Kamis, 12 Mei 2016

Senapan Sniper Made in Indonesia Dikagumi di Yordania.

Senapan Sniper Made in Indonesia Dikagumi di Yordania
Amman - Indonesia boleh berbangga, karena untuk pertama kalinya produk-produk unggulan karya anak bangsa Indonesia ditampilkan pada pameran industri pertahanan dan keamanan berskala internasional bertajuk The 11th Special Operations Forces Exhibition and Conference (SOFEX) yang secara resmi dibuka oleh Raja Yordania, Abdullah II pada 10 Mei 2016, dan akan berlangsung sampai tanggal 12 Mei 2016, di Amman, Yordania.
Pangeran Feisal bin Al Hussein selaku President of SOFEX Supreme Steering Committee menyatakan sangat sangat kagum atas perkembangan industri strategis Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Yang Mulia Pangeran Feisal didampingi Ketua Senat Yordania Dr. Abdur-Rauf Rawabdeh, dan juga Kepala Kepolisian Yordania ketika berkunjung ke paviliun Indonesia yang langsung diterima oleh Duta Besar RI, Teguh Wardoyo di dampingi oleh Direktur Komersial PT Pindad Widjajanto, yang sekaligus turut menjelaskan mengenai produk-produk yang ditampilkan.
Pangeran Feisal menyatakan ketertarikannya kepada Senapan Sniper SPR2 dan akan mencoba kemampuannya di lapangan tembak dekat lokasi pameran keesokan hari (Rabu, 11 Mei 2016).
Senapan Sniper Pindad Jadi Pusat Perhatian di Yordania (dok. KBRI Amman)
Selain Petinggi Militer Yordania, Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Tentara Kazakhstan, Jenderal Zhasuzakov Sakin dan Panglima Tentara Kuwait Letnan Jenderal Mohammad Khaled Al-Kheder, yang masing-masing didampingi delegasi militernya menyatakan sangat tertarik terhadap produk-produk Pindad, dan langsung menugaskan stafnya untuk mengatur pertemuan lanjutan, sekaligus mengundang Pindad untuk datang ke Kazakhstan dan Kuwait.
Pameran SOFEX yang diinisiasi oleh Raja Abdullah II, diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan telah berlangsung sejak tahun 1996. Pameran ini telah menarik perhatian begitu banyak pelaku industri pertahanan dan keamanan global sehingga mereka berpartisipasi menampilkan produk-produk andalan dari masing-masing negara. Penyelenggaraan SOFEX 2016 ini diikuti lebih dari 400 perusahaan yang bergerak di industri pertahanan baik lokal, regional dan internasional dari 47 negara.
Ketua panitia penyelenggara, Amer Tabbah, dalam laporan pembukaan menyampaikan bahwa dalam acara pembukaan ini terdapat lebih dari 1.000 orang merupakan delegasi resmi, termasuk di antaranya sekitar 30 orang pejabat setingkat menteri dari berbagai negara di antaranya, Menteri Pertahanan, Panglima Angkatan Bersenjata, Panglima Operasi Khusus, dan pejabat-pejabat penting lainnya.
Diharapkan pejabat Indonesia khususnya terkait industri strategis kiranya berkenan hadir pada SOFEX 2018 mendatang, guna melihat peluang pasar sekaligus mempromosikan kehebatan karya putra putri Indonesia.
Dubes RI untuk Kerajaan Yordania, Hasyimiah merangkap Negara Palestina, Teguh Wardoyo, mengutarakan bahwa KBRI Amman telah memfasilitasi penyewaan booth yang berlokasi di Hall 3 nomor A 302 di area pameran King Abdullah I Airbase, Marka, Yordania.
Pindad akan mewakili Indonesia dalam pameran kali ini. Partisipasi Indonesia ini dimaksudkan untuk mengenal pasar, melihat peluang, dan aktif dalam promosi industri strategis Indonesia di Timur Tengah.
Pada booth Indonesia tersebut, Pindad menampilkan produk-produk unggulannya, seperti Senapan Serbu 2 (SS2 V4 HB & SS2 V5 Comando), Pistol G2 Elite dan G2 Combat, Senapan Sniper (SPR2 dan SPR3), dan Senapan Anti Teror PM2. Pindad juga membawa mock up beberapa produk kendaraan andalannya, yaitu Panser Anoa, Kendaraan Taktis Komodo, dan Tank Boat. Di samping itu, Pindad juga memberikan kesempatan kepada pihak pihak terkait untuk melakukan uji coba senjata dan munisi pada pameran tersebut.
Selain Pindad yang membawa langsung produk-produknya ke Yordania untuk dipamerkan, beberapa industri strategis tanah air, yaitu PT Dirgantara Indonesia, PT PAL dan PT Sritex turut berpartisipasi dengan menyediakan brosur-brosur produk unggulan dan profil perusahaan yang dibagikan kepada para pengunjung pameran. 

Sumber : Detik.com


MOHON DI FOLLOW AKUN SAYA

Instagram : muhamadaliv_fahrudin
Path          : Pak Udin
Line           : pak-udin

TERIMA KASIH





Mayor Atang Gugur Di Hari Pertama Pertempuran.



Mayor Atang Gugur Di Hari Pertama Pertempuran 
Senin, 7 Desember 1975, merupakan hari dimana digelarnya Operasi Lintas Udara yang menerjunkan Satuan Tugas Nanggala V (Parako) di Dili, Timor-Timur (sekarang Timor Leste). Mereka merupakan pasukan pertama yang datang yang diterjunkan dengan menggunakan delapan pesawat angkut Herkcules C-130B dari Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur .
Satu per satu pasukan Nanggala V pun terjun. Namun kehadiran pasukan Naggala V disambut lontaran amuk peluru yang ditembakan pasukan Tropaz. Menurut Buku berjudul ‘Hari H: 7 Desember 1975’, pasuakn Tropaz merupakan pasukan profesional yang dilatih angkatan bersenjata Portugal berdasarkan standar NATO.
Komandan Detasemen Tempur (Dandenpur) 1 Mayor Atang Sutresna mendarat tak jauh dengan posisi Caraka Komandan Grup Parako Koptu Engka Wasmita. Ketika mendarat Atang langsung membuka ranselnya lalu mengeluarkan sangsaka Merah Putih. Kemudian Mayor Atang memerintahkan kepada Koptu Sugeng dan Koptu Suhar Winata dari Regu 1 Peleton 1 Kompi B untuk menaikannya di kantor Gubernur menggantikan bendera Fretilin yang berkibar. Pengibaran sangsaka Merah Putih merupakan tugas yang sulit lantaran daerah sekitar kantor Gubernur masih dikuasai oleh pihak musuh.
Suara tembakan terdengar dengan teramat jelas, namun tak meredupkan keberanian mereka. Koptu Sugeng dan Koptu Suhar pun bergegas mengibarkan sangsaka Merah Putih dengan meyakini bahwa mereka akan mendapat perlindungan dari Mayor Atang Sutresna, Koptu Amad Priyatna dan Serda I Wayan Rija. Ketika bendera Fretelin berhasil diturunkan dan Sangsaka Merah Putih baru dinaikan separuh tiang, Koptu Sugeng tertembak. Dengan spontan Koptu Sugeng pun memberi tahu Koptu Suhar. “Har, aku kena,” ucap Sugeng.
Setelah selesai menaikan sangsaka Merah Putih di kantor Gubernur, mereka pun bergegas mencari perlindungan. Koptu Sugeng segera memeriksa pahanya yang tadi terkena tembakan, namun beruntung tembakan itu hanya mengenai botol minumnya. Kemudian mereka melapor pada Mayor Atang bahwa tugas mereka telah selesai.
Sebelum melaksanakan tugas yang diberikan oleh Mayor Atang untuk mengibarkan Sangsaka Merah Putih, Koptu Sugeng dan Koptu Suhar mengamankan Koptu Kidam yang sudah terlebih dulu tertembak di bagian dada. Saat menuju lokasi yang berada di bawah pohon Beringin untuk memeriksa kondisi Koptu Kidam, rupanya dia telah tertembak untuk kedua kalinya oleh musuh dan gugur ketika Koptu Sugeng dan Koptu Suher mengibarkan Sangsaka Merah Putih di kantor Gubernur.
Koptu Sugeng pun lekas mengabarkan pada Serda Rija terkait Koptu Kidam. Serda Rija berinisiatif memindahkan jenazah Koptu Kidam dengan menariknya. Namun kemalangan menimpa Serda Rija, beberapa tembakan mengarah ke perut dan dada Serda Rija yang membuatnya tersungkur dan gugur dengan masih memegang jasad Koptu Kidam. Gugurnya kedua anak buah Mayor Atang membuat dirinya terlihat terpukul.
Mayor Atang pun berniat untuk bergerak ke arah barat menuju ke sebuah bangunan berwarna merah. Disana terdapat carakanya Koptu Kamin yang gugur pula, tergantung di sebuah tiang listrik. Koptu Sugeng pun berusaha keras melarang komandannya untuk tidak bergerak ke arah tersebut, karena di tempat itulah tembakan terdengar sangat gencar.
“Pak masih ramai dari situ (bangunan merah),” ujar Koptu Sugeng.
Namun sangat disayangkan, Mayor Atang tak memperdulikan seruan anak buahnya. Mayor Atang malah memerintahkan Koptu Engka untuk tetap ditempat. “Kamu di sini saja, saya mau mengatasi itu (tembakan),” tegas Mayor Atang.
Tak hanya Koptu Sugeng, Koptu Engka pun melarang Komandannya untuk bergerak ke arah tersebut. “Jangan pak !!!,” balas Koptu Engka menahan komandannya.
Tepat dugaan anak buahnya, sekitar 25 meter dari ujung gedung Gubernur sebelah barat, Mayor Atang tertembak pada bagian perutnya. Ia pun langsung jatuh.
Melihat komandannya tertembak, dengan merunduk Koptu Sugeng segera mendekati dan menarik komandannya ke perlindungan di sebuah pagar tembok. Pada saat ditarik itulah Mayor Atang kembali tertembak yang mengenai leher hingga tembus ke kepalanya. Mayor Atang pun turut gugur seketika.
Mendengar informasi bahwa Mayor Atang gugur, dengan bergegas Kapten Bambang Mulyanto meninggalkan kelompoknya dan berlari menuju jasad Mayor Atang tergeletak. Kapten Bambang melihat dengan mata kepala sendiri seniornya yang dikenal sosok yang baik telah gugur. Hati Kapten Bambang hancur dan terlihat sedih sekali. Komandan Grup 1 Soegito yang dikabarkan info serupa oleh Kapten Atang Sanjaya mengenai Mayor Atang melaui Handie talkie juga merasa sedih dan pilu.
Tak beberapa lama kemudian, jenazah Mayor Atang dibawa ke pos komando Grup Parako yang berada tidak jauh di depan pelabuhan Dili. Dangrup 1 Soegito sempat ikur mengusung jenazah Mayor Atang sewaktu diturunkan dari mobil pick up dan membaringkannya di sebuah ruang kantor yang kosong. Selain jenazah Mayor Atang, di dalam ruangan tersebut turut diletakan jenazah Koptu Kidam, Koptu Karsum serta anggota lainnya yang gugur di hari pertama dimulainya operasi tersebut.
Mayor Atang Sutresna telah menunjukan pengabdian yang luar biasa demi tercapainya keberhasilan tugas. Beliau adalah sosok perwira yang tegas, berani dan teguh pendirian.
Sumber : Angkasa

MOHON DI FOLLOW AKUN SAYA

Instagram : muhamadaliv_fahrudin
Path          : Pak Udin

Line           : pak-udin



Terungkap, Bagaimana Kemampuan Baru F-35.

Terungkap, Bagaimana Kemampuan Baru F-35
Jet tempur F-35 baru milik Angkatan Udara Amerika disebut telah mengusung kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menghancurkan target udara ataupun darat serta menangkap gambar secara realtime.
Pesawat tempur siluman ini lebih mudah bagi pilot untuk mencari, melacak dan menghancurkan sasaran musuh di berbagai kondisi tempur termasuk serangan dari rentang lebih jauh.
Berbicara kepada Scout Warrior Kolonel , Angkatan Udara Todd Canterbury, mantan pilot dan instruktur F-35, mengatakan pesawat tempur baru membawa berbagai teknologi baru termasuk sensor canggih, radar, senjata untuk menyerang dan komputer generasi baru.
Canterbury saat ini menjabat sebagai Kepala Operasi Divisi Integrasi Kantor F-35 di Pentagon. Sebelumnya dia telah menjadi pilot F-35 di Eglin Air Force Base, Fla dan memiliki ribuan jam terbang dengan jet tempur F-16 dan F-15 sehingga mampu membandingkan margin dari masing-masing pesawat.
“F-35 adalah mimpi untuk terbang. Ini adalah pesawat paling mudah untuk terbang. Sekarang saya bisa fokus pada pekerjaan dan memenangkan pertempuran,” kata Canterbury mengatakan Scout Warrior Rabu 11 Mei 2016
Canterbury merujuk ke kemajuan teknologi F-35 yang disebut “sensor fusion,” sistem yang menempatkan informasi radar penargetan, navigasi dan ketinggian di layar tunggal untuk. Hal ini menjadikan pilot bisa mengandalkan komputer algoritma untuk melihat gambar battlespace mereka secara utuh dan tidak perlu lagi melihat layar yang berbeda untuk menargetkan koordinat, kecepatan udara, pemetaan dan informasi medan, sensor feed atau data yang masuk dari radar penerima peringatan.
Electro-Optical Targeting System atau EOTS F-35 menggabungkan teknologi pencarian dan pelacakan sensor inframerah untuk pilot yang memungkinkan mereka untuk menemukan dan melacak target sebelum menyerang dengan senjata presisi dipandu.
Sistem EOTS direkayasa untuk bekerja bersama-sama dengan teknologi yang disebut Distributed Aperture System atau DAS, yang terdiri dari enam kamera strategis yang dipasang di sekitar pesawat untuk memberikan pilot pandangan 360 derajat.
“Saya bisa melihat melalui pesawat dan melihat daratan di bawah saya. Aku dapat melihat langsung di bawah saya tanpa harus mengaburkan visi saya, “kata Canterbury.
DAS juga berfungsi dalam pelacakan presisi, kemampuan pengendalian tembakan dan kemampuan untuk memperingatkan pilot dari ancaman yang mendekat.
F-35 juga direkayasa dengan radar Active Electronically Scanned Array yang mampu melacak sejumlah sinyal elektromagnetik, termasuk pengembalian dari Synthetic Aperture Radar, atau SAR. Hal ini memberikan gambaran dari kontur tanah atau daerah sekitarnya bersama dengan Ground Moving Target Indicator atau GMTI untuk melihat berbagai target di darat secara jelas.
Paket perangkat lunak F-35 ini sedang dikembangkan secara bertahap. Blok 2B memungkinkan JSF untuk memberikan dukungan udara jarak dekat dan memecat AMRAAM (Advanced Medium Range Air to Air Missile), JDAM (Joint Direct Attack Munition) atau GBU 12 (laser-guided aerial bomb),
Peningaktan selanjutnya adalh Blok 3i yang akan meningkatkan kemampuan tempur lebih jauh dan Blok 3F dengan membawa kemampuan tempur jarak jauh yang meningkat untuk menekan pertahanan udara musuh.
Angkatan Udara berencana untuk mencapai status operasional dengan perangkat lunak Blok 3i tahun 2016. Semetnara kemampuan operasional penuh akan datang dengan Blok 3F.
Blok 3F akan meningkatkan kapasitas pengiriman senjata dari JSF juga, memberikan kemampuan untuk menjatuhkan Small Diameter Bomb, 500-pound JDAM and AIM 9X short-range air-to-air missile.
OTAK PESAWAT
Canterbury juga berbicara tentang bagaimana insinyur dan ahli Angkatan Udara telah membuat kemajuan dalam membangun perpustakaan komputer di pesawat yang disebut Mission File Data. “Para ahli bekerja keras untuk membuat katalog semua ancaman yang mungkin kita hadapi,” katanya.
Digambarkan sebagai otak dari pesawat, file data misi mengumpulkan informasi geografi, ruang udara dan ancaman potensial di daerah yang diketahui dunia di mana F-35 mungkin diharapkan untuk melakukan operasi tempur.
Terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak, file data misi dasarnya data base ancaman yang dikenal saat ini. File-file tersebut sedang dilakukan pemrograman ulang di laboratorium Eglin Air Force Base, Fla.
Data misi yang sarat dengan berbagai informasi untuk memasukkan informasi pesawat komersial dan khususnya jet tempur Rusia dan China. Sebagai contoh, sistem data misi akan memungkinkan pilot untuk dengan cepat mengidentifikasi MiG-29 Rusia jika terdeteksi oleh sensor F-35 ini.
Teknologi sensor memungkinkan pesawat melakukan fungsi ISR jauh lebih besar dari pesawat sebelumnya memberikan kemampuan seperti drone untuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi surveilans. Sebagai bagian dari ini, F-35 juga dapat menggunakan data-link direkayasa khusus untuk berkomunikasi secara real-time dengan F-35 dan jet tempur lainnya.
“Dengan data-link terbentuk interoperabilitas jaringan, kita dapat berbicara satu sama lain dan berbicara dengan pesawat generasi keempat juga,” jelas Canterbury.
F-35A dapat berfungsi sebagai pesawat pengintai, pesawat tempur udara ke udara, pesawat tempur udara ke darat atau pesawat siluman yang direkayasa untuk menghindari pertahanan udara musuh/
“Meski siluman penting dalam fase awal dari perang untuk melumpuhkan pertahanan udara terpadu dan memungkinkan jet tempur generasi keempat untuk terbang kita tidak perlu siluman sepanjang waktu,” kata Canterbury. “Saya bisa menggunakan siluman dan serangan elektronik untuk melihat musuh sebelum dia melihat saya.”
F-35A juga sangat cocok untuk berkeliaran di area perang dan memberikan dukungan untuk unit di tanah. Untuk misi ini F-35 akan membawa Gatling Gun 25mm yang dipasang di atas pesawat operasional pada 2017.
F-35 memiliki 11 stasiun senjata, yang mencakup tujuh stasiun senjata eksternal untuk bom atau bahan bakar. “Jika kita tidak perlu sembunyi-sembunyi, saya bisa memuat ini dengan senjata dan menjadi sebuah bom truk,” kata Canterbury.

MOHON DI FOLLOW AKUN SAYA

Instagram : muhamadaliv_fahrudin
Path          : Pak Udin

Line           : pak-udin


Rabu, 11 Mei 2016

Mengenang mencekamnya tragedi Mei 98.

Mengenang mencekamnya tragedi Mei 98

Era 1997 hingga 1998 menjadi mata rantai paling rapuh dari kekuasaan rezim Orde Baru (Orba) Soeharto. Di sendi sejarah tersebut tumbuh subur dampak sosiologis dan ekonomi dari krisis moneter.
Perlahan mahasiwa mulai berani menujukkan kekuatan konsolidasinya. Momentum krisis moneter menjadi salah satu pondasi untuk menghantam rezim otoriter yang tengah berkuasa. Tuntutan awal menyoal penurunan harga-harga barang pokok dan melawan pemangkasan subsidi BBM.
"Krisis itu menjadi puncak dari politik ekonomi yang dibangun oleh Orde Baru yang selama 32 tidak berpihak pada rakyat," kata Mantan Aktivis Front Aksi Mahasiswa Untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred) Masinton Pasaribu saat berbincang dengan  Merdeka.com, Kamis (5/5).
Meski dibayang-bayangi penangkapan dan penculikan, serta pembubaran aksi dan organisasi, mahasiswa ternyata berani menangkal resiko. Namun Soeharto tak tinggal diam. Dia mengintruksikan kekuatan militer untuk meredam gejolak yang dimunculkan mahasiswa. Namun di atsmostif akar rumput, mahasiswa justru melawan balik tingkah Soeharto. Mahasiswa makin geram saat Wiranto diangkat menjadi Panglima Angkatan Bersenjata. Mimbar bebas mengecam pemerintahan otoritarian pun akhirnya muncul di berbagai kampus bak jamur di musim penghujan.
"Sehingga ketika itu lahirlah diskusi-diskusi, para mahasiswa mulai bergerak melakukan protes terhadap rezim Orba. Mulailah digalang mimbar-mimbar bebas di kampus-kampus. Semua mahasiswa menyampaikan kritiknya terhadap situasi saat itu," tuturnya.

Di Jakarta sendiri ada berbagai simpul gerakan mahasiswa. Beberapa di antaranya Presidium BEM Se-Trisakti, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Front Aksi Mahasiswa Untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred), Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ), Forum Komunitas Mahasiswa seJabotabek (Forkot), Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO), Komite Mahasiswa dan Rakyat untuk Demokrasi (Komrad), dan sebagainya.
"Mereka menyadari bahwa tidak bisa diselesaikan hanya melalui diskusi. Tapi harus dengan melakukan aksi turun ke jalan. Kami memutuskan turun ke jalan dengan segala konsekuensinya. Walaupun pada saat itu di depan kampus sudah dihadang pasukan ABRI. Turun jalan menyuarakan aspirasi rakyat dengan menolak kenaikan harga sembako, BBM, biaya kuliah mahal, dan sebagainya," ungkapnya.
Dalam rapat internal di berbagai simpul, dilakukan secara tertutup. Biasanya dilakukan di kampus atau di indekos salah satu rekan mahasiswa. Namun beberapa kali mereka juga mengadakan diskusi antar wadah gerakan mahasiswa. Tetap saja apapun model pertemuan untuk menyamakan persepsi tersebut dikuntit oleh intelejen besutan Soeharto.
"Kita menjaga nanti rencana aksi kita keburu bocor. Karena kan intel rezim pada saat itu ada di mana-mana untuk memata-matai pergerakan rakyat dan pergerakan mahasiswa," ujarnya.
Anggota komisi III DPR RI tersebut mengungkapkan bahwa, kala itu tidak semua wadah pergerakan mahasiswa bersifat terbuka. Ada juga yang enggan memanifestokan diri ke permukaan. Akan tetapi antara satu dengan lainnya saling berjejaring, rutin berbagi informasi, dan bebareng membangun tradisi diskusi.

"Ketika semuanya ketakutan itu ada, keberanian akan muncul. Apa yang kita takutkan pada masa itu adalah pengintelan. Itu dipopor senjata waktu aksi, dilarang berdiskusi. Kalau popor senjata itu hal biasa. Kita yakin kesewenang-wenangan Orde Baru itu pasti tumbang, pasti akan berakhir. Kami yakin dengan hukum sejarah itu," ungkapnya.
Aktivis Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) ini juga berujar bahwa, dalam keadaan terdesak, mahasiswa kerap melawan balik tingkah otoriter militer di medan aksi. Biasanya mahasiswa membalas pukulan mundur militer dengan batu hingga bom molotov. Namun jika benar-benar terpojok, mahasiwa kala itu akan berpencar, lalu bertemu di dalam kampus yang menjadi titik akhir penyelematan diri yang sudah dirumuskan sebelumnya.

"Beredar info seperti (penculikan) itu. Biasanya kita saling mengabarkan di titik mana kita saling bersama, di titik mana kita akan berpisah dengan kawan-kawan ada yang balik ke kost dan sebagainya, biasa saling mengabarkan. Biasanya kita juga kalau ada yang kita curigai, kita bersiasat untuk mengelabui. Kita ke keramaian orang. Biasanya juga bawa pakaian, tinggal dibuka saja," ucapnya.
Dia juga menceritakan bahwa era itu banyak juga elit kampus yang turut geram terhadap kebijakan Soeharto. Namun para birokrat kampus tersebut tak berani terang-terangan melawan pemerintah. Maka mereka lebih memilih bersikap diam-diam mendukung gerakan mahasiswa.
"Tapi ada yang melarang sama sekali. Tapi kita biasa kebebasan akademis itu juga harus ada dan tumbuh," ujarnya.

