Rabu, 18 Maret 2015

BARISAN ANTI KORUPSI

                         BARISAN ANTI KORUPSI 

3 Dekade lamanya , korupsi bertahta pada puncak kezalimannya dan Rakyat berada dalam batas titik nadir ketidakpercayaan.
Penguasa menggunakan kekuatan koersif dan politik dan melakukan dominasi dan hegemoni.
Sikap dan prilaku korupsi disamai ditanam kekuasaan serta difabrikasi dan dinikmati rezim pengusaa dan sebagian rakyat.
Kolusif dan Koruptif direkayasa secara sosial sehingga diyakini keliru seolah korupsi jadi oli penggerak pembangunan.

Saya , anda ,kalian dan kita tentu tidak menghendaki zaman kegelapan datang menyergap kembali, apapun alasannya .
 

Tak boleh ada demokrasi tanpa demokratisasi
Tidak boleh ada penegak hukum tanpa proses penegak hukum yang benar dan adil 
Tak boleh ada demokratisasi tanpa didampingi penegak hukum yang substantif
Rasa ketakutan hadirnya kekuatan koersif yang menghadang harus disingkirkan karena dia tidak boleh hidup di era reformasi  .


Bahaya laten dan manifest korupsi harus segera ditaklukkan , dihancurkan , berapapun ongkos sosial yang harus dibayar .
  Jalan pemberantasan korupsi pasti bunuh diri , menanjak dan berliku .
Potensi resiko harus diambil sebagai sebuah resiko.
Karena tidak mungkin kekuasasan yang biasa mendapat keuntungan dari prilaku koruptif-nya akan diam saja.

Tapi jika ada tanda-tanda akan kembali kepada situasi awal para zaman otoritarian dulu , itu yang menyesakkan dan harus dicegah .
Saya berfikir, 15 tahun ini kita ngapain sebenarnya ? Otoritarian Merajalela di republik ini selama 3 dekade .
Gen Y , X , Z yang mempunyai kekuatan yang luar biasa , ditangan merekalah pemilu kemarin bisa berlangsung cukup baik
Saya yakin siapapun yang berani-berani menghancurkan negara ini dengan korupsi akan digilas oleh mereka .

Gerakan antikorupsi akan menemukan kembali energi dan spiritualitasnya ..
Korupsi menghancurkan seluruh sistem nilai keberadaban , kewarasan , dan kepercayaan publik pada kekuasaan .
Mengapa bangsa ini perlu merdeka ? Mengapa merdeka perlu diwujudkan sekonkrit mungkin ??? .
Oligarki dan sistem kartel sudah menemukan strategi untuk bisa akomodatif dalam sistem demokratisasi .

Media menjadi bagian penting dalam seluruh strategi , masyarakat diombang-ambing dengan berbagai informasi yang distortif .
Bagaimana Wakil Ketua KPK Nonaktif , Bambang Widjojanto menyinggapi status tersangka yang disandangnya ??? ..
  Kami tayangkan demo pegawai KPK (3/3) yang menolak pelimpahan kasus Budi Gunawan ke Kejaksaan .

Bukankah hak berekspresi menjadi bagian penting yang dijamin konstitusi .
Walaupun kami mendapatkan tantangan yang luar biasa , tapi komitmen pemberantasan korupsi tidak surut sejengkal pun .
Korupsi menjadi masalah bersama , bukan hanya masalah hari ini .
Komitmen yang kami dapatkan dari elemen masyarakat sangat luar biasa .

Nama saya sekarang Bambang "tersangka"Widjojanto . Tersangka itu hanya proses bagaimana selesainya kita lihat saja
Saya lebih punya banyak waktu untuk membaca , dan berkomunikasi dengan keluarga
Saya menikmati keberuntungan mendapat cap tersangka .
Saya sedang disayang oleh Tuhan ,karena tidak mungkin seorang diberi cobaan sesuai dengan batas kemampuan kalau tidak disayang  .
Saya tidak tahu apakah itu batas saya , tapi saya yakin semua cobaan sesuai dengan ukuran dan batas yang dimiliki oleh orang itu ... ????

OLEH BAMBANG WIDJOJANTO



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut