidak semua orang cocok dengan peran itu.
Segerombolan manipulator yang dapat mengumpulkan suara bisa mendapatkan kekuasaan dalam demokrasi. Hasilnya, demokrasi dijalankan oleh orang bodoh dan tidak kompeten.
3. Berdasarkan kesetaraan yang tidak wajar
Konsep kesetaraan dalam demokrasi dianggap bertentangan dengan hukum alam. Alam memberi setiap individu dengan kecerdasan dan kebijaksanaan yang berbeda.
Faktanya, kemampuan tiap orang berbeda. Sebagian orang berani, lainnya pengecut. Sebagian sehat, yang lain tidak begitu sehat. Sebagian cerdas, yang lain tidak.
Kritik berpendapat bahwa akan bertentangan dengan hukum alam untuk memberikan status yang sama kepada semua orang.
4. Pemilih tidak tertarik pada pemilu
Pemilih tidak selalu menunaikan hak pilihnya sebagaimana seharusnya. Umum ditemukan tingkat partisipasi pemilih hanya berada pada kisaran angka 50 sampai 60 persen saja.
5. Menurunkan standar moral
Satu-satunya tujuan kandidat adalah memenangkan pemilihan. Mereka sering menggunakan politik uang dan praktik bawah tangan lainnya agar terpilih.
Kekuatan otot dan uang bekerja bahu-membahu untuk memastikan kemenangan seorang kandidat.
Dengan demikian, moralitas adalah korban pertama dalam pemilu. Apa yang bisa diharapkan setelah moralitas dikorbankan?
6. Demokrasi adalah pemerintahan orang kaya
Demokrasi modern pada kenyataannya adalah kapitalistik. Pemilu dilakukan dengan uang. Para calon kaya membeli suara. Pada akhirnya, rakyat mendapatkan pemerintahan plutokrasi yang berbaju demokrasi.
Pada kondisi ini, orang kaya menguasai media untuk keuntungan mereka sendiri. Kepentingan pemilik modal bisa saja mempengaruhi keputusan politik yang diambil pemerintah.
7. Penyalahgunaan waktu dan dana publik
Demokrasi bisa terjerumus pada pemborosan waktu dan sumber daya. Dibutuhkan banyak waktu dalam perumusan undang-undang. Banyak uang yang dihabiskan selama pemilu.
8. Tidak terjadi pemerintahan yang stabil
Ketika tidak ada partai yang manjadi mayoritas mutlak, pemerintahan koalisi harus dibentuk. Koalisi partai politik dengan pembagian kekuasaan hanya merupakan perkawinan semu.
Setiap kali terjadi benturan kepentingan, koalisi hancur dan pemerintahan runtuh. Dengan demikian, pemerintah stabil di bawah demokrasi bisa sulit dicapai.
9. Kediktatoran mayoritas
Demokrasi dikritik karena menjadi legitimasi kediktatoran mayoritas. Mayoritas diharuskan melindungi kepentingan minoritas tetapi dalam praktiknya tidak selalu demikian.
Mayoritas setelah mendapatkan kesuksesan saat pemilu terkadang melupakan minoritas dan menjalankan pemerintahan sesuai dengan kehendak mereka sendiri.
10. Pengaruh buruk dari partai politik
Partai politik merupakan dasar demokrasi. Partai politik bertujuan merebut kekuasaan dengan cara yang sah.
Namun terkadang, anggota partai politik lebih mendahulukan kepentingan partai dibanding kepentingan negara.

source; Amazine co & Sejarah Dunia


Pengikut