Menurut Politikus PDIP ini, kala itu tak hanya Tim Mawar yang lalu lalang mengawasi mahasiswa dan gerakan kerayatan. Namun Kodam dan Kepolisian juga memiliki tim yang menguping di tengah masyarakat.
Dia menegaskan bahwa rezim Orde Baru itu paranoid. Dia mengistilahkannya sebagai rezim yang dibangun atas manipulasi sejarah. Pembiasan mengenai fakta-fakta masa lalu itu diterapkan untuk melanggengkan kekuasaan.

"Karena buku-buku yang dianggap kiri kan dilarang oleh rezim Orba dilarang diedarkan dan dipelajari. Kita fotokopi atau stensil, atau minjem. Ya sembunyi-sembunyi," tuturnya.
Masinton mengakui bahwa dia sempat tahu dari 13 aktivis yang diculik dan hilang hingga saat ini. Salah satu yang sering dia lihat dalam forum diskusi maupun demonstrasi ialah Wiji Thukul. Maka dari itu dia berharap agar pemerintah mencari di mana keberadaan fisiknya ataupun tempat mereka dibunuh.
"Yang harusnya bertanggungjawab rezim Orba. Presiden pada masa itu. Rezim Orba itu kan rezim militer. Intelejen inilah yang mengontrol aktivitas masyarakat," pungkasnya.
Sumber : Merdeka.com

MOHON DI FOLLOW AKUN SAYA

Instagram : muhamadaliv_fahrudin
Path          : Pak Udin

Line           : pak-udin


Sabtu, 07 Mei 2016

Apa Benda Termahal di Dunia?

Apa Benda Termahal di Dunia?






Apa benda termahal di dunia? Benarkah itu adalah pusat energi nuklir Hinkley Point di Somerset, Inggris?

Kelompok pegiat Greenpeace menyatakan, Hinkley akan menjadi benda termahal di dunia. Perkiraan nilainya bisa lebih dari £24 miliar atau sekitar Rp 461 triliun.
Demikian data itu diungkapkan dalam petisi yang menolak proyek tersebut, seperti dikutip dari BBC Indonesia.
Angka tersebut didapat dari perkiraan pinjaman dan bunganya. Jika, dihitung dari biaya konstruksinya, maka Hinkley diperkirakan memakan biaya £18 miliar atau Rp 345 triliun.
Jumlah ini setara dengan biaya pembangunan sebuah hutan kecil yang di dalamnya ada Burj Khalifa -bangunan tertinggi dunia di Dubai, yang pembangunannya memakan biaya sekitar £1 miliar atau sekitar Rp 19 triliun.
Lalu, dibandingkan dengan pusat riset untuk menemukan rahasia alam semesta, Large Hadron Collider, di Swiss, proyek tersebut 'hanya' memakan biaya sekitar £4 miliar atau sekitar Rp 77 triliun.
Jembatan termahal
Bagaimana pun, Large Hadron Collider masih kalah mahal dibanding jembatan Oakland Bay Bridge di San Francisco.
Jembatan itu dirancang untuk menghadapi gempa besar, dan diharapkan bertahan hingga 1.500 tahun ke depan.
Biaya jembatan ini sekitar £4,5miliar atau sekitar Rp 86 triliun.

:Lantas, mengapa proyek Hinkley di Inggris ini bisa demikian mahal?
"Pembangkit energi nuklir membutuhkan peralatan paling rumit yang pernah dibuat oleh manusia," kata Steve Thomas, profesor kebijakan energi di Universitas Greenwich.
"Biaya pembangkit energi nuklir terus naik seiring terjadinya bencana, dan kami merancang langkah untuk mengurangi risiko kecelakaan."
Sebagai perbandingan, pembangkit energi nuklir Inggris Sizewell B, yang selesai dibangun tahun 1995, biayanya 'hanya' £2,3miliar atau Rp 44 triliun.

Bangunan bersejarah
Bagaimana dengan bangunan bersejarah? Bisakah bangunan seperti Piramid Giza di Mesir menandingi biaya proyek Hinkley?
Memang, agak sulit menghitung biaya pembangunan 4.500 tahun yang lalu.
Namun pada tahun 2012, perusahaan kontraktor Turner Construction Company memperkirakan mereka bisa membangun piramid saat ini mencapai antara £750 juta hingga £900 juta atau Rp14-17 triliun.
Biaya tersebut mencakup £500 juta untuk bahan baku dan £40 juta untuk 12 derek.
Menurut perkiraan, diperlukan sekitar 600 orang. Padahal pada saat dibangun diperkirakan dikerahkan 20.000 orang untuk pembangunan piramid tersebut.
Bagaimana dengan Tembok Besar China?

Proyek ini lebih besar daripada piramid, dengan panjang 9.000 kilometer.
Namun sesungguhnya, tembok ini terdiri dari beberapa tembok yang lebih kecil dan kemudian digabungkan untuk menjadi satu tembok yang menyambung.
Jadi sulit untuk menganggap tembok Cina sebagai satu "benda tunggal".
Ka'bah di Mekah
Kembali ke jaman modern, dua proyek besar di Inggris masih saja tetap kalah dibandingkan dengan Hinkley.
Mereka adalah pembangunan Bandara Heathrow Terminal 2 di London dengan biaya £2,3 miliar atau Rp 44 triliun, dan jalur kereta api London Crossrail yang berbiaya £14,8 miliar atau Rp 284 triliun.
Selain itu, ada sebuah proyek yang sedang dikerjakan, dan sepintas mendekati mahalnya Hinkley.
Keluarga kerajaan Arab Saudi kini tengah merenovasi Masjidil Haram di Mekah, dengan biaya dilaporkan mencapai £16 miliar atau Rp 307 triliun.
Namun, pembangunan mencakup pembangunan jalan raya dan jalur kereta api serta fasilitas lain, sehingga juga sulit untuk dianggap sebagai 'benda tunggal'.
Pesaing lain ada di Hong Kong, yaitu Hong Kong International Airport yang dibangun di atas pulau buatan.
Biayanya pada tahun 1998 senilai £13,7 miliar, kira-kira sekitar Rp 263 triliun, atau dengan nilai saat ini mencapai angka £20,1 miliar atau Rp 386 triliun.

Di luar bumi
Jika Hinkley benar akan dibangun, proyek itu tak akan lama menjadi pembangkit energi bertenaga nuklir termahal.
Sebab, Steve Thomas menjelaskan, "Kami hanya membangun dua reaktor. Turki akan membangun empat reaktor, dan Afrika Selatan sedang melakukan tender untuk pembangunan enam reaktor."
"Harga enam reaktor akan tiga kali lipat harga Hinkley," kata Thomas.
Sekalipun demikian, harga dari semua benda-benda yang disebut di atas masih kalah dengan benda termahal berada di luar bumi.
Stasiun angkasa luar International Space Station dibuat dengan biaya £77,6 miliar atau sekitar Rp 1.491 triliun. Inilah yang termahal.

MOHON DI FOLLOW AKUN SAYA

Instagram : muhamadaliv_fahrudin
Path          : Pak Udin
Line           : pak-udin

TERIMA KASIH

Sumber: BBC Indonesia


Jumat, 06 Mei 2016

KISAH AL-AQSA YANG PERNAH DIJADIKAN SEBAGAI ISTANA PASUKAN SALIB.

KISAH AL-AQSA YANG PERNAH DIJADIKAN SEBAGAI ISTANA PASUKAN SALIB
Masjid Al-Aqsa yang merupakan Masjid tersuci ke-3 umat Islam laksana seorang gadis cantik yang selalu menjadi rebutan dunia. Berbicara soal Masjid Al-Aqsa tentu tidak akan pernah terlepas dari sejarah perebutan kekuasaan di Jerussalem. Penguasa demi penguasa silih berganti memperebutkan otoritas di kota suci ini. Pada 1095 M, Kaisar Bizantium meminta bantuan Paus Urbanus II di Roma untuk melawan tentara Seljuk di Semenanjung Anatolia. Di hadapan para pembesar dan umat Kristiani di Clermont, Paus Urbanus menjawab dengan seruan Perang Salib. Tidak saja untuk melawan Seljuk, melainkan untuk menaklukkan Yerusalem dari umat Muslim.
Kendati berada di jantung dunia Muslim, Jerussalem rentan jatuh ke tangan tentara Salib. Stabilitas politik di dunia Muslim pada masa itu sudah kurang menguntungkan. Konflik terus-menerus antara Seljuk dan Fatimiyah membuat posisi pertahanan Jerussalem rentan. Tentara Salib menaklukkan Jerussalem pada 1099 M saat kota itu baru saja direbut Fatimiyah dari Bani Seljuk. Pada 15 Juli 1099 M, tentara Salib berhasil menguasai kota itu.
Penaklukan tentara Salib mencatatkan tragedi paling mengerikan yang pernah disaksikan Masjid Al-Aqsa. Sebagian besar penduduk Muslim melarikan diri ke masjid untuk mencari keselamatan. Tak peduli situs suci atau tidak, tentara Salib masuk dan membantai semua penduduk Muslim di sana. Pembantaian itu menewaskan ribuan Muslim, seperti disebut Karen Arsmtrong, “darah menggenang sampai lutut”. “Di mana-mana tercecer potongan-potongan tubuh manusia, badan tanpa kepala dan bagian-bagian tubuh yang dimutilasi, terserak-serak di segala penjuru,” tambah Montefiore. Setelah menguasai Jerussalem, Godfrey menjadikan Masjid Al-Aqsa sebagai tempat tinggal. Interior masjid direnovasi menjadi sebuah istana dengan dinding-dinding baru, kebun-kebun istana, dan kamar-kamar anggota kerajaan. Semua simbol keIslaman ditutup. Qubbat As-Sakhrah (Dome of the Rock) yang terletak beberapa ratus meter dari Masjid Al-Aqsa pun mengalami nasib serupa. Bangunan dari Dinasti Umayyah itu diubah menjadi gereja.
Pada masa itu umat Muslim dilarang memasuki kota suci Jerussalem. Al-Aqsa sunyi dari lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan kumandang Adzan. Upaya umat merebut kembali Jerussalem dari cengkeraman Pasukan Salib dilakukan berulang kali. Tapi selalu gagal. Majid Irsan Al Kilani mengulas fenomena kegagalan ini dalam Hakadza Zhahara li Shalahiddin wa Hakadza Mat al-Quds. Kesimpulannya, umat Islam memang pantas kalah. Masjid Al-Aqsa baru kembali ke tangan Muslim di bawah komando Sultan Shalahuddin al-Ayyubi pada 1187 M. Menaklukkan Jerussalem, Shalahuddin masuk ke gerbang kota dengan damai. Tak ada pembantaian warga sipil. Sultan Ayyubiyah ini menjamin keselamatan dan kebebasan beribadah semua pemeluk agama. Terkecuali, pasukan Salib yang dia minta keluar dari kota. Hal pertama yang dilakukan Shalahuddin saat memasuki Jerussalem adalah mencopot tiang salib dari atas Qubbat As-Sakhrah (Kubah Batu).
Carole Hillenbrand dalam The Crusade: Islamic Perspective mengisahkan, sebuah salib besar dipancangkan di atas kubah batu pada masa penaklukkan Jerussalem oleh kaum Frank. Mereka menghiasi Al-Aqsa yang saat itu berstatus sebagai istana dengan patung, altar, dan gambar-gambar kekristenan seperti gambar Bunda Maria. “Ketika kaum Muslim memasuki kota itu, pada hari Jumat, sekelompok orang naik ke puncak kubah untuk menurunkan salib itu. Ketika mereka telah tiba di puncak kubah, semua orang berteriak bersama-sama,” kenang Hillenbrand. Pada saat itu seluruh bangunan yang ada di dalam komplek Al-Haram Asy-Syarif (Tanah Suci Yang Mulia) dikembalikan kepada fungsinya masing-masing seperti semula. Umat Islam kembali beribadah dan memenuhi Masjid Al-Aqsa.
Tentara Salib berulang kali mencoba merebut kembali Jerussalem dari tangan Shalahuddin, tetapi selalu teratasi. Hingga kematian Sultan Shalahuddin pada 1193 M, Dinasti Ayyubiyah masih menguasai Jerussalem. Pada masa Kesultanan Mamluk, semangat Perang Salib mulai mereda. Mamluk melakukan beberapa renovasi di kompleks Al-Haram Asy-Syarif (Tanah Suci Yang Mulia). Sekolah-sekolah fikih dibangun. Muslim dari berbagai belahan dunia seperti Afrika, Persia, dan bahkan India berbondong-bondong ke Jerussalem. Seorang ulama masyur, Ibnu Taimiyah, menulis sebuah risalah singkat tentang keutamaan mengunjungi Masjid Al-Aqsa lengkap beserta adab dan doa-doa ketika hendak memasukinya.
Memasuki awal abad ke-16, kekuatan baru muncul di belahan timur dunia Islam, ialah Kekaisaran Osmaniyah Turki. Pada masa Kekaisaran Osmaniyah Turki, Al-Aqsa terus menjadi magnet dari masa ke masa. Pada tahun 1513 M, Sultan Selim I mulai merebut beberapa wilayah kekuasaan Mamluk. Tiga tahun kemudian, Jerussalem dikuasai oleh Turki lewat penyerahan secara damai. Pada masa ini, Jerussalem mengalami kebangkitan baru. Sultan Turki mengirim gubernur, tentara, dan administrator untuk mengelola kota. Masjid Al-Aqsa mengalami rekonstruksi dan perbaikan. Selama pemerintahan putra Sultan Selim I, Sultan Sulaiman Al-Qanuni, banyak bagian Al-Aqsa yang direnovasi, kehidupan di tanah Jerussalem aman sejahtera dan rakyat hidup damai dalam perbedaan dibawah naungan Khilafah (sistim pemerintahan Islam).

Instagram : muhamadaliv_fahrudin
Path          : Pak Udin
Line           : pak-udin
Sumber : KNRP
Terima kasih


Kamis, 05 Mei 2016

MUHAMMAD AL-FATIH, PENAKLUK KONSTANTINOPEL

MUHAMMAD AL-FATIH, PENAKLUK KONSTANTINOPEL
Muhammad al-Fatih adalah salah seorang raja atau sultan Kerajaan Utsmani yang paling terkenal. Ia merupakan sultan ketujuh dalam sejarah Bani Utsmaniah. Al-Fatih adalah gelar yang senantiasa melekat pada namanya karena dialah yang mengakhiri atau menaklukkan Kerajaan Romawi Timur yang telah berkuasa selama 11 abad.
Sultan Muhammad al-Fatih memerintah selama 30 tahun. Selain menaklukkan Binzantium, ia juga berhasil menaklukkan wilayah-wilayah di Asia, menyatukan kerajaan-kerajaan Anatolia dan wilayah-wilayah Eropa, dan termasuk jasanya yang paling penting adalah berhasil mengadaptasi menajemen Kerajaan Bizantium yang telah matang ke dalam Kerajaan Utsmani.
Karakter Pemimpin Yang Ditanamkan Sejak Kecil
Muhammad al-Fatih dilahirkan pada 27 Rajab 835 H/30 Maret 1432 M di Kota Erdine, ibu kota Daulah Utsmaniyah saat itu. Ia adalah putra dari Sultan Murad II yang merupakan raja keenam Daulah Utsmaniyah.
Sultan Murad II memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anaknya. Ia menempa buah hatinya agar kelak menjadi seorang pemimpin yang baik dan tangguh. Perhatian tersebut terlihat dari Muhammad kecil yang telah menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz, mempelajari hadis-hadis, memahami ilmu fikih, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang. Selain itu, Muhammad juga mempelajari berbagai bahasa, seperti: bahasa Arab, Persia, Latin, dan Yunani. Tidak heran, pada usia 21 tahun Muhammad sangat lancar berbahasa Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani, luar biasa!
Walaupun usianya baru seumur jagung, sang ayah, Sultan Murad II, mengamanati Sultan Muhammad memimpin suatu daerah dengan bimbingan para ulama. Hal itu dilakukan sang ayah agar anaknya cepat menyadari bahwa dia memiliki tanggung jawab yang besar di kemudian hari. Bimbingan para ulama diharapkan menjadi kompas yang mengarahkan pemikiran anaknya agar sejalan dengan pemahaman Islam yang benar.
Menjadi Penguasa Utsmani
Sultan Muhammad II diangkat menjadi Khalifah Utsmaniyah pada tanggal 5 Muharam 855 H bersamaan dengan 7 Febuari 1451 M. Program besar yang langsung ia canangkan ketika menjabat sebagai khalifah adalah menaklukkan Konstantinopel.
Langkah pertama yang Sultan Muhammad lakukan untuk mewujudkan cita-citanya adalah melakukan kebijakan militer dan politik luar negeri yang strategis. Ia memperbarui perjanjian dan kesepakatan yang telah terjalin dengan negara-negara tetangga dan sekutu-sekutu militernya. Pengaturan ulang perjanjian tersebut bertujuan menghilangkan pengaruh Kerajaan Bizantium Romawi di wilayah-wilayah tetangga Utsmaniah baik secara politis maupun militer.
Menaklukkan Bizantium
Sultan Muhammad II juga menyiapkan lebih dari 4 juta prajurit yang akan mengepung Konstantinopel dari darat. Pada saat mengepung benteng Bizantium banyak pasukan Utsmani yang gugur karena kuatnya pertahanan benteng tersebut. Pengepungan yang berlangsung tidak kurang dari 50 hari itu, benar-benar menguji kesabaran pasukan Utsmani, menguras tenaga, pikiran, dan perbekalan mereka.
Pertahanan yang tangguh dari kerajaan besar Romawi ini terlihat sejak mula. Sebelum musuh mencapai benteng mereka, Bizantium telah memagari laut mereka dengan rantai yang membentang di semenanjung Tanduk Emas. Tidak mungkin bisa menyentuh benteng Bizantium kecuali dengan melintasi rantai tersebut.
Akhirnya Sultan Muhammad menemukan ide yang ia anggap merupakan satu-satunya cara agar bisa melewati pagar tersebut. Ide ini mirip dengan yang dilakukan oleh para pangeran Kiev yang menyerang Bizantium di abad ke-10, para pangeran Kiev menarik kapalnya keluar Selat Bosporus, mengelilingi Galata, dan meluncurkannya kembali di Tanduk Emas, akan tetapi pasukan mereka tetap dikalahkan oleh orang-orang Bizantium Romawi. Sultan Muhammad melakukannya dengan cara yang lebih cerdik lagi, ia menggandeng 70 kapalnya melintasi Galata ke muara setelah meminyaki batang-batang kayu. Hal itu dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, tidak sampai satu malam.
Di pagi hari, Bizantium kaget bukan kepalang, mereka sama sekali tidak mengira Sultan Muhammad dan pasukannya menyeberangkan kapal-kapal mereka lewat jalur darat. 70 kapal laut diseberangkan lewat jalur darat yang masih ditumbuhi pohon-pohon besar, menebangi pohon-pohonnya dan menyeberangkan kapal-kapal dalam waktu satu malam adalah suatu kemustahilan menurut mereka, akan tetapi itulah yang terjadi.
Peperangan dahsyat pun terjadi, benteng yang tak tersentuh sebagai simbol kekuatan Bizantium itu akhirnya diserang oleh orang-orang yang tidak takut akan kematian. Akhirnya kerajaan besar yang berumur 11 abad itu jatuh ke tangan kaum muslimin. Peperangan besar itu mengakibatkan 265.000 pasukan umat Islam gugur. Pada tanggal 20 Jumadil Awal 857 H bersamaan dengan 29 Mei 1453 M, Sultan al-Ghazi Muhammad berhasil memasuki Kota Konstantinopel. Sejak saat itulah ia dikenal dengan nama Sultan Muhammad al-Fatih, penakluk Konstantinopel.
Saat memasuki Konstantinopel, Sultan Muhammad al-Fatih turun dari kudanya lalu sujud sebagai tanda syukur kepada Allah. Setelah itu, ia menuju Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan menggantinya menjadi masjid. Konstantinopel dijadikan sebagai ibu kota, pusat pemerintah Kerajaan Utsmani dan kota ini diganti namanya menjadi Islambul yang berarti negeri Islam, lau akhirnya mengalami perubahan menjadi Istanbul.
Selain itu, Sultan Muhammad al-Fatih juga memerintahkan untuk membangun masjid di makam sahabat yang mulia Abu Ayyub al-Anshari radhiallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam yang wafat saat menyerang Konstantinopel di zaman Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan radhiallahu ‘anhu.
Apa yang dilakukan oleh Sultan Muhammad tentu saja bertentangan dengan syariat, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوْا يَتَّخِذُوْنَ قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيْهِمْ مَسَاجِدَ، أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُوْرَ مَسَاجِدَ، إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ.
“… Ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat sebelum kamu telah menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai tempat ibadah, tetapi janganlah kamu sekalian menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, karena aku benar-benar melarang kamu melakukan perbuatan itu.” (HR. HR. Muslim no.532)
Kekeliruan yang dilakukan oleh Sultan Muhammad tidak serta-merta membuat kita menafikan jasa-jasanya yang sangat besar. Semoga Allah mengampuni kesalahan dan kekhilafannya beliaurahimahullah.
Setelah itu rentetat penaklukkan strategis dilakukan oleh Sultan Muhammad al-Fatih; ia membawa pasukannya menkalukkan Balkan, Yunani, Rumania, Albania, Asia Kecil, dll. bahkan ia telah mempersiapkan pasukan dan mengatur strategi untuk menaklukkan kerajaan Romawi di Italia, akan tetapi kematian telah menghalanginya untuk mewujudkan hal itu.
Peradaban Yang Dibangun Pada Masanya
Selain terkenal sebagai jenderal perang dan berhasil memperluas kekuasaan Utsmani melebihi sultan-sultan lainnya, Muhammad al-Fatih juga dikenal sebagai seorang penyair. Ia memiliki diwan,kumpulan syair yang ia buat sendiri.
Sultan Muhammad juga membangun lebih dari 300 masjid, 57 sekolah, dan 59 tempat pemandian di berbagai wilayah Utsmani. Peninggalannya yang paling terkenal adalah Masjid Sultan Muhammad II dan Jami’ Abu Ayyub al-Anshari
Wafatnya Sang Penakluk
Pada bulan Rabiul Awal tahun 886 H/1481 M, Sultan Muhammad al-Fatih pergi dari Istanbul untuk berjihad, padahal ia sedang dalam kondisi tidak sehat. Di tengah perjalanan sakit yang ia derita kian parah dan semakin berat ia rasakan. Dokter pun didatangkan untuk mengobatinya, namun dokter dan obat tidak lagi bermanfaat bagi sang Sultan, ia pun wafat di tengah pasukannya pada hari Kamis, tanggal 4 Rabiul Awal 886 H/3 Mei 1481 M. Saat itu Sultan Muhammad berusia 52 tahun dan memerintah selama 31 tahun. Ada yang mengatakan wafatnya Sultan Muhammad al-Fatih karena diracuni oleh dokter pribadinya Ya’qub Basya, Allahu a’lam.
Tidak ada keterangan yang bisa dijadikan sandaran kemana Sultan Muhammad II hendak membawa pasukannya. Ada yang mengatakan beliau hendak menuju Itali untuk menaklukkan Roma ada juga yang mengatakan menuju Prancis atau Spanyol.
Sebelum wafat, Muhammad al-Fatih mewasiatkan kepada putra dan penerus tahtanya, Sultan Bayazid II agar senantiasa dekat dengan para ulama, berbuat adil, tidak tertipu dengan harta, dan benar-benar menjaga agama baik untuk pribadi, masyarakat, dan kerajaan.
Sumber: islamstory.com


MOHON DI FOLLOW AKUN SAYA

TWITTER           = ALIV_FAHRUDIN
INSTAGRAM     = MUHAMADALIV_FAHRUDIN
PATH                   = PAK UDIN
LINE                   = pak-udin

TERIMA KASIH BANYAK.

PLEASE FOLLOW IN MY ACCOUNT
TWITTER = aliv_fahrudin
Instagram = Muhamadaliv_Fahrudin
PATH = Pak Udin
LINE = pack-udin
THANK YOU VERY MUCH.


Pengikut